• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

E. Ruang Lingkup Penelitian

I. Metode Penelitian

2. Populasi dan Sampel

Totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari

semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin di pelajari sifat-sifatnya, dinamakan populasi.21

Menurut Sugiyono, terdapat perbedaaan dalam pengertian antara perngertian “populasi dan sampel” dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif.

Dalam penelitian kuantitatif, populasi diartikan sebagai eilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi itu. Populasi itu misalnya penduduk di wilayah tertentu, jumlah pegawai pada organisasi tertentu, jumlah guru dan murid di sekolah tertentu dan sebagainya.22

Jadi, yang termasuk populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga pendidik (guru) di MI Ma’arif Condro Jember Tahun Pelajaran 2014/2015. Sedangkan untuk sampelnya, peneliti menggunakan sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan

sebagai sampel.23

3. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan prosedur sistematis dan standard untuk memperoleh data yang diperlukan. Penelitian disamping perlu menggunakan metode yang tepat juga perlu memilih tekhnik dan alat

21Sudjana, Metoda Statistika (Bandung: Tarsito, 1992), 6.

22Sugiyono, Metode Penelitian Kombinasi, (Bandung: Alfabeta, 2014), 297.

23Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 85.

pengumpulan data yang relevan. Penggunaan tekhnik dan alat pengumpul data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang objektif.24

Karena pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen penilitian. Jadi instrumen peneltian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupu sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian.25

Untuk memperoleh data yang valid, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan tekhnik- tekhnik sebagai berikut:

a. Observasi

Observasi sebagai alat pengumpul data banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku atau proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati.26 Dalam hal ini peneliti menggunakan observasi langsung, yaitu teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung terhadap gejala-gejala atau proses yang terjadi dalam situasi yang sebenarnya.27

Adapun data yang ingin diperoleh dengan menggunakan teknik observasi adalah:

 Minat guru

24Margono, Metodologi, 158.

25Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 102.

26 Sudjana, Penelitian dan Penilaian, 109.

27 Moleong, Metodologi Penelitian, 112.

b. Angket

Kuesioner (angket) merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertayaanatau peryataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.28

Dari angket tersebut, peneliti ingin memperoleh data yang berkaitan dengan tentang motivasi dan kinerja guru.

c. Interview

Wawancara adalah salah satu bentuk instrumen jenis non-tes yang dilakukan untuk mendapatkan informasi melalui percakapan dan tanya jawab, baik langsung maupun tidak langsung.29

Arikunto mengatakan bahwa “interview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari pewawancara”.30

Ditinjau dari pelaksanaannya tekhnik wawancara dalam penelitian kuantitatif dibagi menjadi 2 kategori, yaitu:

1. Wawancara Terstruktur.

Wawancara terstruktur adalah wawancara di mana peneliti menggunakan pedoman wawancara yang tersusun secara sistematis dan lengkap pengumpulan datanya.

2. Wawancara Tidak Terstruktur.

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang tersusun secara sistematis dan lengkap pengumpulan datanya.

28Ibid., 142.

29Moh.Sahlan, Evaluasi Pembelajaran: Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik (Jember:

STAIN Jember Press, 2013), 127.

30Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 155.

Pada pengumpulan data yang melalui interview, peneliti mennggunakan wawancara tidak terstruktur.Dengan demikian, peneliti berharap dapat memperkuat data yang berhubungan dengan pengaruh motivasi terhadap kinerja guru.

Data yang ingin diperoleh dari data wawancara ini adalah:

1. Tentang bagaimana semangat guru dalam KBM.

2. Tentang gaji guru.

3. Tentang kenaikan pangkat.

d. Dokumenter

Menurut Maman Rachman, “studi dokumenter adalah cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil, atau hukum-hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian”.31

Adapun data yang ingin diperoleh dari bahan dokumenter adalah:

1. Struktur organisasi MI Ma’arif Condro Jember.

2. Data guru dan karyawan MI Ma’arif Condro Jember.

3. Denah lokasi MI Ma’arif Condro.

4. Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil angket, wawancara dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit- unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan mana yang harus dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.

31Maman Rachman, Strategi dan Langkah-Langkah Penelitian Pendidikan (Semarang: IKIP Semarang Press, 1993), 90.

Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah: mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap varaiabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Untuk penelitian yang tidak merumuskan hipotesis, langkah terakhir tidak dilakukan.32

Untuk menemukan jawaban dari hasil penelitian, peneliti menggunakan rumus regresi. Regresi merupakan suatu alat ukur yang juga dapat digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya korelasi antarvariabel.

Jika kita memiliki dua buah variabel atau lebih maka sudah selayaknya apabila kita ingin mempelajari bagaimana variabel-variabel itu berhubungan atau dapat diramalkan. Analisis regersi berguna untuk mendaptkan hubungan fungsional antara dua variabel atau lebih. Selain itu analisis regersi berguna untuk mendapatkan pengaruh antar variabel prediktor terhadap variabel kriteriumnya atau meramalkan pengaruh variabel prediktor terhadap variabel kriteriumnya

Y = a + b1 X1+ b2 X2 Keterangan:

Y = subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan.

32Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 147.

Dokumen terkait