HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Pola perpindahan merek mie instan
Brand switching adalah kegiatan seorang pengguna yang melakukan perpindahan merek dari suatu produk yang satu ke produk yang lainnya karena alasan tertentu.
Brand switching ini merupakan bagian dari loyalitas merek dimana seorang pengguna yang setia menggunakan merek tertentu (Durianto dan Sitinjak, 2001).
Dari hasil pengolahan data 138 kuesioner diperoleh data jumlah konsumen saat ini dan konsumen sebelumnya. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa ada 122 orang (88,4 % ) konsumen yang pernah berganti merek mie instan selama satu tahun terakhir. Perpindahan merek yang dilakukan oleh konsumen tersebut akan menghasilkan pola perpindahan merek mie instan ke merek lainnya, sehingga perlu diketahui perolehan data masing-masing konsumen mie instan yang sebenarnya.
Data jumlah konsumen saat ini dan konsumen sebelumnya (≤ 1 tahun lalu) akan disajikan pada tabel 12 berikut ini.
Tabel 12. Pola perpindahan merek (Brand Switching Patern) mie instan (≤1 tahun) di kota Medan
D ar i m er ek Merek Mie Instan Ke merek Indomie Mie
Sedap Supermie Sarimi Abc
Konsumen sebelumnya Indomie 10 25 3 4 1 43 Mie Sedap 29 4 5 - 1 39 Supermie 8 10 1 2 1 22 Sarimi 6 5 1 1 2 15 Abc 8 1 3 1 - 13 Lainnya 6 - - - - 6
Kons. saat ini 67 45 13 8 5 138
Tabel 12 merupakan tabel yang memperlihatkan pola perpindahan merek dari satu merek ke merek lainnya. Baris (horizontal) merupakan merek yang dikonsumsi sebelumnya dan kolom (vertikal) sebagai merek yang dikonsumsi saat ini. Masih pada tabel 12 dapat diketahui bahwa konsumen Indomie saat ini yang berjumlah 67 orang berasal dari 10 orang (15%) konsumen yang loyal terhadap merek Indomie, 29 orang (43%) yang berpindah dari Mie Sedap, 8 orang (12%) dari Supermie, 6 orang (9%) dari Sarimi, 8 orang (12%) dari Abc, dan 6 orang (9%) dari merek lainnya.
Sedangkan untuk konsumen Mie Sedap yang saat ini berjumlah 45 orang berasal dari 4 orang (9%) konsumen yang loyal terhadap merek Mie sedap selebihnya berasal dari 25 orang (56%) yang berpindah dari Indomie, 10 orang (22%) dari merek Supermie, 5 orang (11%) dari Sarimi dan 1 orang (2%) dari merek Abc.
Selanjutnya, konsumen Supermie saat ini yang berjumlah 13 orang berasal dari 1 (8%) orang konsumen yang loyal terhadap merek supermie, 3 orang (23%) konsumen yang berpindah dari Indomie, 5 orang (38%) dari Mie Sedap, dan 1 orang (8%) dari merek Sarimi, dan 3 orang (23%) dari merek Abc.
Demikian seterusnya untuk merek Sarimi Abc, dan Lainnya. Dengan memperhatikan tabel diatas dapat diketahui bahwa masing – masing merek mie instan memiliki konsumen yang loyal terhadap merek tersebut. Namun dapat dilihat pada merek Indomie, merek tersebut memiliki konsumen yang loyal terbanyak dari merek yang lainnya.
Tingkat persaingan yang tinggi dapat menyebabkan pergeseran loyalitas jonsumen mie instan. Kondisi ini mendorong perusahaan senantiasa melakukan riset pemasaran terhadap konsumen, sehingga dapat diketahui kebutuhan dan keinginan konsumen akan suatu produk mie instan.
Oleh karena itu upaya memuaskan pelanggan sangat penting. Hasil data penelitian menunjukkan bahwa mempertahankan pelanggan jauh lebih sulit, sehingga diharapkan produsen dapat menyusun strategi dan program yang tepat untuk memuaskan pelanggannya.
Pada tabel 13 akan dijelaskan Jumlah konsumen mie instan dari berbagai merek pada sebelumnya dan pada saat ini.
Tabel 13. Jumlah konsumen mie instan sebelumnya dan saat ini di kota Medan (≤ 1thn lalu)
No Merek Mie Instan Konsumen Sebelumnya
Konsumen
Saat ini Perolehan Kehilangan
1 Indomie 43 67 57 33 2 Mie Sedap 39 45 41 35 3 Supermie 22 13 12 21 4 Sarimi 15 8 7 14 5 Abc 13 5 5 13 6 Lainnya 6 - - 6 Total konsumen 138 138 122 122
Sumber: Data diolah dari lampiran 2
Tabel 13 menunjukkan bahwa saat ini Indomie menjadi merek Mie instan yang paling banyak dipilih untuk dikonsumsi oleh konsumen pada saat ini adalah merek Indomie yang dikonsumsi oleh 67 orang (49%) responden di kota Medan. Akan tetapi jika diperhatikan jumlah konsumen mie instan merek Indomie sebelumnya ada sebanyak 43 orang (31%).
Hal ini menunjukkan bahwa Indomie memperoleh penambahan pelanggan dari pelanggan mie instan merek lain sebanyak 24 orang (18%) selama 1 tahun terakhir, yang berpindah ke merek lain. Konsumen Indomie sebanyak 24 orang tersebut berpindah dari merek Mie Sedap, Supermie, Sarimi, Abc, dan merek lainnya dengan alasan sekedar mencoba, rekomendasi teman, adanya promosi atau iklan, ketidakpuasan pasca konsumsi dan rasa penasaran.
Akan tetapi selain konsumen yang berpindah ke merek Indomie, ada juga konsumen indomie yang berpindah merek dengan alasan sekedar mencoba, adanya iklan/promosi, rasa pensaran dan ketidakpuasan setelah mengkonsumsi merek sebelumnya.
Sama seperti merek Indomie, merek Mie Sedap yang merupakan merek mie instan kedua yang paling banyak dipilih konsumen untuk dikonsumsi saat ini, yang dikonsumsi oleh 45 orang (33%) responden di kota Medan, sedangkan sebelumnya konsumen yang mengkonsumsi mie instan merek Mie Sedap ada sebanyak 39 orang (28%).
Hal ini menunjukkan bahwa Mie Sedap memperoleh penambahan pelanggan sebanyak 6 orang selama 1 tahun terakhir, yang berpindah dari merek Indomie, Supermie, Sarimi, dan Abc ke merek Mie Sedap dengan alasan yang berbeda – beda, dan faktor – faktor yang menjadi pertimbangan konsumen untuk berpindah merek mie instan.
Selanjutnya merek Supermie yang sebelumnya dikonsumsi oleh 22 orang (16%), amun saat ini merek supermie dikonsumsi konsumen sebanyak 13 orang (9%). Dengan kata lain supermie mengalami kehilangan pelanggan sebanyak 9 orang
(7%), yang berpindah ke merek Indomie, Mie Sedap, Sarimi, dan Abc dengan alasan yang berbeda – beda.
Kemudian pada merek Sarimi, sebelumnya konsumen yang mengkonsumsi merek mie instan ini ada sebanyak 15 orang (11%), namun saat ini jumlah yang mengkonsumsi merek Sarimi ada sebanyak 8 orang (6%). Sarimi juga mengalami kehilangan pelanggan sebanyak 7 orang (5%), yang berpindah ke merek Indomie, Mie Sedap, Supermie, Abc.
Demikian juga dengan merek Abc sebelumnya jumlah konsumen Abc sebanyak 13 orang (9%), dan saat ini jumlah konsumen Abc ada sebanyak 8 orang (6%). Dengan demikian merek mie instan Abc juga mengalami kehilangan pelanggan sebanyak 5 orang (3%) yang berpindah ke merek Indomie, Mie Sedap, Supermie, Sarimi dengan alasan yang berbeda – beda juga.
Demikian juga dengan merek mie instan lainnya yang sebelumnya memiliki konsumen sebanyak 6 orang (4%), namun konsumen tersebut berpindah ke merek Indomie, sehingga konsumen merek lain mengalami kehilangan pelanggan sebanyak 6 orang.
Secara lebih rinci data perolehan dan kehilangan pelanggan pada setiap merek mie instan yang diteliti akan disajikan pada tabel 14 dan tabel 15. Dengan memperhatikan tabel tersebut dapat diketahui berapa banyak jumlah konsumen yang diperoleh setiap merek mie instan dan berapa banyak jumlah konsumen yang hilang dari setiap merek mie instan.
Tabel 14. Data perolehan pelanggan pada berbagai merek mie instan
No Merek Mie Instan
Perolehan Indomie Mie
Sedap Supermie Sarimi Abc
1 Indomie - 25 3 4 1 2 Mie Sedap 29 - 5 - 1 3 Supermie 8 10 - 2 1 4 Sarimi 6 5 1 - 2 5 Abc 8 1 3 1 - 6 Lainnya 6 - - - - Jumlah Perolehan 57 41 12 7 5
Sumber: Data diolah dari lampiran 2
Pada tabel 14 menunjukkan bahwa Indomie memperoleh tambahan pelanggan sebanyak 57 orang (47%) yang berasal dari merek Mie Sedap 29 orang (24%), Supermie 8 orang (6,5%), Sarimi 6 orang (5%), Abc 8 orang (6,5%), dan dari merek lainnya sebanyak 6 orang (5%). Sedangkan untuk merek Mie Sedap memperoleh tambahan pelanggan sebanyak 41 orang (34%), yang berasal dari Indomie 25 orang (21%), Supermie 10 orang (8%), Sarimi 5 orang (4%), dan Abc 1 orang (1%).
Selanjutnya untuk merek Supermie memperoleh tambahan pelanggan sebanyak 12 orang (10%), yang berasal dari merek Indomie 3 orang (2,5%), Mie Sedap 5 orang (4%), Sarimi 1 orang (1%), Abc 3 orang (2,5%). Kemudian merek Sarimi memperoleh tambahan pelanggan sebanyak 7 orang (6%), yang berasal dari merek Indomie 4 orang (3%), Mie Sedap 2 orang (2%), dan dari Sarimi 1 orang (1%). Demikian juga dengan merek Abc yang mendapatkan tambahan pelanggan sebanyak 5 orang (4%) yang berasal Indomie 1 orang (1%), Mie Sedap 1 orang (1%), Supermie 1 orang (1%), dan Sarimi 2 orang (1%).
Selain data perolehan, pada tabel 15 berikut ini juga akan disajikan data kehilangan pelanggan pada berbagai merek mie instan.
Tabel 15. Data kehilangan pelanggan pada berbagai merek mie instan
No Merek Mie Instan
Kehilangan Indomie Mie
Sedap Supermie Sarimi Abc Lainnya
1 Indomie - 29 8 6 8 6 2 Mie Sedap 25 - 10 5 1 - 3 Supermie 3 5 - 1 3 - 4 Sarimi 4 - 2 - 1 - 5 Abc 1 1 1 2 - - 6 Lainnya - - - - Jumlah Kehilangan 33 35 21 14 13 6
Sumber: Data diolah dari lampiran 2
Tabel 15 menjelaskan data kehilangan pelanggan mie instan yang berpindah ke merek lain. Pada merek Indomie, merek ini mengalami kehilangan pelanggan yang berjumlah 33 orang (27%), yaitu 25 orang (20%) konsumen sampel yang beralih ke merek Mie Sedap, 3 orang (2,5%) ke Supermie, 4 orang (3%) ke Sarimi, 1 orang (1%) ke Abc. Dapat dikatakan bahwa ada 33 orang konsumen Indomie yang tidak setia dengan merek tersebut.
Selanjutnya, pada merek Mie Sedap, merek mie instan ini kehilangan pelanggan yang berjumlah 35 orang (29%), yaitu 28 orang (23%) berpindah ke merek Indomie, 5 orang (4%) ke Supermie, 1 orang (1%) ke Abc. Dengan kata lain ada 6 orang (5%) konsumen Mie Sedap yang tidak setia dengan merek tersebut.
Sedangkan untuk merek Supermie mengalami kehilangan pelanggan sebanyak 21 orang (17%), yaitu 8 orang (6,5%) konsumen sampel berpindah ke merek
Indomie, 10 orang (8%) ke merek Mie Sedap, 2 orang ke merek Sarimi, dan 1 orang (1%) ke merek Abc. Dapat dikatakan bahwa ada 21 pelanggan yang tidak setia dengan merek Supermie.
Berikutnya adalah merek Sarimi yang mengalami kehilangan pelanggan sebanyak 14 orang (11%), yaitu 6 orang (5%) ke merek Indomie, 5 orang (4%) ke merek Mie Sedap, 1 orang (1%) ke merek Supermie, dan 2 orang (2%) ke merek Abc. Dengan demikian dapat dikatakan juga ada 14 pelanggan yang tidak setia dengan merek tersebut. Lainnya
Sama halnya dengan merek yang terakhir yaitu merek Abc, yang mengalami kehilangan pelanggan sebanyak 13 orang (11%) , yaitu 8 orang (6,5%) ke merek Indomie, 1 orang (1%) ke merek Mie Sedap, 3 orang (2,5%) ke merek Supermie, dan 1 orang (1%) ke Sarimi. Dengan kata lain ada 13 orang pelanggan yang tidak setia dengan merek Abc.
5.3 Kondisi estimasi pangsa pasar dari berbagai jenis merek produk mie