• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Temuan Umum

1. Potret Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kisaran

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 (SMKN 2) Kisaran Kabupaten Asahan merupakan salah satu sekolah kejuruan yang beralamat di Jalan Besar Sei Ranggas No. 1 Kisaran Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan Kode Pos 21213 dengan telepon dan fax nya (0623) 347666 (0623) 44962.

SMKN 2 Kisaran ini berdiri sejak tahun 1999 dengan Nomor Surat Keputusan 29/0/1999 tertanggal 20 Oktober 1999. SMKN 2 Kisaran ini tercatat memiliki NSS/NDS 321071301005 dan NPSN 10204073.

PROFILE OF SMK NEGERI 2 KISARAN YEAR 2018 / 2019

Identitas Sekolah

Nama Sekolah : SMK NEGERI 2 KISARAN

N S S : 32 1 07 13 01 005

Nomor/Tanggal Berdiri : 291/0/1999, 20 Oktober 1999

Luas Sekolah : 33.905 M2

Alamat Sekolah : Jl. Besar Sei Renggas No. 1 Kisaran

Desa : Sei Renggas

Kelurahan : Sei Renggas

Kecamatan : Kota Kisaran Barat

Kabupaten : Asahan

Propinsi : Sumatera Utara

Kode Pos : 21213

Telephone / Fax : (0623) 347666 – (0623) 44962

Website : www.smkn2kisaran.sch.id

e-mail : [email protected]

Nama Kepala Sekolah : Syaiful Syahrial Tambunan S.Pd

2. Struktur Organisasi SMKN 2 Kisaran

Untuk menjalankan roda organisasi pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kisaran maka secara manajerial hubungan antara atasan dengan bawahan dan spesialisasi kerja dapat dilihat dari struktur organisasi dan

kepemimpinan yang ada. Untuk mengetahui bidang-bidang tugas apa saja pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kisaran dapat diperhatikan melalui struktur organisasi di bawah ini :

Gambar 1 : Struktur Organisasi SMKN 2 Kisaran

TATA USAHA DEWAN GURU

SISWA KEPALA SEKOLAH DINAS PENDIDIKAN PROVINSI

PENGAWAS SMK KOMITE

SEKOLAH

Melalui struktur organisasi di atas, terlihat bahwa pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kisaran masih menggunakan sistem organisasi yang bersifat berokratis dan bukan sistem organisasi profesional. Pada struktur organisasi yang birokratis biasanya dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan organisasi meletakkan garis komando dan garis koordinasi sebagai acuan yang mengikat bagi terselenggaranya organisasi dengan kepala sekolah sebagai penanggung jawab penyelenggaraan sistem organisasi. Berbeda halnya dengan sistem organisasi profesional yang meletakkan struktur organisasi berdasarkan keahlian atau kemampuan staf organisasi.

Dalam kaitan mencapai tujuan manajemen, keterlibatan seluruh anggota dalam struktur organisasi di atas sangat dibutuhkan. Dalam hal ini organisasi dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari unit-unit sosial, kelompok orang yang mengemban berbagai tugas dan dikoordinasikan untuk memiliki kontribusi dalam mencapai tujuan organisasi.

Berdasarkan struktur organisasi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kisaran di atas, berikut akan dideskripsikan sebagai berikut:

a. Kepala Sekolah

Dalam struktur organisasi ini, kepala sekolah sebagai top manajer dapat memberi kontribusi kepada personil organisasi terutama dalam pengambilan keputusan, baik secara komando maupun berkoordinasi, untuk mecapai tujuan yang sudah dirumuskan. Kepala sekolah; yang mempunyai tugas sebagai edukator, manajer, administrator dan supervisor (Emaslim). Sebagai edukator, Kepala madrasah bertugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien.

Sebagai manajer Kepala madrasah mempunyai fungsi sebagai berikut: (1) Menyusun perencanaan, (2) Mengorganisasikan kegiatan, (3) Mengkoordinasikan kegiatan, (4) Melakukan pengawasan, (5) Melakukan evaluasi terhadap kegiatan, (6) Mengadakan rapat, (7) Mengambil keputusan, (8) Mengatur proses belajar mengajar, (9) Mengatur Administrasi, (10) Ketata usahaan, siswa, ketenagaan, sarana dan prasarana, keuangan dan penyusunan RAPBS, (11) Mengatur OSIS, (12) Mengatur hubungan madrasah dengan

masyarakat serta instansi terkait lainnya. Kepala madrasah sebagai administrator bertugas menyelenggarakan administrasi yang meliputi hal-hal sebagai berikut:

Perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pengawasan, kurikulum, kesiswaan, ketata usahaan, ketenagaan, kantor, keuangan, perpustakaan, laboratorium, ruang ketrampilan/kesenian, bimbingan konseling, UKS, OSIS, ruang serbaguna, media, gudang dan 7K. Sementara itu, selaku supervisor Kepala sekolah bertugas menyelenggarakan supervisi yang berkaitan dengan:

proses belajar mengajar, kegiatan bimbingan dan konseling, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan ketata usahaan, kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait, sarana dan prasarana, kegiatan OSIS, dan kegiatan 7 K.

Berdasarkan uraian tugas serta fungsi Kepala sekolah yang disebutkan di atas, terlihat bahwa keberadaan Kepala sekolah dalam bagan struktur organisasi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kisaran bertumpu pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan belajar mengajar serta unsur-unsur bersifat teknis dan non teknis lainnya yang terlibat dalam pencapaian tujuan kegiatan belajar dan mengajar ini. Hasil wawancara yang dilakukan peneliti dilapangan dengan Kepala sekolah ternyata dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya Kepala sekolah dapat mendelegasikannya kepada wakil Kepala sekolah.

b. Komite Sekolah

Dalam struktur organisasi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kisaran dapat dilihat keterkaitan antara komite sekolah dan kepala sekolah meskipun hanya sebatas koordinasi. Kerja sama komite sekolah dengan kepala sekolah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kisaran, seperti: 1) memperbaiki (merehab) atau membangun fasilitas sekolah,dan 2) menjalin hubungan dengan masyarakat untuk mendukung program pendidikan sekolah dan penggalangan dana, yang sepenuhnya diserahkan kepada komite sekolah atas persetujuan kepala sekolah yang memegang prinsip dasar analisis kebutuhan dari pihak sekolah.

Dalam pelaksanaan kegiatan operasionalnya kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah. Wakil Kepala sekolah, bertugas membantu tugas dan fungsi Kepala madrasah dalam kegiatan- kegiatan sebagai berikut: (1) Menyusun perencanaan, membuat program kegiatan dan pelaksanaan program kegiatan, (2) Pengorganisasian, pengarahan, ketenagaan, pengkoordinasian, pengawasan, penilaian, identifikasi dan pengumpulan data, serta menyusun laporan. Tugas lain dari para wakil Kepala sekolah diantaranya adalah: (1) Wakil Kepala sekolah bidang Kurikulum, bertugas dalam hal-hal sebagai berikut: penyusunan dan penjabaran kelender akademik, menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran, mengatur penyusunan program pendidikan dalam hal penyesuaian kurikulum, melaksanakan kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler,mengatur program penilaian kriteria kenaikan kelas, kriteria kelulusan, dan laporan kemajuan belajar siswa dan pembagian raport dan ijazah, mengatur program perbaikan dan pengayaan, mengatur pemanfaatan lingkungan dan sumber belajar, mengatur pengembanga dan koordinator guru mata pelajaran, mengatur mutasi siswa, melakukan supervisi administrasi dan akademis, serta mengatur laporan, (2) Wakil Kepala sekolah bidang Kesiswaan, bertugas dalam hal-hal sebagai berikut: mengatur program belajar kelompok, mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7 K, mengatur dan membina OSIS, Pramuka, UKS, dan Paskibra, mengatur program pesantren kilat (bina mental), mengatur dan mengikuti pelaksanaan pemilihan siswa teladan tingkat madrasah, menyelenggarakan lomba cerdas-cermat, olah raga prestasi, dan menyeleksi siswa yang dicalonkan untuk diusulkan mendapatkan bea siswa., (3) Wakil Kepala sekolah bidang Sarana dan Prasarana, bertugas dalam hal-hal sebagai berikut: merencanakan kebutuhan sarana/prasarana untuk penunjang kegiatan PBM, merencanakan program, mengatur pemanfaatan sarana dan prasarana, mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian, pengaturan pembukuan, penyusunan laporan, dan (4) Wakil Kepala sekolah bidang Hubungan dengan masyarakat, meliputi hal-hal sebagai berikut :mengatur dan mengembangkan hubungan dengan komite madrasah,

menyelenggarakan bakti sosial, karyawisata, menyelenggarakan pameran hasil pendidikan (gebyar prestasi siswa), dan menyusun laporan.

Sementara itu secara non teknis fungsi dan tugas Kepala sekolah dan wakil Kepala sekolah diantaranya adalah: (1) Menentukan dan menkoordinir/manajemen siswa, (2) Menentukan dan mengkoordinir bina disiplin pada jam belajar, maupun diluar jam belajar, (3) Menentukan dan mengkoordinir bimbingan karir guna untuk menunjang kemajuan siswa dalam mengembangkan potensi atau bakat yang dimiliki siswa, (4) Menentukan dan mengkoordinir bina psikologi terutama pada calon siswa yang akan masuk program akselerasi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kisaran, (5) Menentukan dan mengkoordinir program secara umum, yakni dalam lingkup internal maupun eksternal, (6) Fungsi dan tugas wakil Kepala sekolah bertanggung jawab atas proses kegiatan, (7) Estrakurikuler, laboratorium, perpustakaan, instruktur komputer, dan tata usaha.

c. Tata Usaha

Pada prinsipnya Tata Usaha merupakan ujung tombak terlaksananya kegiatan administrasi dan pendidikan di sekolah. Hal ini dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan fungsinya oleh staf tata usaha Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kisaran berjumlah 10 orangyang terdiri dari 6 orang berstatus Pegawai Negeri Sipil dan 4 orang pegawai tidak tetap (honorer).

d. Dewan Guru; bertanggung jawab kepada Kepala sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggung jawab guru adalah membuat Perangkat program pembelajaran, seperti: (1) Program tahunan/program semester, sillabus, RPP, dan LKS, (2) Melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas, (3) Melaksanakan kegiatan penilaian hasil program belajar, melalui ulangan harian, ulangan mid semester/semester, ulangan kenaikan kelas serta ulangan umum, (4) Melaksanakan analisis terhadap hasil ulangan-ulangan, (5) Mengatur dan

melaksanakan program perbaikan dan pengayaan, (6) Mengisi daftar nilai siswa, (7) Melaksanakan kegiatan membimbing (pengimbasan pengetahuan) kepada

guru lain dalam kegiatan proses belajar mengajar, (8) Membuat alat bantu

pelajaran/alat peraga, (9) Menumbuh kembangkan sikap menghargai karya seni, (10) Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum, (11) Melasanakan tugas tertentu di sekolah sesuai yang di instruksikan Kepala

madrasah, (12) Mengadakan pengembangan program pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya, (13) Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar siswa, (14) Mengisi dan meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran, (15) Mengatur kebersihan ruangan kelas dan ruang praktikum, (16) Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya

e. Siswa, menata rumpun belajar yang telah diseleksi sebagai siswa/i Sekolah

Menengah Kejuruan Negeri 2 Kisaran. Berikut data siswa (Rombel) Per Program Keahlian atau Paket Keahlian terangkum dalam Tabel 1 berikut ini:

Tabel 1 :Jumlah Rombel Bidang Keahlian di SMKN 2 Kisaran No Program Keahlian/ Paket

tawar

Jumlah 12 11 12 35

Sumber Data: Tata Usaha SMKN 2 KisaranTahun 2018/2019

Terkait dengan jumlah siswa SMKN 2 Kisaran berdasarkan program keahlian terangkum dalam tabel berikut :

Tabel 2 : Jumlah Siswa/ Bidang Keahlian di SMKN 2 Kisaran No Program Keahlian/ Paket

Keahlian Kelas/ Rombel

X XI XII

1. Desain Pemodelan dan

Informasi Bangunan 36 34 35

2. Bisnis Konstruksi dan

Properti 30 24 29

3. Teknik Permesinan 72 66 68

4.

Teknik Kenderaan Ringan

Otomotif 72 71 61

5.

Teknik dan Bisnis Sepeda

Motor 71 33 65

6.

Teknik Komputer dan

Jaringan 107 105 104

7.

Agribisnis Perikanan dan Air

tawar 36 34 34

Jumlah 424 367 396

Sumber Data: Tata Usaha SMKN 2 KisaranTahun 2018/2019.

Berdasarkan Tabel 2 di atas terlihat bahwa dari tujuh program keahlian yang ada di SMKN 2 Kisaran Program Keahlian Teknik Komputer dan jaringan merupakan program keahlian yang sangat diminati oleh para siswa disusul dengan peminatan program lain. Tabel diatas juga menggambarkan secara keseluruhan jumlah siswa yang ada di SMKN 2 Kisaran secara keseluruhan berjumlah 1187 siswa.

Selanjutnya berdasarkan jenis kelamin siswa sebarannya terangkum dalam Tabel 3 berikut ini :

Tabel 3 : Jumlah Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin di SMKN 2 Kisaran

No Program Keahlian Jenis Kelamin

Jumlah Siswa

L PR

1. Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan

38 67 105

2. Bisnis Konstruksi dan Properti

65 18 83

3. Teknik Permesinan 206 0 206

4. Teknik Kenderaan Ringan Otomotif

201 3 204

5. Teknik dan Bisnis Sepeda Motor

163 6 169

6. Teknik Komputer dan Jaringan

116 200 316

7. Agribisnis Perikanan dan Air tawar

33 71 104

Jumlah 822 365 1187

Sumber Data: Tata Usaha SMKN 2 KisaranTahun 2018/2019.

Berdasarkan Tabel 3 di atas terlihat bahwa dari tujuh program keahlian yang ada di SMKN 2 Kisaran secara keseluruhan jumlah siswa berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari siswi perempuan, fenomena ini secara jelas anggapan umum bahwa sekolah menengah kejuruan itu lebih banyak diisi oleh siswa berjenis kelamin laki-laki terbukti kebenarannya.