• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kekuatan (Strength)

Kekuatan yang ada pada Pengadilan Negeri Cilacap ditunjang dari beberapa aspek yaitu:

1. Aspek Proses Peradilan

 Dalam melaksanakan tugas pokok sebagai Hakim berpedoman pada peraturan perundang-undangan (UUD 1945, UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Keputusan Ketua Mahkamah Agung, Surat Edaran Mahkamah Agung).

 Pemegang kekuasaan kehakiman tertinggi.

 Adanya kekuasaan merdeka yang dimiliki oleh Hakim untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan peradilan.

2. Aspek Sumber Daya Aparatur Peradilan

 Adanya Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Bimbingan Teknis (Bimtek) Hakim, Panitera Pengganti, Pejabat Kepaniteraan yang bertujuan menambah ilmu pengetahuan sesuai perkembangan zaman.

 Adanya diklat penjenjangan untuk unsur pimpinan pengadilan guna meningkatkan kinerja diharapkan menjadi pimpinan yang bisa memberikan teladan kepada stafnya (role model).

3. Aspek Pengawasan dan Pembinaan

 Adanya pengawasan dari Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI yang dilakukan secara berkala.

 Adanya pembinaan dari Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

 Adanya pembinaan terhadap personil-personil tiap bulan oleh Ketua Pengadilan Negeri Cilacap.

4. Aspek Tertib Administrasi dan Manajemen Peradilan

 Adanya Buku Pedoman (Buku II) dari Mahkamah Agung RI.

 Adanya Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

 Adanya Kode Etik Hakim.

5. Aspek Sarana dan Prasarana

 Adanya Daftar Isian Pagu Anggaran (DIPA) setiap tahunnya yang mencakup belanja barang dan belanja modal.

 Adanya fasilitas inventaris kantor yang memadai.

B. Kelemahan (Weakness)

Kelemahan-kelemahan yang ada di Pengadilan Negeri Cilacap dirinci dalam beberapa aspek:

1. Aspek Proses Peradilan

 Komposisi hakim belum sesuai dengan komposisi dan jumlah perkara yang masuk.

 Masih banyak tunggakan perkara masa lalu yang harus diselesaikan terutama perkara pidana.

 Adanya tumpukan limpahan perkara pada akhir tahun yang dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri.

2. Aspek Sumber Daya Aparatur Peradilan

 Jumlah rekrutmen PNS yang diterima belum sesuai dengan kebutuhan di Pengadilan Negeri Cilacap.

 Belum memperoleh kesempatan mengikuti Diklat dan Bimtek untuk Hakim, Panitera Pengganti, dan Pejabat Kepaniteraan.

 Terbatasnya kesempatan mengikuti Diklat Penjenjangan untuk Pimpinan.

3. Aspek Pengawasan dan Pembinaan

 Belum diterapkannya evaluasi penilaian kinerja.

4. Aspek Tertib Administrasi dan Manajemen Peradilan

 Kurangnya pemahaman terhadap peraturan (buku Pedoman) dan peraturan tentang disiplin pegawai.

5. Aspek Sarana dan Prasarana

 Minimnya anggaran untuk penggantian inventaris kantor.

 Usulan – usulan belanja modal yang belum seluruhnya dipenuhi.

C. Peluang (Opportunities)

Berikut adalah peluang-peluang yang dimiliki Pengadilan Negeri Cilacap untuk melakukan perbaikan ditinjau dari beberapa aspek:

1. Aspek Proses Peradilan

Adanya website dan Virtual WA Pengadilan Negeri Cilacap yang memberikan informasi kepada masyarakat tentang proses berperkara, maupun permohonan surat keterangan.

2. Aspek Sumber Daya Aparatur Peradilan

 Adanya tunjangan kinerja/remunerasi sebagai motivasi dalam peningkatan kinerja.

 Adanya sosialisasi, bimbingan teknis, pelatihan yang dilaksanakan Pengadilan Tinggi Semarang maupun Mahkamah Agung RI untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

3. Aspek Pengawasan dan Pembinaan

 Adanya kegiatan pengawasan yang dilaksanakan secara berkala baik dari internal Pengadilan Negeri Cilacap melalui Hakim Pengawas Bidang maupun dari Pengadilan Tinggi Jawa Tengah dan Mahkamah Agung RI.

 Adanya pengawasan eksternal dari BPK.

4. Aspek Tertib Administrasi dan Manajemen Peradilan

 Dukungan dan koordinasi yang baik antara kesekretariatan dan kepaniteraan di Pengadilan Negeri Cilacap.

 Adanya pemahaman pegawai terhadap tugas dan fungsi.

5. Aspek Sarana dan Prasarana

 Sudah tersedianya fasilitas Teknologi Informasi di Pengadilan Negeri Cilacap berupa internet dan website Pengadilan Negeri Cilacap.

D. Tantangan yang dihadapi (Threats)

Berikut adalah tantangan-tantangan di Pengadilan Negeri Cilacap yang akan dihadapi dan harus dipikirkan cara terbaik untuk tetap dapat melakukan perbaikan sebagaimana yang diharapkan.

1. Aspek Proses Peradilan

 Belum adanya sistem peradilan yang dapat mempercepat suatu proses berpekara. Perbaikan sistem peradilan diperlukan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengadilan agar dapat melakukan proses perkara secara efektif dan efisien.

2. Aspek Sumber Daya Aparatur Peradilan

 Personil di Pengadilan Negeri Cilacap belum seluruhnya memahami visi dan misi Pengadilan Negeri Cilacap.

 Mengusulkan Hakim, Panitera Pengganti, dan Pejabat Struktural untuk mengikuti Diklat/Bimtek.

3. Aspek Pengawasan dan Pembinaan

 Belum maksimalnya sistem reward and punishment untuk mengontrol kinerja aparat peradilan.

 Kurangnya respons terhadap kontrol masyarakat baik langsung maupun melalui website.

4. Aspek Tertib Administrasi dan Manajemen Peradilan

 Adanya letak pengadilan yang jauh di daerah, sehingga pengiriman administrasi untuk perkara banding ke Pengadilan Tinggi Semarang maupun ke Mahkamah Agung RI membutuhkan waktu lebih lama.

5. Aspek Sarana dan Prasarana

 Anggaran yang diberikan pusat untuk pengadaan sarana dan prasarana tidak sesuai dengan kebutuhan.

BAB II

VISI, MISI DAN TUJUAN

2.1. VISI

Rencana Strategis Pengadilan Negeri Cilacap Tahun 2015–2019 merupakan komitmen bersama dalam menetapkan kinerja dengan tahapan- tahapan yang terencana dan terprogram secara sistematis melalui penataan, penertiban, perbaikan pengkajian, pengelolaan terhadap sistem kebijakan dan peraturan perundangan-undangan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi.

Selanjutnya untuk memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolok ukur kinerja Pengadilan Negeri Cilacap diselaraskan dengan arah kebijakan dan program Mahkamah Agung yang disesuaikan dengan rencana pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang (RPNJP) 2005–2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015–2019, sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Pengadilan dalam mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi pada tahun 2015–2019.

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan untuk mewujudkan tercapainya tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Cilacap. Visi Pengadilan Negeri Cilacap mengacu pada Visi Mahkamah Agung RI adalah sebagai berikut:

“Terwujudnya Pengadilan Negeri Cilacap Kelas I A yang Agung”

2.2. MISI

Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai visi yang ditetapkan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan terwujud dengan baik.

Misi Pengadilan Negeri Cilacap adalah sebagai berikut:

1. Menjaga kemandirian Pengadilan Negeri Cilacap Kelas I A

2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan 3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan di Pengadilan Negeri Cilacap Kelas I

A

4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi di Pengadilan Negeri Cilacap Kelas I A

2.3. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS

Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun dan tujuan ditetapkan mengacu kepada pernyataan visi dan misi Pengadilan Negeri Cilacap.

Adapun Tujuan yang hendak dicapai Pengadilan Negeri Cilacap adalah sebagai berikut:

1. Proses peradilan yang pasti,transparan dan akuntabel;

2. Efektivitas pengelolaan penyelesaian perkara;

3. Akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan;

4. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.

Sasaran adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima tahun ke depan dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, sasaran strategis yang hendak dicapai Pengadilan Negeri Cilacap adalah sebagai berikut :

1. Terwujudnya proses peradilan yang pasti, transparan dan akuntabel;

2. Peningkatan efektivitas pengelolaan penyelesaian perkara;

3. Meningkatnya Akses peradilan bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan

4. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan.

INDIKATOR KINERJA UTAMA

Indikator Kinerja Utama diperlukan sebagai tolak ukur atas keberhasilan sasaran strategis dalam mencapai tujuan. Hubungan tujuan, sasaran dan indikator kinerja utama dengan digambarkan sebagai berikut:

REVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI CILACAP KELAS I A

TAHUN 2019

NO KINERJA

UTAMA INDIKATOR KINERJA PENJELASAN PENANGGUNG

JAWAB SUMBER DATA

1. Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel

a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan :

- Perdata

- Pidana Catatan :

Sisa perkara : sisa perkara tahun sebelumnya

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

b. Persentase perkara : - Perdata

- Pidana

yang diselesaikan

tepat waktu Catatan :

perbandingan jumlah perkara yang diselesaikan dengan perkara yang harus diselesaikan (sisa awal tahun dan perkara yang masuk)

Jumlah perkara yang ada = jumlah perkara yang diterima tahun berjalan

ditambah sisa perkara tahun sebelumnya

Penyelesaian perkara tepat waktu = perkara yang diselesaikan tahun berjalan

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

c. Persentase penurunan sisa perkara:

- Perdata

- Pidana Tn = Sisa perkara tahun berjalan Tn.1 = Sisa perkara tahun sebelumnya Catatan:

Sisa Perkara adalah Perkara yang belum diputus pada tahun berjalan

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan Jumlah Perkara yang diselesaikan tahun berjalan

Jumlah Perkara yang ada x 100%

Tn.1− TnTn.1 x 100%

Jumlah Sisa Perkara yang diselesaikan

Jumlah Sisa Perkara yang Harus diselesaikan x 100%

d. Persentase perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum :

Secara hukum semakin sedikit yang mengajukan upaya hukum, maka semakin puas atas putusan pengadilan

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

e. Persentase Perkara Pidana Anak yang Diselesaikan dengan

Diversi Catatan:

Diversi: anak pelaku kejahatan tidak dianggap sebagai pelaku kejahatan, melainkan sebagai korban

Panitera Laporan Bulanan Laporan Tahunan dan

f. Index responden pencari keadilan yang puas terhadap layanan peradilan

Index Kepuasan Pencari Keadilan Catatan :

PERMENPAN Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tanggal 24 Februari 2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Index Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah sesuai Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2014 Tentang Pedoman Survey Kepuasan Masyarakat Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik

Panitera Laporan Semesteran dan Laporan

Tahunan

2. Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Penyelesaian Perkara

a. Persentase Isi Putusan Yang Diterima Oleh para pihak Tepat Waktu

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan b. Persentase Perkara yang

Diselesaikan melalui

Mediasi Catatan :

Perma No.1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan Jumlah Perkara yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum

Jumlah Putusan Perkara x 100%

Jumlah Perkara Pidana Anak yang Diselesaikan secara Diversi

Jumlah Perkara Pidana Anak x 100%

x 100%

Jumlah Isi Putusan yang diterima tepat waktu Jumlah Putusan

Jumlah Perkara yang diselesaikan melalui Mediasi

Jumlah Perkara yang dilakukan Mediasi x 100%

c. Persentase berkas perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu

Panitera Laporan Bulanan

dan Laporan Tahunan

d. Persentase putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu 1 hari setelah diputus

Panitera Laporan Bulanan Laporan Tahunan dan

3 Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

a. Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan

Catatan :

Perma No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan

Panitera Laporan Bulanan Laporan Tahunan dan

b. Persentase Perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan

Jumlah Perkara yang diselesaikan di luar gedung pengadilan

Jumlah Perkara yang seharusnya diselesaikan di luar gedung pengadilan Catatan :

PERMA No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan

Di luar gedung pengadilan adalah perkara yang diselesaikan di luar kantor pengadilan (zetting plaatz, sidang keliling maupun gedung-gedung lainnya)

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan

c. Persentase Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapat Layanan Bantuan Hukum (Posbakum)

Jumlah Pencari Keadilan Golongan Tertentu yang Mendapatkan Layanan Bantuan Hukum Jumlah Pencari Keadilan Golongan Tertentu

Catatan :

PERMA No. 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan

Panitera Laporan Bulanan Laporan Tahunan dan x 100%

Jumlah berkas perkara yang diajukan banding kasasi dan PK secara lengkap

Jumlah berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi dan PK

Jumlah Perkara Prodeo yang diselesaikan

Jumlah Perkara Prodeo x 100%

x 100%

x 100%

Jumlah putusan perkara Tipikor yang di upload dalam website Jumlah perkara Tipikor

yang diputus

x 100%

Golongan tertentu yakni masyarakat miskin dan terpinggirkan (marjinal) 4. Meningkatnya

Kepatuhan Terhadap Putusan Pengadilan

Persentase Putusan Perkara Perdata yang Ditindaklanjuti (dieksekusi)

Jumlah Putusan perkara yang ditindaklanjuti Jumlah Putusan Perkara yang sudah BHT

Catatan :

BHT : Berkekuatan Hukum Tetap

Panitera Laporan Bulanan dan Laporan Tahunan x 100%

2.4. PROGRAM DAN KEGIATAN

Sasaran Strategis merupakan pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan bagi Pengadilan Negeri Cilacap untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan dan membuat rincian Program dan Kegiatan Pokok yang akan dilaksanakan sebagai berikut:

A. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum

Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum merupakan program untuk mencapai sasaran strategis dalam hal penyelesaian perkara, tertib administrasi perkara, dan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan. Kegiatan Pokok yang dilaksanakan Pengadilan Negeri Cilacap dalam pelaksanaan Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum adalah:

1. Penyelesaian sisa perkara pidana dan perdata.

2. Penyelesaian perkara pidana dan perdata.

3. Penurunan sisa perkara perdata dan pidana.

4. Penelitian berkas perkara yang diajukan upaya hukum (banding, kasasi, PK, grasi, dan verzet terhadap putusan verstek) disampaikan secara lengkap dan tepat waktu.

5. Perkara pidana anak yang diselesaikan dengan diversi.

6. Indeks responden pencari keadilan yang puas terhadap layanan peradilan.

7. Isi putusan yang diterima oleh para pihak tepat waktu.

8. Perkara prodeo yang diselesaikan.

9. Pencari keadilan golongan tertentu yang mendapat layanan POSBAKUM.

B. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung dibuat untuk mencapai sasaran strategis meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mencapai pengawasan yang efektif dan efisien. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam program ini adalah:

1. Pelaksanaan diklat teknis yudisial dan non yudisial.

2. Tindak lanjut pengaduan yang masuk.

3. Tindak lanjut temuan yang masuk dari tim pemeriksa.

C. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung bertujuan untuk mencapai sasaran strategis dalam penyediaan sarana dan prasarana. Kegiatan pokok program ini adalah pengadaan sarana dan prasarana di lingkungan peradilan tingkat banding dan tingkat pertama.

BAB III

ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI

3.1. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGADILAN NEGERI CILACAP

Dalam rangka mewujudkan visi dan misi, tujuan, dan sasaran yang ditetapkan, Pengadilan Negeri Cilacap menetapkan arah dan kebijakan dan strategi sebagai berikut:

A. Peningkatan kinerja

Peningkatan kinerja sangat menentukan dalam meningkatkan sistem manajemen perkara yang akuntabel dan transparan sehingga masyarakat pencari keadilan dapat memperoleh kepastian hukum.

Kinerja sangat mempengaruhi tinggi rendahnya angka penyelesaian perkara, proses peradilan yang cepat, sederhana, transparan, dan akuntabel. Peningkatan kinerja bertujuan untuk meningkatkan integritas sumber daya aparatur peradilan. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mendukung kebijakan dan strategi peningkatan kinerja:

 Pembinaan sistem karir merupakan perbaikan dalam mekanisme promosi dan mutasi sesuai dengan kompetensi.

 Menguasai Standar Operasional Pekerjaan (SOP) sesuai bidangnya.

 Adanya dukungan sarana dan prasarana dan teknologi informasi yang memadai untuk meningkatkan kinerja.

 Adanya tunjangan khusus kinerja (remunerasi).

 Pengawasan eksternal dan internal. Hal ini disebutkan untuk menjamin berjalannya proses penegakan hukum yang akuntabel, dan memenuhi rasa keadilan masyarakat.

B. Peningkatan kualitas pelayanan publik

Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, diperlukan kebijakan yang memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

 Memiliki standar pelayanan bagi pencari keadilan mengatur dengan jelas hak dan kewajiban penyelenggaraan pelayanan maupun penerima layanan.

 Memiliki mekanisme penanganan pengaduan dan informasi.

 Meningkatkan sarana prasarana dan teknologi informasi untuk

pelayanan publik.

 Adanya kontrol dari masyarakat melalui kotak saran maupun kunjungan website.

BAB IV PENUTUP

Renstra Pengadilan Negeri Cilacap 2015-2019 diarahkan untuk merespons berbagai tantangan dan peluang sesuai dengan tuntutan perubahan lingkungan strategis, baik yang bersifat internal maupun yang bersifat eksternal. Renstra ini merupakan upaya untuk menggambarkan peta permasalahan, titik-titik lemah, peluang tantangan, program yang ditetapkan, dan strategis yang akan dijalankan selama kurun waktu lima tahun, serta output yang ingin dihasilkan dan outcome yang diharapkan.

Rencana strategis Pengadilan Negeri Cilacap harus terus disempurnakan dari waktu ke waktu. Dengan demikian renstra ini bersifat terbuka dari kemungkinan perubahan. Melalui renstra ini diharapkan dapat membantu pelaksana pengelola kegiatan dalam melakukan pengukuran tingkat keberhasilan terhadap kegiatan yang dikelola.

Dengan Renstra ini pula, diharapkan setiap bagian di lingkungan Pengadilan Negeri Cilacap memiliki pedoman yang dapat dijadikan penuntun bagi pencapaian arah, tujuan, dan sasaran program selama lima tahun yaitu 2015–2019, sehingga visi dan misi Pengadilan Negeri Cilacap dapat terwujud dengan baik.

REVIU MATRIK RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015 – 2019 PENGADILAN NEGERI CILACAP

Visi : Terwujudnya Pengadilan Negeri Cilacap Kelas I A yang Agung Misi :

1. Menjaga kemandirian Pengadilan Negeri Cilacap Kelas I A

2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan 3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan di Pengadilan Negeri Cilacap Kelas I A 4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi di Pengadilan Negeri Cilacap Kelas I A No

Tujuan Target

Jangka Mene Ngah

Sasaran Target Strategis

Uraian Indikator Kinerja Uraian Indikator Kinerja 2015 2016 2017 2018 2019 Program Kegiatan Indikator

Kegiatan Tar-

a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan :

Terwujudnya Proses Peradilan yang Pasti, Transparan dan Akuntabel

a. Persentase sisa perkara yang

b. Persentase perkara yang diselesaikan

95% d. Persentase perkara

yang Tidak

1% e. Persentase Perkara

Pidana Anak yang Diselesaikan dengan Diversi

0 % 2% 1%

f. Index responden

pencari keadilan 80.75% f. Index responden

pencari keadilan

yang puas terhadap layanan peradilan

yang puas terhadap

layanan peradilan kepuasan

masyarakat terhadap layanan peradilan 2. Efektivitas

Pengelolaan Penyelesaian Perkara

a. Persentase Isi Putusan Yang Diterima Oleh para pihak Tepat Waktu

100% Peningkatan Efektivitas Pengelolaan

Penyelesaian Perkara

a. Persentase Isi Putusan Yang Diterima Oleh para pihak Tepat Waktu yang diterima oleh para lengkap dan tepat waktu

85% c. Persentase berkas

perkara yang diajukan Banding, Kasasi dan PK secara lengkap dan tepat waktu

100 putusan dalam jangka waktu satu hari setelah diputus

0 .

3. Akses Peradilan bagi Masyarakat

100% Meningkatnya Akses Peradilan bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan

a. Persentase Perkara Prodeo yang diselesaikan di luar gedung pengadilan

100% b. Persentase Perkara

yang diselesaikan di luar gedung pengadilan

c. Persentase Pencari

100% c. Persentase Pencari

Keadilan Golongan Perkara Perdata yang Perkara Perdata yang Ketua Pengadilan Negeri Cilacap

SUKRI SULUMIN, SH, MH NIP. 196308171992121001

Dokumen terkait