• Tidak ada hasil yang ditemukan

Potensial Redoks dan pH Tanah

Dalam dokumen NERACA KARBON PADA PENGELOLAAN PADI GAMBUT (Halaman 49-53)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Potensial Redoks dan pH Tanah

Perubahan potensial redoks tanah dan tingginya kemasaman tanah berpengaruh terhadap produksi dan emisi CH4 dari lahan sawah yang tergenang.

Kondisi tersebut akan mempengaruhi aktivitas bakteri metanogenik dalam merombak bahan organik untuk pembentukan CH4.

4.2.1. Potensial Redoks Tanah

Suatu petunjuk ketersediaan elektron dalam larutan tanah disebut potensi redoks tanah. Ketersediaan elektron merupakan petunjuk status oksidasi-reduksi tanah. Kondisi oksidasi-reduksi ini merupakan faktor pengontrol pembentukan CH4. Tahapan proses redoks yang terjadi di lahan sawah yang tergenang adalah berkurangnya kandungan oksigen tanah, reduksi NO3, Mn4+, Fe3+, SO4, dan reduksi CO2. Proses reduksi dari oksidan-oksidan tanah ini disebabkan oleh aktifitas mikroorganisme yang berbeda. Oksigen akan direduksi oleh mikroorganisme anaerobik, sedangkan Mn4+ dan Fe3+ oleh bakteri fakultatif anaerobik. Semakin besar kandungan oksidan dalam tanah, semakin lama CH4

terbentuk (Wihardjaka et al., 2006).

Minamikawa dan Sakai (2005), berpendapat bahwa pengelolaan air di dasarkan pada potensial redoks tanah (Eh), yang disebut Eh control. Eh berpengaruh pada hasil padi dan emisi CH4. Reaksi oksidasi-reduksi

mempengaruhi banyak proses kimia yang terjadi dalam tanah termasuk kejenuhan, ketersediaan C, mikroorganisme, suhu, dan jenis reaksi redoks yang terjadi (Vaughan et al., 2009).

Gambar 19. Elektroda Gelas

Gambar 20. Pengukuran Potensial Redoks Tanah

Pengukuran potensial redoks tanah di tanah gambut ditunjukkan dalam Gambar 20. Dari grafik potensial redoks (Gambar 21) terlihat nilai potensial redoks bervariasi untuk masing-masing perlakuan. Pada awal pertumbuhan tanaman padi (1 HST) nilai potensial redoks masih berada pada kisaran positif.

Selanjutnya, pada pengukuran minggu berikutnya nilai potensial redoks tanah berada pada kisaran negatif.

Gambar 21.

Nilai potensial

dibandingkan tiga perlakuan lainnya (tanpa amelioran, pupuk silikat, dolomit).

Hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa kemungkinan tanah dengan penambahan bahan amelioran pupuk kandang semakin memperkaya ok oksidan dalam tanah yang dapat menghambat pembentukan CH

hasil pengukuran fluks CH

paling rendah. Selama pengukuran potensial redoks, potensial redoks yang dicapai pada perlakuan pupuk k

tiga perlakuan lainnya, tetapi dalam hal mengemisikan CH

perlakuan pupuk kandang mampu mengemisikan paling rendah. Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi nilai potensial redoks,

emisi CH4, CO2, dan N

adanya korelasi negatif antara emisi N kritis untuk pembentukan N

et al., 1983 dalam Hadi

4.2.2. Kemasaman (pH) Tanah

Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hidrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar

masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H

Gambar 21. Perubahan Potensial Redoks (Eh) Tanah pada Pemberian Beberapa Bahan Amelioran di Tanah Gambut

Nilai potensial redoks dengan perlakuan pupuk kandang lebih tinggi dibandingkan tiga perlakuan lainnya (tanpa amelioran, pupuk silikat, dolomit).

Hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa kemungkinan tanah dengan penambahan bahan amelioran pupuk kandang semakin memperkaya ok oksidan dalam tanah yang dapat menghambat pembentukan CH

hasil pengukuran fluks CH4dengan perlakuan pupuk kandang mengemisikan CH paling rendah. Selama pengukuran potensial redoks, potensial redoks yang dicapai pada perlakuan pupuk kandang selalu berada pada nilai tertinggi dibandingkan tiga perlakuan lainnya, tetapi dalam hal mengemisikan CH4, CO

perlakuan pupuk kandang mampu mengemisikan paling rendah. Sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi nilai potensial redoks, maka semakin rendah , dan N2O yang dihasilkan. Hadi et al., (2005), menyatakan bahwa adanya korelasi negatif antara emisi N2O dan potensial redoks. Potensial redoks kritis untuk pembentukan N2O dan pada kondisi reduksi adalah

-Hadi et al., 2005).

Kemasaman (pH) Tanah

Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion ) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+di dalam tanah, semakin masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H+ dan ion-ion lain ditemukan pula

pada Pemberian Beberapa Bahan Amelioran di Tanah Gambut

redoks dengan perlakuan pupuk kandang lebih tinggi dibandingkan tiga perlakuan lainnya (tanpa amelioran, pupuk silikat, dolomit).

Hasil pengukuran ini menunjukkan bahwa kemungkinan tanah dengan penambahan bahan amelioran pupuk kandang semakin memperkaya oksidan-oksidan dalam tanah yang dapat menghambat pembentukan CH4, karena dari

dengan perlakuan pupuk kandang mengemisikan CH4

paling rendah. Selama pengukuran potensial redoks, potensial redoks yang dicapai andang selalu berada pada nilai tertinggi dibandingkan , CO2, dan N2O perlakuan pupuk kandang mampu mengemisikan paling rendah. Sehingga dapat maka semakin rendah ., (2005), menyatakan bahwa O dan potensial redoks. Potensial redoks -200 mV (Smith

Reaksi tanah menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH. Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion di dalam tanah, semakin ion lain ditemukan pula

ion OH-, yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya H tanah yang masam jumlah ion H

alkalis kandungan OH

dengan OH-maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH = 7 (Hardjowigeno, 2003).

Tingginya kemasaman tanah gambut disebabkan oleh tingginya kandungan asam-asam fenolat yang dih

yang banyak mengandung lignin. Tingginya kemasaman tanah ini disebabkan oleh tingginya kandungan asam

Tapak pertukaran tanah gambut yang didominasi oleh ion hidrogen men

pH tanah rendah. Tanah gambut sebagian besar bereaksi masam sampai sangat masam dengan pH < 4 (Barchia, 2006).

Gambar 22.

Pemberian bahan amelioran yang mampu memperbaiki kesubu

dan buruknya kemasaman tanah dapat meningkatkan pH tanah seperti yang terlihat pada Gambar

pemberian amelioran dolomit, pupuk silikat, dan pupuk kandang. Pada 11 hari sebelum tanam pindah

rendah, namun setelah 6 hari sebelum tanam pindah (setelah pemberian amelioran) pH tanah mengalami peningkatan. Selama satu musim tanam, nilai pH

, yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya H

tanah yang masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH-, sedang pada alkalis kandungan OH- lebih banyak daripada H+. Bila kandungan H

maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH = 7 (Hardjowigeno,

Tingginya kemasaman tanah gambut disebabkan oleh tingginya asam fenolat yang dihasilkan dari dekomposisi bahan organik yang banyak mengandung lignin. Tingginya kemasaman tanah ini disebabkan oleh tingginya kandungan asam-asam organik, yaitu asam humat dan asam fulvat.

Tapak pertukaran tanah gambut yang didominasi oleh ion hidrogen men

pH tanah rendah. Tanah gambut sebagian besar bereaksi masam sampai sangat masam dengan pH < 4 (Barchia, 2006).

Gambar 22. Kemasaman Tanah (pH) pada Pemberian Beberapa Bahan Amelioran di Tanah Gambut

Pemberian bahan amelioran yang mampu memperbaiki kesubu

dan buruknya kemasaman tanah dapat meningkatkan pH tanah seperti yang terlihat pada Gambar 22. Nilai pH perlahan-lahan mengalami peningkatan setelah pemberian amelioran dolomit, pupuk silikat, dan pupuk kandang. Pada 11 hari sebelum tanam pindah (sebelum pemberian amelioran) pH tanah cenderung lebih rendah, namun setelah 6 hari sebelum tanam pindah (setelah pemberian amelioran) pH tanah mengalami peningkatan. Selama satu musim tanam, nilai pH , yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya H+. Pada

tanah-, sedang pada tanah . Bila kandungan H+ sama maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH = 7 (Hardjowigeno,

Tingginya kemasaman tanah gambut disebabkan oleh tingginya asilkan dari dekomposisi bahan organik yang banyak mengandung lignin. Tingginya kemasaman tanah ini disebabkan asam organik, yaitu asam humat dan asam fulvat.

Tapak pertukaran tanah gambut yang didominasi oleh ion hidrogen menyebabkan pH tanah rendah. Tanah gambut sebagian besar bereaksi masam sampai sangat

pada Pemberian Beberapa Bahan

Pemberian bahan amelioran yang mampu memperbaiki kesuburan tanah dan buruknya kemasaman tanah dapat meningkatkan pH tanah seperti yang lahan mengalami peningkatan setelah pemberian amelioran dolomit, pupuk silikat, dan pupuk kandang. Pada 11 hari (sebelum pemberian amelioran) pH tanah cenderung lebih rendah, namun setelah 6 hari sebelum tanam pindah (setelah pemberian amelioran) pH tanah mengalami peningkatan. Selama satu musim tanam, nilai pH

dari dolomit sekitar 5.36-6.07, pupuk kandang sekitar 5.25-5.87, tanpa amelioran sekitar 5.15-5.98, dan pupuk silikat sekitar 5.14-5.63. Nilai pH tertinggi dihasilkan oleh tanah dengan perlakuan dolomit karena pada bahan amelioran dolomit mengandung bahan kapur yang mampu meningkatkan pH tanah dan pH terendah dihasilkan pada tanah dengan perlakuan pupuk silikat.

Dalam dokumen NERACA KARBON PADA PENGELOLAAN PADI GAMBUT (Halaman 49-53)

Dokumen terkait