BAB 4. HASIL PENELITIAN
4.5. Analisis Multivariat
Berdasarkan analisis bivariat bahwa seluruh variabel penelitian ini dapat dilanjutkan ke analisis multivariat karena nilai p < 0.05 yaitu peran keluarga, prespektif prescribed role (peran berdasarkan harapan masyarakat ), prespektif perceived role (peran berdasaran pertimbangan pribadi), prespektif actual role peran yang harus diwujudkan) dan peran kader ( membangkitkan kemauan untuk berubah, menetapkan hubungan pertukaran infornasi, mendiagnosa masalah yang dihadapi, membangkitkan klien untuk berubah, mewujudkan kemauan dalam perbuatan, mengakhiri hubungan ketergantungan ), dengan menggunakan uji logistik yang bertujuan untuk melihat pengaruh variabel independen dengan varibel dependen
serta untuk mengetahui seberapa jauh variabel independen memberi kontribusi terhadap variabel dependen.
Tabel 4.19 diperoleh hasil uji regresi logitik varabel indevenden peran keluarga, (peran berdasarkan harapan–harapan masyarakat dan peran berdasarkan atas pertimbangan pribadi) bersama–sama mempengaruhi pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah.
Tabel 4.19 Hasil Uji Regresi Logistik Peran Keluarga terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan.
Variabel yang Masuk dalam Model Regresi terbentuk
B SE Wald Df Sig - Peran berdasarkan harapan masyarakat
( Persfektif prescribed role)
- Peran berdasarkan pertimbangan pribadi(Persfektif perceived role) Tabel 4.20 di peroleh hasil uji regresi logistik variabel independen peran kader ( peran membangkitkan kebutuhan untuk berubah dan peran membangkitkan kemauan klien untuk berubah bersama – sama mempengaruhi pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja puskesmas Bandar khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan.
Tabel 4.20 Hasil Uji Regresi Logistik Peran Kader terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan.
Variabel yang Masuk dalam Model Regresi terbentuk
B SE Wald Df Sig - Membangkitkan kebutuhan untuk berubah
- Membangkitkan kemauan klien untuk berubah Pada Tabel 4.21 diperoleh hasil uji regresi logistik variabel independen peran keluarga (peran berdasarkan harapan masyarakat) dan peran kader (membangkitkan kemauan klien untuk berubah) bersama sama mempengaruhi pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah.
Tabel 4.21 Hasil Uji Regresi Logistik Peran Keluarga Dan Kader terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan.
Variabel yang Masuk dalam Model Regresi yang terbentuk
B SE Wald Df Sig - Membangkitkan kemauan klien untuk
berubah
- Peran yang didasarkan pada harapan–
harapan masyarakat atau peran yang ideal Model persamaan regresi logistik yang didapat adalah
Yi = 𝐼𝑛 �𝑃−1𝑃 � = −2,318 + 2,484𝑚𝑘𝑢𝑏1 + 2,066 𝑝𝑝𝑟
Dan nilai peramalan probabilitas lansia untuk memanfaatkan pelayanan posyandu lansia adalah
P = 1
𝑒−(2,318+2,484+2,066)
Tabel 4.22 Probabilitas Lansia untuk Memanfaatkan Pelayanan Posyandu Lansia
No Mkkub Ppr W = - ( -2.318 + 2.484 ( mkkub ) + 2.066 ( ppr ) %
1 1 1 - 2.23200 90.31
2 1 0 - 0.16600 54.14
3 0 1 0.25200 43.73
4 0 0 2.31800 8.96
Tabel 4.20 menjelaskan bahwa, jika peran perspektif prescribed role ( peran berdasarkan harapan masyarakat (ppr ) dalam peran kurang baik ( I ) dan peran kader (membangkitkan kemauan klien untuk berubah ( mkkub ) juga dalam peran kurang baik (1) maka peramalan probabilitas lansia untuk memanfaatkan pelayanan posyandu lansia sebesar 90.31% .Sebalik nya jika peran perspektif prescribed role (peran berdasarkan harapan masyarakat ( ppr ) dalam peran baik ( 0 ) juga peran membangkitkan kemauan klien untuk berubah (mkkub) dalam peran baik ( 0 ) maka peramalan untuk memanfaatkan posyandu lansia menjadi 8.96 %.
BAB 5 PEMBAHASAN
Berdasarkan uji regresi logistik peran keluarga (peran berdasarkan harapan masyarakat, peran berdasarkan pertimbangan pribadi dan peran diwujud nyatakan).
Diantara peran tersebut yang mempunyai pengaruh terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Badar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan adalah peran berdasarkan harapan masyarakat p = 0.04 dan peran berdasarkan pertimbangan pribadi p = 0.003
Peran Kader (peran membangkitkan kebutuhan untuk berubah, peran menetapkan hubungan pertukaran informasi, peran mendiagnosa masalah, peran membangkitkan kemauan klien untuk berubah, peran mewujudkan kemauan dalamperbuatan, peran menjaga kestabilan penerimaan inovasi, peran mengakhiri hubungan ketergantungan) berdasarkan uji regresi logistik terdapat pengaruh peran kader terhadap pemanfaatan posyandu lansia diantaranya : peran membangkitkan kebutuhan klien untuk berubah p = 0.01 dan peran membangkitkan kemauan untuk berubah p = 0.015.
Berdasarkan hasil uji regresi logistik anatara peran keluarga dan peran kader terdapat pengaruh antara peran keluarga dan peran kader terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalifah Kecamatan Percut Sei Tuan, diantaranya peran untuk membangkitkan kemauan klien berubah p = 0.000 dan peran berdasarkan harapan masyarakat p = 0.003.
5.1 Pengaruh Peran Keluarga terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan
Berdasarkan hasil uji regresi logistik terdapat pengaruh yang signifikan antara peran keluarga terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia dengan nilai p
=0.003 < 0.05. Penelitian ini juga sesuai dengan penelitian Kresnawati ,endah (2011) tentang hubungan dukungan keluarga dengan keaktifan lanjut usia (lansia ) dalam mengikuti kegiatan di posyandu lansia Desa Gonilan Kecamatan Kartasura (2010) dengan hasil terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu lansia di posyandu lansia Desa Gonilan Kecamatan Kartasura. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Mustapa (2011) dengan judul Relationship between the knowledge, attitude.to the elderly and family support use in elderly posyandu, hasil uji regresi logistik berganda menunjukkan variabel pengetahuan (p=0.001 ), sikap (p =0.000 ), peran keluarga (p=0.010) ada hubungan dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia.
Menurut Turner (1970) peran-peran keluarga sangat penting, dan merupakan peran central, yang setiap orang harus mempelajarinya agar dapat diperankan secara efektif. Sedangkan untuk berfungsinya peran secara adekuat, merupakan hal yang sangat penting, bukan hanya untuk berfungsinya individu secara sukses melainkan juga untuk keberhasilan fungsi keluarga. Fungsi-fungsi keluarga dicapai lewat penampilan peran-peran keluarga. Sebenarnya para psikolog keluarga seringkali mendefinisikan keluarga sebagai satu set peran yang interdependen dan berinteraksi, yang berada dalam satu keadaan seimbang yang dinamis.
Menurut Maryam (2008) keluarga merupakan support system utama untuk mempertahankan kesehatan lansianya. Peranan keluarga dalam perawatan lansia antara lain menjaga dan merawat lansia, mempertahankan dan meningkatkan status mental, mengantipasi perubahan social ekonomi serta memberi motivasi dan memfasilitasi kebutuhan spiritual bagi lansia. Keluarga sangat berpengaruh terhadap keaktifan lansia dalam memanfaatkan pelayanan posyandu lansia. Keluarga berkewajiban untuk menjelaskan manfaat posyandu, mengantar lansia ke posyandu serta memberikan dana kepada lansia untuk datang ke posyandu. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan Goode dalam Friedman (1998) bahwa setiap orang hidup terikat dalam jaringan kerja hak dan kewajiban keluarga yang disebut dengan hubungan-hubungan peran.
Keluarga diharapkan agar berperan dalam memberikan dukungan pada lansia, sehingga lansia dapat memahami dan mengetahui apa manfaat posyandu lansia bagi lansia itu sendiri. Setelah mengetahui manfaat posyandu lansia, lansia dapat memanfaatkan pelayanan di posyandu lansia seperti, mengikuti kegiatan posyandu secara rutin, mendapat informasi kesehatan, mengetahui cara hidup bersih dan sehat, dapat bersosialisasi dengan sesama lansia, sehingga lansia dapat lebih mandiri.
Peran lain dari keluarga terhadap lansia adalah pemberian informasi tentang tempat-tempat dilaksanakannya posyandu lansia, jadwal pelaksanaan kegiatan di posyandu lansia. Selanjutnya keluarga diharapkan memberikan dukungan dan dorongan seperti menganjurkan dan menyarankan agar lansia datang ke posyandu setiap ada kegiatan di posyandu, pada setiap bulannya.
Hasil penelitian peran keluarga terhadap pemanfaatan posyandu peran keluarga pada katagori peran baik (47.1 %) dan katagori peran kurang (52.9 % ).
Dapat dilihat melalui data tersebut bahwa masih kurang nya peran keluarga kepada lansia terhadap pemanfaatan posyandu lansia terlihat masih rendah nya jumlah kunjungan lansia ke posyandu dalam hal pemanfaatan posyandu lansia (48.6 % ). Ini merupakan dampak dari kurang nya peran keluarga dalam melakukan perawatan terhadap lansia, dan mempertahankan kesehatan lansia. Hal ini terjadi karena keluarga lansia tidak pernah membicarakan tentang posyandu, menjelaskan apa itu posyandu lansia, dimana dilaksanakan posyandu lansia, mengingatkan jadwal posyandu lansia, menganjurkan lansia untuk pergi ke posyandu, mengingat kan lansia untuk ke posyandu jika lansia sedang malas ke posyandu, dan menyarankan lansia untuk datang setiap bulan ke posyandu, serta keluarga wajib menyiapkan dana untuk lania ke posyandu. Juga ketidak aktipan lansia keposyandu karena lansia merasa diri nya tidak sakit, dan ada juga lansia tidak aktif ke posyandu karena keluarga selalu memeriksakan lansia ke tenaga medis. ketidak aktipan lansia untuk datang ke posyandu karena tidak ada yang mengantar lansia ke posyandu, teruma lansia yang tinggal bersama anak nya, dan mereka tidak sempat mengantar lansia karena mengurus keluarganya.
Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh anggota keluarga dalam melaksanakan perannya terhadap pemanfaatan posyandu lansia diantaranya melakukan pembicaraan terarah tentang manfaat posyandu lansia, menganjurkan lansia untuk mengikuti kegiatan secara rutin ke posyandu. Pemanfaatan posyandu
secara rutin dapat meningkatkan derajat kesehatan lansia secara maksimal dan lansia mendapatkan informasi kesehatan, tentang cara hidup bersih dan sehat serta gizi lansia serta dapat bersosialisasi sesama lansia juga dapat membuat lansia lebih mandiri.
5.2 Pengaruh Peran Kader terhadap Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan
Berdasarkan hasil uji regresi logistik terdapat pengaruh yang signifikan antara peran kader terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia dengan nilai p =0.000
< 0.05. Penelitian ini juga sesuai dengan penelitian Henniwati (2008) yang berjudul faktor –faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di Wilayah kerja Puskesmas kabupaten Aceh Timur, dengan hasil penelitian :sikap, peran kader, jarak dan kualitas pelayanan mempengaruhi responden dalam pemanfaatan pelayanan posyandu lansia. Hasil penelitian Khotimah (2011) dengan judul Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan pelayanan posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Wali Kukun Kabupaten Ngawi, terdapat hubungan yang signifikan peran kader dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia (p=0.009). Selanjutnya hasil penelitian Monalisa (2012) dengan judul Hubungan Peran Serta Kader dalam Peningkatan Kesehatan Lansia dengan Pemanfaatan pelayanan posyandu Lansia di Desa Ngeraket di Wilayah Kerja Puskesmas Balong Kabupaten Ponorogo, menunjukkan terdapat hubungan yang
signifikan yang bermakna antara peran kader dalam meningkatkan kesehatan lansia dengan pemanfaatan pelayanan posyandu lansia (p-value 0.04)
Sukarni (2002) menyatakan bahwa kader kesehatan bertanggung jawab kepada masyarakat setempat, mereka bekerja dan berperan sebagai seorang pelaku
dari sebuah sistem kesehatan. Kader bertanggung jawab kepada kepala desa dan supervisor yang ditunjuk oleh petugas/tenaga pelayanan pemerintah. Depkes 2003,kader menggerakkan masyarakat :mengajak lansia untuk hadir berpartisipasi dalam kegiatan kelompok lanjut usia, memberi penyuluhan / menyebarluaskan informasi kesehatan antara lain :cara hidup bersih dan sehat, gizi usia lanjut, kesehatan lansia.
Hasil penelitian peran kader terhadap pemanfaatan posyandu di wilayah puskesmas bandara khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan peran kader pada katagori peran baik (48.6 % ) sedangkan peran kader pada katagori peran kurang (51.4% ).
Peran kader masih kurang sehingga berpengaruh terhadap pemanfaatan posyandu lansia.
Lansia yang tidak aktif memanfaatkan posyandu dikarenakan ketidaktahuan lansia tentang keberadaan posyandu, kurang nya peran kader untuk mengajak lansia ke posyandu, menjelaskan manfaat posyandu ,memberi jadwal pelaksanaan posyandu.memberitahu tempat pelaksanaan posyandu, menganjurkan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu, juga kurang nya kerja sama kader dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat,sehingga dengan keterbatasan peran nya tidak terlaksanakan dengan baik ,dan pelayanan posyandu menjadi kurang dimanfaatkan bagi lansia.
Peran kader sangat berpengaruh dalam pemanfaatan pelayanan posyandu lansia sehingga dapat dikatakan bahwa kedatangan lansia ke posyandu tergantung seberapa besar peran serta kader yang diberikan kepada lansia.
Kader diharapkan bisa memberikan berbagai pelayanan, yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengisian lembar KMS, memberikan penyuluhan atau penyebarluasan informasi kesehatan, menggerakkan serta mengajak usia lanjut untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan posyandu lansia karena itulah kader harus dibina, dituntun serta didukung oleh pembimbing yang lebih terampil dan berpengalaman.
Adapun tugas-tugas kader Posyandu sebelum atau pada saat persiapan hari Posyandu, seperti; menyiapkan alat dan bahan, timbangan, tensimeter, stetoskop, KMS, alat peraga, obat-obatan yang dibutuhkan, bahan/materi penyuluhan dan lain-lain. Selain itu juga mengundang dan menggerakkan masyarakat, yaitu memberi tahu para lansia untuk datang ke Posyandu, serta melakukan pendekatan kepada tokoh yang bisa membantu memotivasi masyarakat (lansia) untuk datang ke Posyandu lansia. Selanjutnya melaksanakan pembagian tugas, menentukan pembagian tugas di antara kader Posyandu baik untuk persiapan maupun pelaksanaan posyandu lansia.
Keaktifan kader pada posyandu lansia sangat menentukan pemanfaatan posyandu lansia oleh para lansia. Jumlah kader Posyandu Lansia di setiap kelompok tergantung pada jumlah anggota kelompok, volume dan jenis kegiatan yaitu sedikitnya 3 orang. Kader sebaiknya berasal dari anggota kelompok sendiri atau
bilamana sulit mencari kader dari anggota kelompok dapat saja diambil dari anggota masyarakat lainnya yang bersedia menjadi kader (Depkes RI, 2003 )
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
1. Peran keluarga berdasarkan harapan masyarakat (Perspektif prescribed role ) kurang berperan dalam pemanfaatan posyandu lansia dan terdapat pengaruh peran keluarga terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di Wilayah kerja Puskesmas Bandar khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan.
2. Peran kader membangkitkan kemauan klien untuk berubah kurang berperan dalam pemanfaatan posyandu lansia dan terdapat pengaruh peran kader terhadap pemanfaatan pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan.
6.2 Saran
1. Keluarga diharapkan melaksanakan peran, diantaranya menjaga atau merawat lansianya, karena keluarga merupakan support system utama bagi lansia dalam mempertahankan kesehatannya dan meningkatkan status mental, mengantisipasi perubahan sosial ekonomi, serta memberikan motivasi dan memfasilitasi kebutuhan spiritual bagi lansia.
2. Kader posyandu lansia hendaknya melaksanakan perannya, diantaranya:
mengajak usia lanjut untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan di kelompok
usia lanjut, memberikan penyuluhan/menyebarluaskan informasi kesehatan(cara hidup bersih dan sehat, gizi usia lanjut, kesehatan usia lanjut)
3. Untuk pemanfaatan pelayanan posyandu lansia secara maksimal perlu penyuluhan kepada keluarga yang mempunyai lansia.karena keluarga lansialah yang memberi dukungan penuh pada lansia. Sehingga keluarga mempunyai tanggung penuh terhadap kesehatan lansia.
4. Kepada Bapak Kepala Desa diharap kan memberi dukungan kepada kader lansia agar posyandu lansia dapat berjalan dengan baik dan berguna bagi masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2009.Profil Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unversitas Airlangga.
Diakses pada http://Fisip.unair.ac.id. Tanggal 7 januari 2010
Arikunto,Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan, Jakarta , Rineka Cipta
Berry, David.1982. Pokok-Pokok Pikiran Dalam Sosiologi. Jakarta; Rajawali.
Darmojo,B.R, Martono.H, 2000, Buku Ajar Geriatri,Edisi Kedua, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.
Depkes. RI , 2006, Pedoman Pelatihan Kader Kelompok Usia Lanjut bagi Petugas Kesehatan, Direktorat Kesehatan Keluarga, Jakarta
Dinas Kesehatan Deli Serdang, 2011, Profil Kesehatan Puskesmas Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Tahun 2010, Dinas Kesehatan Deli Serdang Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara 2011, Profil Kesehatan Provinsi Sumatera
Utara, Tahun 2010, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Medan
Efendi, 2008, Mekanisme Keseimbangan Postural Pada Lansia, http://indonesianursing.com/2008/05/31/mekanisme
Friedman, M. Marylin. 1998. Keperawatan Keluarga Teori Dan Praktek. Edisi 3.
EGC;Jakarta
Hadi dan Kris Pranarka, 2009, Geriatri ( Ilmu Kesehatan Lanjut Usia ), Jakarta, Balai penerbit FKUI.
Henniwati. 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur.
FKM USU. Medan
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/6745/1/08E00905.pdf
Hidayat, A.Azis Alimul, Metode Penelitian Kesehatan, Paradigma Kuantitatif, Health Books Publishing, Surabaya.
Horton, Paul.B & Chester L.Hunt.19911. Sosiologi 6 th ed. (terjemahan). Erlangga.
Ilyas, Yaslis (2003). Mengenal Asuransi Kesehatan Review Utilisasi Manajemen Klaim, Dari Sigmund Freud (Kecamatan urangan Asuransi Kesehatan).
Depok: Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan FKM UI.
Ismawati,Cahyo, dkk, 2010, Posyandu dan Desa Siaga , Citra Medika , Jogjakarta, Khotimah, Siti Khusnul. 2011, Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan
Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Walikukun Kabupaten Ngawi, http://eprints.undip.ac.id/33393/1/4305.pdf diakses pada tanggal 25 Juni 2012 Kinsella,K & Taber, 1993, An Aging World II, Washington DC, International
Population
Kresnawati, Endah, 2010, Hubungan Dukungan Keluarga dengan Keaktifan Lanjut Usia(Lansia) dalam Mengikuti Kegiatan di Posyandu Lansia Desa Gonilan Kecamatan Kartasura.
Machfoedz, Ircham, 2009, Metodologi Penelitian, Bidang Kesehatan, Keperawatan, Kebidanan, Kedokteran, Fitramaya, Jogjakarta.
Maryam , Siti, dkk. 2010, Asuhan Keperawatan pada Lansia, Trans Info Media, Jakarta
, 2010, Buku Panduan Bagi Kader Posyandu Lansia, Tim, Jakarta
Monalisa,Agustin Dewi, 2012, Hubungan Peran Serta Kader Dalam Meningkatkan Kesehatan Lansia Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Desa Ngraket
Wilayah Kerja Puskesmas Balong Kabupaten Ponorogo, http://smh.ac.id/blog/2012/05/16/hubungan-peran-serta-kader diakses pada
tanggal 25 Juni 2012
Mubarak, Wahid Iqbal, dkk, 2009, Ilmu Keperawatan Komunitas Konsep dan Aplikasi, Gresik, Salemba Medika.
Mulyadi, 2007, Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman.
Muryani, Anita, dkk, 2010, Gerontik Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Home Care dan Komunitas, Fitramaya, Jogjakarta.
Mustapa,2011, Relationship Between The Knowledge,Attitude, to The Elderly an Family Support Use in Elderly Posyandu.
Nasution, Zulkarimein, 1988, Komunikasi Pembangunan, Rajawali Press, Jakarta Notoatmojo, Soekidjo, 2003, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan , Rineka Cipta,
Jakarta
, 2007, Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni , Rineka Cipta, Jakarta
, 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan , Rineka Cipta, Jakarta
Nugroho, Wahyudi, 2008,Gerontik dan Geriatrik, EGC, Jakarta.
Nursalam, 2011, Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Pendidikan Keperawatan, Salemba, Medika, Edisi II, Jakarta
Setiadi, 2008, Konsep dan Proses Keperwatan Keluarga, Graga Ilmu, Surabaya.
Siburian,Prima, 2012 Masalah Kesehatan Utama Pada Lansia, Waspada Online, http://www.waspada.co.id
Sukarni .M..2002. Kesehatan Keluarga Dan Lingkungan. Yogyakarta: Kanisius Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Pendidikan, Penelitian Kuantitatif,Kualitatif, dan
R & D , Alfabeta, Bandung.
Turner, R.H. 1970. Family Interaction. New York. John Wiley and Sons.
Wahono, 2010, Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lansia di Gantungan Makamhaji.
Zulkifli, 2003, Posyandu dan Kader Kesehatan Pelaksanaan Program Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita Di Posyandu http://library.usu.ac.id/index.php/component/journal/index
Diakses tanggal 01 Juli 2012.
KUESIONER PENELITIAN
PENGARUH PERAN KELUARGA DAN KADER LANSIA TERHADAP PEMANFAATAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS BANDAR KHALIPAH KECAMATAN PERCUT SEI TUAN TAHUN 2012
No. Responden ( Lansia ) :………
A. Identitas Umum
1. Nama :
Umur :
2. Agama :
3. Suku :
4. Jenis kelamin : 5. Pendidikan terakhir :
6. Pekerjaan saat ini : 7. Rumah yang lansia tempati sekarang adalah….
a. Rumah sendiri b. Rumah anak c. Rumah cucu
d. Dan lain-lain, sebutkan………
8. Siapakah orang yang paling dekat dengan bapak / ibu?
a. Suami / istri b. Anak c. Menantu
d. Cucu
e. Lain-lain, sebutkan……
B. Peran Keluarga
Berilah tanda ( √ ) pada jawaban yang sesuai menurut Bpk/Ibu pada kolom dibawah ini.
Perspektif Prescribed Role (Peran yang didasarkan pada harapan masyarakat ) 1. Apakah keluarga pernah menjelaskan kepada Bpk/Ibu tentang manfaat posyandu
lansia ?
a. Pernah: ( manfaat posyandu: lansia dapat memeriksakan kesehatan secara rutin, meningkatkan derajat kesehatan lansia secara maksimal, mendapat informasi kesehatan yaitu: cara hidup bersih dan sehat serta gizi lansia, dapat bersosialisasi sesama lansia, membuat lansia lebih mandiri)
b. Tidak pernah
Alasan :………
2. Apakah keluarga pernah memberitahukan tempat - tempat dilaksanakan posyandu kepada Bapak/Ibu ?
a. Pernah: (Posyandu dilaksanakan di Desa …..Dusun….. Nama posyandu………)
b. Tidak pernah
Alasan :………
3. Apakah keluarga pernah mengingatkan jadwal dilaksanakannya posyandu kepada Bapak/Ibu?
a. Pernah: (dilaksanakan tgl ….., jam……, setiap bulan) b. Tidak pernah
Alasan :………
4. Apakah keluarga pernah menganjurkan kepada Bpk/Ibu untuk pergi ke posyandu?
a. Pernah: (mengontrol kesehatan nya, meningkatkan derajat kesehatan , dapat bersosialisasi sesama lansia, membuat lansia lebih mandiri)
b. Tidak pernah
Alasan :………
5. Apakah keluarga pernah meyarankan pergi ke posyandu disaat Bpk/Ibu sedang malas untuk ke posyandu?
a. Pernah: (menyarankan untuk memeriksakan kesehatannya, dapat bersosialisasi sesama lansia, latihan kesegaran jasmani, membuat lansia lebih mandiri)
b. Tidak pernah
Alasan :………
6. Apakah keluarga pernah menyarankan kapada Bapak/Ibu untuk setiap bulan nya datang ke posyandu?
a. Pernah:( memeriksakan kesehatan secara rutin ).
b. Tidak pernah
Alasan :………
Perspektif Preceived Role (Peran yang didasarkan pada pertimbangan pribadi)
1. Apakah menurut keluarga Bpk/Ibu, keluarga bertanggungjawab memelihara kesehatan lansia ?
a. Ya b. Tidak
2. Apakah menurut keluarga Bapak/Ibu kalau keluarga perlu meluangkan waktu untuk membicarakan manfaat posyandu lansia?
a. Ya b. Tidak
3. Apakah menurut keluarga Bpk/Ibu, keluarga wajib menyiapkan dana buat Bpk/Ibu keposyandu ?
a. Ya b. Tidak
4. Apakah menurut keluarga Bpk/Ibu pergi ke posyandu harus rutin ? a. Ya
b. Tidak
Perspektif Actual Role
l. Apakah keluarga menjelaskan kepada Bpk/ Ibu manfaat posyandu ? a. Ya
b. Tidak
2 Apakah keluarga mengantar Bapak/Ibu untuk datang ke posyandu?
a. Ya b. Tidak
3. Apakah keluarga Bpk/Ibu rutin mengantarkan ke posyandu ? a. Ya
b. Tidak
4. Apakah keluarga memberikan dana kepada Bapak/Ibu untuk datang ke posyandu?
a. Ya b. Tidak
C. Peran Kader Lansia Pertanyaan.
Membangkitkan kebutuhan untuk berubah Ya Tidak 1. Apakah kader mengajak Bpk/ Ibu untuk datang ke
posyandu?
2. Apakah kader menjelaskan manfaat posyandu lansia ? (mamfaat posyandu bagi lansia : agar lansia dapat
memeriksakan kesehatan secara rutin, meningkatkan derajat kesehatan secara maksimal, menjelas informasi kesehatan cara hidup bersih dan sehat serta pola makan dan menu yang seimbang untuk lansia, dapat bersosialisasi sesama lansia , membuat lansia lebih mandiri )
3. Apakah kader memberi tahu jadwal pelaksanaan posyandu kepada bpk/Ibu ?
4. Apakah kader memberitahu tempat pelaksanaan posyandu kepada Bpk/Ibu ?
Menetapkan hubungan pertukaran informasi Ya Tidak 1. Apakah kader datang kerumah Bpk/Ibu membicarakan
posyandu lansia ?
2. Apakah kader menanyakan kondisi kesehatan Bpk/Ibu ? 3. Apakah kader memberikan penyuluhan tentang hidup
bersih dan sehat kepada Bpk/Ibu ? 4. Apakah kader mendengar keluhan yang Bpk/Ibu
sampaikan ?
Mendiagnosa masalah yang dihadapi Ya Tidak 1. Apakah kader bertanya tentang keluhan – keluhan yang
sering Bpk/Ibu rasakan ?
2. Apakah kader menimbang berat badan waktu Bpk/ibu di
2. Apakah kader menimbang berat badan waktu Bpk/ibu di