• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab V Analisis Data dan Pembahasan

2. Prestasi Belajar Siswa

Berdasarkan data hasil penelitian, nilai tertinggi dari variabel prestasi belajar adalah 100 dan nilai terendah adalah 1. Berikut ini disajikan tabel distribusi frekuensi berdasarkan Penilaian Acuan Patokan II sebagai berikut :

Tabel 5.2

Deskripsi Prestasi Belajar

Nilai Prestasi Belajar Jumlah Kategori f % 81,19 - 100 11 11% Sangat Tinggi 66,34 - 81,18 89 89% Tinggi 56,44 - 66,33 0 0% Cukup 46,54 - 56,43 0 0% Rendah 1 - 46,54 0 0% Sangat rendah Jumlah 100 100%

Dari tabel dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang memiliki nilai kategori sangat tinggi ada 11 siswa (11%); kategori tinggi 89 siswa (89%); kategori cukup 0 siswa (0%); kategori rendah 0 siswa (0%); dan kategori sangat rendah 0 siswa (0%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa dikategorikan tinggi.

3. Status Sosial Ekonomi Orang Tua a. Tingkat Pendidikan Orang Tua

Komposisi responden berdasarkan tingkat pendidikan orang tua cukup bervariasi, tetapi peneliti hanya membagi ke dalam tiga tingkatan

   

yaitu sampai dengan SMP berpendidikan rendah, SMA berpendidikan cukup, dan perguruan tinggi berpendidikan tinggi. Berikut ini disajikan tentang pendidikan orang tua

Tabel 5.3

Deskripsi Tingkat Pendidikan Orang Tua Responden

Tingkat Pendidikan Jumlah Keterangan f % Sampai dengan SMP 11 11% Rendah SMA 38 38% Cukup

Perguruan Tinggi 51 51% Tinggi

Jumlah 100 100%

Berdasarkan data tersebut orang tua responden yang berpendidikan sampai dengan SMP sebanyak 11 orang (11%); yang berpendidikan SMA sebanyak 38 orang (38%); dan yang berpendidikan perguruan tinggi sebanyak 51 orang (51%). Jadi dapat dikatakan bahwa sebagian besar tingkat pendidikan orang tua siswa adalah pendidikan tinggi.

b. Tingkat Pendapatan Orang Tua

Pendapatan orang tua merupakan pendapatan yang diperoleh setiap 1 bulan. Tingkat pendapatan orang tua digolongkan berdasarkan kriteria sebagai berikut: jika pendapatan ≤ Rp 1.776.000,00, maka dinyatakan berpendapatan rendah dan jika pendapatan > Rp 1.776.000,00, maka dinyatakan berpendapatan tinggi. Berikut ini disajikan data tentang tingkat pendapatan orang tua.

   

Tabel 5.4

Deskripsi Tingkat Pendapatan Orang Tua Responden

Tingkat Pendapatan Jumlah Keterangan f % ≤ Rp 1.776.000,00 35 35% Rendah >Rp 1.776.000,00 65 65% Tinggi 100 100%

Dari data di atas terlihat bahwa pendapatan orang tua siswa yang ≤ Rp 1.776.000,00 sebanyak 35 orang (35%), dan pendapatan orang tua siswa > Rp1.776.000,00 sebanyak 65 orang (65%). Jadi sebagian besar pendapatan orang tua adalah berpendapatan tinggi.

B. Analisis Data

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogorof-

Smirnov dengan bantuan komputer program SPSS 17.0 yang memusatkan

perhatian pada penyimpangan (deviasi) terbesar. Hasil pengujian normalitas untuk variabel minat belajar, prestasi belajar, dan status sosial ekonomi orang tua menunjukkan bahwa nilai Asymp.sig.(2-tailed) = 0,834 > = 0,05 (lampiran IV:halaman 107) yang berarti distribusi variabel minat belajar, prestasi belajar, dan status sosial ekonomi orang tua berdistribusi normal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa distribusi data tentang variabel

   

minat belajar, prestasi belajar, dan status sosial ekonomi orang tua berdistribusi normal.

2. Uji Hipotesis

Dalam pengujian ini terdapat dua hipotesis yang akan diuji. Pengujian hipotesis pertama dan hipotesis kedua menggunakan rumus korelasi regresi Chow. Berikut ini disajikan hasil-hasil pengujian hipotesis:

a. Pengujian Hipotesis I

Ho : Tidak ada hubungan minat belajar dengan prestasi belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua.

Ha : Ada hubungan minat belajar dengan prestasi belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua.

Berdasarkan hasil pengujian, model persamaan regresi dapat disajikan sebagai berikut (lampiran IV:halaman 109):

Y = 87.754 – 2.219 - 8.970 + 2.051( ) +

Keterangan :

Y = Prestasi belajar = Variabel minat belajar

= Variabel tingkat pendidikan orang tua

= Nilai interaksi antara variabel minat belajar dengan variabel tingkat pendidikan orang tua.

= faktor kesalahan stockhastik (stockhastic error term).

Hasil pengujian hipotesis di atas menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi dari interaksi variabel minat belajar dengan variabel tingkat pendidikan orang tua adalah 2,051. Nilai tersebut menunjukkan

   

bahwa interaksi kedua variabel tersebut memperkuat derajat hubungan minat belajar dan tingkat pendidikan orang tua. Nilai signifikansi koefisien regresi dari interaksi variabel minat belajar siswa dan prestasi belajar siswa ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua menunjukkan lebih tinggi dari nilai alpha yang digunakan dalam penelitian ini ( = 0,206 > = 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan minat belajar dan prestasi belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua.

b. Pengujian Hipotesis II

Ho : Tidak ada hubungan minat belajar dengan prestasi belajar ditinjau dari ringkat pendapatan orang tua.

Ha : Ada hubungan minat belajar dengan prestasi belajar ditinjau dari tingkat pendapatan orang tua.

Berdasarkan hasil pengujian, model persamaan regresi dapat disajikan sebagai berikut (lampiran IV:halaman 110):

Y = 96.565 – 4.228 - 12.081 + 2.726( ) +

Keterangan :

Y = Prestasi belajar

= Variabel minat belajar

= Variabel pendapatan orang tua

= Nilai interaksi antara variabel minat belajar dengan variabel tingkat pendapatan orang tua.

= faktor kesalahan stockhastik (stockhastic error term).

Hasil pengujian hipotesis di atas menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi dari interaksi variabel minat belajar dengan variabel

   

tingkat pendapatan orang tua adalah 2,726. Nilai tersebut menunjukkan bahwa interaksi kedua variabel tersebut memperkuat derajat hubungan minat belajar dan tingkat pendapatan orang tua. Nilai signifikansi koefisien regresi dari interaksi variabel minat belajar siswa dan prestasi belajar siswa ditinjau dari tingkat pendapatan orang tua menunjukkan lebih tinggi dari nilai alpha yang digunakan dalam penelitian ini ( = 0,128 > = 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan minat belajar dan prestasi belajar ditinjau dari tingkat pendapatan orang tua.

C. Pembahasan

1. Hubungan antara minat belajar siswa dan prestasi belajar ditinjau dari

tingkat pendidikan orang tua.

Hasil penelitian menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara minat belajar siswa dengan prestasi belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua. Hal ini didukung oleh perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi sebesar 2.051 dan hasil perhitungan statistik yang menunjukkan bahwa nilai probabilitas ( ) = 0,206 lebih besar dari = 0,05.

Deskripsi minat belajar menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dikategorikan memiliki minat belajar yang tinggi (59 siswa atau 59%). Menurut Masidjo (1995:52), minat adalah suatu kecenderungan yang agak

   

menetap dalam diri subjek dimana ia merasa tertarik akan suatu hal dan merasa senang bersama dengan hal tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa memiliki minat belajar yang tinggi.

Deskripsi prestasi belajar menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki prestasi yang tinggi (89 siswa atau 89%). Menurut Muhibbin Syah (1997:141), prestasi belajar merupakan taraf keberhasilan murid dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa mempunyai prestasi yang tinggi.

Deskripsi data mengenai tingkat pendidikan orang tua menunjukkan sebagian besar orang tua siswa baik bapak maupun ibu berpendidikan tinggi (51 orang atau 51%). Menurut Mulyanto (1982;98-99) pendidikan ditentukan berdasarkan pengelompokan atas pendidikan rendah dan tinggi. Siswa yang orang tuanya berpendidikan tinggi biasanya minat belajarnya tinggi, karena bimbingan dan pengarahan orang tua lebih besar. Sebaliknya siswa yang pendidikan orang tuanya rendah biasanya kurang mendapat perhatian dalam pendidikan sehingga minat belajar dan prestasinya rendah.

Menurut Mahmud (1990:87) salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi akademik yaitu status sosial ekonomi orang tua (pendidikan). Pendidikan orang tua dapat berpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap prestasi anak. Pengaruh secara langsung yaitu orang tua dapat

   

memberikan pendampingan belajar secara penuh terhadap anak misalnya membantu mereka jika mengalami kesulitan belajar, memberikan referensi buku-buku pelajaran, dan lain sebagainya. Sedangkan pengaruh tidak langsungnya adalah siswa mempunyai keinginan berpendidikan yang lebih tinggi dari orang tuanya sehingga mereka berusaha mewujudkan dengan mendapatkan prestasi yang tinggi agar lebih mudah melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk kasus pendidikan orang tua siswa di SMAN 1 Pakem tidak berpengaruh pada hubungan antara minat belajar dan prestasi belajar siswa artinya tingkat pendidikan orang tua tidak memperkuat maupun memperlemah minat dan prestasi belajar. Dalam hal ini disebabkan oleh kesamaan perhatian orang tua baik yang berpendidikan tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. Selain itu diduga ada faktor lain yang mempengaruhi yaitu faktor dari dalam yaitu bakat, motivasi, dan kecerdasan siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, keduanya berkeinginan bahwa anak-anak dapat berprestasi dalam belajar sehingga mereka berusaha untuk memberikan perhatian yang lebih dalam bentuk non fisik misalnya saja menunggui mereka saat belajar, selalu mengingatkan anaknya untuk belajar, menanyakan kesulitan apa saja yang dialami di sekolah dan lain sebagainya. Selain itu terdapat faktor bawaan dari dalam diri siswa, siswa yang masuk di sekolah ini melalui tes seleksi dan pada dasarnya mereka memiliki kecerdasan bawaan dari kecil.

   

Dokumen terkait