Skema 2.5 Kondisi peserta didik
5. Prestasi Belajar
a. Pengertian prestasi belajar
Sebelum dijabarkan secara rinci tentang prestasi belajar, terlebih dahulu memahami pengertian dari prestasi menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah diakukan, dikerjakan, dan sebagainya)56. Sedangkan menurut Saiful Bahri Djamarah dalam bukunya Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja.57 Dalam buku yang sama Nasrun harahap, berpendapat bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan peserta didik berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada peserta didik.
Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi adalah hasil yang diperoleh mealui sebuah proses kegiatan individu atau kelompok yang telah dikerjakan dengan sungguh-sunguh sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
56
Kementrian pendidikan nasional, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: BalaiPustaka, 1991), hlm. 787.
57Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, (Surabaya : Usaha Nasional, 1994), Cet. Ke-1, hlm. 20-21.
Sedangkan pengertian belajar menurut Skinner dala bukunya
Educational Psikology: The Teaching-Learning Process, berpendapat
bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif.58
Chaplin (1972) juga mengungkapkan pendapatnya dalam Dictionary of Psikology membatasi belajar dengan dua macam rumusan, yang pertama berbunyi : “….acquisition of any relatively
permanent change in behavior as a result of practice an experience”
sedangkan yang kedua berbunyi : “….process of acquiring responses
as a result of special practice”,59 maksudnya belajar adalah perubahan tingkah laku yang relative menetap sebagai hasil dari latihan dan pengalaman yang diperolehnya, belajar juga diartikan proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan tertentu.
learning is defined as the modification or strengthening of
behavior through experiencing.60 Maksudnya belajar adalah suatu
proses kegiatan yang menghasilkan tujuan yang diharapkan, jadi bukan hanya sekedar memperoleh hasil tanpa melewati proses, karena hal tersebut tidak akan bermakna bagi peserta didik.
Secara formal belajar dapat di definisikan sebagai tingkah laku yang dikaitkan dengan kegiatan sekolah. Belajar merupakan fisik atau badaniah yang hasilnya berupa perubahan-perubahan dalam fisik itu, misalnya, dapat berlari, mengendarai, berjalan, dan sebagainya.
58
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: PI RajaGrafindo, 2007), hlm.64. 59Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, hlm.65.
60
Belajar selain merupakan aktivitas fisik juga merupakan kegiatan rohani atau psikis. Hasil belajar sering kali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang
diajarkan.61 Belajar merupakan bentuk pertumbuhan dan
perkembangan dalam diri peserta didik yang direalisasikan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Peserta didik dikatakan belajar apabila di asumsikan dalam diri peserta didik tersebut mengalami suatu proses kegiatan belajar yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku yang lebih baik, sehingga menjadi manusi yang lebih sempurna.
Belajar yang efektif dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan yang diharapkan sesuai dengan tujuan instruksional yang ingin dicapai. Untuk meningkatkan prestasi belajar yang baik perlu diperhatikan kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal dalah kondisi atau situasi yang ada dalam diri peserta didik, seperti kesehatan, keterampilan, kemapuan dan sebaginya. Kondisi eksternal adalah kondisi yang ada di luar diri pribadi manusia, misalnya ruang belajar yang bersih, sarana dan prasaran belajar yang memadai.
Di dalam proses belajar mengajar selalu diikuti dengan pengukuran dan penilaian. Sutratinah Tirtonegoro mengemukakan
61
bahwa “Hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar disebut hasil belajar atau prestasi belajar”.62
Menurut Winkel mengemukakan, prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang peserta didik dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai bobot yang dicapainya. S. Nasution mengemukakan, prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat.63 Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai peserta didik dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.
Dari penjabaran diatas maka dapat disimpulkan pengertian dari prestasi belajar adalah Berdasarkan beberapa batasan diatas, prestasi belajar dapat diartikan sebagai kecakapan nyata yang dapat diukur yang berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai interaksi aktif antara subyek belajar dengan obyek belajar selama berlangsungnya proses belajar mengajar untuk mencapai hasil belajar yang maksimal.
b. Hasil belajar
Hasil belajar akan menjangkau tiga ranah yaitu ranah kognitif, efektif, dan psikomotorik di mana ranah tersebut dipenuhi menjadi beberapa jangkauan kemampuan. Jangkauan kemampuan ranah kognitif tersebut adalah meliputi:
62
Marzuki, Meningkatkan Prestasi Belajar Dengan Menerapkan Metode Diskusi Kelompok http://q-belajar.blogspot.com/2012/09/makalah-ptk-meningkatkan-prestasi.html,diakses tanggal 30 Oktober 2014
63
Idem, http://q-belajar.blogspot.com/2012/09/makalah-ptk-meningkatkan-prestasi.html, diakses tanggal 30 Oktober 2014
1) Pengetahuan dan ingatan (knowledge).
2) Pemahaman, menjelaskan, meringkas (coprehention). 3) Penerapan (application).
4) Menguraikan, menentukan hubungan (analysis).
5) Mengorganisasikan, merencanakan membentuk bangunan baru (syntesis), dan
6) Menilai (evaluation).
Termasuk ke dalam ranah afektif (affective) adalah: 1) Sikap menerima (receiving).
2) Partisipasi (participation). 3) Menentukan penilaian (valuing). 4) Mengorganisasi (organization).
Sedangkan ranah psikomotor meliputi: 1) Persepsi.
2) Kesiapan.
3) Gerakan terbimbing. 4) Kreativitas.
Dengan demikian hasil belajar dapat dikatakan sempurna apabila target jangkauan mengenai pencapaian tingkat sebagaimana yang telah
disebutkan sesuai dengan tujuan belajar yang diharapkan peserta didik.64
Hasil belajar dapat diartikan sebagai hasil maksimum yang telah dicapai oleh peserta didik setelah mengalami proses belajar mengajar dalam mempelajari materi pelajaran tertentu. Hasil belajar tidak mutlak berupa nilai saja, akan tetapi dapat berupa perubahan atau peningkatan sikap, kebiasaan, pengetahuan, keuletan, ketabahan, penalaran, kedisiplinan, ketrampilan dan sebagaimana yang menuju pada perubahan positif. Hasil belajar menunjukkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya yang telah mengalami proses pengalihan ilmu pengetahuan dari seseorang yang dapat dikatakan kurang dewasa atau memiliki pengetahuan kurang. Dari hasil belajar tersebut dapat terlihat prestasi belajae peserta didik yang diperoleh dari pengukuran hasil belajarnya. Meskipun hasil belajar ini bersifat sesaat saja, tetapi sudah dapat dikatakan bahwa peserta didik tersebut benar-benar memiliki ilmu pada materi atau bahasan tertentu. Jadi, dengan adanya hasil belajar, orang dapat mengetahui seberapa jauh peserta didik dapat menengkap, memahami, memiliki materi pelajaran tertentu. Atas dasar itu pendidik dapat menentukan strategi belajar-mengajar yang lebih baik.65 Penjabaran tersebut sangat mencerminkan indahnya pendidikan yang terstruktur dengan sungguh-sungguh, bukan hanya sekedar guru dating dan memberikan tugas yang tidak
64
Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2010), hlm. 32.
65
pasti akan tetapi benar-benar peserta didik memperoleh pengetahuan yang utuh tidak sekedar tahu akan tetapi memahami dengan apa yang disampaikan oleh guru.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Peserta didik Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain : 1) Faktor eksternal.
Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi dua, yaitu : a) Faktor-faktor non sosial
Kelompok faktor ini tak terbilang jumlahnya, misalnya : keadaan udara, suhu udara, cuaca, waktu (pagi, atau siang, ataupun malam), tempat (letaknya, pergudangannya), alat-alat yang dipakai untuk belajar (seperti alat tulis menulis, buku-buku, alat peraga, dan sebagainya yang biasa kita sebut alat-alat pelajaran), metode pengajaran.
b) Faktor-faktor Lingkungan Sosial
(1) Lingkungan sosial sekolah, seperti guru, administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi proses belajar seorang peserta didik. Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk belajar lebih baik di sekolah. Perilaku yang simpatik dan
dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi peserta didik untuk belajar.
(2) Lingkungan sosial masyarakat. Kondisi lingkungan
masyarakat tempat tinggal peserta didik akan mempengaruhi belajar peserta didik. Lingkungan peserta didik yang kumuh, banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat mempengaruhi aktivitas belajar peserta didik, paling tidak peserta didik kesulitan ketika memerlukan teman belajar, diskusi atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilikinya.
(3) Lingkungan sosial keluarga. Lingkungan ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar. Ketegangan keluarga, sifatsifat orangtua, demografi keluarga (letak rumah), pengelolaan keluarga, semuanya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar peserta didik. Hubungan antara anggota keluarga, orangtua, anak, kakak, atau adik yang harmonis akan membantu peserta didik melakukan aktivitas belajar dengan baik.
2) Faktor intern yaitu faktor yang berasal dari diri si pelajar Digolongkan menjadi dua golongan yaitu :
a) Faktor-faktor Fisiologis
Faktor-faktor fisiologis ini masih dapat lagi dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
(1) Keadaan tonus jasmani pada umumnya ini dapat dikatakan melatar belakangi aktivitas belajar; keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar; keadaan jasmani yang lelah lain pengaruhnya daripada yang tidak lelah.
(2) Keadaan Fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama
fungsifungsi panca indera. Bahwa panca indera dapat dimisalkan sebagai pintu gerbang masuknya pengaruh ke alam individu. Orang mengenal dunia sekitarnya dan belajar dengan mempergunakan panca inderanya. Baiknya fungsi panca indera merupakan syarat dapatnya belajar itu berlangsung dengan baik.
b) Faktor-faktor Psikologi
(1) Kecerdasan peserta didik atau intelegensi peserta didik Suadah menjadi hal yang umum, jika kecerdasan
memliki peranan yang penting dalam mencetak
keberhasilan peserta didik, karena peserta didik yang cerdas lebih mampu belajar dengan baik daripada yang kurang cerdas.66 Semakin tinggi tingkat intelegensi
66
seorang individu, semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar.