• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 ANALISIS, PERANCANGAN SISTEM, IMPLEMENTASI DAN

4.2 Tahap Perancangan

4.2.4 Preproccessing

Tahap ini merupakan tahap yang seharusnya dilakukan sebelum metode klasifikasi. Tujuan dari tahap ini adalah menghilangkan noise, menyeragamkan bentuk kata dan mengurangi volume kosakata. Tahap ini meliputi case folding, tokenizing, penghapusan stopword dan stemming. Berikut penerapan pada tahap praproses dokumen pada sistem klasifikasi:

1. Case Folding

Pada tahap ini dilakukan pengubah huruf dalam dokumen menjadi huruf kecil. Hanya huruf ‘a’ sampai dengan ‘z’ yang diterima. Karakter selain huruf dihilangkan dan dianggap sebagai delimiter. Contoh hasil case folding terlihat pada gambar 4.2:

Pada tahapan ini, ada beberapa aturan proses agar hasil case folding dapat sesuai dengan yang diharapkan. Adapun aturan-aturan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.1:

Tabel 4.1 Aturan tahapan Case Folding

Kondisi Aksi

Inputan data latih memiliki huruf kapital [A…..Z].

Maka akan mengubah semua inputan tersebut menjadi huruf kecil [a……z] semua.

Inputan data latih memiliki karakter simbol

Maka akan menghapus karakter simbol tersebut dari inputan

Inputan data latih memiliki huruf kecil Tidak ada aksi Inputan data latih memiliki spasi Tidak ada aksi Gambar 4.2 Flowchart tahapan Case Folding

Berikut ini adalah contoh tahapan case folding yang akan di ilustrasikan pada tabel 4.2 :

Tabel 4.2 Ilustrasi Tahapan Case Folding

Contoh Data

Data Uji Tahapan Case Folding

Input

Laser Scanner yg ada di

PRINTER tidak

menyala, roda gear mengering dan fius koslet

Output

laser scanner yg ada di printer tidak menyala roda gear mengering dan fius koslet

2. Tokenizing

Tokenizing merupakan proses pemotongan string input berdasarkan tiap kata yang menyusunya serta membedakan karakter-karakter tertentu yang dapat diperlakukan sebagai pemisah kata atau bukan. Tahapan ini dilakukan setelah inputan data uji melewati tahap Case Folding. Proses tokenizing ini mempunyai ilustrasi yang digambarkan pada tabel 4.3 sebagai berikut.

Tabel 4.3 Ilustrasi Tokenizing

Contoh Data

Data Latih hasil Case Folding Tahapan Tokenizing

Input laser scanner yg ada di printer tidak optimal roda gear mengering dan fius koslet Output laser scanner yg ada di printer tidak optimal roda gear mengering dan

fius koslet

3. Filtering

Tahap filtering adalah tahap mengambil kata - kata penting dari hasil tokenizing. Proses filtering dapat menggunakan algoritma stoplist (membuang kata yang kurang penting) atau wordlist (menyimpan kata penting).

Tabel 4.4 Ilustrasi Filtering

Contoh Data

Data Latih hasil Tokenizing Tahapan Tokenizing

Input laser scanner yg ada di printer tidak optimal roda gear mengering dan fius koslet Output laser scanner yg printer tidak optimal roda gear mengering fius koslet

4. Stemming

Algoritma Nazief & Adriani digunakan pada aplikasi ini untuk melakukan pencarian kata dasar berdasarkan teks bahasa Indonesia yang telah diinputkan. Aplikasi ini menggunakan algoritma Nazief & Adriani alasannya yaitu:

a) Algoritma ini dirancang khusus untuk melakukan pencarian kata dasar bahasa Indonesia.

b) Panjang teks yang akan diolah tidak terbatas.

Berikut merupakan bagaimana algoritma Nazief & Adriani bekerja pada aplikasi pengujian: Contoh kata: “mengering”.

1. Mengecek kata “mengering” pada kamus. Hasil pengecekkan di kamus adalah tidak ditemukan. Maka kata “mengering” akan di proses ke langkah selanjutnya.

2. Membuang infleksi akhiran (“-lah”, “-kah”, “-ku”, “-mu”, atau “-nya”), Hasil pengecekkan di kamus adalah tidak ditemukan. Maka kata “mengering” akan di proses ke langkah selanjutnya. 3. Membuang penurunan akhiran (“-i”, “-an” atau “-kan”), maka kata “mengering”. Hasil pengecekkan di kamus adalah tidak ditemukan. Maka kata “mengering” akan di proses ke langkah selanjutnya.

4. Mengubah turunan awalan “meng-” menjadi huruf “k-”, maka kata “mengering” menjadi kata “kering”, setelah di ubah kata” kering” di cek pada kamus dan menghasilkan kata dasar yang benar. Maka kata “kering” menjadi kata dasar dari kata “mengering”.

Gambar 4.3 Flowchart Stemming Kata Baku

Pada flowchart stemming di atas tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Kata yang hendak di stemming dicari terlebih dahulu pada kamus. Jika

ditemukan, maka kata tersebut adalah kata dasar, jika tidak maka langkah 2 yang dilakukan.

2. Pada kata dalam data uji akan dicek apakah memiliki inflectional suffixes,

yaitu akhiran(“-lah”,“-kah”,“-tah”,“-pun”) dan kata ganti kepunyaan atau possessive pronoun PP (“-ku”, “-mu”, “-nya”) ternyata pada kata dalam data uji tidak terdapat inflectional suffixes dan possessive pronoun kemudian sistem melakukan proses selanjutnya Derivation prefiks.

3. Pada kata dalam data uji akan dicek apakah memiliki Derivation suffixes,

yaitu akhiran(“-an”, ”-i”, “-kan”) ternyata pada kata dalam data uji terdapat Derivation suffixes maka sistem menghapus akhiran derivation suffixes lalu

sistem mengecek ke kamus kata dasar jika kata hasil derivation suffixes ada di dalam kamus kata dasar maka sistem berhenti jika tidak ditemukan akan dilakukan proses selanjutnya.

4. Kata dalam data uji akan dicek, apakah memiliki derivation prefixes, ternyata

kata dalam data uji mengandung derivation prefiixes kemudian sistem mencari kata ke kamus kata dasar jika ditemukan maka kata dalam data uji adalah kata dasar dan proses berhenti, jika tidak maka kata dikembalikan dan proses berhenti.

Pada pencarian diagnosis terdapat satu kata yang tidak baku yaitu mengering. Maka kata tersebut harus diubah ke dalam bentuk kata yang baku melalui proses stemming yang menggunakan kamus yang berisi daftar kata-kata dari kata dasarnya begitu juga untuk singkatan-singkatan dari kata dasar. Berikut tabel 4.5 adalah contoh proses stemming untuk salah satu kata yang tidak baku:

Tabel 4.5 Ilustrasi Stemming

Contoh Data

Data Latih hasil Tokenizing Tahapan Stemming

Input laser scanner yg ada di printer tidak optimal roda gear mengering dan fius koslet Output laser scanner yg printer tidak optimal roda gear kering fius koslet

Dari pencarian keluhan user tentang kerusakan printer “Laser Scanner yg ada di PRINTER tidak optimal, roda gear mengering dan fius koslet” setelah melalui proses preprocessing text hasilnya menjadi” laser, scanner, printer, tidak optimal, roda gear kering, fius koslet” dan ini belum diketahui kategori kelasnya sehingga harus melalui proses perhitungan dengan metode Certainty Factor.

Tabel 4.6 Daftar Gejala Kerusakan Printer

No Gejala Kerusakan Printer

1 Kabel data kemungkinan rusak atau sering terlipat sehingga patah 2 Ruang gerak laser scanner tidak optimal

3 Roda gear haus (kering)

4 Kaca scanner retak akibatnya hasil kurang optimal

5 Lampu laser scanner tidak terang

6 Kemungkinan tinta didalam catridge sudah kental

7 Hasil cetakan bergaris-garis

8 Kemungkinan fius F1 dan F2 pada mainboard terputus/koslet

9 ASF unit tidak berputar dengan baik

10 Dinamo motor tidak berfungsi dengan baik

11 Unit mainboard kemungkinan bermasalah

12 Pada saat mencetak kertas tiba-tiba miring

13 Karet ASSY licin

14 ASF ASSY kemungkinan bermasalah pada kancingan roll

15 Chip cartridge sudah mulai berbekas

16 Kemungkinan line feed bermasalah

17 Laser infrared sensor kemungkinan kotor 18 Terjadi masalah pada kertas (kertas terlipat)

19 Roll penarik kertas kotor/kondisi roll kurang baik

20 Penutup sensor sudah tidak rapat

21 Kabel data pada sensor bermasalah

22 Kabel data terlepas dari unit printer

23 Driver printer corrupt

24 Encorder kotor terkena cipratan tinta tau lainnya

25 Purge unit/pompa berputar lambat

26 Gear pump ASSY tidak optimal

27 Rolling ASSY tidak bergerak

28 Dioda logic board kemungkinan terputus

29 Power suplay terbakar/koslet

30 Tidak ada aliran listrik pada terminal listrik

31 Kemungkinan cartridge chip error

32 Power suply kemungkinan rusak

33 IC logic board kemungkinan rusak

34 Motor dinamo ASSY hangus

35 Paper feed error

Kemudian, untuk diagnosis beserta solusi penulis melakukan wawancara dengan salah satu teknisi printer. Sebelumnya, data informasi diagnosis penulis didapatkan dari penelitian sebelumnya yang memiliki 6 kerusakan 35 gejala dan 14 solusi.

Tabel 4.7 Solusi Dari Gejala Kerusakan Printer

No Solusi Kerusakan

1 Lepaskan Cartridge dengan hatihati untuk mengecek apakah tinta sudah habis atau belum. Apabila tinta masih banyak, lakukan pengecekan pada kepala head cartridge dengan

menekankan mulut head ke atas tisu, apabila tidak keluar tinta berarti mulut head cartridge tersumbat karena tinta kering, bersihkan mulut head dengan merendamkan mulut head menggunakan cairan pembersih tinta atau

menggunakan air hangat selama 10-15 menit. Pasang kembali cartridge lalu lakukan Deep Cleaning.

2 Lepaskan Cartridge dengan hatihati untuk mengecek apakah tinta sudah habis atau belum, apabila tinta masih banyak lakukan Nozzlle Check, apabila hasilnya bagus, masuk pada menu Print Head Alighment lalu seting setiap baris sampai selesai

3 Bongkar printer, cek pada paper tray apakah ada benda asing yang masuk atau tidak, jika ada keluarkan dan bersihkan setiap Kode Solusi bagian mekanik, dan coba cek printer, apabila cara diatas masih error, biasanya terjadi

kerusakan pada sensor kerta. Coba ganti sensor printer kertas anda

4 masukan kertas pada paper tray lalu tekan tombol resume untuk melanjutkan proses mencetak. Dan apabila masih error, jika printer anda di infus, biasanya selang infusan yang terhubung pada cartridge tersangkut.

5 Lakukan seting baris, masuk ke Control Panel pilih View Devices and Printers terus klik kanan pada gambar printer yang aktip, pilih printing preferences, masuk pada menu maintenance klik Print Head Alignmant lalu lakukan seting baris

6 Tekan tombol resume 5-10 detik sampai lampu power berkedip dan terdengar suara carrit bergerak

7 keluarkan cartridge hitam dan warna , kmudian lihat bagian chip catridge, biasanya kotor, bersihkan dan coba pasang kembali, apabila masih error ganti cartridge dengan yang baru 8 Pinter harus direset menggunakan

software reseter

9 modif rol penarik kertas jika keadaannya masih memungkinkan tuk diperbaiki, apabila masih rusak ganti rol penarik kertas

10 Lakukan pengecekan pada cable power, jika kabel power bagus, lakukan

pengecekan mainboard dan coba pokuskan pengecekan pada dioda. Apabila dioda bagus, coba cek power suplay. Apabila masih rusak coba bawa anda ke tempat service

1 Bongkar printer,Cek pada paper tray apakah ada benda asing yang masuk atau tidak, jika ada keluarkan dan bersihkan setiap Kode Solusi bagian mekanik, dan coba cek printer, apabila cara diatas masih error, biasanya terjadi kerusakan pada sensor kerta. Coba ganti sensor printer kertas anda

2 Pinter harus direset menggunakan software reseter

Scanner Eror

3 Lakukan pengecekan pada cable power, jika kabel power bagus, lakukan

pengecekan mainboard dan coba pokuskan pengecekan pada dioda. Apabila dioda bagus, coba cek power suplay. Apabila masih rusak coba bawa anda ke tempat service

1 Lepaskan Cartridge dengan hatihati untuk mengecek apakah tinta sudah habis atau belum, apabila tinta masih banyak lakukan Nozzlle Check, apabila hasilnya bagus, masuk pada menu Print

Head Alighment lalu seting setiap baris sampai selesai

2 bersihkan encoder dengan menggunakan cleaner atau air sabun,lalu bilas dengan tisu, coba lakukan pengetesan, apabila gagal ganti encoder dengan yang baru 3 Tekan tombol resume 5-10 detik sampai

lampu power berkedip dan terdengar suara carrit bergerak

4 keluarkan cartridge hitam dan warna , kmudian lihat bagian chip catridge, biasanya kotor, bersihkan dan coba pasang kembali, apabila masih error ganti cartridge dengan yang baru

Head Tersumbat/ Tinta Tidak Keluar

5 tekan tombol resume selama 510 detik untuk melanjutkan print. Pada kasus ini dianjurkan agar melakukan service pada printer anda untuk menghindari banjir pada printer

1 Bongkar printer,Cek pada paper tray apakah ada benda asing yang masuk atau tidak, jika ada keluarkan dan bersihkan setiap Kode Solusi bagian mekanik, dan coba cek printer, apabila cara diatas masih error, biasanya terjadi kerusakan pada sensor kerta. Coba ganti sensor printer kertas anda

2 Lakukan seting baris, masuk ke Control Panel pilih View Devices and Printers terus klik kanan pada gambar printer

yang aktip, pilih printing preferences, masuk pada menu maintenance klik Print Head Alignmant lalu lakukan seting baris

Paper Jam

3 tekan tombol resume selama 510 detik untuk melanjutkan print. Pada kasus ini dianjurkan agar melakukan service pada printer anda untuk menghindari banjir pada printer

4 modif rol penarik kertas jika keadaannya masih memungkinkan tuk diperbaiki, apabila masih rusak ganti rol penarik kertas

1 lakukan pengecekan jalur kabel fortable yang menghubungkan carriage unit dengan mainboard satu per satu, sambung kembali kabel fortabel yang putus lalu cek printer anda, apabila masih rusak, ganti kabel fortable printer 2 tekan tombol resume selama 510 detik

untuk melanjutkan print. Pada kasus ini dianjurkan agar melakukan service pada printer anda untuk menghindari banjir pada printer

Mati Total

3 Lakukan pengecekan pada cable power, jika kabel power bagus, lakukan

pengecekan mainboard dan coba pokuskan pengecekan pada dioda. Apabila dioda bagus, coba cek power

suplay. Apabila masih rusak coba bawa anda ke tempat service

1 lakukan pengecekan jalur kabel fortable yang menghubungkan carriage unit dengan mainboard satu per satu, sambung kembali kabel fortabel yang putus lalu cek printer anda, apabila masih rusak, ganti kabel fortable printer 2 bersihkan timming disk dengan

menggunakan cleaner atau air sabun,lalu bilas dengan tisu, coba lakukan

pengetesan, apabila gagal ganti timming disk dengan yang baru

Mainboard Rusak

3 bersihkan encoder dengan menggunakan cleaner atau air sabun,lalu bilas dengan tisu, coba lakukan pengetesan, apabila gagal ganti encoder dengan yang baru

4.2.5 Perancangan Certainty Factor

Dokumen terkait