• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhitungan Posisi Devisa Neto per tanggal 31 Maret 2009 dan 2008 masingmasing berdasarkan pada Peraturan Bank Indonesia No. 7/37/PBI/2005 tanggal 30 September 2005 dan No. 6/20/PBI/2004 tanggal 15 Juli 2004. Berdasarkan peraturan-peraturan tersebut, bank disyaratkan untuk menjaga posisi devisa neto neraca dan secara keseluruhan maksimum 20% dari jumlah modal. Rasio posisi devisa neto untuk neraca adalah selisih bersih total aktiva dan total kewajiban dalam setiap mata uang asing yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah.

Sedangkan rasio posisi devisa neto secara keseluruhan adalah penjumlahan nilai absolut dari selisih bersih antara aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing dan selisih bersih dari tagihan dan kewajiban komitmen dan kontinjensi, yang dicatat dalam akun administratif yang didenominasi dalam setiap mata uang asing, yang dinyatakan dalam Rupiah.

31 Maret 2009

Aktiva Kewajiban PDN

Mata Uang Mata Uang Mata Uang Asing Asing Asing

(Nilai Penuh) Rupiah (Nilai Penuh) Rupiah (Nilai Penuh) Rupiah

Neraca

Dolar Amerika Serikat 260.830.463 3.013.896 292.851.666 3.383.901 (32.021.203) (370.005 ) Dolar Singapura 8.130.414 61.787 8.102.123 61.572 28.291 215 Euro Eropa 630.378 9.667 307.592 4.717 322.786 4.950 Yen Jepang 505.009.781 59.374 498.239.347 58.578 6.770.435 796

Lain-lain 5.138 4.383 755

Jumlah PDN Neraca (Absolut) (363.289 )

Rekening Administratif

Dolar Amerika Serikat 35.948.940 415.390 3.834.444 44.307 32.114.496 371.083

Lain-lain 2.722 8.089 (5.367 ) Jumlah PDN (Absolut) 365.716 Modal 2.253.026 Rasio PDN (Neraca) 16,12% Rasio PDN 0,17%

31 Maret 2008

Aktiva Kewajiban PDN

Mata Uang Mata Uang Mata Uang

Asing Asing Asing (Nilai Penuh) Rupiah (Nilai Penuh) Rupiah (Nilai Penuh) Rupiah

Neraca Dolar Amerika Serikat 425.849 3.920 461.791 4.251 (35.942) (331 )

Dolar Singapura 6.820 46 6.832 46 (12) - Euro Eropa 132 2 126 2 6 - Yen Jepang 2.203 - 15 - 2.188 - Lain-lain 1.078 7 514 6 564 1 (330 ) Rekening Administratif Dolar Amerika Serikat 61.029 562 25.699 237 35.330 325

Lain-lain 650 9 430 5 220 4 329 Jumlah PDN (Absolut) 11 Modal 2.180 Rasio PDN (Neraca) 15,11% Rasio PDN 0,52%

*) Modal dihitung berdasarkan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank sesuai dengan Lampiran 5a Surat Edaran Bank Indonesia

No. 7/10/DPNP tanggal 31 Maret 2005 tentang “Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Publikasi Triwulan dan Bulanan dan Laporan Tertentu dari Bank yang disampaikan kepada Bank Indonesia”.

**) Merupakan penjumlahan absolut dari selisih antara aktiva dan kewajiban beberapa mata uang asing lainnya.

43. PERJANJIAN-PERJANJIAN SIGNIFIKAN

Bank menandatangani beberapa perjanjian-perjanjian seperti yang tersebut dibawah ini:

a. Perjanjian Kerjasama dalam rangka Pendanaan Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) dengan Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 20 Desember 2006. Melalui perjanjian ini, Bank ditunjuk sebagai bank pelaksana penyaluran kredit KPEN-RP kepada petani peserta dan atau kepada petani peserta melalui mitra usaha. Dana yang disediakan Pemerintah Republik Indonesia adalah minimum sebesar Rp1.000.000.000. Perjanjian tersebut akan berakhir pada tahun 2014.

b. Perjanjian Pemanfaatan dan Pemberian Jasa Perbankan pada tanggal 31 Mei 2006 dengan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Dalam perjanjian ini Bank melaksanakan penerimaan iuran, penerimaan lain-lain dan pembayaran jaminan peserta Program Jamsostek serta pembayaran biaya usaha dan belanja modal Jamsostek di seluruh kantor cabang dan kantor wilayah Jamsostek. Perjanjian tersebut telah berakhir pada tanggal 30 April 2007.

Perjanjian tersebut telah diperpanjang dengan perjanjian pada tanggal 16 Agustus 2007. Perjanjian tersebut berlaku efektif pada tanggal 1 Mei 2007 dan berakhir pada tanggal 30 April 2008.

d. Perjanjian kerjasama dalam rangka penjaminan penerbitan Bank Garansi dengan PT Asuransi Kredit Indonesia pada tanggal 10 Agustus 2007. Melalui perjanjian ini, Bank menunjuk PT Asuransi Kredit Indonesia untuk menjamin sepenuhnya Bank Garansi yang diterbitkan oleh Bank dan yang telah disetujui oleh PT Asuransi Kredit Indonesia. PT Asuransi Kredit Indonesia, berhak menerima pembayaran sebesar 65% atas pendapatan penjaminan yang diperoleh Bank atas setiap transaksi penerbitan Bank Garansi. Perjanjian tersebut akan berakhir pada tanggal 10 Agustus 2012.

e. Perjanjian kerjasama dalam rangka Pinjaman Uang Muka Kredit Pemilikan Rumah Satuan Rumah Susun (PUM-SARUSUN) pada tanggal 29 Januari 2008. Melalui kerjasama ini Bank akan menyediakan fasilitas PUM-SARUSUN bagi Pegawai Negeri Sipil yang digunakan untuk membantu uang muka pembelian rumah, baik yang menggunakan fasilitas KPR bersubsidi maupun KPR Non Subsidi, dengan plafond setinggi-tingginya Rp20.000.000 (nilai penuh) dan dapat berkurang sesuai permintaan Pegawai Negeri Sipil. Pemberian PUM-SARUSUN Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat selaku Ketua Harian Bapertarum-PNS No.69/PERMEN/2007 tentang Pemberian pinjaman/pembiayaan Uang Muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) satuan Rumah Susun (PUM-SARUSUN) bagi Pegawai Negeri Sipil. Jangka waktu perjanjian disesuaikan dengan jangka waktu KPR-SARUSUN.

f. Perjanjian kerjasama atas reksadana yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia pada tanggal 8 April 2008. Melalui kerjasama ini Bank ditunjuk sebagai agen distribusi reksadana yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia. Perjanjian tersebut akan berakhir pada 8 April 2009.

g. Perjanjian kerjasama dalam rangka penjaminan kredit/pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi tanggal 14 Mei 2008, antara Departemen Keuangan Republik Indonesia, Departemen Pertanian Republik Indonesia, Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Departemen Perindustrian Republik Indonesia, Departemen Kehutanan Republik Indonesia, dan Kementrian Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia sebagai pelaksana teknis program bersama Perum Sarana Pengembangan Usaha dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) sebagai perusahaan penjamin. Melalui kerjasama ini, Bank ditunjuk sebagai salah satu Bank Pemberi Kredit untuk menyalurkan kredit kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKMK) yang dijamin oleh perusahaan penjamin dan merupakan kredit/pembiayaan dari perbankan berdasarkan hasil bank checking pada saat permohonan diajukan. Bank dapat memberikan kredit/pembiayaan KUR dengan jumlah setinggi-tingginya Rp5.000.000 (nilai penuh) kepada setiap UMKMK baik secara langsung maupun tidak langsung dengan suku bunga/bagi hasil efektif maksimal sebesar/setara 24% per tahun. Perjanjian tersebut akan berakhir berdasarkan kesepakatan bersama.

Sejak tahun 1998, Pemerintah menjamin kewajiban bank umum meliputi giro, tabungan, deposito berjangka dan deposito on call, obligasi, surat berharga, pinjaman antar bank, pinjaman yang diterima, letters of credit, akseptasi, swap mata uang dan kewajiban kontinjensi lainnya seperti bank garansi, standby letters of credit, performance bonds dan kewajiban sejenis selain yang dikecualikan dalam keputusan ini seperti pinjaman subordinasi dan kewajiban kepada direktur, komisaris dan pihak terkait dengan Bank.

Berdasarkan Surat Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3) No. S235/UP3/III/2005 pada tanggal 17 Maret 2005 yang menyatakan bahwa sejak tanggal 18 April 2005, kewajiban pembayaran bank yang dijamin hanya meliputi simpanan dan pinjaman yang diterima dari bank lain dalam bentuk transaksi pasar uang antar bank. Selanjutnya program penjaminan pemerintah tersebut akan berakhir pada tanggal 22 September 2005. Ketentuan mengenai pengurangan dan pengakhiran program penjaminan ini merupakan penegasan dari ketentuan dalam Keputusan Presiden No. 95 Tahun 2004. Berdasarkan Salinan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan No. 1/PLPS/2005 pada tanggal 26 September 2005 tentang Program Penjaminan Simpanan yang menyatakan bahwa sejak tanggal 22 September 2005, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin simpanan yang meliputi giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu yang merupakan simpanan yang berasal dari masyarakat termasuk yang berasal dari bank lain. Saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu bank adalah:

a. maksimal sebesar Rp1.000, sejak tanggal 22 September 2006 sampai dengan 21 Maret 2007; b. maksimal sebesar Rp100, sejak tanggal 22 Maret 2007 sampai dengan 12 Oktober 2008;

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.65 tahun 2008 tentang Besaran Nilai Simpanan yang dijamin LPS, nilai simpanan yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu Bank maksimal sebesar Rp2.000, sejak tanggal 13 Oktober 2008.

Dokumen terkait