HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian Persiklus
1. Pra Siklus
Sebelum diterapkan pendekatan Contextual Teaching and Learning penyampaian materi di kelas menggunakan metode ceramah. Dari observasi sebelum penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning didapatkan nilai sebagai pembanding setelah dan sebelum menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning sebagai alternatif pemecahan masalah. Nilai dalam penelitian ini digunakan sebagai indikator tingkat pencapaian prestasi belajar siswa dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Patokan penilaian prestasi belajar siswa adalah dengan menggunakan nilai Ketuntasan Kriteria Minimal (KKM).
Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) adalah tingkat pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas III MI Islamiyah Sukorejo Kecamatan Limpung Kabupaten Batang yaitu 60.
Penggunaan stategi dan metode sebelumnya diperoleh prestasi belajar siswa seperti yang terlihat pada tabel V.
64
Tabel V Nilai Siswa Pra siklus dengan menggunakan metode ceramah (sebelum menggunakan pendekatan
CTL) diperoleh nilai rata-rata kelas adalah 59,4. Siswa yang mencapai
x 100%
ketuntasan sebanyak 12 anak, sedangkan siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 8 anak. Jadi ketuntasan keseluruhan dapat dihitung sebagai berikut
P : Jumlah siswa yang tuntas belajar Jumlah siswa
Hasil tersebut menunjukkan bahwa prestasi belajar Aqidah Akhlak sebelum penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning siswa belum mencapai ketuntasan belajar secara klasikal yang batas minimalnya 75%. Hal ini disebabkan karena penggunaan metode ceramah kurang efektif dalam penyampaian materi. Siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, perhatian siswa terhadap pembelajaran kurang maksimal sehingga terkadang siswa merasa jenuh dalam pembelajaran.
Keadaan tersebut menjadi salah satu kendala dalam proses pembelajaran selanjutnya. Maka peneliti ingin memperbaiki proses pembelajaran supaya prestasi belajar siswa bisa maksimal. Oleh karena itu peneliti menerapkan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).
Melalui pendekatan pembelajaran CTL ini diharapkan proses belajar- mengajar akan lebih kongkret, aktual, menyenangkan dan lebih bermakna bagi siswa. Penerapan pendekatan CTL dapat memberikan pengalaman belajar kreatif yang bermakna pada siswa dalam mencapai ketuntasan belajar. Kemampuan siswa menjadi berkembang sehingga akan berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar belajar Aqidah Akhlak.
2. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus I a. Perencanaan
Perencanaan dimulai dengan mempersiapkan materi pelajaran Aqidah Akhlak yaitu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Materi pokok yaitu membiasakan akhlak terpuji yang meliputi : membiasakan sifat rendah hati, santun, ikhlas, dan dermawan. Adapun hasil belajarnya diharapkan ada peningkatan dan peserta didik dapat menghayati dan mengamalkan nilai-nilai dari materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada hari Senin tanggal 24 Mei 2010 dikelas III MI Islamiyah Sukorejo Limpung Batang. Adapun jumlah siswanya 20 anak yang terdiri dari 8 siswa putra dan 12 siswa putri. Proses pembelajaran mengacu pada RPP yang sudah dipersiapkan sebelumnya, sedangkan pada akhir proses kegiatan pembelajaran siswa diberikan evaluasi berupa tes formatif yang bertujuan untuk mengetahui prestasi peserta didik. Tes formatif digunakan sebagai tolak ukur apakah sesudah penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan prestasi belajar Aqidah Akhlak.
Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada siklus I selain mengacu pada buku panduan dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) menggunakan Pendekatan CTL dengan lebih menekankan metode diskusi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian, motivasi, dan prestasi belajar Aqidah Akhlak di kelas III MI Islamiyah Sukorejo. Pada akhir proses pembelajaran diadakan tes formatif untuk mengetahui hasil pembelajaran. Adapun hasil tes formatif siklus I adalah sebagai berikut :
Tabel VI Nilai Evaluasi Siswa Siklus I
No Nama Siswa L/P Nilai Keterangan
Berdasarkan tabel VI di atas jumlah rata-rata kelas pada pelajaran Aqidah Akhlak kelas III sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan perolehan nilai sebelum penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning yaitu dari nilai rata-rata kelas 59,4 meningkat menjadi 64,5.
c. Observasi
Selama pelajaran berlangsung dilakukan observasi untuk mengetahui tanggapan dan hasil pembelajaran setelah penerapan pendekatan CTL. Observasi tersebut mengamati dua aspek yang meliputi aspek perhatian dan aspek motivasi siswa. Hasil yang diperoleh dari observasi pertama adalah pada tabel sebagai berikut :
Tabel VII Observasi Perhatian Siswa Siklus I
No Aspek yang diteliti f %
1 Memperhatikan penjelasan guru 11 55
2 Aktif menjawab pertanyaan 15 75
3 Menjaga ketenangan kelas 12 60
4 Frekuensi bertanya 11 55
5 Memberi tanggapan 13 65
Jumlah rata-rata 12,4 62
Dari tabel VII diketahui rata-rata aspek perhatian siswa sebesar 62%. Menurut kategori tingkat keaktifan siswa hal ini menunjukkan siswa belum semua aktif meskipun sedikit ada peningkatan jika dibandingkan dengan sebelum menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning.
Tabel VIII Observasi Motivasi Siswa Siklus I
No Aspek yang diteliti f %
1 Interaksi dalam pembelajaran 12 60
2 Kedisiplinan/keaktifan mengikuti pelajaran 14 70 3 Upaya mendapatkan prestasi yang bagus 16 80
4 Ketekunan belajar 11 55
5 Tanggung jawab 13 65
Jumlah rata-rata 13,2 66
Berdasarkan tabel VIII diperoleh jumlah rata-rata aspek motivasi adalah sebesar 66%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aspek motivasi belum mengalami peningkatan yang maksimal.
d. Refleksi
Hasil pembelajaran siklus I ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan, karena nilai tes formatif dari siklus I sebagian siswa ada yang belum mencapai ketuntasan belajar dikarenakan berbagai faktor
yang menjadi penghambat. Salah satunya adalah siswa masih banyak yang tidak memperhatikan penjelasan guru dalam proses kegiatan belajar-mengajar. Siswa juga masih sering berbuat gaduh dan bergurau dengan teman sebangku di dalam kelas sehingga mengganggu proses pembelajaran. Hal tersebut mendorong guru untuk menerapkan pendekatan Kontekstual guna menanamkan nilai-nilai mata pelajaran Aqidah Akhlak. Dari refleksi permasalahan pada siklus I peneliti akan berusaha memperbaiki proses pembelajaran dalam siklus II dengan merubah posisi tempat duduk siswa.
2. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus II a. Perencanaan
Perencanaan dimulai dengan mempersiapkan materi pelajaran Aqidah Akhlak yaitu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Materi pokok yaitu memahami sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Asmaul Husna dengan cara mengenal Allah melalui sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Al-Asma’ul Husna, menyiapkan lembar observasi dan soal tes formatif. Kemudian peneliti juga merubah posisi tempat duduk secara berkelompok dengan membentuk segi empat dengan posisi guru ditengah-tengah sebagai pusat pembelajaran.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 27 Mei 2010 di kelas III MI Islamiyah Sukorejo Limpung Batang. Proses pembelajaran mengaju pada RPP yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Siswa disarankan untuk lebih berkonsentrasi dan aktif dalam pembelajaran. Sehingga pada siklus II diharapkan prestasi belajar dapat mengalami peningkatan sesuai dengan yang diharapkan.
Pada akhir proses pembelajaran diadakan tes formatif untuk mengetahui hasil pembelajaran yang sudah diberikan. Adapun hasil tes formatif siklus II tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel IX Nilai Evaluasi Siswa Siklus II
No Nama Siswa L/P Nilai Keterangan
1 Eko Yulianto L 70 Tuntas
2 Muhamad Rizki L 55 Belum Tuntas
3 Muhamad Rofiaji L 80 Tuntas
4 Miftahul Huda L 70 Tuntas
5 Teguh Imam K L 65 Tuntas
6 Rena Saputri P 90 Tuntas
7 Zuhrotul Ilmiyah P 80 Tuntas
8 Muh.Zulfa Maulana L 70 Tuntas
9 Muh.Khoirul Anwar L 60 Tuntas
10 Ita Zumainiyah P 80 Tuntas
11 Nailul Maghfiroh P 70 Tuntas
No Nama Siswa L/P Nilai Keterangan
12 Melya Arifah P 75 Tuntas
13 Asih Noviana P 55 Belum Tuntas
14 Faqia Isa Ahyana P 60 Tuntas
15 Ina Fitriana P 85 Tuntas
16 Khusnul Khotimah P 65 Tuntas
17 Linawati Lisayati P 70 Tuntas
18 Tri Indah Stiyani P 55 Belum Tuntas
19 Sakirul Amin L 90 Tuntas
20 Riski Wahyu Lestari P 60 Tuntas
Jumlah 20 1415
Rata-rata 70,75
Berdasarkan tabel IX di atas jumlah rata-rata kelas pada pelajaran Aqidah Akhlak kelas III pada siklus II mencapai 70,75. Ini berarti menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar bila dibandingkan dengan siklus I yang mempunyai jumlah nilai rata-rata 64,5.
c. Observasi
Observasi dilakukan pada saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui keaktifan siswa yang mengarah pada peningkatan prestasi belajar Aqidah Akhlak setelah penerapan pendekatan Kontekstual. Dalam pelaksanaan observasi pada siklus II ini maka peneliti dapat menampilkan hasilnya pada tabel berikut ini :
Tabel X Observasi Perhatian Siswa Siklus II
No Aspek yang diteliti f %
1 Memperhatikan penjelasan guru 15 75
2 Aktif menjawab pertanyaan 14 70
3 Menjaga ketenangan kelas 17 85
4 Frekuensi bertanya 10 50
5 Memberi tanggapan 13 65
Jumlah rata-rata 13,8 69
Berdasarkan tabel X tersebut diketahui rata-rata aspek perhatian siswa sebesar 69%. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan nilai dari siklus I yang tadinya hanya 62%.
Tabel XI Observasi Motivasi Siswa Siklus II
No Aspek yang diteliti f %
1 Interaksi dalam pembelajaran 16 80
2 Kedisiplinan/keaktifan mengikuti pelajaran 11 55 3 Upaya mendapatkan prestasi yang bagus 14 70
4 Ketekunan belajar 15 75
5 Tanggung jawab 11 55
Jumlah rata-rata 13,4 67
Berdasarkan tabel XI diperoleh jumlah rata-rata aspek motivasi adalah sebesar 67%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aspek motivasi belum mengalami peningkatan yang maksimal.
d. Refleksi
Hasil pembelajaran siklus II ini sudah mengalami peningkatan.
Namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan, karena nilai tes formatif dari siklus II masih ada beberapa siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar. Hal ini disebabkan oleh masih adanya faktor penghambat diantaranya yaitu keaktifan siswa dalam proses pembelajaran masih kurang. Masih ada beberapa siswa yang hanya diam dan tidak bekerjasama dalam kelompok. Siswa juga masih kurang tanggap apabila diberi pertanyaan oleh guru. Dari refleksi permasalahan pada siklus II peneliti akan berusaha memperbaiki proses pembelajaran dalam siklus III dengan merubah anggota dan jumlah kelompok agar terjadi keseimbangan antara kelompok satu dengan kelompok yang lain.
3. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus III
a. Perencanaan
Perencanaan dimulai dengan mempersiapkan materi pelajaran Aqidah Akhlak yaitu membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Materi pokok yaitu menghindari sifat-sifat tercela yang meliputi : sikap bodoh, pemarah, kikir, dan boros. Kemudian penulis menyiapkan lembar observasi, soal tes formatif, dan merubah jumlah serta anggota
kelompok sesuai kemampuan masing-masing siswa sehingga terjadi keseimbangan dalam tiap kelompok sehingga pembelajaran diharapkan bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus III dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 1 Juni 2010 di kelas III MI Islamiyah Sukorejo Limpung Batang. Proses pembelajaran mengacu pada RPP yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Siswa disarankan untuk lebih aktif dan kritis dalam pembelajaran. Sehingga pada siklus III diharapkan prestasi belajar mengalami peningkatan sesuai yang diharapkan. Pada akhir proses pembelajaran diadakan tes formatif untuk mengetahui hasil pembelajaran yang sudah diberikan. Adapun hasil tes formatif siklus III tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel XII Nilai Evaluasi Siswa Siklus III
No Nama Siswa L/P Nilai Keterangan
1 Eko Yulianto L 70 Tuntas
2 Muhamad Rizki L 65 Tuntas
3 Muhamad Rofiaji L 80 Tuntas
4 Miftahul Huda L 70 Tuntas
5 Teguh Imam K L 65 Tuntas
6 Rena Saputri P 90 Tuntas
7 Zuhrotul Ilmiyah P 80 Tuntas
8 Muh.Zulfa Maulana L 70 Tuntas
9 Muh.Khoirul Anwar L 60 Tuntas
No Nama Siswa L/P Nilai Keterangan
10 Ita Zumainiyah P 80 Tuntas
11 Nailul Maghfiroh P 70 Tuntas
12 Melya Arifah P 75 Tuntas
13 Asih Noviana P 60 Tuntas
14 Faqia Isa Ahyana P 60 Tuntas
15 Ina Fitriana P 85 Tuntas
16 Khusnul Khotimah P 65 Tuntas
17 Linawati Lisayati P 70 Tuntas
18 Tri Indah Stiyani P 55 Belum Tuntas
19 Sakirul Amin L 90 Tuntas
20 Riski Wahyu Lestari P 60 Tuntas
Jumlah 20 1570
Rata-rata 78,5
Berdasarkan tabel XII di atas jumlah rata-rata kelas pada pelajaran Aqidah Akhlak kelas III pada siklus III mencapai 78,5. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan bila dibandingkan dengan perolehan nilai rata-rata kelas pada siklus II yang mencapai 70,75.
c. Observasi
Observasi dilakukan pada saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui keaktifan siswa yang mengarah pada peningkatan prestasi belajar Aqidah Akhlak setelah penerapan pendekatan Kontekstual. Dalam pelaksanaan observasi pada
siklus III ini maka peneliti dapat menampilkan hasilnya pada tabel berikut ini :
Tabel XIII Observasi Perhatian Siswa Siklus III
No Aspek yang diteliti f %
1 Memperhatikan penjelasan guru 18 90
2 Aktif menjawab pertanyaan 17 85
3 Menjaga ketenangan kelas 19 95
4 Frekuensi bertanya 15 75
5 Memberi tanggapan 16 80
Jumlah rata-rata 17 85
Berdasarkan tabel XIII tersebut diketahui rata-rata aspek perhatian siswa sebesar 85 %. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan nilai dari siklus II yang tadinya hanya 69%.
Tabel XIV Observasi Motivasi Siswa Siklus III
No Aspek yang diteliti f %
1 Interaksi dalam pembelajaran 16 80
2 Kedisiplinan/keaktifan mengikuti pelajaran 15 75 3 Upaya mendapatkan prestasi yang bagus 14 70
4 Ketekunan belajar 16 80
5 Tanggung jawab 14 70
Jumlah rata-rata 15 75
Berdasarkan tabel XIV diperoleh jumlah rata-rata aspek motivasi adalah sebesar 68%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aspek motivasi belum mengalami peningkatan yang maksimal.
d. Refleksi
Pada pembelajaran siklus III ini sudah mengalami peningkatan prestasi siswa yang signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil evaluasi yang mencapai nilai rata-rata 78,5. Dengan nilai tertinggi mencapai 90, walaupun masih ada satu siswa yang mendapat nilai dibawah KKM. Kemudian dalam proses pembelajaran dari aspek perhatian siswa juga mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus I dan II, sedangkan untuk aspek motivasi siswa juga mengalami peningkatan yang sama.
B. Pembahasan
Dengan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning, proses belajar mengajar di MI Islamiyah Sukorejo menunjukkan peningkatan hal ini dapat dilihat dari hasil pembelajaran dan prestasi yang dicapai oleh siswa setelah guru melakukan serangkaian pembelajaran dan tahapan-tahapan tes formatif.
Pada siklus I kita ketahui bahwa hasil pembelajaran dan prestasi siswa belum optimal dan kurang memuaskan, hal ini dikarenakan berbagai faktor yang menjadi penghambat. Salah satunya adalah siswa masih banyak yang tidak memperhatikan penjelasan guru dalam proses kegiatan belajar-mengajar.
Siswa juga masih sering berbuat gaduh dan bergurau dengan teman sebangku di dalam kelas sehingga mengganggu proses pembelajaran, terbukti dari 20 siswa diperoleh nilai rata-rata kelas yang baru mencapai 64,5 tetapi masih banyak siswa yang belum tuntas Kriteria Ketuntasan Minimal pelajaran Aqidah Akhlak sebanyak 8 siswa. Dengan hasil tersebut maka pendidik perlu mengkaji dan mencari pemecahan masalah agar hasil dalam upaya peningkatan pembelajaran dan prestasi siswa dapat meningkat yaitu dengan mengoptimalkan pembelajaran melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning dan memotivasi siswa agar berperan aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Pada siklus II menunjukkan kemajuan yang cukup bagus dibanding dengan proses pembelajaran pada siklus I. Pada siklus I pembelajaran dan prestasi sudah cukup bagus, namun masih banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM. Peningkatan pada siklus II dapat dilihat dari hasil yang dicapai siswa dengan pencapaian nilai rata-rata 70,75. Dalam siklus II siswa yang tidak tuntas pun hanya tiga siswa, hasil tersebut lebih baik dibanding siklus I yang mencapai lima siswa. Dengan perolehan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 55 maka pada siklus II prestasi belajar siswa sudah meningkat.
Pada siklus III ini pembelajaran Aqidah Akhlak sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan hasil belajar siswa yang mencapai rata-rata kelas 78,5 dan hanya ada satu siswa yang tidak tuntas nilai KKM. Hal tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan siklus I dan II. Perolehan nilai tertinggi siswa pada siklus ini mencapai nilai 90.
Adapun perbandingan antara hasil belajar sebelum penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning dan sesudah penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning adalah sebagai berikut :
Tabel 15 Hasil Evaluasi Pembelajaran Aqidah Akhlak Kelas III Sebelum dan Sesudah Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning
Jumlah 1190 1570
Nilai Tertinggi 80 90
Nilai Terendah 40 55
Rata-rata 59,4 78,5
Berdasarkan hasil evaluasi di atas pencapaian nilai semua siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Nilai rata-rata kelas juga mengalami peningkatan dari 59,4 menjadi 78,5. Dengan hasil tersebut penggunaan pendekatan Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Prestasi belajar Aqidah Akhlak kelas III MI Islamiyah Sukorejo Kecamatan Limpung Kabupaten Batang dapat ditingkatkan melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning. Pendekatan Contextual Teaching and Learning dinilai sangat efektif karena dengan pendekatan ini kegiatan pembelajaran menjadi aktif dan menyenangkan. Proses pembelajaran dilakukan secara alamiah kemudian peserta didik dapat mempraktekkan secara langsung berbagai materi yang telah dipelajari. Hal ini akan mendorong siswa memahami hakekat, makna, dan manfaat belajar sehingga akan memberikan stimulus dan motivasi kepada mereka untuk rajin dan senantiasa belajar. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan perhatian siswa kelas III MI Islamiyah Sukorejo Limpung Batang tahun pelajaran 2009 / 2010 pada siklus I prosentasenya sebesar 62%, meningkat pada siklus II menjadi 69% dan pada siklus III menjadi 85%.
2. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan motivasi siswa kelas III MI Islamiyah Sukorejo Limpung Batang tahun
83
pelajaran 2009 / 2010 pada siklus I prosentasenya sebesar 66%, meningkat pada siklus II menjadi 67% dan pada siklus III menjadi 75%.
3. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III MI Islamiyah Sukorejo Limpung Batang tahun pelajaran 2009 / 2010 pada siklus I rata-rata nilai sebesar 64,5, meningkat pada siklus II menjadi 70,75 dan pada siklus III menjadi 78,5.
B. Saran
1. Pada pembelajaran guru harus menguasai kelas sehingga proses belajar-mengajar bisa kondusif dan materi pelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa.
2. Guru hendaknya senantiasa menggunakan pendekatan maupun metode yang sesuai dalam pelaksanaan pembelajaran.
3. Dalam suasana proses belajar mengajar guru harus dapat mengaktifkan siswa agar siswa tidak bosan dan mereka menjadi lebih tertarik terhadap materi pelajaran.
Ahmadi, Abu, Widodo.2004. Psikologi Belajar.Jakarta : Rineka Cipta.
Ambarjaya, Beni. 2005. Teknik-Teknik Penilaian Kelas,Jakarta : Bumi Aksara.
Arifin, Zaenal.1988. Evaluasi Instruksional Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung : Remaja Karya.
Arikunto, Suharsimi. 2007. Managemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.
Asra, Sumiati. 2007. Metode Pembelajaran. Bandung : CV. Wacana Prima.
Dede, Rosyada. 2002. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta.
Departemen Agama. 2008. Standar Kelulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam. Jakarta : PT. Hapindo Cipta Karisma.
Departemen Agama.2004. Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Jakarta : Pustaka Jaya.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta : Al-Ma’arif.
Djamarah, Syaiful, Aswan. 2006. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta.
Ikhrom, 2009. Being Creative Teacher (101 Strategi Menjadi Guru yang Mencerdaskan Dan Menyenagkan. Semarang : Asmindo.
Isjoni, 2008. Guru Sebagai Motivator Perubahan. Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Ismail, 2008. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang : Rasail Media Group.
Johnson B. Elaeine. 2002. Contextual Teaching and Learning : Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasikkan dan Bermakna. Bandung : MLC.
Khaerudin, Makhfud. 2007. KTSP Konsep dan Implementasi di Madrasah.
Yogyakarta : Nuansa Aksara.
Lilik. Suwardi. Muna. 2009. Teori-Teori Belajar. Salatiaga : STAIN Salatiga Press.
Masyur, Muhammad. 1999. Materi Pokok Aqidah Akhlak II. Jakarta : Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka.
Sardiman. 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja Grafindo.
Sekar, Bermawy, Hisyam. 2007. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : CTSD (Centre for Teaching Staff Development).
Slameto, 2010. Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta : Rineka Cipta.
Soemanto, Wasty. 1997. Psikologi Pendidikan. Bandung : Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 2000. Dasar Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Sudjana, Nana. 1991. Teori-Teori Belajar Pengajaran. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universita Indonesia.
Usman, Uzer. 1993. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Yusuf, Tayar. 1986. Ilmu Praktek Mengajar dan Metode Khusus Pengajaran Agama. Bandung : Al Ma’arif.
Zaenal. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Rineka Cipta.