• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pola Perilaku Mahasisiwa Pada Ruang Publik

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Tabulasi Data

4.5 Temuan Penelitian

4.5.2 Pola Perilaku Mahasisiwa Pada Ruang Publik

Gam

Akses utama

terdapat pada lobby d

dihubungkan dengan j

Akses penghu

mendistribusikan pen

sebagai ruang dengan

diakses oleh penggun

idealnya lobby mem

fasilitas seperti tem

Terbatasnya fasilitas

duduk di lantai untuk

u Mahasiswa Pada Ruag Publik

mbar 4.15 Akses Pada Ruang Publik FPTK

a keluar dan masuk gedung FPTK berjumla

y dan koridor utara bangunan. Sedangkan aks

n jalan setapak seperti terlihat pada Gambar 4.

ghubung antar ruang publik tersebut menj

encapaian mahasiswa ke masing-masing ruang

an tingkat akses yang tinggi menjadi ruang yan

una bangunan, termasuk mahasiswa. Sebagai r

emiliki fungsi sebagai ruang tunggu, namu

empat duduk menjadikan fungsi lobby kur

as mendorong sebagian mahasiswa untuk m

uk memenuhi kebutuhannya akan ruang publik.

66

K

lah 3 buah yang

kses antar gazebo

r 4.15.

enjadi titik yang

ang publik. Lobby

ang paling banyak

ai ruang penerima,

mun keterbatasan

kurang maksimal.

memaksakan diri

Gambar

Ruang negatif

dengan jelas serta ber

tertentu. Terbentuk

termanfaatkan dengan

Pada Gambar

publik gedung FPTK

pameran, pada bagian

dan pada bagian F ter

terlihat pada Gambar

Pada bagian G

kurang optimalnya fu

area yang kurang opti

bar 4.16 Kesan Fisik pada Ruang Publik FPT

atif, yaitu ruang publik yang menyebar dan

bersifat negatif, biasanya terjadi secara spontan

k dengan tidak terencanakan, tidak terling

an baik sesuai dengan kebutuhan. (Rustam Hak

bar 4.16 dapat diamati beberapa ruang nega

TK. Pada bagian C terdapat barang-barang

ian D terdapat meja dan papan pengumuman ya

terdapat meja gambar yang mengganggu akses

ar 4.17.

n G dan H tidak terdapat akses menuju gaze

fungsi gazebo G dan H. Pada bagian A yaitu

ptimal karena kurangnya fasilitas penunjang, kh

PTK

n tidak berfungsi

tan tanpa kegiatan

ingkup dan tidak

akin, 2002)

egatif pada ruang

ng tumpukan sisa

yang tidak tertata,

ses koridor seperti

zebo, menjadikan

itu lobby menjadi

duduk. Pada bagian B

jam-jam tertentu, khu

dibawah tangga.

Gambar 4

Kurangnya fa

mahasiswa pada wak

duduk-duduk dan mel

K, dan L.

Dari hasil obse

melakukan kegiatan

menggunakan waktun

tempat beraktivitas. B

berhubungan dengan

ruang publik menjadi

terhadap kelangsunga

B, E, dan F menjadi area koridor utara yang cu

hususnya pada tempat fotokopi yang menggun

r 4.17 Foto Suasana Area F pada Koridor Sel

fasilitas ruang publik pada area gedung mem

aktu-waktu tertentu memenuhi kebutuhan ru

elakukan aktivitas di bawah pohon yang terda

bservasi dapat diamati bahwa sebelum dan sesu

n perkuliahan di dalam kelas, sebagian be

tunya untuk memanfaatkan ruang publik ya

Baik untuk sekedar bersosialisasi maupun keg

an kegiatan akademik. Berdasarkan temuan

di bagian yang penting dan berhubungan secara

gan kegiatan akademik mahasiswa.

Sumber: Dokumentasi Penulis

68

cukup padat pada

unakan sisa ruang

Selatan

embuat beberapa

ruangnya dengan

rdapat pada area J,

esudah mahasiswa

besar mahasiswa

yang ada sebagai

kegiatan lain yang

an tersebut maka

Gambar 4.18 Pola

Selama kegia ruang publik yang m

Gambar 4.18 merupa Tabel 4.1 No Perilaku Mahasiswa 1. Duduk di Lantai 2. Duduk di Tangga 3. Berdiskusi/Aktivitas Sosial 4. Aktivitas dengan Notebook/ Mengerjakan Tugas 5. Menggunakan Fasilitas Fotokopi 6. Makan dan Minum

7. Kegiatan Adm. Q P O N M

la Behavior Setting Mahasiswa Pada Ruang P

giatan observasi, peneliti mengamati titik-titi menjadi tempat mahasiswa berkumpul unt pakan sketsa behavorial mapping pada ruang p

4.11 Pola Perilaku Mahasiswa pada Ruang A

Ruang Publik A B C D E F G K. Utara, Kantin, Lobby, K. Selatan, Gazebo G & H v - v - - v -Koridor Utara, Lobby, koridor Selatan v - - - - - -K. Utara, Lobby, K. Selatan, Gazebo E, F, G, dan H. v v v v v v v K. Utara, Lobby, K. Selatan, Gazebo E, F, G, H. - v - - v v Koridor Utara - - - - - - v Kantin, Gazebo E, F, G, dan H. - v v v v - -Koridor Selatan - - - - - - -L K J I H

Sumber: Hasil Observasi Penulis

g Publik FPTK

titik setting pada ntuk beraktivitas. g publik FPTK. A - I G H I Setting - v 4 - v 2 v v v 9 - v v 5 v - - 1 - - - 4 - - - - B C D F G A E

70

Tabel 4.12 Pola Perilaku Mahasiswa pada Ruang J - Q

No Perilaku

Mahasiswa Ruang Publik J K L M N O P Q

Setting 1. Duduk di Lantai K. Utara, Kantin, Lobby, K. Selatan, Gazebo G & H - - - - v v v v 4

2. Duduk di Tangga Koridor Utara, Lobby,

koridor Selatan v - - - - - - v 2 3. Berdiskusi/Aktivitas Sosial K. Utara, Lobby, K. Selatan, Gazebo E, F, G, dan H. v v v v v v v v 8 4. Aktivitas dengan Notebook/ Mengerjakan Tugas K. Utara, Lobby, K. Selatan, Gazebo E, F, G, H. v - - v - - v v 4 5. Menggunakan Fasilitas Fotokopi Koridor Utara - - - - - - - - -

6. Makan dan Minum Kantin, Gazebo E, F,

G, dan H. - - - - - v - v 2

7. Kegiatan

Administrasi Koridor Selatan - v - - - - - - 1

Berdasarkan hasil observasi dan temuan penelitian dapat dipetakan pola

perilaku mahasiswa yang terjadi. Terlihat pada tabel 4.11 dan 4.12 beberapa

aktivitas mahasiswa pada titik-titik setting ruang publik FPTK.

Perilaku mahasiswa tersebut dijelaskan sebagai berikut antara lain:

1. Duduk di Lantai, mahasiswa duduk di lantai karena kurangnya fasilitas

tempat duduk. Disamping itu juga karena didorong oleh adanya fasilitas

WiFi (Hot Spot) sekaligus kebutuhan terhadap ruang untuk melakukan

kegiatan di ruang publik. Duduk di lantai dalam hal ini dapat membuat

fokus kegiatan menjadi berkurang karena mahasiswa terganggu dengan

akses, misalnya pada koridor. Akibatnya, misalnya pada kegiatan diskusi

di lantai koridor yang dilakukan oleh 3 orang mahasiswa untuk

menyelesaikan tugas, karena terganggu maka tahapan-tahapan proses

dalam kegiatan bertukar informasi itu pun tidak berjalan dengan maksimal.

2. Duduk di Tangga, mahasiswa yang duduk di tangga pada umunya

melakukan aktivitas yang bersifat santai, rekreatif, atau aktivitas sosial

lainnya. Adanya faktor kelelahan ataupun karena adanya keperluan untuk

menunggu membuat mahasiswa duduk di tangga. Walau pada beberapa

kasus ditemukan mahasiswa duduk di tangga sambil beraktivitas dengan

notebook, namun hal ini jarang. Selain keterbatasan fasilitas tempat duduk,

ketidakjelasan hierarki/batas behavior setting pada tangga juga

mempengaruhi perilaku mahasiswa yang duduk di tangga.

3. Berdiskusi/Aktivitas Sosial, perilaku ini merupakan kebutuhan dasar

setiap individu. Pada setiap titik setting di ruang publik FPTK dapat

ditemukan mahasiswa yang melakukan kegiatan ini. Tingginya kebutuhan

untuk melakukan aktivitas sosial idealnya harus diimbangi dengan tingkat

privasi yang memadai. Privasi yang didapat = Privasi yang diinginkan

(Altman, 1975). Pada ruang publik FPTK banyak ditemukan terjadinya

isolasi sosial maupun kesesakan, namun karena adanya kebutuhan

terhadap ruang publik, maka mahasiswa tetap menyesuaikan diri untuk

beraktivitas (melakukan mekanisme kontrol) untuk memperoleh privasi di

setiap titik ruang publik yang ada.

4. Aktivitas dengan Notebook/Mengerjakan Tugas, berdasarkan hasil

observasi dapat diamati bahwa sebagian besar mahasiswa dalam setting

yang memanfaatkan ruang publik untuk melakukan suatu aktivitas –

melakukan kegiatan dengan notebook. Ada yang bersifat santai,

mengerjakan tugas, bersifat pribadi ataupun kelompok. Kegiatan ini secara

tidak langsung dapat mempengaruhi proses pembelajaran mahasiswa,

karena umunya mahasiswa mengandalkan internet untuk mencari rujukan

72

mahasiswa dalam hal ini dapat dioptimalkan, khususnya berkaitan dengan

fasilitas ruang publik, maka kegiatan ini pun dapat berjalan dengan lebih

baik.

5. Menggunakan Fasilitas Fotokopi, Sebagai sarana pelengkap fakultas di

ruang publik, tempat fotokopi menjadi sangat strategis. Tempat fotokopi

idealnya dapat melayani kebutuhan mahasiswa maupun civitas

keseluruhan. Pada fasilitas ini, ruang yang dipergunakan sangat terbatas

dan merupakan ruang sisa di bawah tangga koridor utara. Setiap hari pada

jam-jam tertentu terjadi kesesakan yang mengakibatkan tidak terlayaninya

kebutuhan untuk fotokopi dan print dokumen. Mahasiswa mengantri

cukup panjang dan sering tidak sabar dan akhirnya lebih memilih tempat

fotokopi di luar kampus walaupun jaraknya lebih jauh.

6. Makan dan Minum, Aktivitas ini sebagian besar terjadi di kantin/lab.

Tata Boga yang memiliki fungsi kantin, namun tidak jarang ditemukan di

beberapa fasiltas ruang publik seperti pada Gazebo E dan F, maupun G

dan H. Kesesakan yang terjadi pada kantin terjadi karena keterbatasan

fasilitas tempat duduk, hal ini juga karena fungsi kantin sebagai ruang

publik yang belum terdefenisikan dengan jelas.

7. Kegiatan Administrasi, Secara khusus area di koridor selatan memiliki

fungsi administratif. Berdasarkan hasil observasi sering terlihat

sekelompok mahasiswa pada jam tertentu melakukan kegiatan di loket

fakultas.

Berdasarkan dari seluruh pola perilaku yang berhasil diamati, dapat ditarik

pada poin ke 3 dan 4, yaitu berdiskusi dan aktivitas sosial (19 setting dari 46

setting) dan aktivitas dengan notebook/mengerjakan tugas (9 setting dari 46 setting). Dua pola perilaku ini sangat berkaitan dengan kegiatan pembelajaran

karena di ruang publik tersebutlah para mahasiswa dapat berbagi dan saling

bertukar informasi mengenai kegiatan perkuliahan.

Dokumen terkait