• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komoditas tanaman pangan khususnya padi memiliki peranan pokok dalam pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, sehingga dari sisi ketahanan pangan nasional fungsinya menjadi amat penting dan strategis. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan, perluasan areal dan penyempurnaan manajemen lahan, sehingga pembangunan pertanian yang dicita-citakan dapat terwujud. Adapun Luas Panen, produksi dan produktvitas tanaman pangan di Kabupaten Sumbawa adalah sebagaimana tabel berikut.

Komoditi padi pada tahun 2015 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2014, baik peningkatan luas panen sebesar 9.492 Ha atau 10,84% maupun peningkatan produksi sebesar 31.701 ton

atau 7,06%. Sementara untuk produktivitas mengalami penurunan sebesar 1,75 kw/ha atau -3,41% dibandingkan tahun sebelumnya, akan tetapi dalam rentang waktu 2011-2015 rata-rata produktivitas padi mengalami peningkatan sebesar 0,23% pertahun, sebagaimana berikut.

Gambar 1.27

Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Padi di Kabupaten Sumbawa Tahun 2011-2015 (Angka Tetap 2015 dan angka tahun 2016 belum tersedia)

Jagung merupakan salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Sumbawa, karena memiliki keunggulan kompetitif yaitu berupa kecerahan biji yang sempurna serta produktivitasnya yang tinggi. Komoditi jagung pada tahun 2015 mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2014, dengan peningkatan luas panen sebesar 6.669 Ha atau 15,49% dan peningkatan produksi sebesar 42.627 ton atau 14,84%. Sementara produktivitas jagung menurun sebesar 0,38 kw/ha atau -0,57% dibandingkan tahun 2014, akan tetapi dalam rentang waktu 2011-2015, komoditi jagung mengalami peningkatan rata-rata produktivitas sebesar 7,05% pertahun.

Gambar 1.28

Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Jagung di Kabupaten Sumbawa Tahun 2011-2015 (Angka Tetap 2011-2015 dan angka tahun 2016 belum tersedia)

Komoditi kedelai di Kabupaten Sumbawa pada tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2014, dengan menurunnya luas panen sebesar 1.121 Ha atau 13,21% dan produksi kedelai sebesar 3.822 ton atau -28,70%. Demikian pula dengan produktivitasnya mengalami penurunan sebesar 2,80 kw/ha atau -17,83% dibandingkan tahun sebelumnya. Akan bila dirata-ratakan dalam rentang waktu 2011-2015 baik luas panen dan produksi kedelai mengalami peningkatan masing-masing sebesar 22,51%pertahun dan 34,00% pertahun.

Gambar 1.29

Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Kedelai Kabupaten Sumbawa tahun 2011-2015 (Angka Tetap 2011-2015 dan angka tahun 2016 belum tersedia)

Untuk komoditi kacang tanah, pada tahun 2015 mengalami peningkatan, baik luas panen, produksi maupun produktivitasnya dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk luas panen kacang tanah meningkat sebesar 10 ha atau 0,82%, produksi sebesar 52 ton atau 3,73%, dan produktivitas sebesar 0,32 kw/ha atau2,79%. Demikian pula dalam rentang tahun 2011-2015, terjadi peningkatan rata-rata luas panen, produksi dan produktivitasnya masing-masing sebesar 47,75% pertahun, 86,99% pertahun dan 5,81% pertahun, sebagaimana berikut.

Gambar 1.30

Luas Panen, Produksi dan Produktivitas kacang tanah di Kabupaten Sumbawa Tahun 2011-2015

(Angka Tetap 2015 dan angka tahun 2016 belum tersedia)

Kacang hijau merupakan salah satu komoditi yang banyak dikembangkan di Kabupaten Sumbawa, seperti varietas Kacang Hijau Sampeong. Varietas ini merupakan varietas lokal unggulan yang memiliki rasa dan aroma kacang hijau yang kuat serta daya simpan yang lebih lama. Pada tahun 2015, terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2014, dengan luas panen kacang hijau yang meningkat sebesar 3.431 ha atau 32,80% dan produksi sebesar 3.785 ton atau 31,86%. Sementara untuk produktivitasnya, mengalami penurunan sebesar 0,08 kw/ha atau -0,70% dibandingkan tahun sebelumnya, akan tetapi dalam rentang waktu 2011-2015 rata-rata produktivitas kacang hijau mengalami peningkatan sebesar 0,53% pertahun.

Gambar 1.31

Luas Panen, Produksi dan Produktivitas kacang hijau di Kab. Sumbawa Tahun 2011-2015 (Angka Tetap 2011-2015 dan angka tahun 2016 belum tersedia)

Komoditi pangan ubi kayu mengalami penurunan luas panen pada tahun 2015 sebesar 6 ha atau -1,56% dibandingkan tahun 2014, akan tetapi dalam rentang waktu 2011-2015 rata-rata meningkat sebesar 17,22% pertahun. Untuk produksi ubi kayu mengalami peningkatan sebesar 7.188 ton (118,05%) dibandingkan dengan tahun 2014 dan peningkatan ini diikuti oleh peningkatan produktivitas sebesar 121,51% dibandingkan atahun 2014.

Gambar 1.32

Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Ubi Kayu Kab. Sumbawa Tahun 2011-2015 (Angka Tetap 2015 dan angka tahun 2016 belum tersedia)

produksinya, akan tetapi mengalami penurunan produktivitas dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk luas panen meningkat sebesar 25 ha atau 28,41%, dibandingkan tahun sebelumnya. Demikian pula dengan produksi yang meningkat sebesar 191 ton atau 11,62% dari tahun sebelumnya. Sementara produktivitas ubi jalar mengalami penurunan sebesar 24,47 kw/ha atau -13,09% dari tahun sebelumnya, akan tetapi dalam rentang tahun 2011-2015 rata-rata produktivitasnya meningkat sebesar 7,88% pertahun.

Gambar 1.33

Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Ubi Jalar di Kab. Sumbawa Tahun 2011-2015 (Angka Tetap 2015 dan angka tahun 2016 belum tersedia)

2. Peternakan

Perkembangan peternakan di Kabupaten Sumbawa dititikberatkan pada perkembangan komoditi unggulan spesifik lokalita dengan pola ekstensifikasi dan semi intensif pada upaya eksplorasi, pemuliabiakan dan pengembangan ternak serta pola intensifikasi ternak untuk tujuan agribisnis. Kebijakan ini didasarkan karena daya dukung lahan yang cukup luas sebagai padang pengembalaan, disertai kesesuaian topografi, agroklimat dan sosio kultural masyarakatnya, sehingga perkembangan populasi ternak di Kabupaten Sumbawa dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, sebagaimana tabel berikut.

Populasi Ternak di Kabupaten Sumbawa (ekor)

NO JENIS TERNAK TAHUN (EKOR)

2011 2012 2013 2014 2015 2016 1. Sapi Bali 164,505 193,907 206,923 211,677 222,153 228,042 2. Sapi Sumbawa 2,830 3,234 4,046 4,490 6,673 6,727 3. Kerbau Sumbawa 55,706 54,022 50,857 49,752 45,595 43,340 4. Kuda Sumbawa 38,505 39,660 38,282 36,441 32,452 30,083 5. Kambing 39,396 38,368 35,002 36,589 34,570 37,379 6. Domba 1,363 1,617 1,840 1,612 1,412 1,592 7. Babi 6,159 7,764 7,942 8,494 8,794 10,868 8. Ayam Ras Pedaging 286,346 332,800 328,450 1,049,152 1,037,612 446,370

9. Ayam Ras Petelur 0 0 0 700 1,700 1,380

10. Ayam Buras 652,733 678,451 691,578 668,437 629,969 1,490,450 11. Itik 10,203 11,693 10,805 11,779 12,022 14,218 12 Entok 6,687 6,241 6,392 6,458 5,317 7,678 Sumber: Profil Peternakan Kab. Sumbawa 2016

Populasi ternak di Kabupaten Sumbawa khususnya ternak besar terus mengalami peningkatan populasi dari tahun ke tahun, hal ini terlihat dari peningkatan populasi sapi bali dengan pertumbuhan sebesar 2,65% pada tahun 2016, sapi Sumbawa tumbuh sebesar 0,81%. Sementara populasi kerbau mengalami pertumbuhan negatif sebesar 4,95% dari 8,36% pada tahun 2015. Demikian pula dengan kuda dengan penurunan sebesar 7,30% Dalam pengembangan ternak di Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Pusat telah menetapkan Pulau Sumbawa sebagai tempat pemurnian

Sapi Bali. Beberapa perlakukan yang telah dilakukan dalam mendukung

usaha ini adalah:

- Sapi Sumbawa telah ditetapkan dengan SK Menteri Pertanian Nomor 2909/kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011 tentang Penetapan Rumpun Sapi Sumbawa, sebagai Sumber Daya Genetik Hewani asal Kabupaten Sumbawa.

- Sapi Sumbawa merupakan sapi jenis penghasil susu daerah tropis. Jenis ternak lain adalah Kerbau Sumbawa merupakan jenis kerbau lokal yang telah dipelihara secara turun temurun oleh masyarakat Sumbawa

umumnya dimanfaatkan sebagai ternak kerja. Ditetapkan dengan SK Menteri Pertanian Nomor2910/kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011 tentang Penetapan Rumpun Kerbau Sumbawa.

- Kuda Sumbawa mempunyai ciri khas dengan rumpun kuda asli atau kuda lokal lainnya dan merupakan kekayaan sumberdaya genetik ternak lokal Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Kuda Sumbawa

ditetapkan dengan SK Menteri Pertanian Nomor

2917/kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011 tentang Penetapan Rumpun Kuda Sumbawa.

Potensi pengembangan kawasan peternakan sampai tahun 2016, tersebar di beberapa kecamatan, dan untuk saat ini sebaran populasi terbesar berada pada Kecamatan Moyo Utara seperti yang tersaji pada tabel dibawah ini :

Tabel.23

Kawasan Ternak yang Ditetapkan Di Kabupaten Sumbawa Tahun 2016

No Kecamatan Nama Lar Luas (Ha) Keterangan (Nomor SK & Tahun SK)

1. Utan Kuang Bira 113 1766 Tahun 2010

2. Moyo Utara Limung 1,007 650 Tahun 2009

3. Alas Nange Sejahtera 40 852 Tahun 2012

4. Rhee Turin Tuwir 27 853 Tahun 2012

5. Moyo Hulu Olat Monte 50 854 Tahun 2012

Sumber : Profil Peternakan Kab. Sumbawa 2016 Tabel.24

Lar yang Telah Ditetapkan Di Kabupaten Sumbawa sebagai Daerah Peternakan Tahun 2016

No Kecamatan Nama Lar Luas (Ha) Keterangan (Nomor SK & Tahun SK)

1. Plampang Ai Ampuk 400 700 Tahun 2000

2. Muer Lutuk Kele 200 830 Tahun 2000 3. Maronge Tanak Dewa 400 832 Tahun 2000 4. Tarano Gili Rakit 1,500 1520 Tahun 2000 5. Utan Sepakat 300 1766 Tahun 2010 6. Moyo Utara Olat Cabe 1,000 650 Tahun 2009

Sumber : Profil Peternakan Kab. Sumbawa 2016

3. Kelautan dan Perikanan

Produksi perikanan Kabupaten Sumbawa pada tahun 2016 mengalami peningkatan, produksi ikan dengan target daerah (ton) yakni sebesar 740.249,13 ton. Produksi ini terdiri dari hasil penangkapan mencapai 53.820,20 ton (7%), adapun hasil budidaya mencapai 686.434,46 ton (93%). Untuk lebih jelasnya Dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 1.25.

Realisasi Sasaran Peningkatan Produksi Perikanan Tahun 2016 No Produksi Produksi 2015 (Ton) Produksi Target

2016 (Ton) Realisasi Produksi 2016 (Ton) Pencapaian % 1 Penangkapan 52.234,29 53.820,18 53.820,20 100.00 2 Budidaya 683.892,96 686.429,08 686.434,46 100.00 · Budidaya R. Laut 592.991,84 593.154,28 593.111,87 99.99 · Budidaya Kerapu 450,88 440,00 443,00 100.68 · Budidaya Udang 84.699,10 86.409,94 86.417,73 100.01 · Bandeng 3.307,20 3.600,00 3.611,80 100.33

· Budidaya ikan air

tawar 2.088,95 2.409,00 2.429,25 100.84

. Budidaya ikan

lainnya 354,99 415,86 420,81 101.19

3. Garam 3.306,00 3.750,00 1.506,604 40,18

Sumber : DinasKelautan dan Perikanan, Tahun 2016

4. Perkebunan

Komoditas perkebunan di Kabupaten Sumbawa terdiri dari kelapa, kopi, jambu mente, kakao, kemiri, asam, kapuk, pinang, vanili, lontar dan jarak pagar. Adapun luasan areal perkebunan serta produksinya berdasarkan jenis komoditasnya disajikan secara berturut-turut sebagai berikut.

Tabel 1.26

Luas Areal (Ha) Komoditas Perkebunan Di Kabupaten Sumbawa

Komoditas 2012 2013 Luas Areal (Ha) 2014 2015 pertumbuhan Rata-rata

Komoditas Luas Areal (Ha) pertumbuhan Rata-rata 2012 2013 2014 2015 1 2 3 4 5 6 Kelapa 5.193,25 5.205,56 5.210,05 5.210,05 0,11% Kopi 4.561,34 4.555,49 4.568,34 4.568,99 0,06% Jambu Mente 6.509,43 6.503,72 6.341,93 6.337,13 -0,88% Kakao 117,13 117,13 109,13 159,13 13,00% Kemiri 969,47 977,98 969,37 969,47 0,00% Asam 714,95 692,4 717,95 717,95 0,18% Kapuk 441 422,68 439,55 439,55 -0,05% Pinang 106,17 104,67 106,17 106,17 0,01% Lontar 43,25 40,91 43,25 43,25 0,10% Jarak Pagar 1.106,00 1.106 1.107,05 1.107,05 0,03% Wijen - - - 10 Tembakau 125 - - 110,3 Jumlah 19.886,99 19.726,54 19.612,79 19.779,04 -0,18%

Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Sumbawa 2015 Produksi masing-masing komoditas perkebunan disajikan sebagai berikut.

Tabel 1.27

Produksi Komoditas Perkebunan Di Kabupaten Sumbawa

Komoditas Produksi (Ton) pertumbuhan Rata-rata

2012 2013 2014 2015 1 2 3 4 5 6 Kelapa 2.190,76 4.024,30 4.024,08 4.027,10 27,92% Kopi 2.206,01 2.804,50 2.804,60 2.806,18 9,06% Jambu mete 1.692,78 2.105,06 2.102,44 2.103,72 8,10% Kakao - - - - Kemiri 293,54 451,1 451,07 452,03 17,96% Asam 569,17 517,7 515,5 515,83 -3,13% Kapuk 123,14 161,52 160,76 161,02 10,29% Pinang 25,26 - - 46,52 Lontar - 29,49 29,19 -1,02% Jarak Pagar 486,80 454,05 453,34 -0,16% Tembakau 141,64 - - 48,17 Wijen - - - 4,33 Jumlah 7.242,30 10.064,18 10.541,99 10.647,43 14,90%

Sumber: Laporan Tahunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Sumbawa 2015 Dengan memperbandingkan jumlah produksi dengan luasan areal setiap komoditas perkebunan diperoleh tingkat profuktivitas areal perkebunan sebagai berikut.

Tabel 1.28

Komoditas 2012 Produktivitas (Ton/Ha) 2013 2014 2015 pertumbuhan Rata-rata 1 2 3 4 5 6 Kelapa 0,422 0,773 0,772 0,773 27,75% Kopi 0,484 0,616 0,614 0,614 9,02% Jambu mete 0,260 0,324 0,332 0,332 9,01% Kakao - - - - - Kemiri 0,303 0,461 0,465 0,466 17,81% Asam 0,796 0,748 0,718 0,718 -3,33% Kapuk 0,279 0,382 0,366 0,366 10,91% Pinang 0,238 - - 0,438 - Vanili - - 0,682 0,675 -1,02% Lontar - - 0,410 0,410 -0,16% Jarak Pagar 1,133 - - 0,437 - Tembakau - - - 0,433 - Wijen 0,422 0,773 0,772 0,773 27,75%

Dokumen terkait