• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dan Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

4. PORTOFOLIO EFEK (lanjutan) Sukuk (lanjutan)

2019

Jenis efek Peringkat Nilai nominal

Harga perolehan

rata-rata Nilai wajar

Tingkat bunga per tahun (%) Tanggal jatuh tempo Persentase terhadap jumlah portofolio efek (%) Sukuk Pemerintah Surat Berharga Syariah Negara Seri PBS012 BBB 23.794.000.000 23.227.144.000 26.018.667.618 8,875 15-Nov-31 65,69

Efek utang dan sukuk yang dimiliki Reksa Dana berjangka waktu sampai dengan 14 tahun. Sehubungan dengan aktivitas perdagangan efek utang dan sukuk di bursa tidak likuid dan dianggap tidak mencerminkan harga pasar wajar pada saat itu, maka nilai wajar efek utang dan sukuk ditentukan berdasarkan pertimbangan terbaik Manajer Investasi dengan mengacu pada Surat Keputusan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai “Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam Portofolio Reksa Dana”. Nilai realisasi dari efek utang dan sukuk tersebut dapat berbeda secara signifikan dengan nilai wajar efek utang dan sukuk pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Instrumen Pasar Uang

2020

Jenis efek Nilai nominal

Tingkat bunga per tahun (%) Tanggal jatuh tempo Persentase terhadap jumlah portofolio efek (%) Deposito Berjangka

PT Bank Mega Tbk 5.000.000.000 5,25 14-Jan-21 8,41

PT Bank Danamon Tbk 4.500.000.000 3,75 4-Jan-21 7,57

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 2.500.000.000 5,25 1-Feb-21 4,20 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.100.000.000 4,50 11-Jan-21 3,53 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 600.000.000 5,25 21-Jan-21 1,01

Jumlah 14.700.000.000 24,72

2019

Jenis efek Nilai nominal

Tingkat bunga per tahun (%) Tanggal jatuh tempo Persentase terhadap jumlah portofolio efek (%) Deposito Berjangka

PT Bank Mega Tbk 2.000.000.000 7,00 30-Jan-20 5,05

PT Bank Bukopin Tbk 1.300.000.000 7,75 23-Jan-20 3,29

PT Bank Bukopin Tbk 1.000.000.000 7,75 20-Jan-20 2,52

PT Bank Bukopin Tbk 1.000.000.000 7,75 02-Jan-20 2,52

Jumlah 5.300.000.000 13,38

5. KAS DI BANK

Akun ini merupakan saldo kas berupa rekening giro yang ditempatkan pada pihak ketiga yaitu PT Bank Mega Tbk (Bank Kustodian) masing-masing adalah sebesar Rp320.100.589 dan Rp271.778.523 pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

REKSA DANA BATAVIA CAMPURAN UTAMA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Jumlah Unit Penyertaan Beredar)

19

6. PIUTANG BUNGA DAN DIVIDEN

Akun ini terdiri dari:

2020 2019

Efek utang 269.632.431 34.459.930 Sukuk 254.931.295 253.529.829 Instrumen pasar uang 28.018.329 8.867.945

Dividen 407.610 -

Jumlah 552.989.665 296.857.704

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun piutang bunga dan dividen pada akhir tahun, Manajer Investasi berkeyakinan bahwa seluruh piutang tersebut dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang bunga dan dividen.

7. PERPAJAKAN

a. Pajak Dibayar Dimuka

Akun ini merupakan kelebihan pembayaran pajak penghasilan pasal 28A masing-masing adalah sebesar Rp10.684.805 pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 (Catatan 7c).

b. Utang Pajak

Akun ini terdiri dari:

2020 2019 Pajak Penghasilan Pasal 23 198.153 104.826 Pasal 25 - 717.384 Pasal 29 2.205.643 - Jumlah 2.403.796 822.210 c. Pajak Kini

Akun ini terdiri dari:

2020 2019

Pajak kini 15.645.994 12.368.625 Pajak atas keuntungan penjualan efek utang 6.891.597 -

Jumlah 22.537.591 12.368.625

Beban pajak penghasilan kini merupakan beban pajak atas keuntungan dari penjualan efek utang dan sukuk. Reksa Dana dalam aktivitasnya dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian atas penjualan efek utang dan sukuk. Ketika terdapat keuntungan, Reksa Dana dikenakan beban pajak penghasilan atas keuntungan tersebut. Ketika terdapat kerugian, Reksa Dana dapat mengkompensasikan kerugian tersebut ke beban pajak penghasilan final atas pendapatan bunga efek utang dan sukuk.

REKSA DANA BATAVIA CAMPURAN UTAMA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Jumlah Unit Penyertaan Beredar)

20

7. PERPAJAKAN (lanjutan)

c. Pajak Kini (lanjutan)

Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak, sebagaimana disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

2020 2019

Laba sebelum pajak menurut laporan

laba rugi dan penghasilan komprehensif lain 9.177.470.750 5.527.565.941 Perbedaan tetap:

Penghasilan/transaksi yang tidak termasuk objek pajak dan/atau yang telah dikenakan pajak bersifat final:

Pendapatan investasi:

Efek utang (877.299.564) (240.644.444 ) Sukuk (2.113.192.728) (2.110.251.211 ) Instrumen pasar uang (655.744.717) (280.024.629 )

Dividen (2.717.400) -

Keuntungan investasi yang telah direalisasi (3.858.051.032) - Keuntungan investasi yang belum direalisasi (2.036.499.193 ) (3.074.750.662 ) Pendapatan lainnya:

Rekening giro (46.630.270 ) (4.772.441 ) Beban untuk mendapatkan, menagih dan

memelihara penghasilan/transaksi yang tidak termasuk objek pajak dan/atau yang

telah dikenakan pajak bersifat final 487.657.732 281.826.769

Penghasilan kena pajak 74.993.578 98.949.323

Taksiran penghasilan kena pajak (dibulatkan) 74.993.000 98.949.000

Pajak Penghasilan 2020: (50% x 22% x Rp7.749.686) 852.465 - (22% x Rp67.243.314) 14.793.529 - 2019: (25% x 50% x Rp98.949.000) - 12.368.625

Beban pajak penghasilan kini 15.645.994 12.368.625

Dikurangi :

Pajak dibayar di muka

Pasal 23 (11.288.199 ) (15.472.415 ) Pasal 25 (2.152.152 ) (7.581.015 )

Utang (tagihan) pajak penghasilan 2.205.643 (10.684.805 )

REKSA DANA BATAVIA CAMPURAN UTAMA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Jumlah Unit Penyertaan Beredar)

21

7. PERPAJAKAN (lanjutan)

c. Pajak Kini (lanjutan)

Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk maksud akuntansi dan kemungkinan dapat berubah pada saat Reksa Dana menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajaknya.

Perhitungan pajak penghasilan badan tahun 2019 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Sedangkan perhitungan pajak penghasilan badan tahun 2020 akan dilaporkan selambat-lambatnya tanggal 30 April 2021.

Pada tanggal 23 September 2008, melalui Undang-undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2008, Pemerintah Indonesia menerbitkan peraturan pajak penghasilan yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2009. Dengan berlakunya peraturan ini, tarif pajak penghasilan badan menjadi tarif tetap sebesar 25% (dua puluh lima persen) berlaku sejak tahun pajak 2010.

Pada tanggal 5 Oktober 2020, Pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Omnibus Law) yang mulai berlaku efektif sejak tanggal 2 November 2020. Dengan berlakunya Undang-undang ini, maka penghasilan dividen yang berasal dari dalam negeri yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak badan dalam negeri dikecualikan dari objek Pajak Penghasilan pasal 23. Dengan demikian, penghasilan dividen yang diterima atau diperoleh sejak tanggal 2 November 2020 sampai dengan 31 Desember 2020 bukan merupakan objek Pajak Penghasilan pasal 23. Pada tanggal 17 Februari 2021, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 18/PMK.03/2021 tentang Cipta Kerja di bidang Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, serta Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagai Peraturan Pelaksanaan terkait dengan UU Omnibus Law. Peraturan ini antara lain mengatur lebih jauh mengenai implementasi dari UU Omnibus Law atas Dividen.

Pada tanggal 22 Januari 2021, Reksa Dana telah menerima sebagian pengembalian piutang dividen atas pajak penghasilan pasal 23 sebesar Rp407.610 (Catatan 6).

d. Pajak Penghasilan Final

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 100 Tahun 2013 tanggal 31 Desember 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2009 dan peraturan pelaksanaannya, bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh wajib pajak Reksa Dana yang terdaftar pada OJK dikenakan dengan tarif sebagai berikut:

1. 5% untuk tahun 2014 sampai dengan tahun 2020 2. 10% untuk tahun 2021 dan seterusnya.

Pada tanggal 7 Agustus 2019, Pemerintah mengeluarkan PP No.55/2019 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah No.16/2009 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan berupa bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh wajib pajak Reksa Dana yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan. Tidak terdapat perubahan tarif pajak dengan peraturan sebelumnya.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, beban pajak atas bunga dan/atau diskonto dari efek utang, instrumen pasar uang (deposito berjangka) dan rekening giro tersebut masing-masing adalah sebesar Rp261.739.145 dan Rp174.504.197 disajikan sebagai bagian dari Beban investasi - beban lain-lain dan Beban lainnya pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain (Catatan 11).

REKSA DANA BATAVIA CAMPURAN UTAMA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Jumlah Unit Penyertaan Beredar)

22

7. PERPAJAKAN (lanjutan)

e. Pajak Tangguhan

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, Reksa Dana tidak mempunyai perbedaan temporer yang berdampak terhadap pengakuan aset dan liabilitas pajak tangguhan karena penghasilan dari portofolio efek Reksa Dana telah dikenakan pajak penghasilan final atau bukan merupakan objek pajak.

f. Perubahan Tarif Pajak

Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2020 (“Perpu”) yang mengatur kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas sistem keuangan negara dan perekonomian nasional secara keseluruhan terkait dampak dari pandemi penyakit Coronavirus 2019 (“Covid-19”), termasuk menurunkan tarif

pajak penghasilan badan dari sebelumnya 25% menjadi 22% untuk tahun fiskal 2020-2021 dan 20% untuk tahun fiskal 2022 dan seterusnya.

Sesuai Perpu ini, Reksa Dana telah menghitung pajak penghasilan badan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 menggunakan tarif baru sebesar 22%.

g. Administrasi

Berdasarkan peraturan perpajakan di Indonesia, Reksa Dana menghitung, melaporkan dan menyetor pajak terutang berdasarkan perhitungan sendiri (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak dapat menghitung dan mengubah liabilitas pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku

8. BEBAN AKRUAL

Akun ini terdiri dari:

2020 2019

Jasa pengelolaan investasi (Catatan 11 dan 12) 10.700.237 5.660.605 Jasa kustodian (Catatan 11) 5.449.195 2.882.715 Lain-lain 8.945.567 8.918.204

Jumlah 25.094.999 17.461.524

9. UNIT PENYERTAAN BEREDAR

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, seluruh unit penyertaan beredar masing-masing yaitu sebanyak 38.745.331,7003 dan 29.747.484,0000 unit penyertaan dimiliki oleh pemodal pihak ketiga.

REKSA DANA BATAVIA CAMPURAN UTAMA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Jumlah Unit Penyertaan Beredar)

23

10. PENDAPATAN

Akun ini terdiri dari

2020 2019 Pendapatan investasi Pendapatan bunga Efek utang 877.299.564 240.644.444 Sukuk 2.113.192.728 2.110.251.211 Instrumen pasar uang 655.744.717 280.024.629

Sub-jumlah 3.646.237.009 2.630.920.284 Dividen 77.972.061 103.149.439 Keuntungan investasi

yang telah direalisasi 3.858.051.032 - Keuntungan investasi yang belum direalisasi 2.036.499.193 3.074.750.662

Sub-jumlah 9.618.759.295 5.808.820.385 Pendapatan lainnya Rekening giro 46.630.270 4.772.441 Jumlah 9.665.389.565 5.813.592.826 11. BEBAN

Akun ini terdiri dari:

2020 2019

Beban investasi

Beban pengelolaan investasi 84.952.295 54.874.312 Beban kustodian 42.476.147 27.437.156 Beban lain-lain (Catatan 7d) 349.066.317 201.261.430

Sub-jumlah 476.494.759 283.572.898

Beban lainnya (Catatan 7d) 11.424.056 2.453.987

Jumlah 487.918.815 286.026.885

Beban Pengelolaan Investasi

Beban ini merupakan imbalan kepada PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen sebagai Manajer Investasi maksimum sebesar 2% per tahun dari nilai aset bersih yang dihitung secara harian berdasarkan 365 hari per tahun dan dibayarkan setiap bulan dan atas beban tersebut dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Pemberian imbalan tersebut diatur berdasarkan Kontrak Investasi Kolektif antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian. Beban pengelolaan investasi yang belum dibayar dibukukan pada akun “Beban Akrual” (Catatan 8).

REKSA DANA BATAVIA CAMPURAN UTAMA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 DAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali Jumlah Unit Penyertaan Beredar)

24

11. BEBAN (lanjutan)

Dokumen terkait