• Tidak ada hasil yang ditemukan

POTENSI PERDAGANGAN PRODUK TEMBAKAU DI PERANCIS . 18

Dalam dokumen HS 2402 ROKOK MARKET BRIEF AGUSTUS 2012 (Halaman 18-41)

2.1 Ekspor Produk Tembakau Perancis Komoditi ke Dunia

Rokok, ibarat minuman anggur yang tidak dapat dipisahkan dari kultur Perancis meskipun awalnya tembakau berasal dari benua Amerika. Tembakau pertama kali dikenal oleh keluarga kerajaan Perancis pada tahun 1560 dalam bentuk bubuk. Tembakau saat itu lebih banyak digunakan sebagai obat-obatan khususnya obat penenang yang kemudian berkembang dengan cara dihisap melalui pipa rokok. Kebutuhan tembakau Perancis dipenuhi melalui diimpor hingga masa Lois XIII. Tembakau baru mulai ditanam di Perancis pada tahun 1636 di Clairac (Lot-et-Garonne) dan kemudian berkembang di daerah Lorraine dan Normandie. Produksi rokok dan

penjualannya dimulai pada tahun 1674 di masa pemerintahan Louis XIV. Dalam perkembangan selanjutnya, Pemerintah melakukan

monopoli rokok dan menarik pajak atau dikenal dengan cukai tembakau dari tanaman ini, namun pada tahun 1719 menghisap tembakau menjadi kegiatan yang dilarang bahkan bisa dijatuhi hukuman mati. Larangan ini berlaku diseluruh wilayah Perancis kecuali daerah Franche-Comté, la Flandre dan l'Alsace. Tembakau

19 dapat dengan bebas diperjualbelikan dan digunakan kembali pada tahun 1791 sehingga industri rokok pun berkembang pesat namun tetap dalam monopoli negara sebagaimana ditetapkan kembali oleh Napoleon ke-I.8 Monopoli negara terhadap perdagangan produk tembakau terus berlangsung hingga pembentukan SEIT (le Service d’Exploitation Industrielle des Tabacs) pada tahun 1926 dan berubah menjadi S.E.I.T.A. (Société d’exploitation industrielle des tabacs et des allumettes). Assosiasi ini berkantor pusat di Lyon dengan pabrik rokok utama dikenal dengan nama “manufacture du tabac” yang didirikan pada tanggal 21 November 1899.

Gambar 2 Situasi Produksi Rokok di Manufacture du Tabac Lyon

Sumber : Estat Perso http://pointer.voila.net/tabac.htm

8

20 Pada tahun 1950’an, tembakau ditanam pada lahan seluas 28.000 hektar pada 55 departement di Perancis dengan melibatkan 105.000 petani dan pengusaha yang berhasil memproduksi 1.500 batang rokok permenit atau telah mengalami kemajuan jika dibandingkan dengan produksi di tahun 1910’an dimana 1.500 batang rokok dihasilkan dalam sehari, dan pada tahun 2000’an 3.000 batang rokok dapat diproduksi dalam 1 menit.9 Situasi terakhir industri tembakau Perancis melibatkan 2.076 petani dan pengusaha dengan luas lahan tanam tembakau mencapai 7.000 hektar dengan varietas tanaman yang berbeda disetiap daerah seperti tembakau Brun, Burney dan Virginia sehingga Perancis berhasil memproduksi 18.000 ton tembakau pertahun yang diekspor ke sedikitnya 94 negara dengan komposisi 97% tembakau putih (virginia dan burney) dan 3% tembakau cokelat (Brun). Hal ini dikarenakan varietas utama yang ditanam rata-rata adalah varietas Burley seluas 1,5 Hektar dan varietas virginia seluas 7,9 hektar. Dengan perbedaan varietas tanaman tembakau maka berbeda pula waktu kerja yang digunakan yaitu antara 500 – 800 jam/tahun.

9

Baranci, Michael. Le tabac : quelque aspect oublié et méconnu. SEITA, 22 Oktober 2007 http://1951.polytechnique.org/URL/barancy.pdf

21 Gambar 3 Varietas Tembakau di Perancis

Tembakau Brun Tembakau Burley Tembakau Virginia

Sumber : Botanic, www.france-tabac.com

Industri tembakau Perancis menghasilkan 3 produk utama yaitu (1) Rokok/ sigaret, (2) Cerutu dan (3) Tembakau rajangan. Seiring dengan kenaikan harga produk olahan tembakau khususnya rokok dan cerutu maka tembakau rajangan menjadi komoditi yang terus meningkat di Perancis. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,

22 produksi tembakau rajangan meningkat sebesar 70,85% dari 4.905 milyar ton pada tahun 1991 meningkat menjadi 8.380 milyar ton pada tahun 2011 dengan nilai dagang mencapai peningkatan sebesar 891,56% yaitu dari 154 milyar euro pada tahun 1991 menjadi 1.527 milyar euro pada tahun 2011. Peningkatan tersebut sangat drastis jika dibandingkan dengan kedua komoditi olahan tembakau lainnya seperti kuantitas cerutu yang mengalami peningkatan sebesar 2,17% pada periode yang sama. Pada tahun 1991, produksi cerutu Perancis mencapai 1.473 juta ton dan meningkat menjadi 1.505 juta ton pada tahun 2011 dengan peningkatan nilai dagang mencapai 76,57% yaitu 286 milyar euro pada tahun 1991 dan menjadi 505 milyar euro pada tahun 2011. Jika kuantitas produksi cerutu dan tembakau rajangan mengalami peningkatan, sebaliknya produksi rokok Perancis mengalami penurunan sebesar (-44,28%) pada 1 dasawarsa terakhir namun nilai perdagangannya mengalami peningkatan sebesar 139,88% yaitu dari 6,42 milyar euro pada tahun 1991 menjadi 15,4 milyar euro pada tahun 2011. Hal ini terkait dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan harga rokok sehingga para perokok melakukan penghematan dengan membeli tembakau rajangan dan « meramu» nya sendiri dengan menggunakan kertas rokok dan busa filternya .

23 Grafik 1 Produksi dan Nilai Dagang Rokok, Cerutu dan Tembakau

Rajangan Perancis Tahun 1991 -2011

0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 1991 Kuantitas (Milyar Ton) 1991 Nilai Dagang (Milyar Euro) 2011 Kuantitas (Milyar Ton) 2011 Nilai Jual (Milyar Euro) Rokok Tembakau Rajangan Cerutu

Sumber : Observatoire français des drogues et des toxicomanies (OFDT)

Dengan produksi pada ke-3 (tiga) komoditi diatas, Perancis mampu melakukan ekspor kelompok HS 2402 Cigars, Cheroots, Cigarillos Substitutes dengan 3 komoditi turunan yaitu:

HS 240220 Cigarettes, containing tobacco

HS 240210 Cigars, cheroots and cigarillos, containing tobacco

24 Ekspor Perancis ke dunia untuk kelompok produk HS 2402 memberikan share sebesar 0,06% terhadap seluruh nilai ekspor Perancis pada tahun 2011 dengan nilai ekspor rokok mencapai 375,97 juta USD atau mengalami perkembangan sebesar 12,35% dari tahun 2010 yang nilainya mencapai 334,64 juta USD dan mengalami kenaikan sebesar 1,29% dari nilai ekspor tahun 2009 yang nilainya mencapai 3,71%. Pada periode Januari-Mei 2012, ekspor rokok Perancis mencapai 141,28 juta USD atau mengalami penurunan sebesar (-4,5%) dari periode yang sama pada tahun 2010 yang nilainya mencapai 147,94 juta USD. Nilai ekspor tersebut, sumbangan paling besar berasal dari HS 240220 Cigarettes, containing tobacco dengan share sebesar 99,51% dari total seluruh ekspor kelompok HS 2402 pada tahun 2011 dan Nilai ekspor kelompok ini mencapai 374,13 juta USD, sumbangan kedua berasal dari HS 240210 Cigars, cheroots and cigarillos, containing tobacco dengan nilai 1,69 juta USD memberikan share 0,45% dan share terkecil diberikan oleh kelompok HS 240290 dengan share 0,04% dan nilai ekspor sebesar 0,14 juta USD. Share yang kecil dari HS 240210 dan HS 24290 dikarenakan keduanya mengalami penurunan nilai ekspor diatas 50% selama kurun waktu 2009-2011 yang

masing-masing mencapai (-67,73%) untuk kelompok HS 240210 dan (-96,80%).

25 2.2 Negara Tujuan Ekspor Rokok Perancis Ke Dunia

Eksport produk tembakau Perancis tersebut banyak ditujukan ke negara-negara Eropa dan Timur Tengah. Pada tahun 2011, konsumen utama ekspor rokok Perancis adalah Jerman dengan nilai 164,41 juta USD disusul oleh Belgia sebesar 49,56 juta USD , Suriah sebesar 30,68 juta USD, Tunisia sebesar 28,04 juta USD dan Belanda sebesar 20,90 juta USD. Dari ke-5 (lima) besar negara tujuan ekspor Perancis, Terjadi peningkatan pada ekspor rokok Perancis ke Tunisia, Belgia dan Belanda serta terjadi penurunan nilai ekspor ke Suriah dan Jeman.

Peningkatan tertinggi terjadi pada ekspor rokok Perancis ke Tunisia yang mencapai 123,07% dan Belgia yang mencapai 105,68% dalam kurun waktu 2009-2011 dan penurunan tertinggi terjadi pada ekspor Perancis ke Suriah yang mencapai (-28,53), hal ini disebabkan oleh kondisi politik Suriah yang dalam kondisi perang saudara, dan pada periode Januari-Mei 2012 Suriah tidak lagi termasuk dalam negara tujuan ekspor rokok Perancis. Sehingga terjadi perubahan komposisi negara tujuan ekspor rokok Perancis pada periode Januari-Mei 2012 dengan menempatkan Jerman sebagai tujuan utama dengan nilai 52,56 juta USD, disusul Belgia dengan nilai 16,98 juta USD pada

26 posisi kedua, Posisi Suriah digantikan oleh Turki pada posisi ke-3 dengan nilai 12,96 juta USD selanjutnya pada posisi ke-4 dan ke 5 besar ditempati oleh Uni Emirat Arab dan Quait yang masing-masing memiliki nilai ekspor sebesar 12,52 juta USD dan 11,16 juta USD. Pada periode ini peningkatan ekspor rokok terbesar Perancis dialami oleh Uni Emirat Arab sebanyak 698,80% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai nilai 1,57 juta USD. Berikut disajikan table 10 besar negara tujuan ekspor HS 2402 Perancis.

Tabel 1 Daftar 10 Negara Utama Tujuan Ekspor Rokok Perancis

No Negara 2009 2010 2011 Jan-Mai 2012 1 Jerman 183,98 124,10 164,41 52,56 2 Belgia 24,10 38,18 49,56 16,98 3 Suriah 42,92 44,11 30,68 - 4 Tunisia 12,57 23,83 28,04 7,03 5 Belanda 15,54 21,30 20,90 8,21 6 Libanon 14,09 14,09 14,55 3,85

7 Uni Emirat Arab 8,54 3,48 9,77 12,52

8 Irak 15,11 23,18 9,34 -

9 Italia 4,33 5,35 7,29 2,30

10 Austria 6,78 8,11 7,26 2 ,00

27 Indonesia tidak berpartisipasi dalam kinerja ekspor Perancis untuk kelompok HS 2402 dikarenakan Indonesia tidak termasuk dalam 94 negara tujuan ekspor rokok Perancis.

2.3 Potensi Pasar Ekspor Produk Tembakau di Perancis

Produk olahan tembakau seperti rokok, cerutu dan tembakau rajangan memiliki peluang yang cukup menjanjikan di Perancis salah satunya disebabkan oleh semakin menurunnya produksi rokok dalam negeri Perancis disamping itu kondisi krisis eropa yang meningkatkan angka pengangguran juga meningkatkan jumlah perokok. Sebagaimana telah di bahas diawal market brief ini bahwa tembakau pada mulanya digunakan sebagai obat terutama obat penenang sehingga kondisi krisis eropa yang diiringi oleh tingginya tingkat stres membutuhkan relaksasi dan ketenangan. Kondisi krisis telah meningkatkan jumlah konsumen rokok di Perancis setelah tahun 2008, karena sebelumnya jumlah perokok cukup mengalami penurunan yang signifikan berkat gencarnya kampanye anti merokok demi kesehatan dan penerapan Undang-undang tanggal 10 Januari 1991 atau UU Evin yang menetapkan kenaikan harga tembakau dan pelarangan merokok ditempat-tempat umum.

28 Pada tahun 2010, harian Le Figaro menulis bahwa pada 1 dari 2 orang pengangguran menjadi perokok atau 50% pencari kerja merupakan perokok 10 Sehingga komposisi perokok menurut profesinya adalah pengangguran yang mencapai 49,6%, lalu pegawai yang mencapai 33,2%, pelajar 23,5% dan petani serta pekerja mencapai 19%. Konsumen dari pencari kerja naik +6,1% sejak tahun 2005 hingga 2010.

Grafik 2 Peningkatan Jumlah Konsumen Rokok di Perancis Tahun 1974-2010

Sumber: Le Figaro, 2010 dengan perubahan

10

Chayet, Delphine. Tabac : la consommation repart à la hausse. Le Figaro, diterbitkan pada tanggal 18 Oktober 2010 di http://www.lefigaro.fr/actualite-france/2010/10/18/01016-20101018ARTFIG00722-tabac-la-consommation-repart-a-la-hausse.php

Jumlah konsumen tembakau

berusia 18-75 tahun

berdasarkan jenis kelamin

38% PRIA

30% WANITA

29 Kondisi konsumen rokok pada tahun 2010 terdiri dari perokok pemula diperkirakan mencapai 34,8 juta, perokok musiman 14,9 juta dan perokok aktif mencapai 11,8 juta. Warga Perancis mulai merokok diusia 14 tahun namun sejak tahun 2010, anak-anak dibawah 14 tahun sudah mulai merokok sehingga perokok di Perancis berusia antara 12-75 tahun. Kelompok usia remaja 12-17 tahun mencapai 41%, dan selebihnya didominasi oleh kelompok umur dewasa 18-75 tahun. 11 Disamping kelompok umur para perokok juga dapat dikategorikan berdasarkan jenis kelamin dimana pria tetap mendominasi posisi konsumen rokok namun peningkatan yang cukup pesat terjadi pada perokok wanita. Berikut disajikan grafik yang menunjukkan peningkatan jumlah konsumen rokok sejak tahun 1974–2010 di Perancis

Berdasarkan grafik diatas juga nampak bahwa jumlah perokok berjenis kelamin perempuan mengalami peningkatan yang reguler yakni 10% pada tahun 1960-1970’an menjadi 34% ditahun 1990’an dan 26% pada tahun 2000’an hal ini terpengaruh oleh kondisi banyaknya wanita yang terjun di dunia karier dan professional juga berubahnya kultur dan pandangan masyarakat terhadap perokok di

11

OFDT. Tabac : consommation. November 2010,

30 negara maju sehingga 24% perokok adalah wanita sedangkan di negara sedang berkembang prosentase wanita yang merokok hanya 7% dari total perokok.12

Grafik 3 Peningkatan jumlah perokok perempuan dan pengangguran dalam kurun waktu 2005-2010

Sumber: Le Figaro, 2010

Peningkatan jumlah perokok dan pengguna tembakau tidak terpengaruh oleh kenaikan harga yang ditetapkan Pemerintah Perancis, pada bulan Oktober 2011, harga rokok naik sebesar 30 sen euro dan tahun 2012, harga rokok kembali naik sebesar 6%,

12

JOURDAN, Eric. Présentation Et Utilisation Du Logiciel Prévention Tabac. http://artic.ac-besancon.fr/svt/act_ped/svt_clg/cinquieme/tabac/tabac.htm

Pengangguran

Perokok

Evolusi Prosentase

31 sehingga harga rokok termurah 5,70 per bungkus. Meskipun tidak mempengaruhi jumlah perokok namun peningkatan harga mempengaruhi jumlah rokok yang berhasil dijual pada tahun 2010 sebanyak 54,79 milyar rokok atau menurun 0,3% dibandingkan tahun 2009 yang mencapai 54,98 milyar rokok namun peningkatan sebesar 4,7% terjadi pada tembakau rajangan (tabac à rouler) dari 7.257 ton pada tahun 2009 menjadi 7.598 ton tahun 2010. Sehingga total perdagangan tembakau untuk rokok di Perancis tahun 2010 mencapai 13 milyar euro.

Gambar 4 Peningkatan harga rokok

Sumber : La vie éco, November 2011 Sumber . La vie éco, 2011

32 2.4 Impor Produk Tembakau Perancis

Pasokan produk tembakau di Perancis dipenuhi melalui impor, terutama dari negara-negara Eropa yang menempati 10 besar negara pemasok produk tembakau di Perancis, sedangkan negara di luar Eropa yang menjadi pemasok utama adalah Kuba yang menempati posisi ke 11 dengan share sebesar 0,27% dan mengalami peningkatan sebesar 53,51% ditahun 2011. Adapun total impor produk tembakau Perancis pada tahun 2011 mencapai 2.114,53 juta USD atau 0,30% dari total impor Perancis. Nilai impor tersebut mengalami peningkatan sebesar 16,60% dari tahun 2010 yang nilainya mencaai 1.813,52 juta USD setelah mengalami penurunan (-2,16%) dari impor tahun 2009 senilai 1.853,54 juta USD. Share terbesar impor produk tembakau Perancis berasal dari Belanda yang mencapai 59,03% sehingga Belanda menduduki peringkat pertama dengan nilai 1.248,22 pada tahun 2011 dan senilai 411,91 pada periode Januari-Mei 2012. Peringkat kedua ditempati Jerman dengan nilai impor mencapai 392,99 juta USD lalu Polandia dengan nilai 248,06 juta USD, dan pada posisi ke-4 terdapat Belgia dengan nilai 62,20 dan Posisi ke-5 ada Inggris dengan nilai 44,00 juta USD.

33 Tabel 2 Sepuluh Besar Negara Pemasok Produk Tembakau di

Perancis No Negara 2009 2010 2011 Jan-Mei 2012 1 Belanda 1244,63 1229,38 1248,22 411,91 2 Jerman 323,01 331,25 392,99 171,38 3 Polandia 22,40 43,13 248,06 146,25 4 Belgia 58,45 57,08 62,20 21,70 5 Inggris 114,89 41,25 44,00 2,85 6 Spanyol 3,07 28,79 36,99 8,74 7 Lituania 23,30 26,60 24,59 11,74 8 Portugal 34,57 22,33 13,70 4,45 9 Luxemburg 7,71 8,50 11,15 4,58 10 Austria 6,58 0,99 7,38 0 Sumber : DSNCE, 2012

Indonesia menempati urutan ke-23 sebagai negara pemasok produk tembakau di Perancis dengan share 0,014% terhadap impor produk tembakau secara keseluruhan pada tahun 2011. Nilai impor mencapai 0,29 juta USD pada tahun 2011 atau meningkat sebesar 55,15% dari tahun 2010 yang nilainya mencapai 0,19 juta USD. Pada Periode Januari-Mei 2012, nilai impor Perancis dari Indonesia nilainya dibawah 0,00 juta USD berbeda dengan tahun 2010 yang nilainya mencapai

34 0,02 juta USD. Produk tembakau yang diimpor Perancis dari Indonesia berupa kelompok produk :

HS 240210 Cigars, cheroots and cigarillos, containing tobacco

HS 240220 Cigarettes, containing tobacco

Kelompok HS 240210 Cigars, cheroots and cigarillos, containing tobacco lebih diminati dengan nilai impor mencapai 0,29 juta USD

pada tahun 2011 atau meningkat 59% dari tahun 2010 tetapi menurun (-29,5%) dari impor tahun 2009 yang mencapai 0,58%, sedangkan nilai impor kelompok HS 240220 masih sangat kecil berada dibawah 0,00 juta USD pada tahun 2011 namun telah mencapai nilai 0,0044 juta USD pada tahun 2010 dan 0,027 juta USD sehingga penurunannya mencapai lebih dari 80%. Diatas Indonesia terdapat Rumania yang menempati posisi ke 22 dengan nilai perdagangan mencapai 0,36 juta USD pada tahun 2011 dan dibawah Indonesia terdapat 2 negara Amerika Latin Costa Rika dan Cjili, Costa Rika dengan nilai perdagangan mencapai 0,19 juta USD pada posisi 24 dan Chili dengan nilai impor mencapai 0,12 juta USD tahun 2011 menempati ranking ke 25.

35 Negara ASEAN yang juga menjadi pemasok kelompok HS 2402 dan menempati kelompok 50 besar adalah Philipina dan Singapura. Philipina yang menempati urutan ke 30 dengan nilai impor mencapai 0,03 pada tahun 2011 atau mengalami penurunan sebesar (-46,69%) dari nilai impor tahun 2010 yang mencapai 0,06 juta USD. Singapura menempati ranking ke 37 dengan nilai impor masih di bawah 0,00 juat USD. Dengan demikian, impor terbesar produk tembakau Perancis dari negara ASEAN berasal dari Indonesia sehingga Indonesia memiliki peluang yang cukup menjanjikan.

2.5 Regulasi Produk Tembakau Di Perancis

1. Iklan rokok tidak dapat dilakukan baik berupa iklan ekplisit maupun implicit terlebih mempertontonkan orang yang sedang merokok secara langsung sebagaimana diatur oleh UU Evin tahun 1991. Pelanggaran terhadap peraturan periklanan ini akan dikenakan hukuman denda sebesar 100.000 € dan dilarang melakukan penjualan selama 5 tahun sebagimana diatur dalam Pasal L 3512-2 CSP. Namun iklan dapat dilakukan dengan menjadi sponsor pada pertandingan olah raga mengacu pada Pasal L 3511-5 CSP.

36 2. Harga rokok termurah saat ini adalah 5,70€ dan termahal 6,20€. Harga yang ditetapkan per bungkus akan mencakup komposisi pembagian hasil sebagai berikut: 80,4% pajak cukai untuk Negara, 8,2% penjual dan 11,4% untuk pengusaha/produsen.

Gambar 5 Ilustrasi Harga Rokok

Sumber: La Vie Eco, Oktober 2011

3. Penjualan rokok berdasarkan Pasal L 3511-2-1 dilarang menjual dan memberikan rokok secara gratis kepada anak dibawah umur 18 tahun. Penjual rokok harus mendapatkan izin secara yuridis berdasarkan pasal L. 3335-1 dan tidak dapat menjual rokok dalam mesin distributor untuk rokok yang kemasannya kurang dari 20 batang/ bungkus.13

13

Comite National Contre de Tabagisme. Tabac & loi en France. http://www.cnct.fr/textes-juridiques-48/tabac-loi-en-france-1-46.html

80,4% Cukai /Negara

8,2% Penjual Rokok 11,4% Produsen

37 4. Batasan maksimal membawa rokok, berdasarkan Pasal 7 Peraturan Imigrasi (le Code des Douanes) seseorang dapat membawa rokok dari luar Perancis untuk konsumsi pribadi dan tidak untuk diperdagangkan maksimal 1 kg atau 5 slot rokok.

5. Kemasan rokok berdasarkan Pasal L3511-1 harus mencantumkan materi yang tekandung dalam setiap bungkus rokok, dan berdasarkan Pasal 3511-6 harus mencantumkan dengan jelas dan terang bahaya merokok, jika di Indonesia ditulis dengan peringatan “merokok dapat menyebabkan kanker serangan jantung impotensi dan gangguan kehamilan dan janin” di Perancis di tulis “Merokok menyebabkan kematian” atau “Fumer Tue”.

Gambar 6 Contoh Penulisan Bahaya Merokok

Penulisan Larangan di Perancis

Penulisan Larangan di Indonesia

38 2.6 Saluran Distribusi Produk Tembakau Di Perancis

Wilayah Perancis yang warganya membelanjakan uang untuk rokok tertinggi terdapat di daerah Department Gironde yaitu 300€ per orang untuk rokok dan di daerah Pyrénées-Orientales yaitu 148 € per orang. Warga Perancis biasa membeli rokok melalui 3 cara yaitu : 1. 5% penyaluaran rokok dilakukan secara illegal yakni transaksi

pembelian illegal seperti penyelundup dan pembelian via internet, hal ini ditujukan untuk mendapatkan harga yang murah karena tidak membayar pajak.

2. 15% penyaluran dilakukan secara legal namun bebas pakaj biasanya transaksi pembelian dilakukan didaerah perbatasan atau dibawa dari daerah-daerah diluar Perancis seperti Kepangeranan Andora yang kemudian dijual kembali.

3. 80% penyaluran melalui system resmi seperti toko-toko Tabac, supermarket dan mesin mandiri.14

Distributor dan penyalur untuk penjualan ritel yang saat ini menguasai perdagangan produk tembakau di Perancis adalah :

14

Direction générale des douanes et droits indirects. Modalités d’approvisionnement du tabac en France Evaluation des achats hors du réseau des buralistes. Agustus 2011

39 Grup Philip Morris International pada tahun 2011 menguasai 40,5% pasar rokok Perancis berkat penjualan rokok dengan merek dagang Marlboro dan Philip Morris.

Grup Altadis Imperial Tobacco pada tahun 2011 menguasai 26,6% pasar rokok Perancis dengan merek dagang Fortuna, Gauloises dan Gitanes

Grup British American Tobacco pada tahun 2011 menguasai 16,4% pasar rokok dengan merek dagang Lucky Strike, Benson & Hedge

Grup Japan Tobacco International pada tahun 2011 menguasai 15,7% pasar rokok dengan merek dagang Camel dan Winston…

Disamping ke-4 kelompok penyalur mayoritas tersebut, masih terdapat 40’an penyalur lainnya di Perancis, salah satunya adalah Altadis Distribution (eks-Seita Distribution) .

40 2.7 Hambatan Bisnis Produk Tembakau di Perancis

Bisnis produk tembakau terkait erat dengan kontroversi terhadap kandungan nikotinnya sehingga saat ini pebisnis tembakau berhadapan dengan penggerak anti-tembakau dengan alasan kesehatan. Beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan dan cukup menurunkan konsumsi rokok di Perancis diantaranya dalam kurun 30 tahun terakhir adalah

 Undang-undang Tanggal 9 Juli 1976 yang disebut UU Veil mengatur tentang iklan dan pemasangan pemberitahuan bahaya merokok pada kemasan rokok.

 Undang-undang Tanggal 10 Januari 1991 disebut UU Evin mengatur tentang iklan, kenaikan harga rokok dan larangan merokok ditempat-tempat umum termasuk

perkantoran.

 Peraturan Nomor 15 November 2006 yang menetapkan larangan merokok pada areal publik kususnya seperti rumah sakit, sekolah, perusahaan, transportasi publik dan seluruh ruangan tertutup.

41

Dalam dokumen HS 2402 ROKOK MARKET BRIEF AGUSTUS 2012 (Halaman 18-41)

Dokumen terkait