4.2 Analisa Pola Tata Ruang Rumah Jawa Kontemporer
4.2.1 Pola Tata Ruang Luar Rumah Jawa Kontemporer
Pola tata ruang luar rumah tinggal tradisional Jawa meliputi penggunaan halaman depan, samping dan belakang rumah.
Tabel 4.1 Pengelolaan Halaman Rumah Tinggal Jawa Kontemporer Analisa pengelolaan halaman rumah dan perubahannya.
Sampel
Halaman Depan (1) Halaman Belakang (2) Halaman Samping ( kanan = 3 & kiri = 4) Gambar
Variabel K1
Gambar 4.2.
Halaman Depan Rumah K1 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Rumah K1 mempunyai halaman depan yang luas, pemilik rumah menggunakan halaman depan untuk keperluan bersama (acara hajatan) apabila banyak mengundang para tamu.
Tidak berubah
karena kebutuhan untuk halaman rumah yang luas sangat dibutuhkan untuk orang Jawa, karena untuk keperluan acara hajatan (seperti pesta pernikahan) masyarakat Jawa mengadakannya di depan rumah dengan mendirikan tratak, mengadakannya tidak di gedung ataupun di balai-balai.
Gambar 4.3.
Halaman Belakang Rumah K1 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Area belakang rumah yang digunakan untuk memasak menggunakan tungku kayu, dan berdekatan dengan dapur. Biasanya pemilik rumah menggunakannya untuk area memasak dalam jumlah besar untuk suatu acara, apabila di kehidupan sehari-hari hanya digunakan untuk memasak air. Di belakang rumah seharusnya terletak kandang ternak ayam.
Berubah
halaman belakang rumah seharusnya untuk tempat kandang ternak ayam, difungsikan untuk tempat memasak menggunakan tungku kayu, masih menjadi tradisi masyarakat Jawa, memasak menggunakan kayu.
Gambar 4.4.
Halaman Samping Kanan Rumah K1 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Halaman samping kanan rumah terdapat di kandang ternak ayam, seharusnya menurut kosmologi Jawa ternak ayam terletak di belakang rumah.
Berubah
Menurut pemilik rumah, meletakkan ternak ayam di sebelah kanan rumah supaya mudah di
Sumber : Gambar Ulang dengan Layout 2015
• Pada Gambar 1 Adalah Halaman Depan,
• Pada Gambar 2 Adalah Halaman Belakang,
• Pada Gambar 3 Adalah Gambar Samping Kanan,
• Pada Gamabar 4 Adalah Samping Kiri.
Gambar 4.6.
Halaman Samping Kiri Rumah K1 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Halaman samping kiri rumah selain sebagai kandang ternak hewan seperti kuda, sapi, dan kerbau dapat digunakan untuk ladang, seperti sayur-sayuran yang dikonsumsi sehari-hari.
Tidak berubah
Karena pemilik rumah tidak mempunyai kandang ternak sapi, kerbau, atau kuda, jadi halaman samping rumah digunakan untuk ladang.
Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Rumah K2 tidak mempunyai halaman yang luas, halaman depan saja yang dapat digunakan, untuk keperluan parkir, karena
Gambar 4.8.
Halaman Belakang Rumah K2 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Halaman belakang rumah juga tidak ada, bagian belakang langsung berbatasan dengan rumah tetangga, yang terdapat hanya teras belakang, yang aksesnya ke dapur. Teras ini
Gambar 4.9.
Halaman Samping Kanan Rumah K2 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Halaman samping kanan rumah sudah berbatasan dengan bahu gang jalan desa, pembatasnya adalah
Gambar 4.10.
Denah Skematik Rumah K2
Sumber : Gambar Ulang dengan Layout 2015
rumah ini juga mempunyai ruang usaha. Ruang terbuka hanya terdapat di halaman depan saja.
Berubah
Karena halaman depan yang tidak luas hanya digunakan untuk parkir kendaraan pengunjung toko, walaupun apabila ruang depan digunakan untuk keperluan bersama, parkir untuk kendaraan menggunakan halaman kosong milik tetangga. Rumah ini mempunyai tapak lahan yang sempit sementara bangunan rumah tinggalnya besar.
digunakan untuk area memasak (rewang).
Berubah
Halaman belakang rumah berdasarkan filosofi Jawa apabila pemilik rumah mempunyai kandang ternak ayam, maka di letakkan di belakang rumah, dan rumah Jawa mempunyai halaman belakang yang luas, apabila ingin membuat ruang tambahan di buat di belakang rumah. Pada bagian belakang rumah K2 ruang terbuka hanya terdapat di teras saja, dan apabila ingin mengadakan suatu acara besar, menggunakan halaman rumah dari tetangganya. halaman, karena lahan kosong digunkan untuk parkir mobil pemilik rumah dan sekaligus garasi.
Berubah
• Pada Gambar 2 Adalah Halaman Belakang,
• Pada Gambar 3 Adalah Gambar Samping Kanan,
• Pada Gamabar 4 Adalah Samping Kiri.
K3 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Gambar 4.14.
Halaman Samping Kanan Rumah K3
Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018 Gambar 4.15.
Denah Skematik Rumah K3
Sumber : Gambar Ulang dengan Layout 2015
Rumah K3 mempunyai halaman depan yang terbatas dan sangat dekat dengan jalan desa, pada halaman depan ditananami berbagai macam tanaman hias, yang berguna untuk memperindah halaman. Rumah ini juga sebagai tempat usaha (toko).
Berubah
Karena halaman depan rumah yang tidak luas dan tapak rumah yang kecil dengan massa bangunan rumah tinggal yang besar.
Pada halaman belakang rumah tidak bisa diakses dikarena pada bagian belakang rumah sudah ladang milik warga lain. Kandang ternak ayam di letakkan di samping kiri rumah dekat garasi.
Berubah
Karena belakang rumah sudah tidak dapat diakses lagi, dan tanah sudah milik warga lain jadi kandang ternak ayam diletakkan di samping kiri rumah
Halaman samping kanan rumah merupakan teras kedua rumah yang selalu digunakan oleh pemilik rumah. Samping kanan rumah juga terdapat pepohonan, yaitu pohon coklat dan tanaman hias.
Tidak berubah
Karena pada halaman samping kanan rumah digunakan pemilik rumah untuk bercengkrama atau bersosialisasi dengan tetangga rumah. Dan ditanami banyak pepohonan coklat sebagai pembatas lahan pemilik rumah dan tetangga serta sebagai penyejuk.
Gambar 4.16.
Halaman Samping Kiri Rumah K3 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Halaman samping kiri rumah merupakan tempat parkiran, untuk pengunjung toko, halaman yang paling lebar yaitu halaman samping kiri. Halaman ini tidak digunakan untuk area ladang.
Berubah
Fungsi dari halaman samping kiri rumah digunakan untuk tempat parkir, karena pemilik rumah mempunyai toko (usaha sembako). Pada halaman samping kiri saja yang dapat digunakan untuk ruang bersama sebab halamannya luas.
• Pada Gambar 1 Adalah Halaman Depan,
• Pada Gambar 2 Adalah Halaman Belakang,
• Pada Gambar 3 Adalah Gambar Samping Kanan,
• Pada Gamabar 4 Adalah Samping Kiri.
K4 hanya digunakakn untuk area tanaman hias dan pohon buah, tetapi tidak menutup kemungkinan halaman yang sempit ini dapat digunakan untuk ruang bersama apabila sedang mengadakan suatu acara, pada rumah K4 ini lapak rumah tinggalnya miring dan tidak rata, sebelum tahap konstruksi nya pemilik rumah menimbun tapak rumah supaya rata.
Gambar 4.18.
Halaman Belakang Rumah K4 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Halaman belakang rumah terdapat kandang ternak ayam.
Tidak Berubah
Peletakkan kandang ternak ayam berada di belakang rumah, tidak terlihat oleh publik, karena pemilik rumah tidak ingin kandang ternak ayam identik dengan hal yang kotor terlihat oleh umum.
Gambar 4.19.
Halaman Belakang ke 2 Rumah K4 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Pada area belakang rumah terdapat ladang sawit pemilik rumah dan area memasak menggunakan tungku api.
Gambar 4.20.
Halaman Samping Kanan Rumah K4 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Pada halaman samping kanan rumah digunakan oleh pemilik rumah sebagai gudang terbuka.
Berubah
Gudang yang berada di samping kanan rumah dibuat karena kebutuhan suatu acara, yaitu acara penikahan. Gudang yang berfungsi untuk menempatkan berbagai peralatan yang akan digunakan untuk masak.
Gambar 4.21.
Denah Skematik Rumah K4
Sumber : Gambar Ulang dengan Layout 2015
• Pada Gambar 1 Adalah Halaman Depan,
• Pada Gambar 2 Adalah Halaman Belakang,
• Pada Gambar 3 Adalah Gambar Samping Kanan,
• Pada Gamabar 4 Adalah Samping Kiri.
K5
Gambar 4.22.
Halaman Depan Rumah K5 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Halaman depan rumah ditanami banyak pepohonan dan tidak terlalu sempit karena rumah ini mempunyai tapak rumah yang relatif luas, halaman depan rumah dapat digunakan sebagai visual dan pelindung fasade bangunan.
Gambar 4.23.
Halaman Belakang Rumah K5 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Halaman belakang rumah terdapat kandang ternak ayam, dan ladang pemilik rumah.
Tidak berubah
Rumah ini mempunyai halaman belakang yang luas, jadi pemilik rumah meletakkan kandang ternak ayam dibelakang rumah, dengan tujuan tersembunyi dan lebih mudah mengontrolnya karena terletak di belakang rumah.
Gambar 4.24.
Halaman Belakang Rumah K5 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Pada halaman belakang rumah tampak tanahnya yang lebih rendah dari bangunan rumah tinggalnya. Pada halaman tidak hanya terdapat kandang ternak ayam, terdapat juga kandang burung, dan kandang ternak bebek.
Gambar 4.25.
Halaman Samping Kanan Rumah K5 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Samping kanan rumah yang berbatasan dengan musholla, pada samping kanan rumah tidak luas.
Berubah
Halaman samping kanan rumah terdapat teras yang langsung menghadap musholla, dan pemilik rumah membangun rumah tinggalnya langsung berdekatan dengan batas tanah tapak musholla.
Gambar 4.26.
Halaman Samping Kiri Rumah K5 Sumber : Dokumentasi Pribadi 2018
Halaman samping kiri rumah sangat luas, dan dapat digunakan untuk ruang bersama dan terdapat teras samping rumah. Pada halaman samping kiri rumah terdapat banyak pepohonan, yaitu pohon mangga, pisang dan bunga hias.
Gambar 4.27.
Denah Skematik Rumah K5
Sumber : Gambar Ulang dengan Layout 2015
• Pada Gambar 1 Adalah Halaman Depan,
• Pada Gambar 2 Adalah Halaman Belakang,
• Pada Gambar 3 Adalah Gambar Samping Kanan,
• Pada Gamabar 4 Adalah Samping Kiri.
Sumber :Data observasi dan hasil penemuan penelitian 2018
4.2.2 Pola Tata Ruang Dalam Rumah Jawa Kontemporer
Pola tata ruang luar rumah tinggal tradisional Jawa meliputi perubahan tata ruang rumah yang meliputi perubahan pada jenis dan jumlah ruang, oriantasi ruang, organisasi ruang, dan pola sirkulasi.
Tabel 4.2 Perubahan Tata Ruang Dalam Rumah Tinggal Jawa Kontemporer Analisa perubahan tata ruang dalam rumah tinggal Jawa kontemporer
Sampel
Jenis dan Jumlah Ruang Orientasi Ruang Organisasi Ruang Pola Sirkulasi Gambar
Variabel
K1 Keterangan : 1. Teras
2. Ruang tamu ; area publik 3. Kamar tidur 1 ; area privat 4. Ruang keluarga ; area privat 5. Teras
10. Dapur dan ruang cuci ; area servis 11. Kamar mandi utama ; area servis Berubah
Berdasarkan jenis dan jumlah ruang rumah K1 dikelompokkan menurut intensitas kebutuhan ruangnya, yaitu ruang publik, privat, dan servis.
Terdapat 8 jenis ruang dan 13 jumlah ruang. Rumah K1 memiliki 2 teras yang digunakan untuk menerima tamu, teras ke 1 (gambar 1) digunakan untuk menerima tamu laki-laki seperti tetangga terdekat, dan teras ke 2 (gambar 5) yaitu teras samping kanan digunakan untuk menerima tamu perempuan. Pada rumah Jawa pembagian ruang untuk menerima tamu terdapat di ruang depan, cara membedakannya dengan memisahkan kursi atau area duduk tidak terdapat kamar tidur, namun rumah
Denah Rumah K1 dan gambar foto ruangan Sumber : Gambar Ulang dengan SketchUp 2015
PUBLIK
K2 5. Ruang keluarga ; area privat 6. Kamar tidur 2 ; area privat 7. Ruang sholat ; area servis 8. Kamar tidur 3 ; area privat 9. Ruang makan ; ruang servis 10. Kamar mandi utama ; area servis 11. Pantri ; area servis
12. Teras
13. Garasi ; area servis Berubah digunakan untuk menerima tamu, melainkan digunakan untuk area memasak menggunakan tungku.
Rumah K2 dilengkapi dengan toko (gambar 4) sebagai mata pencaharian tambahan pemilik rumah sebagai ruang usaha. mengikuti arah jalan desa. orientasi kamar grosir sebagai ruang
usaha yang
Denah Rumah K2 dan gambar foto ruangan Sumber : Gambar Ulang dengan SketchUp 2015
1
K3 Keterangan : 1. Teras
2. Ruang tamu ; area publik 3. Dua Kamar tidur 1 ; area privat 4. Ruang keluarga ; ruang privat 5. Dua Kamar tidur 2 ; area privat 6. Ruang makan ; area servis
7. Ruang cuci dan jemur ; area servis 8. Kamar mandi ; area servis
9. Dapur ; area servis 10.Gudang ; area servis 11. Toko Grosir ; area publik 12.Garasi ; area servis digunakan untuk menerima tamu, sedangkan teras ke 2 (gambar 2) yaitu teras samping kanan digunakan untuk keluarga (beranda) ketika berkumpul.
Rumah K3 dilengkapi dengan toko (gambar 11) sebagai ruang usaha, toko menjual kebutuhan sehari-hari seperti sembako. Pada rumah ini
Denah Rumah K3 dan gambar foto ruangan Sumber : Gambar Ulang dengan SketchUp 2015
1
K4 Keterangan : 1. Teras
2. Ruang tamu ; area publik 3. Kamar tidur 1 ; ruang privat 4. Ruang keluarga ; ruang privat 5. Kamar tidur 2 ; ruang privt 6. Ruang sholat ; ruang servis 7. Ruang makan ; ruang servis 8. Kamar tidur tamu ; ruang publik 9. Garasi ; ruang servis
10. Kamar tidur 3 ; ruang privat 11. Dapur ; area servis
12. Kamar mandi ; area servis 13. Pantri ; area servis
14. Dapur kotor ; area servis Berubah 4) hanya digunakan pemilik rumah.
Tidak berubah terdapat area publik, privat, dan servis
Denah Rumah K4 dan gambar foto ruangan Sumber : Gambar Ulang dengan SketchUp 2015
1
Sumber : Data obsevasi dan hasil penemuan penelitian 2018 K5 Keterangan :
1. Teras
2. Ruang tamu ; area publik 3. Ruang keluarga ; area privat 4. Kamar tidur 1 ; area privat
10. Kamar mandi utama ; area servis 11. Dapur ; area servis
12. Ruang cuci ; area servis 13. Gudang 1 & 2 ; ruang servis. digunakan untuk beranda keluarga saja, dan teras ke 3 jarang digunakan oleh pemilik rumah. jalan desa. orientasi kamar tidur 1 terdapat kamar tidur (gambar 8) yang digunakan oleh si pemilik rumah.
Ruangan pada rumah ini didominasi ruang servis.
Denah Rumah K5 dan gambar foto ruangan Sumber : Gambar Ulang dengan SketchUp 2015
1
4.3 Hasil Analisa Pola Tata Ruang Rumah Jawa Kontemporer
Berdasarkan analisa data yang didapat dilapangan tentang lima rumah sampel yang membahas pola tata ruang luar dan dalam rumah Jawa kontemporer.
Pola tata ruang luar yaitu meliputi penggunaan halaman depan, belakang dan samping rumah. Perubahan tata ruang rumah yaitu meliputi jenis dan jumlah ruang, orientasi ruang, organisasi ruang, dan pola sirkulasi.
1. Perubahan pola tata ruang luar rumah tinggal Jawa kontemporer.
a. Dari kelima sampel yang merubah pengelolaan halaman depan rumah yaitu rumah K2, K3, dan K4, ini terjadi berdasarkan hasil wawancara yaitu :
• Rumah K2, yang mempunyai tapak lahan yang sempit dan massa bangunan yang besar mengakibatkan rumah tidak mempunyai halaman yang luas. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik rumah, bahwa ruang-ruang yang terdapat di rumah tersebut dibangun sesuai dengan kebutuhan pemilik rumah, untuk tambahan ruang yaitu ruang usaha (toko sembako) karena mata pencaharian sampingan dari pemilik rumah ini adalah berdagang.
• Rumah K3, Mempunyai massa bangunan yang besar dan lahan yang sempit, namun pada halaman depan walaupun halaman depannya sempit pemilik rumah masih dapat menggunakan halaman depan sebagai lokasi untuk tanaman hias.
• Rumah K4, mempunyai halaman depan yang sempit dengan massa bangunan yang besar ditambah dengan adanya pagar pembatas jalan, yang menambah kesan semakin sempit, apabila pemilik rumah mengadakan suatu acara, pemilik rumah meminjam pekarangan/halaman milik tetangga.
b. Dari kelima sampel yang merubah pengelolaan halaman belakang rumah yaitu rumah K1, K2, dan K3, ini terjadi berdasarkan hasil wawancara yaitu :
• Rumah K1, pada halaman belakang rumah yang seharusnya merupakan letak kandang ternak ayam, rumah K1 tidak menempatkan kandang ternak ayam di belakang rumahnya, di belakang rumahnya yaitu area untuk tungku kayu untuk memasak.
• Rumah K2, tidak mempunyai halaman yang luas, karena rumah ini langsung berbatasan dengan rumah tetangga dan tidak ada ruang kosong lagi, hanya terdapat teras yang langsung mengakses ke dapur.
• Rumah K3, tidak mempunyai halaman belakang karena dibelakang rumah sudah tanah milik warga lain dan tidak dapat diakses lagi, maka dari itu kandang ternak ayam diletakkan di belakang rumah.
c. Pengelolaan halaman samping rumah hampir semuanya berubah, tetapi berubah bisa dari fungsi samping kanan dan kiri halaman.
Berdasarkan hasil wawancara yaitu sebagai berikut
• Rumah K1, berubah pada samping kanan rumah, yaitu peletakkan kandang ternah ayam di samping kanan rumah dengan tujuan supaya dapat diperhatikan setiap saat karena terdapat teras di samping kanan.
• Rumah K2, berubah pada samping kanan dan kiri, karena tidak adanya halaman samping pada rumah ini.
• Rumah K3, pada halaman samping kiri rumah berubah yang seharusnya ruang bersama hanya terdapat di halaman samping kiri, digunakan untuk tempat parkir kendaraan yang mengunjungi toko.
• Rumah K4, pada halaman samping kanan rumah K4 tidak ada lahan kosong lagi, melainkan sudah terdapat gudang untuk peralatan suatu acara.
• Rumah K5, pada halaman samping kanan rumah langsung berbatasan dengan halaman bangunan musholla, ini dikarenakan supaya halaman samping kiri rumah lebih luas, karena terdapat garasi yang luas untuk menyimpan kendaraan.
2. Perubahan pola tata ruang dalam rumah tinggal Jawa kontemporer a. Dari kelima sampel merubah semua jenis dan jumlah ruang pada
rumah tinggalnya, mulai dari ruang untuk menerima tamu, dilakukan
di teras rumah untuk tetangga terdekat, untuk tamu dengan kepentingan tertentu berada pada ruang tamu dan tidak dibedakan antara tamu pria dan wanita. Ruang untuk menerima tamu pada rumah Jawa digabung menjadi satu massa dengan omah njero (dalem agung), pada rumah tradisional Jawa ruang untuk menerima tamu yaitu pendopo yang terpisah dengan omah njero (dalem agung).
b. Dari kelima sampel yang merubah orientasi ruang yaitu rumah K2, K3, dan K5, mulai dari merubah arah hadap bangunan yaitu menghadap ke timur, sedangkan pada rumah tradisional Jawa arah hadap rumah yang baik adalah utara-selatan.
c. Dari kelima sampel merubah semua konfigurasi ruang yaitu ruang depan yang merupakan ruang publik, namun pada rumah Jawa kontemporer di gabung dengan ruang privat, ruang belakang yang merupakan semi publik digabung dengan ruang servis, dan ruang servis digabung dengan ruang privat dan ruang publik. Dalam rumah Jawa kontemporer tatanan kamar (senthong) tidak berada pada satu sisi dan sejajar, melainkan terpisah dan ada kepercayaan dari masyarakat di desa tersebut bahwa kamar tidur anak berada di bagian depan, sedangkan kamar tidur orang tua berada di bagian belakang rumah, dipercaya bahwa orang tua akan mengayomi anak-anaknya.
d. Dari kelima sampel rumah yang tidak merubah pola sirkulasi ruang, yaitu rumah K2, sirkulasi pada rumah ini berbentuk linier (lurus).
Pada rumah tradisional Jawa yaitu kampung dan limasan berbentuk
linier (lurus), sedangkan pada rumah tradisional Jawa yang lebih komplek berbentuk radial (pusat).
4.4 Faktor Penyebab Perubahan Pola Tata Ruang Rumah Jawa Kontemporer
Faktor penyebab perubahan pola tata ruang adalah:
• Kebutuhan dasar manusia
Bertambahnya jumlah penghuni rumah dan adanya keinginan untuk membuat ruang baru dengan fungsi yang baru. Misalkan garasi dan kamar mandi di dalam kamar tidur.
• Teknologi baru
Adanya ruang memasak baru yang bersih yaitu pantri, yang tidak bercampur dengan dapur kotor, berfungsi untuk memasak menggunakan kayu.
• Gaya hidup
Adanya pengaruh modern, sehingga merubah kebiasaan untuk hidup dengan cara lebih modern dan canggih.
• Faktor ekonomi
Penambahan ruang dengan fungsi untuk menambah penghasilan keluarga, maka dibuat rumah dengan tempat usaha (toko).
• Budaya
Adanya penambahan fungsi ruang baru dengan kebiasaan yang dilakukan di dalam rumah apabila adanya acara besar, yaitu ruang makan dibedakan
berdasarkan gender, untuk laki-laki didepan dan untuk perempuan di belakang ini terdapat pada rumah K4.
• Perubahan kepercayaan
Berubahnya kepercayaan masyarakat yang pada jaman Madya masyarakat Jawa masih menganut paham Hindu-Budha dan sekarang berganti nya kepercayaan masyarakat Jawa mejadi Islam, perlahan kosmologi paham kejawen mulai ditinggalkan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan Penelitian
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan yaitu :
1. Perubahan pola tata ruang dapat ditinjau dari aspek luar dan dalam, aspek luar yaitu pengelolaan halaman depan, belakang, dan samping rumah. Aspek dalam yaitu perubahan tata ruang rumah yang meliputi jenis dan jumlah ruang, orientasi ruang, organisasi ruang, dan pola sirkulasi.
2. Unsur-unsur yang banyak berubah dari pengelolaan halaman yaitu halaman depan, belakang dan samping. Dalam hal pengeolaan halaman depan, banyak merubah fungsinya sebagai ruang bersama, menurut hasil temuan dikarenakan berkurangnya fungsi untuk ruang bersama karena keterbatasan lahan.
3. Unsur-unsur yang banyak berubah dari tata ruang dalam yaitu jenis dan jumlah ruang, konfigurasi ruang, pola sirkulasi dan orientasi ruang. Dalam hal pengelolaan jenis dan jumlah ruang serta konfigurasi ruang (susunan ruang) tidak ada yang sama dengan rumah tradisional Jawa sedangkan pola sirkulasi dan orientasi ruang masih ada yang sesuai dengan rumah tradisional Jawa.
4. Faktor yang mempengaruhi perubahan pola tata ruang rumah tinggal kontemporer di Desa Meranti adalah kebutuhan dasar manusia, teknologi baru, gaya hidup, faktor ekonomi, budaya, dan perubahan kepercayaan.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian terhadap ruang pada rumah Jawa kontemporer penulis memberi saran yaitu :
1. Bahwa pola ruang luar rumah masyarakat desa Meranti hampir semua mengetahui tata aturan dalam filosofi Jawa perlu diterapkan pada lingkungan sekitaran milik rumah tinggal. Tetapi untuk ruang dalam rumah masyarakat masih tidak menerapkan beberapa ruang berdasarkan filosofi Jawa.
2. Untuk mengetahui penerapan pola tata ruang pada rumah Jawa kontemporer perlu dilakukan penelitian lanjutan karena rumah Jawa kontemporer tidak hanya terdapat pada Desa Meranti Aek Nabara.
3. Pentingnya nilai-nilai arsitektur tradisional Jawa pada era globalisasi, masyarakat harus perduli dan menerapkan budaya Jawa dan peninggalan leluhur.
DAFTAR PUSTAKA
Alfian. 1986. Transformasi Sosial Budaya dalam Pembangunan Nasional. Jakarta : Universitas Indonesia.
Budiono Herusatoto. 1987. Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta : Hanindita.
Dakung, S. 1981. Arsitektur tradisional daerah Istimewa Yogyakarta. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Frick, Heinz. (1997). Pola Struktural dan Teknik Bangunan di Indonesia.
Yogyakarta: Kanisius & Soegijapranata University Press.
Habraken, N, John. 1978. The Systematic Design Of Support. Massachusset:
Laboratory Of Arch And Planning MIT. Cambridge.
Hamzuri, ..., Rumah tradisional Jawa. Proyek Pengembangan Permusiuman DKI. Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan.
Ismunandar, K.R. 1986. Joglo, Arsitektur rumah tradisional Jawa. Semarang : Dahana Prize
Kartono, J.L. (2005). Konsep Ruang Tradisional Jawa dalam Konteks Budaya.
Jurnal Dimensi Interior. III (2): 124-136.
Koentjaraningrat (Ed), Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Jakarta Djmbatan, cet. KE-4, 1979.
Orbita, Gerarda. 2012. Tata Ruang dan Elemen Arsitektur pada Rumah Jawa di Yogyakarta sebagai Wujud Kategori Pola Aktivitas di Dalam Rumah
Orbita, Gerarda. 2012. Tata Ruang dan Elemen Arsitektur pada Rumah Jawa di Yogyakarta sebagai Wujud Kategori Pola Aktivitas di Dalam Rumah