ADANYA PEMILIH TIDAK BERHAK (TIDAK MEMPUNYAI KTP ELEKTONIK ATAUPUN BELUM MELAKUKAN REKAM DATA
II. DALAM POKOK PERMOHONAN
1. Bahwa seluruh dalil Termohon pada bagian eksepsi di atas merupakan bagian yang tidak terpisahkan (mutatis mutandis) dan merupakan satu kesatuan dalam pokok perkara;
2. Bahwa Termohon membantah seluruh dalil permohonan Pemohon terkecuali apa yang secara tegas diakui oleh Termohon, sehingga karenanya berlaku asas siapa yang mendalilkan wajib membuktikan (burden of proof/ bewijslaast);
3. Bahwa Termohon menolak dengan tegas dalil keberatan Pemohon atas hasil Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi tahun 2020 yang diterbitkan oleh Termohon dengan dalil Pemohon yang menyatakan “terdapat praktik kecurangan dan/atau pelanggaran yang
merugikan perolehan suara Pemohon secara signifikan dan menguntungkan perolehan suara Pasangan Calon Lain”, karena Termohon dalam menyelenggarakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020 telah berpedoman dan berdasarkan pada asas-asas Penyelenggaraan sebagaimana ketentuan Pasal 2 UU Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, sebagai berikut:
a. Langsung
Bahwa berkenaan dengan asas Langsung tersebut, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi tahun 2020 pada Hari Rabu tertanggal 9 Desember 2020, dilaksanakan secara langsung tanpa perantara bagi pemilih yang telah memenuhi syarat dan tidak dapat diwakilkan kepada orang lain atau keluarga sekalipun;
b. Umum
Bahwa berkenaan dengan asas Umum tersebut, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi tahun 2020 diikuti oleh semua warga negara yang telah memenuhi syarat memilih untuk ikut memilih; c. Bebas
Bahwa berkenaan dengan asas Bebas tersebut, setiap warga negara atau pemilih yang memenuhi syarat bebas untuk memilih Pasangan Calon yang telah terdaftar dan memenuhi syarat pencalonan dalam
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi tahun 2020 dengan tanpa ada paksaan dari pihak manapun juga;
d. Rahasia
Bahwa berkenaan dengan asas Rahasia tersebut, setiap warga negara atau pemilih yang memenuhi syarat dalam memilih Pasangan Calon yang telah terdaftar dan memenuhi syarat pencalonan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi tahun 2020 dijamin kerahasiaan atas pilihannya;
e. Jujur
Bahwa berkenaan dengan asas jujur tersebut, Termohon telah melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020 secara jujur, dimana dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan Pemilihan tersebut, Termohon tidak berpihak pada salah satu pasangan calon tertentu sehingga Termohon telah mampu mengawal proses demokrasi di Provinsi Jambi berdasarkan Pancasila dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bahwa Termohon telah melaksanakan transparansi data kepada seluruh warga masyarakat, atas seluruh tahapan, hasil, maupun ketentuan-ketentuan yang diambil oleh Termohon terkait penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020, terbukti dengan telah dilakukannya pemberitahuan kepada masyarakat umum tentang tahapan-tahapan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020 sehingga warga masyarakat dapat ikut mengawal pesta demokrasi tersebut di Provinsi Jambi. Bahwa seiring berjalannya penyelenggaraan yang mana semuanya telah dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yang mana seluruh proses pemungutan suara di setiap TPS-TPS seProvinsi Jambi dihadiri oleh pihak-pihak yang berwenang, dan terbuka untuk umum, dimana seluruh warga masyarakat pun dapat ikut menyaksikan pemungutan dan penghitungan suara tersebut, sehingga bilamana terdapat tindakan-tindakan yang mengindikasikan ketidakjujuran, tentu pihak-pihak yang ikut hadir dapat melaporkan dugaan ketidakjujuran tersebut kepada Instansi yang berwenang (Bawaslu), namun hingga saat
Permohonan Pemohon disidangkan dalam Majelis Mahkamah Konstitusi yang Mulia ini, tidak ada satupun temuan/terbukti tentang adanya pelanggaran yang diajukan sehubungan dengan proses pemungutan suara dan penghitungan perolehan suara di seluruh TPS Provinsi Jambi.
f. Adil
Bahwa berkenaan dengan asas adil, Termohon telah mampu melaksanakan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi yang dilakukan secara Iangsung oleh rakyat sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Bahwa dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020, semua keputusan yang diberlakukan, berlaku dan memiliki akibat hukum yang sama bagi seluruh pasangan calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020, sehingga adalah tidak tepat jika Termohon berlaku tidak adil kepada para pasangan calon, karena semua pasangan calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020 diperlakukan sama oleh Termohon baik untuk hak maupun kewajiban, yang mana hak dan kewajiban tersebut telah dijamin pula oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Misalnya hak untuk mengajukan keberatan yang diakomodir sama rata oleh Termohon dengan membebaskan setiap saksi pasangan calon untuk mengisi formulir keberatan Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020, baik dari tingkat TPS hingga rekapitulasi di tingkat KPU Kabupaten Kota. Jika memang ada keberatan ataupun temuan dugaan pelanggaran untuk kemudian dapat dijadikan bahan Bawaslu Provinsi beserta jajarannya, untuk mengeluarkan rekomendasi nantinya jika memang terbukti ada pelanggaran.
4. Bahwa dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi yang dilaksanakan pada tahun 2020 telah ditetapkan oleh Termohon tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang memenuhi persyaratan menjadi peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil
Gubernur Provinsi Jambi tahun 2020 sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Termohon Nomor: 89/PL.02.3-Kpt/15/Prov/IX/2020 Tertanggal 23 September 2020, jo. Keputusan Termohon Nomor: 91/PL.02.3-Kpt/15/Prov/IX/2020 Tertanggal 24 September 2020. Adapun Daftar Nama beserta nomor urut Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi tersebut, yaitu sebagai berikut:
No. Nama Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur
Nomor Urut Pasangan Calon 1. Drs. H. Cek Endra dan Hj. Ratu Munawaroh 1
2. Dr.Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum dan
Drs. Hj. Syafril Nursal, S.H., M.H.
2
3. Dr. H. Al Haris, S. Sos., M.H. dan
Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I
3
Bahwa benar berdasarkan hasil pemungutan dan perhitungan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi Tahun 2020 pada tanggal 19 Desember 2020 sebagaimana dimaksud dalam Objek perkara a quo, diperoleh hasil sebagai berikut:
No. Nama Pasangan Calon Gubernur dan
Wakil Gubernur Perolehan Suara 1 Drs. H. Cek Endra dan Hj. Ratu Munawaroh 585.203 2
Dr.Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum dan Drs. Hj. Syafril Nursal, S.H., M.H. 385.388 3 Dr. H. Al Haris, S. Sos., M.H. dan
Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I
596.621
Total Suara Sah 1.567.212
5. Bahwa Termohon menolak dengan tegas dalil Pemohon angka 15 dalam permohonannya yang menyatakan:
adanya praktik pelanggaran dan kecurangan yang terjadi telah membuat hasil perolehan suara tidak merepresentasikan perolehan suara yang sebenarnya. Hal ini secara nyata berdampak langsung dan merugikan Perolehan Suara Sah Pemohon, karena suara Pemohon yang selama ini menurut Lembaga Survey Independent berada posisi
terbanyak, justru hanya berada di posisi kedua dengan perolehan suara sebesar 585.203 (lima ratus delapan puluh lima ribu dua ratus tiga) suara. Pelanggaran dan kecurangan itu secara langsung berkontribusi kepada perolehan suara Pasangan Calon Nomor Urut 03 yang mengungguli perolehan suara Pemohon sebesar 0,8 % (nol koma delapan persen). Padahal, dari yang perhitungan manual yang dilakukan oleh Tim Pemohon, setidak-tidaknya Perolehan suara Pemohon yang seharusnya adalah sesuai perhitungan sebagai berikut:
No. Nama Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Perolehan Suara Paslon Menurut Termohon Jumlah Suara Bermasalah diduga hasil Pelanggaran Pemilu Jumlah Perolehan Suara Yang Seharusnya 1 Drs. H. Cek Endra dan Hj. Ratu Munawaroh 585.203 - 585.203 2 Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M. Hum dan Drs. Hj. Syafril Nursal, S.H., M.H. 385.388 - 385.388 3 Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. dan Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I 596.621 Pemilih Tidak Berhak (tanpa e-KTP & SUKET) (-) 13.487 583.134
Bahwa dalil permohonan Pemohon seperti tersebut di atas, terutama terkait hasil survey tidak dapat dijadikan acuan dalam penghitungan hasil pemilihan. Hal tersebut dikarenakan bahwasanya Termohon tidak pernah menggunakan hasil survey sebagai pedoman penghitungan suara, melainkan Termohon menggunakan hasil sebagaimana yang terdapat pada formulir C1 Plano – KWK (C Hasil Bukti T-5);
Perihal yang disampaikan oleh Pemohon dalam permohonannya menunjukkan bahwa sesungguhnya tidak terdapat kecurangan maupun pelanggaran yang dilakukan oleh Termohon, sehingga dalam sistem pembuktian, apa yang didalilkan haruslah merupakan suatu kenyataan yang terjadi, bukan berdasarkan perkiraan atau asumsi semata Pemohon. Oleh karenanya sudah sepatutnya dalil tersebut ditolak atau dikesampingkan;
pada angka 16 yang menyatakan:
praktik pelanggaran dan kecurangan yang terjadi dalam Pemilihan
Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi Tahun 2020 yang merugikan Perolehan Suara Pemohon secara massif dan signifikan tersebut terjadi dengan banyak pola pelanggaran, salah satunya yang dapat Pemohon identifikasi adalah dalam bentuk:
“ADANYA PEMILIH TIDAK BERHAK (TIDAK MEMPUNYAI KTP