• Tidak ada hasil yang ditemukan

Presentase penyelesaian kasus Laka Lantas

Pelanggaran lalu lintas adalah perbuatan atau tindakan seseorang yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan lalu lintas dan angkutan jalan. Berbagai pelanggaran yang sering dilakukan oleh masyarakat seperti menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm, tidak menyalakan lampu kendaraan, tidak membawa surat kelengkapan berkendara, melawan arus (Contra Flow), melanggar rambu-rambu lalu lintas, penggunaan kendaraan yang tidak memperhatikan aspek keselamatan, tidak menggunakan spion danberkendara melewati trotoar.

Langkah-langkah untuk mencapai target 5 % penyelesaian kasus laka lantas antara lain :

1. Melaksanakan pelatihan peningkatan kemampuan terhadap penyidik laka lantas agar dapat memahami penyelesaian kasus laka lantas;

2. Melakukan penyelidikan, pengungkapan kasus yang tertunda untuk meningkatkan penyelesaian kasus;

3. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka percepatan penyelesaian kasus laka lantas.

Perbandingan data Penyelesaian kasus laka lantas

TARGET REALISASI CAPAIAN

2017 2018 2017 2018 2017 2018

5% 5% 100% 4% 100% 80%

Berdasarkan tabel diatas terkait realisasi penyelesaian kasus laka lantas tahun 2018 disandingkan dengan target jangan menengah tahun 2018.

Maka ….. Maka dapat diamati bahwa target yang seharusnya tercapai pada tahun 2018 sebesar 100% dapat tercapai bahkan melampaui dari target kinerja tahun 2017, dimana realisasi pada tahun 2018 sebesar 4 %.

Analisis penyebab keberhasilan di dalam penyelesaian kasus laka lantas antara lain :

1. Adanya komunikasi yang baik antara kedua bela pihak dan Kepolisian khususnya Sat Lantas sehingga proses penyelesaian kasus dapat terselesaikan dengan baik dan cepat;

2. Adanya koordinasi yang baik antara JPU dan penyidik Laka sehingga proses pemberkasan dapat terselesaikan dengan cepat; 3. Adanya itikad baik dari pelaku dan korban kecelakaan lalu lintas

untuk menyelesaiakan perkara di luar pengadilan;

4. Adanya peranan wasidik laka lantas di dalam upaya megontrol perkembangan kasus laka yang terjadi yang di nilai cukup baik. Analisis kendala yang di hadapi di dalam penyelesaian kasus laka lantas antara lain :

1. Kurangnya personel pada unit laka yang tidak sebanding dengan jumlah kasus yang di hadapi;

2. Tersangka laka tabrak lari yang keberadaanya tidak diketahui menyulitkan penyelesaian kasus laka lantas;

3. Sulitnya mencari saksi di tempat kejadian laka lantas;

4. Belum semua penyidik laka memiliki kejuruan laka lantas sehingga kemampuan (kualitas) penyidik yang tidak merata;

5. Banyaknya kasus laka yang terjadi di penghujung tahun yang mengakibatkan penyelesaian kasus terjadi pada tahun mendatang. Alternatif Solusi yang telah dilaksanakan maupun upaya perbaikan untuk mengatasi kendala kedepannya antara lain :

1. Berkoordinasi ….. 1. berkoordinasi dengan Bagsumda di dalam upaya penambahan

personel Lantas khususnya pada unit laka;

2. melaksanakan koordinasi dengan samsat terkait mengidentifikasi nomor kenderaan pelaku untuk diketahui kepemilikan kenderaan; 3. mengusulkan personel pada unit laka untuk mengikuti dikbagspes

untuk meningkatkan SDM guna meningkatkan profesionalisme di dalam penyelesaian kasus laka lantas;

4. melakukan patroli khususnya di penghujung tahun pada tembat-tempat black spot sebagai upaya pencegahan terjadinya laka lantas sehingga meminimalisir terjadinya penyelesaian kasus pada tahun mendatang.

Dari hasil analisis pengunaan sumber daya manusia di dalam upaya penyelesaian kasus laka lantas dinilai telah baik sebab bila di bandingkan dengan jumlah penyidik dan jumlah laka yang terjadi sangat tidak berimbang namun penyelesaian kasus melampaui dari target kinerja yang ada, serta untuk lebih meningkatkan profesionalisme penyidik laka lantas maka sangat di harapkan untuk mengusulkan penambahan personel serta pengusulan personel untuk mengikuti dikbangspes yang ada sesuai dengan bidang tugas.

Sedangkan dari hasil analisis program / kegiatan di dalam menunjang keberhasilan penyelesaian kasus laka lantas yakni :

1. Adanya koordinasi yang baik antara Satlantas, kejaksaan dan pengadilan di dalam penanganan kasus laka lantas sebagaimana tertuang dalam MoU kerjasama;

2. Adanya dukungan anggaran penyidikan laka lantas setiap tahunnya;

3. Pelaksanaan koordinasi yang baik dengan pihak Jasaraharja; 4. Pendataan tunggakan kasus yang harus segera di selesaikan; 5. Pengawasan terhadap rencana dan pelaksanaan penyelidikan dan

penyidikan perkara tahun berjalan dan perkara tunggakan;

6. Meningkatkan ….. 6. Meningkatkan kegiatan gelar perkara dalam rangka penyelesaian

perkara;

7. Meningkatkan kegiatan analisa dan evaluasi serta pengawasan / pengendalian penyidikan secara berkala (mingguan, bulanan dan tahunan).

Program kegiatan ini masih relevan untuk mendukung capaian sasaran sehingga perlu di alokasikan kembali pada tahun depan.

Langkah-langkah untuk mencapai target 67 % pada tahun 2018 di dalam pengungkapan dan penyelesaian kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Kolaka antara lain :

1. Setelah menerima laporan Polisi, langsung melaksanakan anev dan laporan hasil penyelidikan, apakah LP tersebut kategori pidana atau bukan; 2. Menuntaskan tunggakan kasus;

3. Mengintensifkan koordinasi terhadap instansi terkait; 4. Meningkatkan pelatihan VCD Fungsi;

5. Penyidik / penyidik pembantu lebih pro aktif mendatangi saksi atau korban; 6. Memberdayakan Bhabinkamtibmas di wilayah binaan masing-masing

dalam hal penanganan kasus-kasus ringan / tipiring (problem solving); 7. Meningkatkan koordinasi internal secara berjenjang.

Dari hasil analisa yang mempengaruhi terjadinya tindak pidana pada wilayah Hukum Polres Kolaka dikarenakan oleh beberapa faktor :

1. Tingkat Perekonomian masyarakat Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Timur masih berada pada tingkat kemiskinan yang berdampak pada meningkatnya tindak Pidana;

2. Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Timur merupakan kota yang sedang berkembang di wilayah Indonesia timur sehingga pembangunan semakin pesat berupa pusat-pusat perbelanjaan seperti mall/Lippo Plaza, supermarket, kompleks perumahan/pemukiman dan lain-lain sehingga menimbulkan berbagai potensi gangguan serta terjadinya tindak pidana;

3. Kabupaten …. 4. Kabupaten Kolaka merupakan salah satu daerah transit di indonesia timur sehingga sebahagian suku yang ada di indonesia memilih menetap menyebabkan kemajemukan penduduk yang ada dengan berbagai watak,prinsip yang kadang kali memicu terjadinya tindak pidana dengan masyarakat lokal;

5. Mudahnya mengakses informasi melalui internet yang dapat memudahkan Pelaku kejahatan dalam mendapatkan Pola dan Modus dalam melaksanakan tindak pidana;

6. Lapangan Pekerjaan yang sulit di dapatkan yang disebabkan Persaingan di dalam mendapatkan Pekerjaan yang disesuaikan dengan Latar belakang Pendidikan umum maupun keahlian yang didapatkan.

Persentase penyelesaian tindak pidana

TARGET REALISASI CAPAIAN

2017 2018 2017 2018 2017 2018

67% 67% 60% 71% 89% 106%

Berdasarkan tabel di atas bila disandingkan antara pencapaian kinerja yang dicapai pada tahun 2018 dengan Target jangka menengah dari 71 % yang ditargetkan di tahun 2019 dimana realisasi pengungkapan kasus yang tercapai pada tahun 2018 hanya sebesar 106 %, sehingga Target jangka menengah pada tahun 2018 dapat tercapai pemenuhanya pada tahun 2018.

Analisis penyebab keberhasilan terpenuhinya terget di dalam pengungkapan dan penyelesaian kasus tindak pidana pada Polres Kolaka pada tahun 2019 antara lain :

1. Kasus yang tertangani di dukung oleh bukti dan saksi sehingga memudahkan di dalam pengungkapan suatu kasus;

2. Adanya kerjasama tim yang baik antara fungsi Intelkam dan Reskrim di dalam upaya pengungkapan kasus;

3. Adanya Peran serta wasidik di dalam pengawasan kasus ;

4. Adanya koordinasi yang baik dengan Polres terdekat dalam upaya pencegahan tersangka melarikan diri;

5. Adanya koordinasi yang baik dengan JPU guna melengkapi kekurangan berkas perkara;

6. Adanya dukungan sarana dan prasarana terkait alat pelacak Handphon sehingga beberapa kasus sulit dapat di selesaikan dengan mengetahui posisi tersangka;

7. Adanya penerapan Reward sehingga memotifasi penyidik di dalam pengungkapan suatu kasus.

Analisis ….. Analisis kendala yang dihadapi beberapa Subsatker yang tidak memenuhi target di dalam pengungkapan dan penyelesaian tindak pidana pada tahun 2019 antara lain :

1. Jumlah kasus yang tertangani tidak sebanding dengan jumlah penyidik / penyidik pembantu yang mengakibatkan beban kerja yang tidak seimbang; 2. Belum terpenuhinya kualitas SDM sesuai dengan kompetensi yang di

harapkan;

3. Banyaknya kasus yang tertangani yang kurang didukung oleh bukti dan saksi yang menyulitkan penyidik di dalam pengungkapan kasus;

4. Rusaknya beberapa tempat kejadian perkara yang disebabkan cuaca maupun hewan yang dapat menyulitkan penyidik di dalam pengungkapan kasus;

5. Banyaknya akses jalan keluar dari Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Timur serta yang menyebabkan mudahnya tersangka untuk melarikan diri;

6. Masih ditemukan beberapa saksi yang tidak kooperatif di dalam memberikan keterangan akibat ancaman dari tersangka yang membuat sulit penyidik di dalam melakukan analisa pengungkapan kasus;

7. Belum meratanya penyebaran sarana pendukung penyidikan dari Mabes Polri sampai ke tingkat Polsek;

8. Belum adanya Puslabfor pada Polda Sultra sehingga proses penyidikan yang membutuhkan proses identifikasi dari Puslabfor membutuhkan waktu yang lama.

Alternatif Solusi yang telah dilaksanakan maupun upaya perbaikan untuk mengatasi kendala kedepannya antara lain :

1. Meminta penambahan personel pada Bagsumda dalam hal pemenuhan penyidik / penyidik pembantu pada Satreskrim maupun unit reskrim pada Polsek Jajaran sesuai latar belakang pendidikan lanjutan Polri yang dimiliki; 2. Melakukan koordinasi yang intensif dengan dengan Polres terdekat di

dalam upaya pencegahan tersangka melarikan diri;

3. Memberikan jaminan keamanan terhadap saksi sesuai amanat undang-undang sehingga tidak ada lagi saksi yang mendapat intimidasi dari tersangka guna membuat terang suatu perkara tindak pidana;

4. Bekerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh adat maupun keluarga korban di dalam memberikan informasi sekecil apapun kepada penyidik guna pengungkapan kasus yang terjadi;

5. Melakukan ….. 5. Melakukan pelatihan fungsi pada tingkat Polres Kolaka berupa pelatihan VCD Fungsi guna merefres kembali wawasan keilmuan bidang penyidikan; 6. Pengusulkan personel pada fungsi reskrim di dalam mengikuti Latjam

maupun Dikbagspes guna meningkatkan mutu ke profesionalisme penyidik / penyidik pembantu dalam penanganan perkara.

Dari hasil analisis pengunaan sumber daya manusia dalam upaya pengungkapan dan penyelesaian kasus tindak pidana dinilai belum optimal atas kinerja yang dilaksanakan dimana masih ditandai banyaknya tunggakan kasus yang terjadi setiap tahunnya khususnya pada Satreskrim dan unit reskrim Polsek hal tersebut dikarenakan jumlah penyidik yang tidak sebanding dengan kasus yang

ditangani serta kualitas, kuantitas maupun profesionalisme di dalam melakukan Proses penyidikan masih jauh dari harapan ditambah dengan kurangnya di dalam memilah setiap laporan/pengaduan yang ada bahwa tidak seluruh Laporan / pengaduan yang ada harus berakhir dengan pembuatan Laporan Polisi tetapi masih ada jalan lain yang mesti ditempuh didalam menuntaskan suatu permasalahan yang dilaporkan masyarakat melalui proses mediasi sehingga tidak terjadi penumpukan kasus yang pada akhirnya menjadikan tunggakan kasus ditahun mendatang. hal tersebut diperkuat sesuai dengan data Personel yang telah mengikuti Pendidikan lanjutan Polri khususnya pada fungsi teknis Reskrim dari seluruh yang mengikuti pendidikan lanjutan kenyataanya tidak ditempatkan seluruhnya sesuai dengan bidang tugasnya.

Sedangkan dari hasil analisis program / kegiatan yang menunjang keberhasilan atas pengungkapan dan penyelesaian kasus tindak pidana yang terjadi antara lain :

1. Pembagian tugas yang baik dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana;

2. Pendataan tunggakan kasus yang harus segera di selesaikan;

3. Pengawasan terhadap rencana dan pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan perkara tahun berjalan dan perkara tunggakan;

4. Meningkatkan kegiatan gelar perkara dalam rangka penyelesaian perkara;

5. Meningkatkan ….. 5. Meningkatkan kegiatan analisa dan evaluasi serta pengawasan / pengendalian penyidikan secara berkala (mingguan, bulanan dan tahunan); 6. Adanya dukungan anggaran mendukung kegiatan penyelidikan dan

penyidikan tindak pidana.

Program kegiatan ini masih relevan untuk mendukung capaian sasaran sehingga perlu di alokasikan kembali pada tahun depan.

Dokumen terkait