G. Lembar Kerja Siswa
IV. PRESENTASI VIDEO
Deskripsi
Pembelajaran presentasi video merupakan upaya pembekalan keterampilan bagi Anda untuk dapat mengomunikasikan gagasan melalui bentuk video.
Pada dasarnya presentasi video terdiri atas kegitan pembelajaran :
1. Video proses yang pengambilan gambarnya dilakukan dengan kamera video, baik yang terpasang pada telpon genggam dan perangkat gaget lainnya, maupun pada kamera khusus untuk perekaman video, termasuk camcorder.
2. Screen recording yang pengambilan gambarnya menggunakan lensa yang terpasang pada laptop atau webcam yang sengaja dipasang untuk perekaman gambar.
Pengukuran keberhasilan pembelajarannya diarahkan pada keterampilan Anda menemukan ide sebagai solusi memecahkan masalah dalam kehidupan keseharian terkait dengan produk dan jasa yang Anda pelajari.
Kegiatan Belajar 13: Memahami Presentasi Video - Fungsi dan Jenis Presentasi Video
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu :
Menjelaskan pengertian presentasi video
Menjelaskan fungsi presentasi video dalam upaya mengomunikasikan ide atau gagasan
Mengidentifikasi jenis-jenis presentasi video
150 B. Uraian Materi
Manusia sebagai mahluk visual dapat dengan mudah mendapatkan informasi dengan melihat sesuatu yang “hidup”, bergerak dan bersuara. Untuk mengomunikasikan suatu ide atau gagasan dengan lebih efektif maka diperlukan sebuah presentasi dalam bentuk video yang dapat mengetengahkan gambar bergerak sekaligus suara yang diperlukan.
Pada awalnya dulu gerakan hanya dapat ditangkap dan diujudkan kembali melalui pemutaran pita celluloid yang kita sebut film. Film yang pertama hanya berisi gambar bergerak tanpa suara. Dalam perkembangannya film dapat juga menampung suara. Pita celluloid digantikan dengan pita magnetik yang mampu merekam gerakan dan suara. Perkembangan terakhir yang terjadi adalah penggantian pita maknetik dengan rekaman data digital. Rekaman gerak dan suara dalam bentuk data digital dapat dilakukan dengan mudah dan murah karena semakin berkembangnya perangkat jinjing (gadget) yang dilengkapi dengan lensa.
1. Pengertian Presentasi Video
Presentasi video adalah video untuk mengomunikasikan ide atau gagasan, yang digunakan untuk memperkenalkan produk yang dibuat melalui proses merekam gambar dan suara, menata urutan dan menyambung atau memotong gambar dan menyataukannya menjadi kesatuan yang utuh.
2. Fungsi Presentasi Video
Presentasi video berfungsi sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan melalui penyajian suatu produk yang telah dihasilkan.
Sebagai sarana untuk mengomunikasikan ide atau gagasan, presentasi video harus mengemukakan keunggulan ide atau gagasan yang akan disampaikan. Ide atau gagasan merupakan upaya untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Gagasan atau konsep adalah hasil pemikiran yang lahir sebagai solusi untuk mengatasi masalah. Pada dasarnya, masalah adalah kesenjangan antara
151 kenyataan dan harapan. Perlu pelatihan mengidentifikasi masalah. Mampu mengidentifikasi masalah merupakan setengah langkah untuk kemudian menemukan solusi sebagai satu langkah berikutnya.
Gagasan atau konsep pada presentasi video, harus dan lebih bagus menggunakan ide yang asli, benar, bermanfaat. Asli, artinya gagasan atau konsep bukan hasil pemikiran orang lain, hasil kreativitas sendiri, bukan plagiasi.
Tidak menyalahi kaidah keilmuan, tidak bertentangan dengan norma atau aturan.
Bermanfaat, artinya menjadi solusi bagi banyak orang.
Untuk memperoleh gagasan produk yang akan dibuat, Anda dapat melatih
Perhatikan kemungkinan peningkatan kekuatan, kenyataan, dan kenyamanan penggunaan produk
Setelah Anda mengenal aspek-aspek yang dapat diperhatikan dari suatu produk, cobalah langkah berikut.
a. Amatilah sebuah produk, perhatikan aspek-aspek di atas, dan berikan komentar atas kekuarangan dan kelebihan produk tersebut.
b. Carilah informasi apakah kekuarangan produk tersebut menimbulkan masalah bagi penggunanya.
c. Rumuskan masalah tersebut.
d. Kumpulkanlah kemungkinan-kemungkinan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
152 e. Pertimbangkan dan pilihlah solusi yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut sesudah mempertimbangkan kelebihan atau kekurangan yang akan terjadi.
f. Rumuskan ide atau gagasan baru untuk memodifikasi produk yang ada agar dapat mengatasi masalah yang terjadi.
3. Jenis Presentasi Video
Berdasarkan tujuan pembuatannya, video dapat dibedakan menjadi:
a. Video cerita
Video yang mempunyai alur cerita akan yang mempunyai pembuka, klimaks, dan antiklimaks.
b. Video dokumenter
Sebuah video yang menggambarkan sebuah kejadian atau peristiwa dalam kehidupan nyata.
c. Video berita
Sebuah video yang memaparkan sebuah berita.
d. Video pembelajaran
Sebuah video yang bertujuan untuk memberikan materi pembelajaran agar mudah diserap dan dapat dimainkan ulang.
e. Presentasi video
C. Rangkuman
Presentasi video adalah video untuk mengomunikasikan ide atau gagasan.
Presentasi video digunakan untuk memperkenalkan produk.
Jenis-jenis dari video adalah video cerita, video dokumenter, video berita, video pembelajaran, video presentasi.
153 D. Tugas
Amatilah potongan-potongan video yang terdapat di cd yang menyertai buku ini kenallilah jenisnya!
Video 1 pada folder Presentasi Video, sub folder contoh video
Video 2 pada folder Presentasi Video, sub folder contoh video
1. Identifikasi video di atas sesuai dengan jenis dan fungsinya
2. Carilah jenis-jenis video berdasarkan dengan tujuan pembuatannya di internet, dan tempelkan (embed) kedalam kelas edmodo Anda masing-masing!
3. Diskusikan video yang Anda tempelkan pada edmodo kelompok Anda tentang jenis dari tujuan pembuatannya!
4. Presentasikan video yang Anda cari dalam kelompok kecil 5 - 6 orang, berikan tanggapan atas komentar, pendapat, atau kritik yang diberikan oleh rekan dan guru Anda.
E. Tes Formatif
1. Apa yang Anda harus lakukan untuk mengomunikasikan sebuah ide atau gagasan ke dalam bentuk video?
2. Dari semua aspek yang terdapat dalam produk yang akan dikomunikasikan, aspek apa yang menurut Anda yang harus ditonjolkan dalam membuat video presesntasi?Jelaskan!
3. Dari beberapa jenis video yang ada, manakah yang menurut Anda paling baik dalam mengomunikasikan sebuah produk?Jelaskan!
F. Lembar Jawaban Tes Formatif
1. Yang harus dilakukan untuk mengomunikasikan ide adalah
...
...
...
...
154 2. Aspek yang harus ditonjolkan
...
...
...
...
3. Jenis video yang paling baik untuk mengomunikasikan produk adalah
...
...
...
...
G. Lembar Kerja Siswa
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
155 Kegiatan Belajar 14: Memahami Presentasi Video - Ciri Khas Presentasi Video
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu :
Menjelaskan ciri khas presentasi video
B. Uraian Materi
Berbagi informasi kepada pihak lain merupakan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial, terutama setelah memasuki era informasi. Salah satu bentuk berbagi informasi adalah mengomunikasikan gagasan atau konsep. Dalam perkembangannya, mengomunikasikan gagasan atau konsep memiliki tujuan memasarkan produk. Bahkan tujuan-tujuan yang tersirat lainnya sering bersembunyi di balik tujuan tersebut.
Di antara para penggagas dan (sedikit) penyusun konsep justru kemampuan mengomunikasikan ini menjadi salah satu kelemahan. Banyak para pembuat produk yang tidak mampu mengomunikasikan produknya dengan baik atau tidak memiliki waktu banyak mengomunikasikan produknya dengan cara yang
„menjual‟. Bahkan banyak para penggagas yang tidak mengacuhkan kemampuan berkomunikasi.
Salah satu tujuan presentasi video adalah membantu mengomunikasikan gagasan atau konsep melalui video, sebagai media dengar-pandang (audio-visual). Gagasan berbentuk produk benda jadi atau konsep dalam bentuk pelayanan (services) atau prosedur kerja akan menjadi lebih mudah dikomunikasikan dalam bentuk presentasi video.
Ciri khas presentasi video adalah mudah dibuat, bersifat spontan, dan mengakomodasi keinginan pembuat. Untuk itu alat yg digunakan adalah yang alat sederhana dan murah.
Proses pembuatan presentasi video haruslah dirancang dalam bentuk sederhana dan memperhatikan hal – hal berikut:
1. Tanpa memerlukan teknik pengambilan gambar yang rumit.
156 2. Pencetus ide dapat berlaku sebagai sutradara ataupun pemain bahkan
sebagai editor
Tahapan kreatif, terdiri atas rangkaian meniru–memodifikasi–mencipta. Pada materi ini yang dibicarakan adalah tahap modifikasi dan mencipta. Memodifikasi diawali dengan melatih kepekaan menemukan masalah atas produk benda jadi atau cara bekerja sebelumnya.
Gagasan berupa produk benda pakai harus mengikuti prinsip Form Follows Function, dan memperhatikan masalah ergonomi dan antropometri.
Ciri presentasi video produk benda jadi atau layanan (services).
1. Alur presentasi logis, dimulai dari masalah (bila perlu didramatisasi seperlunya), ditunjukkan solusinya berupa gagasan yang akan dikemukakan.
2. Menggunakan urutan (sequence) naratif, urutan deskriptif, dan urutan penjelasan (explanatory) dengan titik berat pada urutan deskriptif.
3. Lebih mengutamakan tampilan produk benda jadi, atau animasi grafis cara kerja.
4. Setiap gerak harus memiliki makna yang mendukung kelebihan produk.
5. Kejelian kamera menampilkan bagian utama dan kelebihan produk atau cara kerja.
6. Cara bekerja bagian produk pada bagian-bagian yang tidak tampak secara langsung, diungkapkan dengan sketsa atau animasi.
7. Cara bekerja produk didemonstrasikan langsung. Bila perlu menggunakan direct sound atau dengan istilah lain sound on tape.
8. Urutan terjaga kontinuitasnya.
9. Narasi hanya mengantar dan menjelaskan hal-hal tertentu. Tidak mendominasi seluruh tayangan. Narasi menggunakan kata-kata lugas dan bukan mengomentari tampilan gambar. Narasi dipersiapkan melalui naskah narasi tersendiri. Penempatan kalimat kunci harus tepat, memiliki gaya bercerita yang kuat.
10. Menggunakan kesaksian orang terkenal, atau ilmuwan atau praktisi.
157 11. Pada tahap simpulan, ditutup dengan narasi yang kuat, berpengaruh, menggunakan gambar yang jelas, musik yang „gegap gempita‟ dan berakhir pada „klimaks‟.
C. Rangkuman
D. Tugas
1. Carilah video produk barang jadi di Internet, uraikanlah sesuai dengan ciri presentasi video yang telah Anda pelajari!
2. Tempelkan (embed) ke dalam kelas edmodo Anda masing-masing dan diskusikan!
E. Tes Formatif
Kenalilah bagian-bagian ciri presentasi video produk barang jadi dari video yang Anda temukan di Internet, dan presentasikan di depan kelompok kecil Anda, berikan tanggapan atas komentar, pendapat, atau kritik yang diberikan oleh rekan dan guru Anda.
F. Lembar Jawaban Tes Formatif
...
...
...
...
...
...
...
Ciri khas presentasi video adalah mudah dibuat, bersifat spontan, dan mengakomodasi keinginan pembuat. Untuk itu alat yang digunakan adalah alat yang tersedia dan terjangkau
158 G. Lembar Kerja Siswa
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
159 Kegiatan Belajar 15: Menerapkan Presentasi Video - Membuat Sinopsis dan Menulis Naskah
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu :
Membuat sinopsis
Menulis naskah
B. Uraian Materi
Ada beberapa cara dalam pembuatan presentasi video diantaranya menggunakan alat sederhana seperti handycam, camera handphone, dan screen recording.
Hal lain adalah video proses karena memerlukan rangkaian beberapa proses pembuatan video sebagaimana pembuatan video pada umumnya (praproduksi, produksi, pascaproduksi).
Praproduksi merupakan tahapan perencanaan. Secara umum merupakan tahapan persiapan sebelum memulai proses produksi (shooting film atau video).
Pada intinya tujuan praproduksi adalah mempersiapkan segala sesuatunya agar proses produksi dapat berjalan sesuai konsep dan menghasilkan suatu karya digital video sesuai dengan harapan. Untuk memulai pemrosesan video, dibutuhkan beberapa langkah, sebagai berikut:
1. Ide
Ide/gagasan adalah rancangan yang tersusun dalam pikiran, berarti sama dengan gagasan. Gagasan menyebabkan timbulnya konsep. Secara sederhana ide dapat dikatakan sebuah gagasan, sebuah rencana, pendapat.
Misalnya: gagasan tentang sendok, muncul dalam bentuk sendok yang utuh dalam pikiran. Selama gagasan belum dituangkan menjadi suatu konsep dengan tulisan maupun gambar yang nyata, maka gagasan masih berada di dalam pikiran.
Maka dari itu, pembuatan presentasi video harus dimulai dengan menciptakan sebuah ide. Ide dan konsep harus dikembangkan berdasarkan masalah.
160 4. Sinopsis
Sinopsis adalah suatu peristiwa atau rekaan yang dikisahkan dalam bentuk cerita singkat, ringkas, padat dan jelas. tanpa menghilangkan unsur – unsur pentingnya. Sinopsis di susun dalam bentuk cerita.
5. Naskah
Naskah adalah suatu teks yang berisi gambaran alur cerita. Video yang akan terlihat di layar, Naskah dalam pembuatan video proses kali ini dibuat agar sang presenter mengerti detail dari presentasi yang akan disampaikan. Penulisan naskah dapat disederhanakan sesuai keperluan tetapi masih mengandung dimengerti oleh pendukung akan memproduksi.
Membaca Naskah
Lihatlah contoh naskah berikut ini.
161 Contoh Naskah 1
Bandingkan contoh naskah 1 dengan contoh naskah 2 berikut ini WRITTEN BY :
INT. DAPUR – SIANG
Andi mempersiapakan bahan masakan, mencuci dan mengiris bawang
Andi
Halo saya Andi, siswa SMK Negeri 37 Jurusan Boga.
Kali ini kita akan membahas masakan khas Asli Indonesia Soto, tahukah Anda ada berapa banyak jenis soto di Indonesia ini?
Tiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khas soto, seperti : soto Aceh, soto Medan, soto Madura, dan banyak lagi Selain beragamnya soto ditiap daerah, soto juga punya beberapa
varian nama, sroto di Banyumas, cotto di Makasar, dan Saoto di daerah jawa tengah
Andi membersihkan tangan dengan lap.
Andi
Dalam video ini saya akan menyampaikan
162 Contoh Naskah 2
WRITTEN BY : INT. DAPUR – SIANG
Andi mempersiapakan bahan masakan, mencuci dan mengiris bawang
CU : Tangan mencuci bawang dan Mengiris bawang
Andi
Halo saya Andi, siswa SMK Negeri 37 Jurusan Boga.
Kali ini kita akan membahas masakan khas Asli Indonesia Soto, tahukah Anda ada berapa banyak jenis soto di Indonesia ini?
Tiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khas soto, seperti : soto Aceh, soto Medan, soto Madura, dan banyak lagi Selain beragamnya soto ditiap daerah, soto juga punya beberapa
varian nama, sroto di Banyumas, cotto di Makasar, dan Saoto di daerah jawa tengah
Andi membersihkan tangan dengan lap.
CU : Tangan mengelap MLS : Andi
Andi
Dalam video ini saya akan menyampaikan bagaimana pembuatan soto tangkar,
yang merupakan khas dari Betawi.
Soto Tangkar ini sangat di minati oleh warga Jakarta, dan menggunakan bahan yang mudah dicari serta murah
163 Bandingkan pula kedua naskah tersebut dengan contoh naskah 3 berikut ini.
Contoh Naskah 3
No Visual Audio Waktu
0 Blank
1 Andi mempersiapakan bahan masakan, mencuci dan
Lagu : yok kita nonton ondel ondel
Halo saya Andi, siswa SMK Negeri 37 Jurusan Boga.
Kali ini kita akan membahas masakan khas Asli Indonesia
Soto, tahukah Anda ada berapa banyak jenis soto di
Indonesia ini?
Tiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khas soto,
seperti : soto Aceh, soto Medan, soto Madura, dan Makasar, dan Saoto di daerah
jawa tengah
Dalam video ini saya akan
00:15 – 00:26
164
No Visual Audio Waktu
menyampaikan bagaimana pembuatan soto tangkar, yang
merupakan khas dari Betawi.
Soto Tangkar ini sangat di minati oleh warga Jakarta, dan menggunakan bahan yang Tangkar, mari kita siapkan
1kg jeroan sapi
Potong bagian putih dari sereh
00:26 –
Selain bahan pokok tadi, kita halus menyiapakan bahan
yang di haluskan, yaitu : Andi
3 cm jahe 4 cm lengkuas
01:00 – 01:45
165
Setelah bahan di kupas dan dibersihkan, bahan dapat langsung dihaluskan dengan
blender
01:45 – 02:10
Perhatikan contoh naskah 1, contoh ini adalah naskah tanpa sudut pengambilan (angle) dan ukuran gambar. Pada contoh naskah 1 adalah naskah bebas yang memberikan kesempatan pada sutradara ataupun kamerawan untuk menentukan ukuran gambar dan angle.
Pada contoh naskah 2 adalah contoh naskah yang dilengkapai angle. Kedua naskah tersebut belum membicarakan suara, kecuali dialog dan suara langsung yang direkam pada saat pengambilan gambar.
Perhatikan contoh naskah 3 adalah naskah yang memisahkan antara visual dan audio, dan juga menentukan ukuran gambar.
6. Ukuran gambar
Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Ukuran pengambilan gambar selalu berkaitan
166 dengan ukuran tubuh manusia. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain pada tabel IV.1 berikut.
Tabel IV.1 Istilah Ukuran Gambar
No Istilah Ukuran Gambar Contoh Gambar
1
Extreme Long Shot (ELS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.
2
Very Long Shot (VLS): menunjukkan subjek yang berada di tengah lingkungan sekitarnya. Dalam ukuran VLS ini, lingkungan di sekitar objek lebih dominan. VLS akan menampilkan panorama yang akan memenuhi layar.
3
Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.
4
Long Shoot (LS) : pengambilan secara keseluruhan tubuh dari kepala sampai kaki. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.
167 No Istilah Ukuran Gambar Contoh Gambar
5
Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
6 Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
7
Wide Angle (sudut lebar) : ukuran pengambilan gambar yang memasukkan keadaan sekeliling, jadi sudut lebar akan
memberikan pandangan atas
keseluruhan keadaan.
8
Mid Shot (MS) : menunjukkan mulai bagian kepala sampai pinggul. Ukuran MS berfungsi untuk menunjukkan siapa yang sedang melakukan aksi.
168 No Istilah Ukuran Gambar Contoh Gambar
9
Medium Close Up (MCU) : menunjukkan mulai bagian kepala sampai bahu. Ini merupakan standar pengambilan gambar dalam wawancara.
10
Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat. Dalam merekam suatu gambar subjek yang tengah melakukan aksi, maka CU berfungsi untuk memfokuskan sebuah aksi yang tengah dilakukan. Hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru.
11
Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar wajah yang memenuhi layar penampilan gambar
12
Extreme Close Up (ECU): pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.
169 No Istilah Ukuran Gambar Contoh Gambar
13 One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
14 Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.
15 Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.
16 Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.
7. Gerakan kamera
Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:
170 1. PAN atau PANNING, yaitu pergerakan kamera secara horizontal yaitu gerakan kamera dari kiri ke kanan (PAN KANAN) atau dari kanan ke kiri (PAN KIRI).
Gambar IV.1 Pergerakan PAN dan PANNING
2. TILT atau TILTING, yaitu pergerakan kamera secara vertikal gerakan kamera dari atas ke bawah (TILT DOWN) atau gerakan kamera dari bawah ke atas (TILT UP).
Gambar IV.2 Pergerakan TILT atau TILTING
3. ZOOM IN, yaitu teknik pengambilan gambar yang dimulai dengan sudut pengambilan yang melebar (wide) dan kemudian bergerak mendekati ke arah subjek. Teknik ini dilakukan dengan memutar lingkaran zoom pada kamera.
171 Gambar IV.3 Pergerakan ZOOM IN
4. ZOOM OUT, yaitu teknik pengambilan gambar yang dimulai dari CLOSE UP pada suatu objek dan kemudian objek terlihat bergerak menjauh dari kamera yang secara gradual memperlihatkan lingkungan di sekitar subjek.
Teknik ini dilakukan dengan memutar lingkaran zoom pada kamera.
5. TRACK, yaitu gerakan kamera secara konstan, caranya dengan meletakkan kamera pada suatu benda bergerak, misalnya pengambilan gambar dari kendaraan, seperti mobil atau kereta api,dengan objek diam mampu bergerak.
8. Sudut Pengambilan Gambar
Proses pengambilan gambar adalah kegiatan yang sangat dinamis dan penuh dengan kreativitas. Seorang kamerawan yang baik akan selalu mengambil sudut pengambilan gambar yang menurutnya baik dan menarik. Kamerawan akan berpindah lokasi untuk mendapatkan sudut pengambilan gambar (angle) dan komposisi gambar yang variatif sehingga sekuen gambar tampak lebih hidup dan dinamis. Beberapa angle berikut ini mungkin dapat menginspirasi Anda.
a. Dutch angle, pengambilan gambar miring. Biasanya digunakan untuk menggambarkan ketidakstabilan emosi.
b. Worm angle / mata cacing, kamera persis diletakkan di atas tanah.
c. Crazy angle, kamera bergerak tidak beraturan.
d. Change focus, mengubah fokus dari satu objek ke objek lain dalam satu frame secara bergantian.
e. Circle / circular track, kamera mengitari objek.
172 f. Side shot, kamera merekam dari samping dan mengikuti obyek yang
berjalan.
g. Extreme top shot, kamera mengambil tepat di atas objek (900).
h. High angle, pengambilan gambar dari atas objek.
i. Eye level, pengambailan gambar sejajar dengan mata.
j. Low angle, pengambilan gambar dari bawah objek.
Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:
a. Bird Eye View
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.
b. High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.
c. Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.
d. Eye Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.
e. Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.
173 9. Transisi
Bila Anda membuat sebuah video menggunakan lebih dari satu ukuran gambar, gerakan kamera, ataupun banyak angle, maka untuk menjaga keterkaitan/kontinuitas sebuah cerita dalam video diperlukan sebuah tarsisi antar gambar atau adegan, transisi juga dapat digunakan untuk menunjukkan hubungan peristiwa, pergantian waktu atau tempat.
Jenis-jenis transisi adalah sebagai berikut.
a. Cut/Cut To
Cut adalah sebuah perpindahan atau transisi dari satu gambar atau adegan ke adegan yang lain secara langsung. Cut digunakan apabila:
Menyatakan kesinambungan cerita. Apabila dalam pengambilan gambar, kamera tidak mampu lagi mengikuti suatu gerakan karena terhalang objek lain maka digunakan cut, contohnya gambar “dicut” kemudian disambung ke shot/gambar yang lain dengan angle yang berbeda yang menampilkan
Menyatakan kesinambungan cerita. Apabila dalam pengambilan gambar, kamera tidak mampu lagi mengikuti suatu gerakan karena terhalang objek lain maka digunakan cut, contohnya gambar “dicut” kemudian disambung ke shot/gambar yang lain dengan angle yang berbeda yang menampilkan