II. TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Polietilen Glikol (PEG)
Polietilen glikol (PEG) adalah polimer kondensasi sebuah etilen oksida dan air. Senyawa PEG dengan berat molekul rendah, yaitu kurang dari 700, berbentuk cairan kental, berbau, tidak berwarna, dan memiliki titik beku -100 C, sedangkan senyawa PEG dengan berat molekul lebih tinggi dari 1000, memiliki bentuk padatan dengan titik leleh seperti lilin yaitu mencapai 670 C. Singkatan (PEG) disebut dalam kombinasi dengan akhiran angka yang menunjukkan berat molekul rata-rata. Senyawa PEG dapat larut dalam air dan pelarut organik termasuk hidrokarbon aromatik. PEG dapat digunakan sebagai bahan pengemulsi dan deterjen, dan larut dalam air pelumas tekstil. Polietilen glikol dengan sifatnya yang tidak beracun, tidak berbau, netral, dan tidak menyebabkan iritasi, digunakan dalam berbagai obat-obatan, digunakan di dalam salep, dan agen pelarut
(Chemicalland21, 2011).
Polietilen glikol (PEG) merupakan polimer yang dihasilkan dalam berbagai berat molekul. Pada tahun 1961 sebuah makalah yang diterbitkan dalam 'Science' (Lagerwerff dkk., 1961) menunjukkan PEG yang dapat digunakan untuk memodifikasi potensi osmotik budaya larutan nutrisi dan dengan demikian mendorong defisit air tanaman dalam cara yang relatif terkendali, sesuai dengan protokol eksperimental. Diasumsikan bahwa PEG berat molekul besar tidak menembus tanaman dan dengan demikian merupakan osmotikum ideal untuk digunakan di media akar hidroponik (Blum, 2011).
PEG 6000 adalah polimer berat molekul tinggi oksida etilen dan merupakan perpaduan antara polimer dan derajat polimerisasi yang berbeda. PEG 6000 mudah larut dalam air sehingga air dapat menjadi pelarut yang paling ekonomis selain dari pelarut organik lainnya. PEG 6000 bertindak sebagai pengikat dan pelumas kering karena struktur laminer (Imperial Industrial Chemicals, 1999).
Menurut Parmar dan Moore (1996) dalam Lima (2002), PEG 6000 telah umum digunakan sebagai agen osmotik karena PEG 6000 secara kimiawi bersifat tidak beracun. Badan Standardisasi Nasional (2006) menyatakan bahwa senyawa polietilen glikol 6000 adalah ajudan perisa yang diizinkan digunakan, yaitu bahan tambahan yang diperlukan dalam pembuatan, pelarutan, pengenceran,
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut
1. Dari kelima varietas yang diuji, varietas Kaba, Tanggamus, Argomulyo, dan Burangrang memiliki nilai yang tidak berbeda dan tahan terhadap cekaman osmotik tinggi sedangkan Varietas Grobogan tidak.
2. Peningkatan konsentrasi PEG 6000 yang diberikan dapat menurunkan viabilitas dan vigor kelima varietas kedelai karena menurunnya ketersediaan air pada media perkecambahan karena diikat oleh senyawa PEG 6000. 3. Kelima varietas menunjukkan tanggapan yang berbeda dan memiliki laju
penurunan yang berbeda pada masing-masing konsentrasi PEG 6000 yang diberikan. Varietas Kaba memiliki nilai paling tinggi diikuti dengan varietas Tanggamus, Argomulyo, Burangrang, dan Grobogan.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan lebih banyak benih yang ditanam dan dengan mengamati indeks kepekaan atau sensitivitas benih terhadap cekaman osmotik yang tinggi sehingga dapat dikelompokkan menjadi toleran, agak toleran, dan peka.
EVALUASI VIABILITAS BENIH LIMA VARIETAS KEDELAI (Glycine max [L.] Merr.) PADA LIMA TARAF CEKAMAN OSMOTIKUM
Oleh
Sri Purwanti Agustini
Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar SARJANA PERTANIAN
Pada
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung
UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG
EVALUASI VIABILITAS BENIH LIMA VARIETAS KEDELAI (Glycine max [L.] Merr.) PADA LIMA TARAF CEKAMAN OSMOTIKUM
(Skripsi)
Oleh
SRI PURWANTI AGUSTINI
UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG
DAFTAR GAMBAR
Gambar teks Halaman
1. Tata letak percobaan……… 17 2. Hubungan antara konsentrasi PEG 6000 dan daya berkecambah benih
pada lima varietas kedelai……… 24 3. Hubungan antara konsentrasi PEG 6000 dan kecepatan berkecambah
benih pada lima varietas kedelai………. 25 4. Hubungan antara konsentrasi PEG 6000 dan keserempakan
berkecambah benih pada lima varietas kedelai………. 26 5. Hubungan antara konsentrasi PEG 6000 dan panjang akar kecambah
pada lima varietas kedelai……… 27 6. Hubungan antara konsentrasi PEG 6000 dan panjang tajuk kecambah
pada lima varietas kedelai……… 28 7. Hubungan antara konsentrasi PEG 6000 dan bobot kering kecambah
pada lima varietas kedelai……… 29 8. Hubungan antara konsentrasi PEG 6000 dan indeks vigor benih pada
lima varietas kedelai……… 30 9. Hubungan antara konsentrasi PEG 6000 dan potensi tumbuh
maksimum pada lima varietas kedelai……… 31 10. Tanggapan varietas Argomuyo terhadap beberapa konsentrasi PEG
6000……… 77
11. Tanggapan varietas Burangrang terhadap beberapa konsentrasi PEG
6000……… 78
12. Tanggapan varietas Grobogan terhadap beberapa konsentrasi PEG
13. Tanggapan varietas Kaba terhadap beberapa konsentrasi PEG
6000……… 80
14. Tanggapan varietas Tanggamus terhadap beberapa konsentrasi PEG
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
I. PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Tujuan Penelitian ... 5 1.3 Landasan Teori ... 5 1.4 Kerangka Pemikiran ... 7 1.5 Hipotesis ... 9
II. TINJAUAN PUSTAKA ... 10
2.1 Informasi Umum Tentang Kedelai ... 10
2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkecambahan Benih ... 11
2.3 Peranan Air Dalam Perkecambahan ... 12
2.4 Polietilen Glikol (PEG) ... 14
III. METODOLOGI PENELITIAN ... 16
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 16
3.2 Bahan dan Alat ... 16
3.3 Metode Penelitian ... 16
3.4 Pelaksanaan Penelitian ... 19
3.5 Pengamatan ... 20
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 23
4.1 Hasil Penelitian ... 23
V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 38 DAFTAR PUSTAKA ... 40 LAMPIRAN ... 44
DAFTAR PUSTAKA
Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. 2008. Press Release Mentan Pada Panen Kedelai..
http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/wr301084.pdf. Diakses 20 Februari 2011.
Badan Pusat Statistik. 2012. Data Badan Pusat Statistik Indonesia.
http://www.bps.go.id/tnmn_pgn.php?adodb_next_page=3&eng=0&pgn=3& prov=99&thn1=2009&thn2=2012&luas=1&produktivitas=1&produksi=1. Diakses 13 Februari 2012.
Badan Standardisasi Nasional. 2006. Standar Nasional Indonesia: Bahan Tambahan Pangan-Persyaratan Perisa dan Penggunaan dalam Produk Pangan. SNI 01-7152-2006. http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=sni+01-7152-2006&source=web&cd=2&ved=0CCQQFjAB&url=http%3A%2F%2Fbbih p.kemenperin.go.id%2Findex.php%3Foption%3Dcom_docman%26task%3 Ddoc_download%26gid%3D8%26Itemid%3D40&ei=e4tCT8DRDsrprAfag omyBw&usg=AFQjCNEhZM8Pc1O6sg0EzB2rIvTKMwCgyQ&cad=rja. Diakses 13 Februari 2012.
Basoeki, Tjipto R. 2002. Perkecambahan Benih. Makalah disampaikan pada Perkuliahan Teknologi Benih. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. 13 hlm.
Basoeki, Tjipto R. 2003. Teknik Produksi Benih Beberapa Tipe Varietas
Tanaman. Makalah Pelatihan Pengujian Laboratorium Benih UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Provinsi Lampung. Bandar Lampung. 22—24 Juli 2003.
Bewley, J. Derek and Michael Black. 1994. SEEDS. Physiology of Development and Germination. Second Edition. New York and London. Plenum Press. 1—2 and 147—149 pp.
Blum, A. 2011. Use Of PEG To Induce And Control Plant Water Deficit Experimental Hidroponics. www.plantstress.com/methods/PEG.htm. Diakses 22 Juni 2011.
Boerma, H. Roger and James E. Specht. 2004. Soybean: Improvement,
Production, and Uses. Third Edition. Winconsin, USA. American Society of Agronomy, Inc. 1—10 pp.
Cheema, Nasir Mahmood, et al. 2009. Influence of Temperature and Osmotic Stress on Germination Induction of Different Castor Bean Cultivars. Pak. J. Bot., 42(6): 4035—4041, 2010.
Chemicalland21, 2011. Polyethylene Glycol: General Description and Aplication. http://chemicalland21.com/industrialchem/organic/POLYETHYLENE%20 GLYCOL.htm. Diakses 13 Februari 2012.
Clewer, Alan G. and David H. Scarisbrick. 2001. Practical Statistics And
Experimental Design For Plant And Crop Science. Chichester. John Wiley & Sons, Ltd. 93—101.
Copeland, Lawrence O. and Miller B. McDonald. 1997. SEED PRODUCTION. Principles and Practices. New York. Chapman and Hall. 253—257 pp. Copeland, Lawrence O. and Miller B. McDonald. 2001. Principles of Seed
Science and Technology. Fourth Edition. London. Kluwer Academic Publishers. 75—110 pp.
Efendi, Roy. 2009. Tanggap Genotipe Jagung Toleran Dan Peka Terhadap Cekaman Kekeringan Pada Fase Perkecambahan. Prosiding Seminar Nasional Serealia 2009. ISBN:978-979-8940-27-9. Balai Penelitian Tanaman Serealia.
Fisher, N.M. 1996. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman: Fase Vegetatif. Diedit oleh Peter R. Goldsworthy dan N.M. Fisher. Diterjemahkan oleh Ir. Tohari, MSc. PhD. Dari buku The Physiology of Tropical Field Crops. Yogyakarta. Penerbit Gadjah Mada University Press. 156—213 hlm.
Imperial Industrial Chemicals. 1999. Informasi Teknis Polyethylene Glycol. Thailand. http://www.iic.co.th/products/PEG%20-%-206000.asp. Diakses 20 Februari 2011.
Kamil, Jurnalis. 1979. Teknologi Benih 1. Padang. Angkasa Raya. 94—163 hlm. Lima, W.A.A., D.C.F.S. Dias, and P.R. Cecon. 2002. Seed Science and
Technology. Proceeding of the International Seed Testing Association Volume 31 Number 1 2003. Controlled Hydration for Priming in Coffee (Coffea Arabica L.) Seeds. Diedit oleh A. Bülow-Olsen. Switzerland. Diterbitkan oleh ISTA.
Marruroh, ST. 2008. Uji Cekaman Garam (NaCl) Pada Perkecambahan
Beberapa Kultivar Kedelai (Glycine max [L.] Merril). Skripsi. Universitas Negeri Malang.
Pedoman Laboratorium Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan Dan Hortikultura. 2006. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Direktorat Jenderal Hortikultura. Departemen Pertanian.
Rahayu, Enni Suwarsi et al. 2005. Polietilena Glikol (PEG) Dalam Media In Vitro Menyebabkan Kondisi Cekaman Yang Menghambat Tunas Kacang Tanah (Arachis hypogeal L.). Berk. Penel. Hayati: 11(39—48),2005. Sadjad, Sjamsoe’oed. 1993. Dari Benih Kepada Benih. Jakarta. PT Gramedia
Widiasarana Indonesia.
Sadjad, Sjamsoe’oed, Endang Murniati, dan Satriyas Ilyas. 1999. Parameter Pengujian Vigor Benih. Dari Komparatif ke Simulatif. Jakarta. PT Grasindo bekerja sama dengan PT Sang Hyang Seri. 1—14 hlm.
Savitri, Evika Sandi. 2011. Seleksi Toleransi Kekeringan Perkecambahan Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L. Merr) Menggunakan PEG (Polyethylene glycol) 6000. Berk. Penel. Hayati Edisi Khusus: 7A (129— 131), 2011.
Setiawan, Indra. 2008. Efek Aplikasi Osmoconditioning Pada Benih Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Dalam Kondisi Cekaman Salinitas. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Simatupang, P., Marwoto, dan Dewa K.S. Swastika. 2005. Pengembangan
Kedelai dan Kebijakan Penelitian di Indonesia. Makalah Lokakarya Pengembangan Kedelai di Lahan sub Optimal di BALITKABI Malang, 26 Juli 2005.
http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/Anjak_2005_IV_10.pdf. Diakses 19 November 2011.
Susilawati, Pepi Nur. 2003. Respon 16 Kultivar Kacang Tanah Unggul Nasional (Arachis hypogaea L.) Terhadap Kondisi Stres Kekeringan Akibat
Perlakuan Penyiraman PEG 6000 Dan Evaluasi Daya Regenerasi Embrio Somatiknya Secara In-Vitro. Tesis. Institut Pertanian Bogor.
Sutopo, Lita. 1998. Teknologi Benih. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada. Tim Balai Penelitian Tanah Bogor. 2010. Rekomendasi Pemupukan tanaman
Kedelai pada berbagai Tipe Penggunaan Lahan.
http://www.satuportal.net/content/rekomendasi-kedelai-terbaru. Diakses 16 Februari 2011.
Widoretno, W., Edi Guhardjo, Satriyas Ilyas, dan Sudarsono. 2001. Efektifitas Polyethylene Glycol (PEG) Untuk Mengevaluasi Tanggapan Genotipe Kedelai Terhadap Cekaman Kekeringan Pada Fase Perkecambahan. Jurnal Hayati. Vol XI (2):33—36. Bogor. Institut Pertanian Bogor.
Yuwono, Nasih Widya. 2009. Membangun Kesuburan Tanah di Lahan Marginal. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan Vol.9 No.2 (2009) p:137—141. Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta.
Supaya kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, (An-naba’: 15)
Pendidikan mempunyai akar yang pahit tetapi buahnya manis (Aristoteles) Pengalaman bukan saja yang telah terjadi pada diri anda, melainkan apa yang anda lakukan dengan kejadian yang anda alami (Aldous Huxley)
Sains membantu kita memahami banyak hal: melacak topan dan mengukur tinggi tsunami, tapi tidak bisa membuat kita memahami rasa kehilangan
MENSAHKAN
1. Tim Penguji
Ketua : Dr. Ir. Paul B. Timotiwu, M.S. _________________
Sekretaris : Ir. Yayuk Nurmiaty, M.S. _________________
Penguji
Bukan Pembimbing : Dr. Ir. Agustiansyah, M.S. _________________
2. Dekan Fakultas Pertanian
Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S. NIP 196108261987021001
Titin persembahkan karya istimewa ini untuk Emak, Bapak, dan Seto yang selalu menyayangi dan mendukung Titin dalam keadaan apapun. Juga untuk
Judul Skripsi : EVALUASI VIABILITAS BENIH LIMA VARIETAS KEDELAI (Glycine max [L.] Merr.) PADA LIMA TARAF CEKAMAN
OSMOTIKUM Nama Mahasiswa : Sri Purwanti Agustini Nomor Pokok Mahasiswa : 0714011021
Program Studi : Agroteknologi Konsentrasi : Agronomi Fakultas : Pertanian
MENYETUJUI 1. Komisi Pembimbing
Dr. Ir. Paul B. Timotiwu, M.S. Ir. Yayuk Nurmiaty, M.S. NIP 196209281987031001 NIP 1961101111987032005
2. Ketua Program Studi
Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P. NIP 196411181989021002
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada 28 Agustus 1989. Penulis merupakan anak pertama dari dua bersaudara, pasangan Bapak Noto Harsono dan Ibu Nur Asiah.
Penulis menyelesaikan pendidikan di TK Cendrawasih pada tahun 1995, Sekolah Dasar Negeri 1 Kebun Jeruk Bandar Lampung pada tahun 2001, Sekolah
Menengah Pertama Negeri 5 Bandar Lampung pada tahun 2004, Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Bandar Lampung pada tahun 2007. Pada tahun 2007 penulis diterima sebagai mahasiswa Program Studi Agronomi, Jurusan Budidaya Pertanian yang kemudian dilebur menjadi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penulis diterima melalui jalur Penelusuran Kemampuan Minat dan Bakat (PKAB). Pada Juli—Agustus 2010, penulis melaksanakan Praktik Umum di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA) Lembang, Bandung.
Selama perkuliahan, penulis pernah menjadi asisten dosen pada mata kuliah Teknologi Benih semester ganjil 2010/2011 dan semester genap 2011/2012, Klimatologi Pertanian semester ganjil 2010/2011, dan Pertanian Organik semester genap 2011/2012.
SANWACANA
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak Dr. Ir. Paul B. Timotiwu, M.S. selaku pembimbing pertama atas bimbingan, saran, dan nasihat yang diberikan selama proses penyelesaian penelitian dan penulisan skripsi ini. Kepada Ibu Ir. Yayuk Nurmiaty, M.S. selaku pembimbing kedua atas bimbingan, kritik, saran, dan nasihatnya untuk penulis selama penyelesaian penelitian dan skripsi ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Agustiansyah, M.S. selaku pembahas atas kritik dan sarannya untuk penulis.
Kepada Mba Ambar Y. Perdani, Avintari, dan Widya Rahayu atas saran dan bantuannya kepada penulis. Kepada teman-teman Agronomi 2007 yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu, penulis ucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungannya selama penulis melakukan penelitian. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan kepada penulis dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Bandar Lampung, 09 Agustus 2012