• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. PROSES LOKAKARYA

3.3. Presentasi Materi

3.3.3. Presentasi Komponen Pengendalian Karhutlah Terpadu

3.3.3.3. Presentasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

Latar Belakang

Hasil Kajian

• Lembaga Nasional dan Internasional

• FFPCP di Sumatera Selatan

• SSFFMP pada desa-desa Prioritas 30 desa ( 3 Kabupaten Prioritas) Tahun 2003 (Kebakaran, lahan gambut, sekitar kawasan hutan, perusahaan)

0

Permasalahan

• Penggunaan dan pengelolaan lahan yang tidak berkelanjutan

• Kondisi sosial ekonomi yang rendah

• Pendidikan dan kesadaran lingkungan yang rendah

• Kapasitas pengendalian kebakaran kurang memadai

• Isu sengketa lahan (tata batas desa-penguasaan lahan) Strategi dan Pendekatan

Sistem pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan berbasis masyarakat Proses

• Pengembangan kapasitas untuk instansi pemerintah, swasta, LSM dan masyarakat

• Peningkatan partisipasi multipihak

• Pengembangan jaringan kerja dan kerjasama

Manajemen Perencanaan Tataguna Lahan Berbasis Masyarakat

ANALISA SITUASI WILAYAH PERMASALAHAN

• Daerah rawan terbakar dan areal sonor pada musim kemarau

• Tambak udang rakyat sering gagal

• Panen padi dan kelapa sering gagal

• Batas Desa dan batas wilayah antar dusun belum jelas dan belum disepakati

• Banyak lahan tidur di daerah rawa dan rawan terbakar

• Jalan desa dan jembatan banyak yang rusak.

• Sarana bangunan Sekolah Dasar rusak

• Pasar kalangan rusak

• Sulit mendapatkan air bersih pada musim kemarau

• Sulit mengembangkan daerah rawa untuk peningkatan ekonomi

• penentuan jenis tanaman, status kepemilikan lahan dan biaya Skenario Rencana Tata Guna Lahan Desa

• Pengembangan kawasan budidaya (mata pencaharian/sosial ekonomi)

• Kawasan non budidaya

• Fasilitas pemukiman dan sarana umum

• Pengembangan fisik dan prasarana

Pemetaan Tata Batas Desa dan Pengelolaan Konflik

1. Kenyamanan bagi masyarakat desa dan Pemerintah Desa 2. Memudahkan kontrol bagi Pemerintahan Desa (lintas desa) 3. Pelayanan kepada masyarakat

4. Keberadaan status kawasan hutan, dan perusahaan.

Analisis Tanah dan Kesesuaian lahan

• Justifikasi skenario penatagunaan lahan desa

• Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi dan hambatan tingkat kondisi lahan (fisik –kimia)

• Bahan penyuluhan (data dan informasi untuk perbaikan teknology spesifik lokasi)

Peraturan Desa

• Perdes Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Desa dan Pengendalian kebakaran hutan dan lahan

• Antisipasi resiko

• Kenyamanan dan perlindungan

• Sanksi

• Team Penyusun

• Mekanisme konsultasi publik

Pemantauan Dampak Secara Bersama

Perubahan penggunaan dan pengelolaan lahan dan kebakaran hutan dan lahan secara kualitatif dan kuantitatif (2004-2006)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa

• Skenario rencana tata ruang desa bagian dari sistem perencanaan pembangunan desa

• Pedoman bagi masyarakat desa maupun multipihak lainnya untuk bersinergi membangun desa

• Bahan pertimbangan dan evaluasi pada Musyawarah Pembangunan Desa (Musbangdes) Tahunan.

• Menjamin keberlanjutan perencanaan

Presentasi 2: Awarenes Campaign, Oleh Moh. Saleh (SSFFMP) Pengembangan kapasitas

 Jumlah kegiatan pengembangan kapasitas SSFFMP sampai Juni 2007 berjumlah 373 pelatihan.

 Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas SSFFMP sampai Juni 2007 berjumlah 14111

Metoda dan pengembangan kapasitas:

 Pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran

 Pengembangan kapasitas umum melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh komponen-komponen (CD, Gender, LUP, FIS/GIS, NGO, Fire Management dan Awareness).

 Lokakarya perencanaan proyek

 Studi banding ke berbagai wilayah di dalam dan luar negeri.

 Pengembangan kapasitas lainnya seperti melalui seminar, diskusi, lokakarya, dan lain-lain.

Proporsi kegiatan dalam pengembangan kapasitas

Pelatihan Proyek; 17; 5%

Studi Banding; 16;

4%

Pengembangan Kapasitas lainnya;

91; 24%

Pendidikan Lingkungan

• Pendidikan lingkungan melalui pendidikan formal di tingkat sekolah dasar,

melanjutkan distribusi dan implementasi buku pendidikan lingkungan “Desa Ilalang”

yang telah dibuat oleh FFPCP.

Melibatkan dan memperkuat stakeholder dalam penerapan pendidikan lingkungan

• Melakukan promosi dan event yang melibatkan banyak anak-anak dalam kegiatan pendidikan lingkungan

Buku “Desa Ilalang

Buku “Desa Ilalang” adalah buku pendidikan lingkungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan untuk kelas V SD, didistribusi langsung ke sekolah dan melalui lokakarya

• Pelatihan guru untuk penerapan buku “Desa Ilalang”

• Pendampingan pelaksanaan penerapan pendidikan lingkungan di Sekolah Dasar.

• Penguatan dan peranserta Forum Komunikasi Pendidikan Lingkungan –Sumatera Selatan (FKPLH-SS)

• Menyelenggarakan event-event pendidikan lingkungan Kampanye dan Penyuluhan

• Untuk menjangkau kelompok sasaran hingga ke daerah-daerah, melakukan kampanye dengan menggunakan berbagai media dan penyuluhan langsung yang melibatkan berbagai pihak.

• Untuk menjangkau kelompok yang lebih luas kampanye dilakukan dengan menggunakan media massa (cetak dan elektronik

Kesimpulan

• Akar masalah kebakaran hutan dan lahan adalah kondisi sosial ekonomi yang rendah, pendidikan dan kesadaran yang sangat rendah, tindakan penggunaan dan pengelolaan lahan yang tidak lestari, serta keterbatasan sumberdaya dalam pengendalian

kebakaran

• Pentingnya upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang berbasis masyarakat (Community Base Fire Management), dengan menempatkan masyarakat sebagai pemeran utama

• SSFFMP sudah memberikan contoh lapangan dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara terpadu berbasis masyarakat pada 13 desa prioritas Rekomendasi

• Perlunya dukungan multipihak dalam pengelolaan kebakaran hutan dan lahan dengan menekankan pencegahan dan pemadaman secara dini.

• Perlunya dukungan multipihak dalam penguatan masyarakat dan kelembagaan desa dalam mencegah kebakaran, khususnya dalam perencanaan tata ruang,

pengembangan masyarakat, serta pendidikan dan penyadartahuan.

Presentasi 3: Community Development, Oleh Djoko Setijono (SSFFMP) Pengembangan masyarakat

• Penguatan kelembagaan kelompok tani

• Pembuatan contoh lapangan peningkatan pendapatan masyarakat

• Pengenalan dan pengembangan teknologi budidaya spesifik lokasi (pertanian, perikanan, peternakan dan industri rumah tangga)

DESA MUARA MEDAK

DESA MANGSANG

Progress of the Cattle Rearing Activity at Mangsang Village, MUBA District

0

2004 2005 2006 2007 July

Year

Cattle

Cattle Financial Status of "Saga Mandiri" Farmer Group

of Muara Medak Village, MUBA District

Sep-06 Oct Nov Des Jan-07 Feb March

Month

DESA UPANG

DESA MUARA TELANG

Progress of Husk Fueled Paddy Dryer Installed at Banyuasin District

2004 2005 2006 2007

Year

Unit

Box Dryer

Progress of the farmer members' paddy field cultivated joining in the Project activity at Muara Telang Village, BA District

2004 2005 2006 2007

Year

Ha

Farmer members' paddy field

Financial Status Progress of Farmer Groups at Upang Village, BA District

2004 2005 2006 2007

Year

Micro Credit (rate 15%

post harvest payment) Paddy Dryer’s Income (2007 mgt contracted) Total

DESA RIDING

DESA SIMPANG TIGA

Progress of Fund Raising of "Cahaya Tani" Farmer Group at Simpang Tiga Village, OKI District

Apr-07 May-07 Jun-07 Month

Trend of Converted Sonor Areas to the Permanent Paddy Field

0

Ha Paddy Field

Progress of the Water Buffalo Rearing Activity for IGA at Riding Village, OKI District

0

2005 2006 2007

Year

Buffalo Initial Capital (SSFFMP)

Benefit Gained Total Buffalo

SESI TANYA JAWAB Dedi Permana (WBH)

1) Untuk Pak Paul, gambaran sekenrio seperti apa yang mau dilakukan berkaitan dengan pengelolaan gambut ?

2) Untuk pak DJoko, apa link kegiatan CD SSFFMP yang telah dilakukan dalam konteks pengurangan kebakaran hutan dan lahan ?

Yohenes (PU Pengairan)

Untuk pak saleh, pada bagian kesimpulan bapak mengatakan bahwa akar masalah kebakaran hutan dan lahan adalah maslah social ekonomi, artinya menyalahkan masyarakat, saya pikir masalahnya bukan disitu akan tetapi berkaitan dengan water management.

JAWABAN, TANGGAPAN DAN KLARIFIKASI

Paul Kiman

1) SSFFMP tidak membuat model yang detail, kita mulai dengan pengetahuan awal, kita membangun awareness, apa itu gambut ?, apa gunanya gambut ?, apa itu kubah gambut ?

2) Diberbagai forum kita sering membicarakan tentang gambut tapi bagaimana keseriusan berbagai instansi terkait ?

3) Di OKI banyak gambut masuk dalam areal konsesi perusahaan.

Solichin

1) Di Muba masih banyak hutan gambut, artinya pengembangan HTI jangan disitu, jadi kalau mau mencegah kebakaran hutan dibiarkan saja gambut seperti itu.

2) Kita mengembangkan pendekatan data-data tapi tidak dengan resolusi detail,

SSFFMP tidak berhak untuk membuat data itu karena bukan instansi yang berwenang, jadi data yang kita buat melalui pendekatan remote sensing.

DJoko Setijono

1) Dapak dari berbagai kegiatan CD yang dilakukan SSFFMP ada outputnya, ada dampak langsung dan ada yang tidak langsung.

2) Output kita adalah 13 komponen kegaitan CD di desa-desa prioritas, di Muara Telang telah berhasil melakukan intensifikasi pertanian khususnya padi (panen perdana mengalami kenaikan hingga dua kali lipat), begitu juga di Desa Simpang Tiga. di Desa Riding lahan sonor dikonversi menjadi lahan hijauan ternak.

M. Saleh

Akar masalah dari kebakaran hutan dan lahan adalah degradasi sumberdaya alam, dengan degradasi ini mempengaruhi sosial ekonomi masyarakat.

3.3.3.4. Presentasi Pengendalian/Pemadaman “Sistem Operasional Kebakaran