• Tidak ada hasil yang ditemukan

Potensi dan Persoalan Dinas Penataan Ruang

Bagan 6.3 : Organisasi Pelaksana Kegiatan Fasilitasi Penyusunan RPIJM Bidang Cipta Karya

6.1.2 Potensi dan Persoalan Terkait Dengan Organisasi dan Tata Laksana Pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya

6.1.2.2. Potensi dan Persoalan Dinas Penataan Ruang

Potensi Yang dimiliki Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, untuk potensi sumber daya manusia (SDM) sama dengan jumlah pegawai yang dimiliki oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan jumlah 267 orang pegawai yang terdiri dari 61 orang PNS dan 206 orang tanaga honorer, hal ini dikarenakan kedua dinas ini merupakan pecahan dari Dinas Tata Ruang Permukiman dan Kebersihan karena adanya organisasi perangkat daerah baru yang telah disahkan dengan Perda Nomor 4 Tahun 2016. Namun sampai saat ini belum ada mutasi pegawai yang mana menjadi pegawai Dinas Penataan Ruang ataupun yang menjadi pegawai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Selanjutnya yang akan dibahas adalah Peluang yang dapat diupayakan dan dimanfaatkan untuk pengembangan pelayanan Dinas Penataan Ruang meliputi :

1. Tersedianya sarana dan prasarana kerja gedung kantor, sarana transpotasi dan peralatan kantor;

2. Tersedianya jalan yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan dalam wilayah kabupaten/kota;

3. Tersedianya akses air minum yang aman memalui sistem penyediaan Air Minum yang aman melalui sistem Penyediaan Air Minum dengan jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan terlindungi dengan kebutuhan pokok minimal 60 liter/orang/hari dengan cluster pelayanan sangat baik;

4. Terlayaninya masyarakat dalam pengurusan IMB di Kabupaten/Kota maupun Desa; 5. Terlayaninya masyarakat dalam pengurusan izin pemanfaatan ruang sesuai dengan

Peraturan Daerah tentang RTR wilayah Kabupaten/kota beserta rencana rincinya; 6. Terlaksananya tindakan awal terhadap pengaduan masyarakat tentang pelanggaran di

7. Respon positif masyarakat terhadap kebijakan pemerintah; 8. Potensi yang tersedia;

9. Minat masyarakat yang cukup tinggi.

Setelah potensi dan peluang yang dimiliki Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dibahas, selanjunya penjelasan mengenai permasalahan-permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi oleh Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dalam pengembangan pelayanan kepada masyarakat. Adapun Permasalahan Strategis yang dihadapi dalam pelaksanaan fungsi dan pelayanan SKPD saat ini antara lain :

1. Kurangnya ketersediaan data untuk besaran lus wilayah Ruang Terbuka Hijau yang ber HGB/HPL;

2. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya IMB;

3. Belum memadainya sarana dan prasarana pertamanan serta masih kurangnya ruang terbuka hijau sesuai yang di persyaratkan yaitu 30% dari luas wilayah;

4. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memelihara sarana dan prasarana terbangun; 5. Kapasitas dan kualitas air baku pada musim kemarau menurun, Kapasitas produksi IPA

tidak sesuai lagi dgn kapasitas terpasang, Kesulitan pendanaan untuk pengembangan, operasional dan pemeliharaan SPAM karena rendahnya tarif dan tingginya beban utang PDAM;

6. Sanitasi seringkali dianggap urusan yang tidak penting;

7. Kesulitan penyediaan lahan yang layak dan sesuai dengan ketentuan teknis pembangunan infrastruktur;

8. Kurangnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas dan memelihara areal pertamanan;

9. Tingkat pemahaman masyarakat akan dampak dari sanitasi yang buruk masih kurang. 10. Tidak adanya rencana induk sistem pengendalian air genangan (drainase), sistem data

dan informasi banjir (Flood Forecasting warning system); 11. Kurangnya kapasitas dan kualitas air bersih;

12. Masih kurangnya kualitas penataan ruang/wilayah serta pengawasan pemanfaatan ruang.

SelanjutnyaTantangan yang dihadapi dalam pengembangan pelayanan Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah :

1. Belum adanya Masterplan (Rencana Induk) untuk bidang-bidang yang ditangani Dinas Penataan Ruang seperti Rencana Induk penataan ruang, air bersih, drainase, jalan lingkungan;

2. Belum lengkapnya basis data untuk masing-masing bidang yang ditangani oleh Dinas Penataan Ruang;

3. Meningkatkan keterpaduan penanganan drainase dari lingkungan terkecil hingga wilayah yang lebih luas dalam suatu wilayah administrasi;

4. Memperluas akses pelayanan sanitasi dan meningkatkan kualitas fasilitasi sanitasi masyarakat yang akan mempengaruhi terhadap kualitas kehidupan sebagai bagian dari jasa layanan public dan kesehatan;

5. Mengembangkan kemampuan masyarakat dalam penyediaan air minum baik dalam pengolahan maupun pembiayaan penyediaan air minum;

6. Pemenuhan kebutuhan prasarana jalan lingkungan yang mendukung sistem transportasi harus memenuhi standar keselamatan jalan dan berwawasan lingkungan;

7. Meningkatkan kesadaran masyarakat agar dalam membangun bangunan gedung memperhatikan daya lingkungan sehingga dapat meminimalkan terjadinya banjir, longsor, kekumuhan dan rawan kriminalitas;

8. Melengkapi peraturan perundang-undangan dan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang penataan ruang untuk mendukung implementasi penataan ruang di lapangan; 9. Meningkatkan pemanfaatan RTR secara optimal dalam mitigasi dan penanggulngan

bencana, peningkatan daya dukung wilayah dan pengembangan kawasan;

10. Meningkatkan kepastian hukum dan koordinasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang; 11. Lahan yang semakin sempit;

12. Pertambahan penduduk dan aktivitas yang meningkat; 13. Birokrasi yang perlu disederhanakan;

14. Harga jual rumah semakin tinggi yang tidak seimbang dengan daya beli masyarakat. Permasalahan yang nantinya akan dihadapi oleh kedua dinas yang akan menangani sektor-sektor Bidang Cipta Karya selain yang tersebut diatas antara lain masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan dari aparatur/sumber daya manusia (SDM) yang menangani/mengelola berbagai bidang di berbagai Dinas/Badan dan Kantor di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Selain masih terbatasnya SDM bidang tertentu dan penempatan tenaga kerja yang sesuai keahlian, prasarana

dan sarana kerja juga masih terbatas seperti: ruang kerja, perangkat komputer, perangkat survey, kendaraan operasional dll sehingga belum optimal dalam pelaksanaan kerja.

Dengan rendahnya kualitas dan kapasitas aparatur sangat mengurangi efektifitas kelembagaan pemerintah. Dengan rendahnya SDM dalam kelembagaan dapat mengurangi efektifitas kerja dan banyak kegiatan yang tidak dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga keinginan para investor untuk masuk ke Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan kurang berminat apalagi faktor keamanan belum menjamin dalam pelaksanaan program. Namun untuk masuknya berbagai investor dan pelaku usaha yang turut dan ingin membantu, sangat memperhatikan kepada kualitas SDM pada kelembagaan pemerintah daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Untuk merumuskan rencana pengembangan tata laksana pembangunan Infrastruktur Bidang Cipta Karya, maka diperlukan evaluasi tata laksana, pengembangan standar dan operasi prosedur, serta pembagian kerja dan program yang jelas antar unit dalam instansi ataupun lintas instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, khususnya di bidang Cipta Karya.

Format umum dalam rencana tindakan untuk peningkatan aspek kelembagaan terkait dengan bentuk kebijakan dan strategi dalam pengambilan keputusan untuk mendukung pelaksanaan program kegiatan RPIJM 5 (lima) tahun kedepan. Strategi tersebut dilakukan dengan peningkatan fungsi dan peran dari setiap tingkatan pemerintahan, dinas-dinas dan lembaga/instansi terkait lainnya untuk menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan aturannya dalam bentuk koordinasi untuk pelaksanaan program RPIJM dari proses awal hingga akhir.

Dokumen terkait