• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Potensi Bencana di Kabupaten PakpakBharat

Kecamatan SitelluTali UrangJeheKabupaten PakpakBharat memiliki potensi bencana, selain disebabkan oleh aktivitas alam.Dari identifikasi data, diperoleh potensi bencana yang adalah:

Tabel 4.3 Frekuensi Bencana di Kecamatan Sitellu Tali UrangJehe

No. Jenis/Kejadian Bencana Frekuensi Keterangan

1. Tanah Longsor 20 kali 71 titik

2. Gempa Bumi 1 kali 451 rumah

3. Angin Putting Beliung 2 kali 4 rumah

1. Tanah Longsor

Tanahlongsormerupakansalah satu jenis gerakan massatanahataubatuan, ataupunpencampurankeduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Pemicu dari terjadinya gerakantanah ini adalah curah hujan yang tinggi serta kelerengan tebing.

Kabupaten PakpakBharat berada pada ketinggian antara 700-1.500 meter di atas permukaan laut, keadaan lereng di dominasi oleh lereng bergelombang, terjal dan curam. Oleh karena kondisi lereng tersebut menyebabkan bencana tanah longsor sering terjadi di Kabupaten PakpakBharat.

Kondisi klimatologi Kabupaten PakpakBharat yang memiliki curah hujan yang tinggi sebesar 3.161 mm per hari atau rata-rata sekitar 263,41 mm tiap bulannya mengakibatkan semakin tingginya kerentana terjadinya bencana tanah longsor. Selain tanah longsor, kondisi iklim tersebut juga mengakibatkan terjadinya angin puting beliung yang bersamaan dengan hujan deras.

Darilaporananalisa taksiran Kerugian dan kerusakan (DaLa)yang

dikeluarkan BPBD Kabupaten Pakpak Bharat 2011, tanah longsor sangat sering terjadi diKecamatan Sitellu Tali UrangJehe Kabupaten Pakpak Bharatmengakibatkan kerusakan infrastruktur seperti jalan,saluran irigasi maupun perumahan-perumahan penduduk yang cukup tinggi serta kerugian akibat bencana terutama penduduk yang besar. (Tabel 4.3 dan Gambar 4.5)

Gambar 4.5:Foto Bencana Tanah Longsor Kabupaten PakpakBharat Sumber : Dokumentasi tanah longsor BPBD Kabupaten PakpakBharat 2012

2. GempaBumi

Gempa bumi, dampak yang dapat timbul oleh gempa bumi ialah berupa kerusakan atau kehancuran bangunan (rumah, sekolah, rumah sakit dan bangunan umum lain) dan konstruksi prasarana fisik (jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan laut/udara, jaringan listrik dan telekomunikasi, dan lain-lain)serta bencana sekunder yaitu kebakaran dan korban akibat timbulnya kepanikan.

Kabupaten PakpakBharat adalah gempa bumi. Kabupaten Pakpak Bharat berbatasan langsung dengan Provinsi NAD yaitu dengan Kabupaten Aceh

Singkil dan Kota Subulussalam, yang merupakan daerah yang sering terjadi gempa bumi. Bilamana terjadi gempa bumi di daerah tersebut maka Kabupaten Pakpak Bharat akan mengalami hal sama. Selain itu Kabupaten Pakpak Bharat juga berbatasan dengan Kabupaten Dairi, dimana terdapat patahan renun yang sangat berpotensi mengakibatkan gempa bila terjadi pergerakan di patahan tersebut.

Tanggal 6 September 2011 pukul 00.55 Wib telah terjadi bencana Gempa Bumi di Kabupaten Pakpak Bharat dengan kekuatan 6,7 SR pada 59 Km Timur Laut Singkil Baru.Pusat gempa bumi berada di Kabupaten Aceh Singkil Provinsi NAD yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pakpak Bharat. (Tabel 4.3).

Akibat Bencana Gempa Bumi tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan perumahan, rumah ibadah, fasilitas umum pemerintahan,

pendidikan, kesehatan jalan/jembatan, irigasi, MCK/air bersih

diKabupatenPakpak Bharat sebagai berikut: 1. Korban Jiwa:

a.Meninggal Dunia dan Luka Berat : Tidak ada

b.Luka Ringan : 6 orang

2. Taksiran Kerusakan dan Kerugian:

a.Kerusakan fisik akibat bencana sebesar Rp 62.253.000.000,-

Total kerusakan dan kerugian sebesar Rp.105. 253.000.000,-

Gambar 4.6:Foto Kejadian Gempa Bumi 6 September 2011 Sumber : Dokumentasi gempa bumi BPBD Kabupaten PakpakBharat2011 3. Angin Puting Beliung

Kondisi klimatologi Kabupaten Pakpak Bharat yang memiliki curah hujan yang tinggi sebesar 3.161 mm per hari atau rata-rata sekitar 263,41 mm tiap bulannya mengakibatkan semakin tingginya kerentanan terjadinya bencana angin puting beliung.Kondisi iklim tersebut juga mengakibatkan terjadinya angin puting beliung yang bersamaan dengan hujan deras.

Pada hari Senin tanggal 18 Maret 2012 sekira pukul 16.30WIB telah terjadi angin puting beliung yang mengakibatkan robohnya atap bangunan antara lain: Rumah tempat tinggal masyarakat sejumlah 97unit, Balai Desa 1 Unit

dan standdi Pekan 9 unit serta pohon di sekitarrumah penduduk ada yang tumbang menerpa rumah penduduk dan jaringan listrik.Tidak ada korban jiwa,hanya ada 1 orang yang luka ringan. (Tabel 4.3 dan Gambar 4.7)

Gambar 4.7:Foto Bencana Angin Puting Beliung, 18 Maret 2012 Sumber : Dokumentasi angin putting beliung BPBD Kabupaten PakpakBharat

2012

4.3 Peran SertaMasyarakat dalamPenanggulanganBencana di KabupatenPakpak Bharat

Peranserta masyarakat dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Pakpak Bharat merupakan upayamengatasi bencana mulai sebelum, saat hingga pasca terjadinya bencana. Upaya peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencanadimulai dengan adanya kebijakan yang bertujuan menanggulangi bencana sesuai dengan peraturan yang ada. Strategi yang ditetapkan dalam menanggulangi

bencana perlu disesuaikan dengan kondisi daerah. Operasi peran serta masyarakat

dalampenanggulangan bencana perlu dipastikan efektif, efisien dan

berkelanjutan.Untukmendukung pengembangan sistem peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana yang mencakup kebijakan, strategi, peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Pakpak Bharat meliputi kebijakan dan strategi dalam peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana.

4.3.1 Kebijakan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana di

Kabupaten Pakpak Bharat

Peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana dilakukan untuk mengurangi dampak buruk yang mungkin timbul, terutama dilakukan dalam situasi sedang tidak terjadi bencana. Pengurangan risiko bencana merupakan bagian dari upaya penanggulangan bencanayang menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat, kebijakan ini diuraikan dari 10 (sepuluh) sasaran dan 5 (lima) tujuan penanggulangan bencana. Selanjutnya terdapat 3 (tiga) misi yang hendak dicapai untuk mewujudkan visi peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Pakpak Bharat “Pakpak Bharat Tangguh dan

Menghadapi Bencana”. Adapun misi penanggulangan bencana Kabupaten Pakpak Bharatadalah:

2. Mengurangi risiko bencana dengan membangun kesiapsiagaan dan infrastruktur diseluruh lini secara terencana dan terpadu.

3. Memulihkan dampak bencana secara fisik dan psikologis.

Dari misi tersebut, ditetapkan 5 (lima) tujuan peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana Kabupaten Pakpak Bharat, yaitu:

1. Membangun sistem peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana Kabupaten Pakpak Bharat yang handal.

2. Membangun kesiapsiagaan bencana secara partisipatif.

3. Mempersiapkan infrastruktur peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana yang tangguh.

4. Meminimalkan korban saat bencana dan mempercepat penyelesaian

masadarurat bencana.

5. Melaksanakanupaya rehabilitasi dan rekonstruksi dalam rangkapemulihan stabilitas kehidupan daerah korban bencana.

4.3.2 Peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana

mengutamakanpengurangan risiko bencana

Peransertapenanggulangan bencana mengutamakan pengurangan risiko bencanadengantetapmelakukan penanganan darurat yang cepat dan tepat. Pengurangan risiko bencana dilakukan dengan mengidentifikasibencana. Terkait

bencana,kerentanan bencana, kemampuan menangani bencanadan analisa resiko bencana.Peristiwa bencana telah menimbulkankorban jiwa, kerusakan sarana dan prasarana yang signifikandantelah memberikan kerugian secara tidak langsung terhadap faktor sosial dan ekonomi di wilayah ini.

Kerentanan wilayah dan penduduk terhadap ancaman meliputi kerentanan fisik, kerentanan sosial, dan kerentanan ekonomi.Kemampuan menangani bencana meliputikemampuan kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM), dan sumber pendanaan yang didayagunakan dalam penanggulangan bencana.Penilaian atau analisis risiko bencana bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah berdasarkan tingkat risikonya terhadap bencana. Hasil analisis menjadi acuan dalam perumusan tindakan prioritas pengurangan risiko bencana.

4.3.3 Mengembangkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana

Peranserta dalam penanggulangan bencana dilaksanakan dengan mendukung dan mengembangkan voluntarisme yang mempunyai kapasitas dalam menghadapi bencana.Peningkatan kapasitas bertujuan membangun kultur masyarakat untuk menghadapi ancaman dan sadar akan bahaya yang akan dihadapi.

Halyangpentingdalampeningkatankapasitasadalahmemandang masyarakat

sebagai subjek bukan sebagai objek. Penanggulangan bencanadalam proses pembangunanperlu dikembangkan upaya sebagai berikut:

1. Pendidikan bencana, melalui program formal maupun informal,pelatihan,pembangunan institusi untuk memberikan pengetahuan yang profesional dan kompetensi yang diperlukan

2. Sosialisasi pengetahuan tentang bahaya maupun sarana untuk memerangi bahaya dapat menjadikan program implementasi menjadi lebih efektif

3. Pelatihandansimulasi dalam rangka memahami bencana yang akan

ditimbulkan.

4.3.4 Programpemerintahterkaitperansertamasyarakat dalampenanggulangan bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pakpak Bharat mempunyai beberapa tugas pokok, yaitu:

1. Menetapkanpedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan

bencanayang mencakup pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi serta rekonstruksi secara adil dan setara.

2. Menetapkan standarisasi serta kebutuhan penyelenggaraan penanggulangan bencana berdasarkan peraturan perundang-undangan.

3. Menyusun, menetapkan dan menginformasikan peta rawan bencana. 4. Menyusun dan menetapkan prosedur tetap penanganan bencana.

5. Evaluasi dan monitoring penyelenggaraan penanggulanganbencanadalam kondisi normal dan setiap saat dalam kondisi darurat bencana.

6. Mengendalikan pengumpulan dan penyaluran logistik penanggulangan bencana.

Diperlukanlangkah-langkah nyata di lapangan sebagai upaya untuk penanggulangan bencana yang berpotensi menimbulkan kerusakan dan kerugian akibat bencana.

4.4 Persepsi Masyarakat Kecamatan SitelluTalliUrangJeheterhadap Peran Serta MasyarakatdalamPenanggulangan Bencana

Persepsimasyarakat Kecamatan SitelluTalliUrang Jehe peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana tidak dapat dipisahkan secara serta merta dengan pola hidup dan kebiasan masyarakat. Persepsi yang didefinisikan sebagai suatu proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahamiinformasi tentang lingkungannya. Informasi tersebut dapat melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman. Bagi masyarakat di Kecamatan SitelluTalliUrangJehebencana merupakan ancaman yang sangat membahayakan dan merasa tidak mampu menghadapi bencana. Potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana sangat besar yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat.Peran serta masyarakat dalam penanggulangan bencana merupakan mutlak urusan yang harus melindungi masyarakatnya. Kapasitas kelembagaan penanggulangan bencana belum optimal karena BPBD masih baru berdiri dan sumber daya manusiadidalamnya masih belum optimal.

4.5 Pengembangan Kelompok Peduli Bencana sebagaiUpaya Peningkatan

Dokumen terkait