4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Struktur Komunitas Gastropoda
4.5.3 Pola Penyebaran Gastropoda
Pola penyebaran Gastropoda dengan menggunakan Indeks Dispersi Morisita di perairan Pulau Lepar secara umum mengelompok, dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Nilai Indeks Morisita Tiap Jenis Gastropoda
Spesies Id X2hit X2(0,05) Sebaran
Cerithium granosum 1,8343 294,6563 38,88 Mengelompok
Euchelus sp. 2,8212 115,24 38,88 Mengelompok
Columbella versicolor 2,5478 166,8478 38,88 Mengelompok
Turricula crucutata 2,5714 68,4286 38,88 Mengelompok
Strombus urceus 9 42 38,88 Mengelompok
Strombus canarium 4,5 36,5 38,88 Acak
Drupa margariticola 0 25 38,88 Seragam
Euchelus atratus 19,2857 135,7143 38,88 Mengelompok
Tabel 9 menunjukkan bahwa Gastropoda jenis Strombus canarium dan Drupa margariticola tidak berbeda nyata dengan penyebaran acak. Hal ini ditandai dengan nilai X2hityanglebih kecil dari nilai X2(0,05). Dapat disimpulkan bahwa
Strombus canarium memiliki ciri sebaran acak yang cenderung mengelompok.
Hal ini karena nilai Id > 1 dan selisih nilai X2hit dengan X2(0,05) yang kecil. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, Gastropoda jenis Strombus canarium ini
diambil oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai bahan makanan khususnya bahan utama kerupuk Siput Gong-gong yang menjadi makanan khas Pulau Bangka. Pengambilan Strombus canarium dilakukan hampir setiap hari pada saat air laut surut dengan menyusuri sepanjang pantai. Hal inilah yang menyebabkan sebaran Strombus canarium terganggu atau tidak alami lagi.
Nilai Id = 0 pada Drupa margariticola menjelaskan bahwa Gastropoda jenis ini hidup secara seragam sempurna. Ini dikarenakan Drupa margarirticola
hampir tidak ditemukan di Stasiun pengamatan. Sesuai dengan hasil temuan di lapanga n, Drupa margariticola ditemukan sangat sedikit yaitu hanya sebanyak 2 individu saja pada transek yang berbeda di Stasiun 2.
pada perairan dengan kedalaman 0 – 0,5 m, hidup pada permukaan sedimen atau membenamkan dirinya pada kedalaman substat 5 cm.
Berdasarkan hasil temuan di lapangan, Euchelus sp. dan Columbella versicolor hidup menempel pada daun lamun sehingga pola sebarannya sangat dipengaruhi oleh sebaran lamun. Mengelompoknya kedua jenis ini sangat besar dipengaruhi oleh pengelompokan habitat lamun, terutama jenis Enhalus
acoroides, Thalassia hemprichii dan Halodule uninervis yang ditemukan hidup mengelompok di perairan Pulau Lepar. Kedua jenis Gastropoda ini banyak ditemukan pada kondisi perairan dengan arus lemah dan dangkal.
Euchelus atratus hidup pada permukaan substrat dan hanya ditemukan pada Stasiun 2. Euchelus atratus memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan Euchelus sp. dengan ukiran pada cangkang yang lebih jelas.
Turricula crucutata ditemukan pada kondisi perairan yang sama dengan
Cerithium granosum, namun ditemukan dalam jumlah yang se dikit. Spesies ini ditemukan pada ketiga stasiu n pengamatan.
Strombus urceus merupakan jenis Gastropoda pemangsa, sama seperti kerabatnya Strombus canarium. Namun pada hasil perhitungan Indeks Morisita menunjukkan bahwa Strombus urceus adalah mengelompok. Hal ini disebabkan karena Strombus urceus tidak diambil oleh masyarakat seperti halnya strombus canarium yang diambil sebagai bahan utama kerupuk siput gong-gong sehingga sebarannya masih bersifat mengelompok.
Zonasi Gastropoda sebenarnya akan lebih jelas terlihat pada kawasan pasang surut dengan tipe substrat berbatu, namun pada substrat lumpur dan pasir tidak demikian (Manginsela, 1998).
4.5.4 Asosiasi Gastropoda Berdasarkan Habitat Lamun
Asosiasi Gastropoda berdasarkan habitat lamunnya merupakan hasil membandingkan antara grafik Indeks Nilai Pent ing (INP) lamun yaitu nilai kepadatan relatif (RDi), frekuensi relatif (RFi) dan penutupan relatif (RCi) dengan kepadatan Gastropoda tiap transek pengamatan (Lampiran 4 – 9).
Grafik rata-rata INP lamun dan kepadatan Gastropoda per stasiun pengamatan tersaji pada Gambar 4 berikut :
A. Stasiun 1
B. Stasiun 2
C. Stasiun 3
Gambar 4. Grafik Rata -rata INP Lamun dan Kepadatan Gastropoda Per Stasiun
0 10 20 30 40 50 60 70 Cerithium granosum Euchelus sp. Columbella versicolor Turricula crucutata Strombus urceus 0 0.05 0.1 0.150.2 0.25 0.3 0.350.4 0.450.5
RDi RFi RCi RDi RFi RCi RDi RFi RCi RDi RFi RCi RDi RFi RCi
Enhalus acoroides Thalassia hemprichii Halophila minor Halodule uninervis Cymodocea rotundata 0 5 10 15 20 25 30 Cerithium granosum Euchelus sp. Columbella
versicolor Turricula crucutata Strombus canarium Drupa
margariticola Euchelus atratus 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7
RDi RFi RCi RDi RFi RCi RDi RFi RCi RDi RFi RCi RDi RFi RCi E n h a l u s acoroides Thalassia hemprichii Halophila m i n o r Halodule uninervis C y m o d o c e a rotundata 0 10 20 30 40 50 60
Cerithium granosum Euchelus
sp.
Columbella versicolor Turricula crucutata Strombus urceus Strombus canarium 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7
RDi RFi RCi RDi RFi RCi RDi RFi RCi RDi RFi RCi RDi RFi RCi Enhalus acoroides Thalassia hemprichii Halophila minor Halodule uninervis Cymodocea rotundata
Gambar 4 menunjukkan bahwa INP lamun pada Stasiun 1 dan 2 memiliki pola kemiripan. Pada Stasiun 1 nilai INP jenis lamun Enhalus acoroides memiliki nilai yang lebih besar daripada Stasiun 2. Hal ini disebabkan karena kedua stasiun ini berada pada jarak yang tidak jauh ( 5 km), sedangkan jarak kedua stasiun ini dengan Stasiun 3 cukup jauh ( + 20 km). Inilah yang menjadi penyebab pola INP lamun pada Stsiun 3 berbeda dengan Stasiun 1 dan 2. Pola kepadatan Gastropoda didapat hasil pola yang berbeda setiap stasiun. Berdasar gambar diatas, secara umum Gastropoda di Pulau Lepar didominasi oleh Cerithium granosum.
Gastropoda jenis Cerithium granosum menunjukkan bahwa jenis ini ditemui di semua transek pengambilan contoh. Ini menunjukkan bahwa habitat padang lamun di Pulau Lepar merupakan habitat dengan kondisi perairan yang sesuai untuk kelangsungan hidup Cerithium granosum. Hal ini pun menunjukkan bahwa Gastropoda ini dapat hidup di semua habitat jenis lamun di Pulau Lepar.
Euchelus sp. dan Columbella versicolor merupakan jenis Gastropoda yang hidup menempel pada daun lamun. Kedua jenis ini memiliki persentase
kepadatan 27,89% dari total individu Gastropoda yang didapat selama penelitian. Kedua spesies ini biasaanya menempel pada daun lamun jenis Enhalus acoroides,
Thalassia hemprichii dan Halodule uninervis dengan penutupan relatif lamun lebih dari 35%.
Pada prinsipnya Curricula crucutata memiliki pola penyebaran dan asosiasi yang mirip dengan Cerithium granosum. Namun, Gastropoda ini ditemukan dalam jumlah yang lebih sedikit. Spesies ini pada dasarnya tidak memiliki asosiasi khusus dengan jenis lamun tertentu.
Strombus urceus dan Strombus canarium merupakan jenis Gastropoda pemangsa. Umumnya kedua spesies ini banyak ditemukan penutupan relatif lamun kurang dari 50% kecuali pada Stasiun 3 Substasiun 3 Transek 3. Hal ini karena pada penutupan lamun yang tinggi/ padat akan menyulitkan pergerakan Gastropoda ini. Kedua spesies ini hanya ditemukan pada laun jenis Enhalus acoroides dan Halodule uninervis.
Euchelus atratus hanya ditemukan di Stasiun 2 atau bagian selatan Pulau Lepar. Gastropoda jenis ini hidup dengan membenamkan diri di dalam substrat, dengan penutupan relatif lamun lebih besar dari 29%. Karena sifat hidupnya yang membenamkan diri, Gastropoda ini hidup tidak pada lamun jenis tertentu saja, namun lebih banyak ditemukan pada komposisi penutupan relatif jenis lamun dengan nilai yang hampir seragam atau merata.
Drupa margariticola merpakan spesies gastropoda yang ditemukan paling sedikit di Pulau Lepar yaitu dua individu saja di Stasiun 2. Spesies ini ditemukan hidup pada penutupan relatif lamun 30 - 40% pada jenis lamun Enhalus
acoroides, Halodule uninervis, Thalassia hemprichii dan Cymodocea rotundata. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, spesies ini ditemukan hidup di permukaan substrat.