• Tidak ada hasil yang ditemukan

Halaman Surat Pernyataan tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan Reksa Dana

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

4. PORTOFOLIO EFEK (lanjutan) Efek Utang (lanjutan)

2018

Jenis efek Peringkat Nilai nominal Nilai wajar

Tingkat bagi hasil per tahun (%) Tanggal jatuh tempo Persentase terhadap jumlah portofolio efek (%)

Efek Utang Swasta

Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap I

Tahun 2018 Seri A idAAA(sy) 30.000.000.000 29.069.130.000 7,55 6-Jul-21 12,54

Efek Utang Pemerintah

SBSN Seri PBS012 - 117.992.000.000 118.685.085.008 8,875 15-Nov-31 51,22

SBSN Seri PBS011 - 40.000.000.000 40.935.800.000 8,75 15-Agust-23 17,67

SBSN Seri PBS006 - 25.000.000.000 25.347.100.000 8,25 15-Sep-20 10,94

SBSN Seri IFR0007 - 15.000.000.000 16.523.055.000 10,25 15-Jan-25 7,13

SBSN Seri IFR0006 - 1.000.000.000 1.149.826.000 10,25 15-Mar-30 0,50

Jumlah Efek Utang

Pemerintah 198.992.000.000 202.640.866.008 87,46

Jumlah 228.992.000.000 231.709.996.008 100

Sukuk dalam portofolio efek Reksa Dana mempunyai sisa jangka waktu sampai dengan 2 tahun. Dalam hal harga perdagangan terakhir efek di bursa efek tidak mencerminkan nilai pasar wajar pada saat itu, maka nilai wajar sukuk ditentukan berdasarkan pertimbangan terbaik Manajer Investasi dengan mengacu kepada Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK mengenai “Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam Portofolio Reksa Dana”. Nilai realisasi dari sukuk tersebut dapat berbeda secara signifikan dengan nilai wajar sukuk pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.

Obligasi yang dimiliki Reksa Dana berjangka waktu sampai dengan 15 tahun. Sehubungan dengan aktivitas perdagangan obligasi di bursa tidak likuid dan dianggap tidak mencerminkan harga pasar wajar pada saat itu, maka nilai wajar obligasi ditentukan berdasarkan pertimbangan terbaik Manajer Investasi dengan mengacu pada Surat Keputusan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai “Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam Portofolio Reksa Dana”. Nilai realisasi dari obligasi tersebut dapat berbeda secara signifikan dengan nilai wajar obligasi pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan untuk periode sejak tanggal 28 Mei 2018 (Tanggal Efektif) sampai dengan tanggal 31 Desember 2018, keuntungan dan kerugian investasi yang belum direalisasi akibat dari perubahan nilai wajar investasi masing-masing adalah sebesar Rp15.100.168.434 dan Rp17.206.442.816 dicatat pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Ikhtisar pembelian efek utang untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan untuk periode sejak tanggal 28 Mei 2018 (Tanggal Efektif) sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 masing-masing adalah sebesar Rp32.353.217.940 (dengan nilai nominal Rp32.026.000.000) dan Rp248.916.438.824 (dengan nilai nominal Rp228.992.000.000).

5. KAS DI BANK

Akun ini merupakan saldo kas berupa rekening giro yang ditempatkan pada PT Bank HSBC Indonesia (Bank Kustodian) masing-masing adalah sebesar Rp198.017.199 dan Rp9.078.980.648 pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.

REKSA DANA BATAVIA PENDAPATAN TETAP SUKSES SYARIAH 2 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 DAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Jumlah Unit Penyertaan Beredar)

19

6. PIUTANG BAGI HASIL

Akun ini merupakan saldo piutang bagi hasil berupa efek utang masing-masing adalah sebesar Rp4.719.228.004 dan Rp4.291.848.987 pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun piutang bagi hasil pada akhir tahun/periode, Manajer Investasi berkeyakinan bahwa seluruh piutang tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang bagi hasil.

7. PERPAJAKAN

a. Utang Pajak

Akun ini merupakan utang pajak penghasilan pasal 23 masing-masing adalah sebesar Rp1.043.348 dan Rp917.477 pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018.

b. Pajak Kini

Beban pajak penghasilan kini merupakan beban pajak atas keuntungan dari penjualan efek utang. Reksa Dana dalam aktivitasnya dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian atas penjualan efek utang. Ketika terdapat keuntungan, Reksa Dana dikenakan beban pajak penghasilan atas keuntungan tersebut. Ketika terdapat kerugian, Reksa Dana dapat mengkompensasikan kerugian tersebut ke beban pajak penghasilan final atas pendapatan bagi hasil efek utang.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan untuk periode sejak tanggal 28 Mei 2018 (Tanggal Efektif) sampai dengan tanggal 31 Desember 2018, tidak terdapat beban pajak kini dari keuntungan yang telah direalisasi dari efek utang.

Rekonsiliasi antara kenaikan (penurunan) aset neto yang dapat diatribusikan kepada pemegang unit penyertaan dari aktivitas operasi sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan kenaikan aset neto dari aktivitas operasi kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan untuk periode sejak tanggal 28 Mei 2018 (Tanggal Efektif) sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 adalah sebagai berikut:

2019 2018

Kenaikan (penurunan) aset neto yang dapat diatribusikan kepada pemegang unit penyertaan dari aktivitas operasi sebelum beban pajak penghasilan menurut laporan

laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 34.394.567.058 (7.577.919.177 ) Perbedaan tetap:

Penghasilan/transaksi yang tidak termasuk objek pajak dan/atau

yang telah dikenakan pajak bersifat final: Pendapatan bagi hasil :

Efek utang (20.897.556.689) (10.393.063.160 ) Instrumen pasar uang - (36.477.165 ) Kerugian (keuntungan) investasi yang

belum direalisasi (15.100.168.434) 17.206.442.816 Beban untuk mendapatkan, menagih dan

memelihara penghasilan/ transaksi yang tidak termasuk objek pajak dan/atau

yang telah dikenakan pajak bersifat final 1.603.158.065 801.016.686

Kenaikan aset neto yang dapat diatribusikan kepada pemegang unit penyertaan dari

aktivitas operasi kena pajak - -

REKSA DANA BATAVIA PENDAPATAN TETAP SUKSES SYARIAH 2 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 DAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Jumlah Unit Penyertaan Beredar)

20

7. PERPAJAKAN (lanjutan) b. Pajak Kini (lanjutan)

Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 adalah suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk maksud akuntansi dan kemungkinan dapat berubah pada saat Reksa Dana menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajaknya.

Perhitungan pajak penghasilan badan tahun 2018 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Sedangkan Perhitungan pajak penghasilan badan tahun 2019 akan dilaporkan selambat-lambatnya tanggal 30 April 2020.

c. Pajak Penghasilan Final

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 100 Tahun 2013 tanggal 31 Desember 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2009 dan peraturan pelaksanaannya, bagi hasil dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh wajib pajak Reksa Dana yang terdaftar pada OJK dikenakan dengan tarif sebagai berikut:

1. 5% untuk tahun 2014 sampai dengan tahun 2020 2. 10% untuk tahun 2021 dan seterusnya.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan untuk periode sejak tanggal 28 Mei 2018 (Tanggal Efektif) sampai dengan tanggal 31 Desember 2018, beban pajak atas bagi hasil dan/atau diskonto dari efek utang, instrumen pasar uang (deposito berjangka) dan rekening giro tersebut masing-masing adalah sebesar Rp1.044.877.834 dan Rp526.948.591 disajikan sebagai “Beban Investasi - Beban Pajak Penghasilan Final” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

d. Pajak Tangguhan

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, Reksa Dana tidak mempunyai perbedaan temporer yang berdampak terhadap pengakuan aset dan liabilitas pajak tangguhan karena penghasilan dari portofolio efek Reksa Dana telah dikenakan pajak penghasilan final atau bukan merupakan objek pajak.

e. Administrasi

Berdasarkan peraturan perpajakan di Indonesia, Reksa Dana menghitung, melaporkan dan menyetor pajak terutang berdasarkan perhitungan sendiri (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak dapat menghitung dan mengubah liabilitas pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

8. UTANG LAIN-LAIN

Akun ini terdiri dari:

2019 2018

Jasa pengelolaan investasi (Catatan 11 dan 14) 33.444.810 27.943.746 Jasa kustodian (Catatan 12) 14.988.228 12.522.939 Lain-lain 14.503.318 17.360.658

Jumlah 62.936.356 57.827.343

REKSA DANA BATAVIA PENDAPATAN TETAP SUKSES SYARIAH 2 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2019 DAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Jumlah Unit Penyertaan Beredar)

21

9. UNIT PENYERTAAN BEREDAR

Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, seluruh unit penyertaan beredar masing-masing yaitu sebanyak 264.143.019,3844 dan 259.826.519,0924 unit penyertaan dimiliki oleh pemodal pihak ketiga.

Dokumen terkait