• Tidak ada hasil yang ditemukan

a. bersifat mandiri dan tidak memihak;

b. menyampaikan laporan setiap tahapan pelaksanaan pemilihan kepada BPD.;

c. menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan biaya Pilkades Antarwaktu yang bersumber dari APBDesa kepada Kepala Desa dan tembusan kepada BPD.

(2) Penyampaian pertanggungjawaban penggunaan biaya Pilkades Antarwaktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c diserahkan paling lambat 3 (tiga) Hari setelah pelaksanaan Pilkades Antarwaktu.

Pasal 88

(1) PPKD Antarwaktu sebelum melaksanakan tugasnya terlebih dahulu diambil sumpahnya dan dilantik oleh BPD.

(2) Pengambilan sumpah dan pelatikan PPKD sebagaimana dimaksud pada Pasal 17 dan Pasal 18 berlaku secara mutatis mutandis bagi PPKD Antarwaktu.

Bagian Keempat

Tata Tertib Pilkades Antarwaktu Pasal 89

(1) PPKD antarwaktu dalam menetapkan tata tertib Pilkades Antarwaktu dapat memuat materi antara lain :

a. persiapan Pilkades Antarwaktu;

b. tata cara penjaringan dan penyaringan serta klarifikasi Calon Kepala Desa :

1) persyaratan Calon Kepala Desa; 2) penjaringan Bakal Calon;

3) penelitian kelengkapan administrasi Bakal Calon. c. mekanisme pelaksanaan musyawarah Desa.

(2) Dalam hal penyusunan tata tertib Pilkades Antarwaktu wajib dikonsultasikan kepada BPD dan Kecamatan serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

(3) Tata tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan dengan keputusan PPKD Antarwaktu.

Bagian Kelima

Pengumuman dan pendaftaran Bakal Calon, Penelitian Kelengkapan Administrasi, dan Penetapan Calon Kepala Desa.

Paragaf 1

Pengumuman dan Pendaftaran Pasal 90

(1) PPKD mengumumkan pendaftaran Bakal Calon Antarwaktu di Kantor/Balai Desa, Dusun dan di tempat strategis lainnya selama 5 (lima) Hari.

(2) Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditandatangani oleh Ketua PPKD dan harus memuat secara jelas tentang :

a. syarat-syarat Bakal Calon;

b. tanggal mulai dan batas akhir pendaftaran Bakal Calon; c. tempat pendaftaran; dan

d. waktu pendaftaran Bakal Calon.

(3) Masa pendaftaran Bakal Calon dalam jangka 10 (sepuluh) Hari.

(4) Pendaftaran dibuka pukul 08.00 WIB dan ditutup tepat pada pukul 16.00 WIB.

Pasal 91

(1) Apabila dalam batas waktu yang ditentukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90 ayat (3), ternyata belum terdapat Bakal Calon atau hanya terdapat 1 (satu) Calon maka PPKD Antarwaktu memperpanjang waktu penjaringan selama 7 (tujuh) Hari.

(2) Penjaringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimuat dalam berita acara.

Pasal 92

(1) Apabila setelah batas waktu yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 ayat (1), Bakal Calon tetap tidak ada atau terdapat hanya 1 (satu) Bakal Calon, maka PPKD Antarwaktu melaporkan kepada BPD.

(2) Atas dasar laporan PPKD Antarwaktu sebagaimana dimaksud ayat (1), BPD melaporkan kepada Bupati melalui Camat untuk mengikuti pelaksanaan Pilkades serentak gelombang berikutnya.

Pasal 93

(1) PPKD Antarwaktu hanya menerima berkas lamaran Bakal Calon Kepala Desa yang telah lengkap.

(2) Berkas lamaran Bakal Calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 sampai dengan Pasal 28 berlaku secara mutatis mutandis bagi Bakal Calon Kepala Desa Antarwaktu melalui musyawarah Desa.

(3) PPKD Antarwaktu memberikan tanda terima berkas yang dibuat dalam rangkap 2 (dua) dengan ketentuan :

a. 1 (satu) lembar untuk Bakal Calon yang bersangkutan; dan b. 1 (satu) lembar lainnya untuk arsip PPKD.

Paragraf 2

Penelitian Kelengkapan Berkas Pasal 94

(1) Penelitian kelengkapan berkas administarsi bakal Calon paling lama 7 (tujuh) Hari.

(2) Dalam hal penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dimuat dalam berita acara.

(3) Dalam hal Bakal Calon yang memenuhi persyaratan kurang dari 2 (dua) orang, maka proses Pilkades Antarwaktu tidak dapat dilanjutkan.

(4) Dalam hal Bakal Calon sebagaimana dimaksud pada ayat (3) PPKD Antarwaktu melaporkan kepada BPD, selanjutnya BPD melaporkan kepada Bupati melalui Camat untuk mengikuti pelaksanaan Pilkades serentak gelombang berikutnya.

(5) Dalam hal Bakal Calon paling sedikit 2 (dua) dan paling banyak (3) orang, maka PPKD menetapkan Calon Kepala Desa yang berhak dipilih dalam Pilkades Antarwaktu melalui musyawarah Desa.

(6) Dalam hal Bakal Calon yang memenuhi persyaratan lebih dari 3 (tiga) orang, maka PPKD Antarwaktu melakukan seleksi tes tambahan sebagaimana dimaksud pada Pasal 25 ayat (1) butir a, butir b dan butir c, ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) yang dimuat dalam berita acara.

(7) Dalam hal seleksi tambahan sebagaimana dimaksud pada ayat (7), memiliki nilai yang yang sama, maka ditentukan dengan cara undi yang dihadiri oleh para Bakal Calon.

Paragraf 3

Penetapan Calon Kepala Desa Pasal 95

(1) Berdasarkan berita acara sebagaimana dimaksud pada Pasal 94, PPKD Antarwaktu menetapkan Calon Kepala Desa yang berhak dipilih.

(2) Penetapan Calon Kepala Desa disertai dengan penentuan nomor urut melalui undian secara terbuka oleh PPKD Antarwaktu dan dihadiri oleh para Calon Kepala Desa.

Bagian Keenam Musyawarah Desa

Pasal 96

(1) Pelaksanaan musyawarah Desa diselenggarakan secara khusus untuk Pilkades Antarwaktu dan dilaksanakan paling lama 6 (enam) bulan sejak Kepala Desa diberhentikan.

(2) Musyawarah Desa diikuti oleh : a. Pemerintah Desa.

b. BPD.

c. Lembaga-lembaga Desa yang terdiri dari : 1) Lembaga Pemberdayaan Masyarakat; 2) Dusun;

3) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga; 4) Karang taruna;

5) Pos Pelayanan Terpadu.

d. Unsur masyarakat yang terdiri dari : 1) tokoh adat;

2) tokoh agama; 3) tokoh pemuda; 4) tokoh pendidikan;

5) perwakilan kelompok tani; 6) perwakilan kelompok nelayan; 7) perwakilan kelompok pengrajin; 8) perwakilan kelompok perempuan;

9) perwakilan kelompok pemerhati dan perlindungan anak; dan

(3) PPKD Antarwaktu mengadakan musyawarah penetapan tanggal pelaksanaan musyawarah Desa dan penentuan peserta musyawarah Desa yang dihadiri oleh Camat atau pejabat yang dihunjuk sebagai fasilitator, BPD, Penjabat Kepala Desa, Lembaga-lembaga Desa dan unsur masyarakat. (4) Jumlah peserta musyawarah Desa sebagaimana dimaksud

pada ayat (2) huruf d, dibahas dan disepakati bersama BPD dan Pemerintah Desa dengan memperhatikan jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih di Desa yang ditetapkan dengan keputusan BPD.

(5) Musyawarah sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dituangkan dalam berita acara.

Pasal 97

(1) PPKD Antarwaktu mengundang secara tertulis peserta musyawarah Desa sebagaimana dimaksud pada Pasal 96 ayat (2) untuk mengikuti pelaksanaan musyawarah Desa sesuai dengan tanggal yang disepakati dalam musyawarah sebagaimana dimaksud pada Pasal 96 ayat (3).

(2) Peserta musyawarah Desa hanya dapat dihadiri sesuai dengan undangan yang telah dikirim oleh PPKD Antarwaktu.

(3) Penyelenggaraan musyawarah Desa dipimpin oleh Ketua BPD yang teknis pelaksanaan pemilihannya dilakukan oleh PPKD Antarwaktu.

Bagian Ketujuh

Pengesahan Calon Kepala Desa Antarwaktu Yang Berhak Dipilih

Pasal 98

(1) Berdasarkan penetapan Calon Kepala Desa oleh PPKD Antarwaktu, selanjutnya dilakukan pengesahan Calon Kepala Desa yang berhak dipilih oleh musyawarah Desa melalui musyawarah dan mufakat atau melalui pemungutan suara. (2) Pengesahan Calon Kepala Desa yang berhak dipilih dalam

musyawarah Desa dituangkan dalam berita acara. Bagian Kedelapan

Pelaksanaan Pemilihan Calon Kepala Desa Antarwaktu Pasal 99

(1) PPKD Antarwaktu melaksanakan pemilihan Calon Kepala Desa.

(2) Pemilihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melalui mekanisme musyawarah mufakat atau melalui pemungutan suara yang telah disepakati oleh musyawarah Desa.

(3) Penentuan mekanisme pelaksanaan pemilihan Calon Kepala Desa yang disepakati dalam musyawarah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dituangkan dalam berita acara.

Pasal 100

(1) Dalam hal Pilkades Antarwaktu dilaksanakan melalui mekanisme musyawarah mufakat, maka Calon Kepala Desa terpilih adalah Calon Kepala Desa yang dipilih secara aklamasi dalam musyawarah Desa.

(2) Dalam hal pelaksanaan Pilkades Antarwaktu dilaksanakan melalui pemungutan suara, maka Calon Kepala Desa terpilih adalah Calon Kepala Desa yang memperoleh suara terbanyak dalam musyawarah Desa.

(3) Dalam pelaksanaan Pilkades Antarwaktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) Calon Kepala Desa Antarwaktu tidak memiliki hak suara dan tidak diwajibkan untuk mengikuti pelaksanaan musyawarah Desa.

(4) Teknis pemungutan suara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam tata tertib Pilkades Antarwaktu yang pelaksanaannya pada musyawarah Desa yang diselenggarakan pada hari itu juga.

Bagian Kesembilan

Pengesahan Calon Kepala Desa Terpilih Melalui Musyawarah Desa

Pasal 101

(1) Dalam hal pelaksanaan Pilkades Antarwaktu melalui musyawarah Desa berakhir, maka PPKD Antarwaktu menyusun laporan yang dituangkan dalam berita acara hasil Pilkades Antarwaktu.

(2) Berdasarkan laporan hasil Pilkades Antarwaktu oleh PPKD Antarwaktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Calon Kepala Desa terpilih mendapat pengesahan dalam musyawarah Desa yang dituangkan dalam berita acara.

Bagian Kesepuluh

Pelaporan Hasil Pilkades Antarwaktu Pasal 102

(1) PPKD Antarwaktu melaporkan hasil Pilkades Antarwaktu melalui musyawarah Desa kepada BPD paling lama 7 (tujuh) Hari setelah musyawarah Desa mengesahkan Calon Kepala Desa terpilih.

(2) Pelaporan mengenai Calon Kepala Desa tepilih hasil musyawarah Desa oleh Ketua BPD kepada Bupati melalui Camat dilaksanakan paling lama 7 (tujuh) Hari setelah menerima laporan dari PPKD Antarwaktu.

(3) Apabila PPKD Antarwaktu tidak menetapkan dan tidak melaporkan hasil pemilihan kepala Desa Antarwaktu, serta BPD tidak melaporkan dan mengusulkan pengesahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), maka Bupati menetapkan Calon Kepala Desa terpilih sesuai berita acara hasil penghitungan suara dan/atau hasil pelaksanaan Pilkades Antarwaktu faktual lapangan yang disampaikan oleh Camat.

Bagian Kesebelas Pengesahan dan Pelantikan

Pasal 103

(1) Penerbitan Keputusan Bupati tentang pengesahan dan pengangkatan Kepala Desa paling lama 30 (tiga puluh) Hari sejak diterimanya laporan dari BPD.

(2) Pelantikan Kepala Desa oleh Bupati atau pejabat yang dihunjuk dilaksanakan paling lama 30 (tiga puluh) Hari sejak diterbitkannya keputusan Bupati tentang pengesahan dan pengangkatan Kepala Desa.

(3) Sebelum pelantikan, dilaksanakan pengambilan sumpah/janji. (4) Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Calon Kepala Desa terpilih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75 sampai dengan Pasal 78 berlaku secara mutatis mutandis bagi pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Calon Kepala Desa Antarwaktu terpilih melalui musyawarah Desa.

(5) Pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji sebagaimana dimaksud pada ayat (4), dapat dilaksanakan di Desa yang bersangkutan di hadapan masyarakat atau di tempat lain yang ditetapkan oleh Bupati atau pejabat yang dihunjuk.

Pasal 104

Pelaksanaan semua tahapan Pilkades Antarwaktu pada Pasal 81 sampai dengan Pasal 103 difasilitasi oleh Camat.

Bagian Keduabelas

Masa Jabatan Pilkades Antarwaktu Pasal 105

(1) Masa Jabatan Kepala Desa Antarwaktu terhitung sejak pelantikan sampai sisa masa jabatan Kepala Desa yang diberhentikan habis.

(2) Dalam hal masa jabatan Kepala Desa Antarwaktu telah habis, maka dianggap telah menjabat 1 (satu) periode.

BAB IX PEMBIAYAAN Bagian Kesatu Biaya Pilkades Serentak

Pasal 106

(1) Biaya Pilkades dibebankan pada APBD dalam bentuk belanja langsung yang diberikan pada pihak ketiga/masyarakat yang diatur secara proporsional berdasarkan jumlah DPT dan letak geografis.

(2) Perencanaan biaya yang bersumber dari APBD diajukan oleh PPKD kepada Bupati melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Humbang Hasundutan dalam bentuk proposal paling lama 30 (tiga puluh) Hari setelah terbentuknya PPKD yang dilengkapi dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

(3) Dalam hal perencanaan biaya yang bersumber dari APBD sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak memverifikasi perencanaan biaya Pilkades sesuai dengan kebutuhan.

(4) Rincian penggunaan dan besaran biaya Pilkades yang bersumber dari APBD ditetapkan dengan keputusan Bupati paling lama 30 (tiga puluh) Hari setelah perencanaan biaya Pilkades diajukan

(5) Biaya penyelenggaraan Pilkades sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) disalurkan melalui rekening bank PPKD.

Pasal 107

Biaya Pilkades diusulkan oleh PPKD kepada BPD untuk dilakukan penelitian sebelum ditetapkan paling lama 2 (dua) Hari.

Bagian Kedua

Biaya Pilkades Antarwaktu Pasal 108

(1) Biaya Pilkades Antarwaktu melalui musyawarah Desa dibebankan pada APBDesa.

(2) Pengajuan biaya Pilkades Antarwaktu oleh PPKD Antarwaktu kepada Penjabat Kepala Desa paling lama 30 (tiga puluh) Hari terhitung sejak Kepala Desa diberhentikan.

(3) Pemberian persetujuan biaya Pilkades Antarwaktu oleh Penjabat Kepala Desa paling lama 30 (tiga puluh) Hari sejak diajukan oleh PPKD Antarwaktu.

(4) Dalam hal biaya Pilkades Antarwaktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), setiap Desa diwajibkan mengalokasikan dana cadangan setiap tahun anggaran pada pos belanja tak terduga.

BAB X

KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 109

Format naskah surat pemberitahuan, berita acara, pakta integritas, naskah pelantikan, keputusan, persyaratan administratif, surat suara, surat undangan, surat pemberitahuan, tanda terima, pengumuman, formulir DPS, formulir DPTb, formulir DPT, surat tugas, tata letak TPS, stempel, laporan dan lain sebagainya sebagaimana dimaksud dalam BAB III, BAB IV, BAB V, BAB VI dan BAB VIII, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

BAB XI

KETENTUAN PERALIHAN Pasal 110

Kepala Desa atau Penjabat Kepala Desa yang masa jabatannya belum berakhir pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, tetap menjalankan tugasnya sampai berakhir masa jabatannya.

BAB XII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 111

Pada saat Peraturan Bupati ini mulai berlaku, Peraturan Bupati Humbang Hasundutan Nomor 31 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan Nomor 2 Tahun 2006 tentang Pemilihan dan Penetapan Kepala Desa (Berita Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2006 Nomor 31), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 112

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan.

Ditetapkan di Doloksanggul pada tanggal 20 Maret 2018

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN,

DOSMAR BANJARNAHOR

Diundangkan di Doloksanggul

Pada tanggal 2018BUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN,

Diundangkan di Doloksanggul pada tanggal 22 Maret 2018

Plt. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN,

AUGUS PANUTURI MARBUN

BERITA DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2018 NOMOR 8

AUGUS PANUTURI MARBUN

Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BAGIAN HUKUM,

SUHUT SILABAN, S.H. NIP. 19620624 198602 1 001

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2018

NOMOR……….

ttd

LAMPIRAN

PERATURAN BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 8 TAHUN 2018

TENTANG PETUNJUK TEKNIS PEMILIHAN, PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN KEPALA DESA

I. FORMAT PEMBERITAHUAN BPD KEPADA KEPALA DESA TENTANG AKHIR MASA JABATAN KEPALA DESA

PEMERINTAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN