• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. DESKRIPTIF DAERAH PENELITIAN 1.Geografi

4. Potensi Daerah

4.1. Pertanian, Peternakan, kehutanan, dan Perikanan

Sektor ini mencakup sub sektor tanaman bahan makanan (Tabama), tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, kehutanan dan perikanan. Dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2006 sektor pertanian merupakan andalan Kabupaten Dairi dalam penciptaan PDRB. Pada tahn 2005 sektor pertanian memberikn kontribusi terhadap PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 67,81 persen dan pada tahun 2006 menurun menjadi 656,27 oersen. Sub sektor tanaman bahan makanan sebagai penyumbang terbesar terhadap sektor pertanian memperlihatkan penurunan perananya terhadap PDRB, yakni sebesar 43,84 persen taanaun 2005 menjadi 41.08 persen pada tahun 2006. Termasuk di dalam sub sektor ini adalah padi, jagung, ketela, kacang-kacangan, sayuran dan buah-buahan. Produksi padi memberi andil yang terbesar di sub sektor tanaman bahan makanan. Sub sektor tanaman perkebunan adalah penyumabng terbesar kedua diantara sub sektor lainya yaitu tercatat 17,12 persen, lebih dari seluruh nilai tambah pertanian. Untuk melihat bagaimana distribusi persentase sektor pertanian terhadap PDRB dapat dilihat dari tabel berikut:

Tabel 4.6: Distrrbusi Persentase Sektor Pertanian Terhadap PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2001-2006 (persen)

Sektor 2002 2003 2004 2005r 2006*

Pertanian 72,36 71,06 69,84 67,81 65,27

Tanaman bahan makanan 49,20 47,27 45,88 43,84 41,08 Tanaman perkebunan 15,66 6,08 16,49 16,70 17,12

Peternakan dan hasilnya 3,77 3,77 3,77 3,77 3,81

Kehutanan 3,33 3,54 3,30 3,11 2,90

Perikanan 0,39 0,40 0,39 0,39 0,39

Non Pertanian 27,64 28,94 30,16 32,19 29,91

PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber: Bappeda Kab. Dairi r) angka perbaikan

*) angka sementara

Sedangkan pada sub peternakan dan hasi-hasilnya, perananya mengalami stagnasi mulai tahun 2002 sampai dengan tahun 2006, yakni 3,77%. Namun pada tahun 2006 mengalami kenaikan sebesar 0,04% sementara pada sub sektor perikanan perananya tidak mengalami perubahan yakni 0,39 % pada tahun 2004 dan tahun 2006 tidak terjadi perubahan. Sedangkan sub sektor kehutanan kontribusinya trhadap PDRB mengalami penurunan yaitu 3,30 % pada tahun 2004 dan 3,11% pada athun 2005 penurunany juga terjadi pada tahun 2006 yakni menjadi 2,90%.

4.2. Pertambangan dan Penggalian

Sektor pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2006 yaitu sebesar 3,82% yang mengalami penigkatan dibanding dengan tahun sebelumnya sebesar 3,64 persen. Sumbangan sektor pertambangan dan penggalian terhadap PDRB tahun 2006 sebesar 0,08%, sama dengan tahun 2005 sebesar 0,08%.

4.3. Industri Pengolahan

Pada tahun 2006 sektor industri pengolahan mengalami penurunan sebesar 5,25%, menurun jika dibanding dengan tahun sebelumnya yang sebesar 5,28%. Kontribusi sektor industri pengolahan terhadap PDRB Kabupaten Dairi pada tahun 2006 menyumbang sebesar 0,39 %, hal ini meningkat dibandingkan tahun 2005 yang sebesar 0,37 %.

4.4 Listrik, Gas, dan Air bersih

Sektor ini merupakan penunjang bagi seluruh kegiatan ekonomi dan sebagai infrastruktur yang mendorong aktivitas produksi sektoral maupun pemenuhan kebutuhan masyarakat. Produksi listrik sebagian besar dihasilkan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan sebagian lagi oleh non PLN. Produksi air bersih dihasilkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Pertumbuhan sektor listrik, gas, dan air bersih pada tahun 2006 sebesar 3.27% yang menaglami penurunan dari 6,96% pada tahun 2005. Sub sektor air bersih mengalami pertumbuhan sebesar 3,29% pada tahun 2006 dan mengalami kenaikan

bila dibandingkan dengan tahun sebelumnnya yang tumbuh sebesar 3,17% dan sub sektor listrik mengalami penurunan sebesar 3,30%.

4.5. Bangunan

Pada tahun 2006 pertumbuhan sektor ini tercatat sebesar 3,90%, namun bila dibanding dengan pertumbuhan tahun 2005 yang mencapai angka sebesar 3,70% Menunjukkan peningkatan yang tidak cukup berarti. Namun demikian prospek sektor ini cukup diharapkan akan cerah, terutama dalam proyek baru pembangunan infrastruktur di berbagai sektor. Sejalan dengan meningkatnya produksi sektor ini meningkat pula sumbangannya terhadap PDRB yaitu 4,03% di tahun 2005 menjadi sebesar 4,21 % pada tahun 2006.

4.6. Perdagangan, Hotel dan Restoran

Sektor ini adalah penunjang ekonomi yang mengahsilkan barang dan jasa. Secara keseluruhan nilai tambah bruto sektor ini meningkat dari 7.51 persen pada tahun 2005 dan menjadi sebesar 8,27 persen di tahun 2006.

Sub sektor hotel tumbh sebesar 6,05 persen pada tahun 2006 yang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang tumbh sebesar 6,01 persen. Terdapat kaitan yang erat antara sub sektor hotel dengan wisatawan asing maupun wisatawan nusanntara, saehingga perkembangan perhotelan sangat dipengaruhi oleh kunungan wisatawan, terutama lama menginap wisatawan selama berkunjng di Kabupaten Dairi.

Pada sub sektor restoran tumbuh sebesar 5,04 persen pada tahun 2006, lebih rendah bila dibanding dengan tahun sebelummnya yanng tumbuh sebesar 5,73 persen. Meningkatnya pendapatan masyarakat juga berpengaruh pada konsumsi makanan diluar rumah dan akhirnay akan mempengaruhi kegiatan restoran.

Sektor ini menduduki urutan kedua setelah sektor pertanian, dengan andil sebesar 11,89 persen tahun 2002. kemudian 13,18 persen di tahun 2004 dan meningkat lagi menjadi 14,45 persen tahun 2006. Sumbangan terbesar di sektor ini diberikan oleh sub sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 13,04 persen pada tahuun 2005 dan meningkat menjadi 13,69 persen pada tahun 2006, Kemudian sub sektor hotel memberikan kontribusi 0,08 persen di tahun 2005dan tetap 0,08 persen di tahun 2006. Sub sektor restoran pada tahun 2005 sebesar 0,64 persen dan naik pada tahun 2006 menjadi 0,88 persen.

4.7. Pengangkutan dan Komunikasi

Sektor ini berperan sebagai pendorong aktivitas di setiap sektor eonomi. Dalam era globaisasi sektor ini perananya sangat vital dan menjadi indikator kemajuan suatu bangsa, terutama jasa telekomunikasi yang membuat dunai tanpa batas. Sub sektor transportasi juga memiliki peran sebagai jasa pelayanan bagi mobilitas perekonomian.

Pada tahun 2006 sektor ini mengalami pertumbuhan sebesar 6,56 persen, naik bila dibanding dengan tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,96 persen. Sebagai sektor yang mendukung aktivitas sektor riil, pengangkutan dan komunikasi berkaitan

erat dengan sektor-sektor lain dan dipengaruhi oleh dinamisnya mobilisasi masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Walaupun terjadi pertumbuhan yang menurun, namun kontribusi sektor pengangkutan dan komunikasi dalam pembentukan PDRB mengalami peningkatan dari 4,24 persen tahun 2003 dan menjadi 5,03 persen pada tahun 2006. Porsi yang besar di sektor ini dalam pembentukan PDRB diberikan oleh sub sektor pengangkutan sebesar 3,38 persen pada tahun 2005 dan meningkat menjadi 4,06 persen pada tahun 2006. Sedangkan sub sektor komunikasi hanya memberi porsi 0,86 persen di tahun 2005 dan 0,97 persen di tahun 2006. Untuk sub sektor penagangkutan, andil terbesar diberikan oleh jasa angkutan jalan raya yaitu 3,35 persen tahun 2005 dan menjadi 4,02 persen pada tahun 2006.

4.8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan

Sektor ini secara garis besar dibagi atas lima kelompok kegiatan utama yaitu: usaha perbankan dan moneter(otoritas moneter), lembaga keuangan bukan bank, jasa penunjang keuangan dan usaha persewaan bangunan dan tanah serta jasa perusahaan. Sektor ini disebut sebagai sektor finansial yang bersifat mediator, karena secara umum kegiatan utamanya berhubungan dengan kegiatan pengelolaan keuangan yang berupa penarikan dana dari masyarakat maupun penyaluranya kembali kepada masyarakat.

Kontiribusi yang diberikan sektor ini terhadap PDRB sebesar 1,55 persen yang mengalami sedikit peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 1,46 persen.

Porsi terbesar diberikan oleh sub sektor Bank yaitu 0,74 persen di tahun 2006 yang meningkat dari 0,69 persen di tahun 2005, kemudian sub sektor persewaan banguna memberikan kontribusi sebesar 0,70 persen di tahun 2006 yang meningkat dari 0,66 persen di tahun 2005. Sub sektor lainya yaitu lembaga keuangan non bank, jasa penunjang keuangan dan jasa perusahaan memberi porsi yang rendah dibandingkan dengan sub sektor yang lainya.

4.9. Jasa-jasa

Pada sektor ini jasa-jasa digolongkan menjadi dua sub sektor yaitu jasa pemerintahan umum dan jasa swasta. Jasa pemerintahan umum mencakup administrasi pemerintahan dan pertahanan dan jasa pemerintah lainya seperti jasa pendidikan, kesehatan dan kemasyarakatan lainya. Sub sektor swasta meliputi jasa sosial kemasyarakatan, hiburan dan rekreasi, dan jasa perorangan dan rumah tangga. Sejalan dengna perkembangan sektor penghasilan barang, sektor ini juga meningkat dan memiliki prospek yang baik, terutama sub sektor swasta yang memperlihatkan peningkatan diatas rata-rata sektor jasa keseluruhan.

Kontribusi yang diberikan sektor ini terhadap PDRB sedikit mengalami peningkatan dari tahun 2005 ke 2006 yaitu dari 7,83 persen menjadi 6,82 persen. Penyumbang terbesar masih pada sub sektor pemerintahan umum yaitu sebesar 7,78 persen dan sub sektor jasa swasta memberikan kontribusi sebesar 0,81 persen pada tahun 2006. Peranan sub sektor swasta dalam perkembanganya akan menjadi penting, terutama perananya sebagai pendukung aktivitas perekonomian dan pemerintahan

domestik yang terus meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat di masa mendatang.

Dokumen terkait