BAB V ANALISA DATA
METODE PENELITIAN
1.5 Kerangka Teori
1.5.5 Prestasi Kerja
Prestasi kerja seorang karyawan pada dasarnya adalah hasil kerja seorang karyawan selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, misalnya standar, target, sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya dapat dilihat dengan adanya prestasi kerja yang tinggi. Dengan prestasi kerja yang tinggi maka dengan sendirinya juga mencakup efisiensi, efektivitas dam produktivitas. Prestasi kerja tersebut merujuk pada hasil kerja yang dicapai oleh seorang karyawan secara umum mempengaruhi prestasi perusahaan.
Prestasi kerja suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu (Hasibuan, 2009:94). Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara, 2001:67).Prestasi kerja pegawai mempunyai keterkaitan dengan hasil kerja pegawaidalam melaksanakan tugas-tugas mereka dan selanjutnya akan berpengaruhterhadap pencapaian tujuan organisasi. Sehubungan dengan hal dimaksud perludiadakan pembinaan pegawai secara terus menerus, sehingga mereka mampumenghasilkan sesuatu yang berguna bagi diri sendiri maupun organisasi. Untukitu pembinaan pegawai tidak
dapat dipisahkan dari kedudukan mereka sebagaimanusia yang tidak terlepas dari kebutuhan, kemampuan dan kepribadian yangdapat dikembangkan. Oleh karena itu pembinaan prestasi kerja pegawai harusdapat menyentuh semua itu. Pada kenyataannya seorang pegawai dalam melaksanakan tugas dipengaruhi olehbeberapa faktor baik yang berasal daridalam lingkungan organisasi maupun di luar lingkungan organisasi.Pegawai adalah aset utama suatu organisasi yang menjadi perencana dan pelaku aktif dari setiap aktivitas organisasi. Pegawai mempunyai pikiran,dorongan perasaan, keinginan, kebutuhan status, latar belakang pendidikan, usiadan jenis kelamin yang heterogen yang dibawa kedalam suatu instansi. Pegawaibukan mesin, uang dan material yang sifatnya pasif dan dapat dikuasai serta diatursepenuhnya dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi. Seorang pegawaiakan merasa punya kebanggaan dan kepuasan tersendiri dengan prestasi yang dicapainya. Prestasi kerja yang baik merupakan keadaan yang diinginkan dalam kehidupan kerjanya. Seorang pegawai akan memperoleh prestasi kerja yang baik bila hasil kerjanya sesuai dengan standar baik kualitas maupun kuantitas.
Prestasi kerja merupakan bagian yang sangat penting dan menarik karena terbukti sangat penting manfaatnya. Suatu lembaga menginginkan pegawai untuk belajarsungguh-sungguh sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai kerjayang baik tanpa adanya prestasi kerja yang baik dari seluruh anggota perusahaanatau badan usaha, maka keberhasilan lembaga dalam mencapai tujuan akan sulittercapai. Agar pegawai dapat bekerja sesuai yang diharapkan, maka dalam diriseorang pegawai harus ditumbuhkan motivasi bekerja untuk meraih segala sesuatuyang diinginkan. Apabila semangat kerja menjadi tinggi maka
semua pekerjaanyang dibebankan kepadanya akan lebih cepat dan tepat selesai karena prestasi kerja pegawai mempunyai keterkaitan dengan hasil kerja pegawai dalammelaksanakan tugas-tugas mereka dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.
1.5.5.1. Aspek - Aspek yang Mempengaruhi Prestasi Kerja
Veitzhal Rivai ( Mangkunegara, 2006 : 50) menyatakan bahwa aspek-aspekyang dapat mempengaruhi prestasi kerja dapat dikelompokkan menjadi:
a. Kemampuan teknis, kemampuan untuk menggunakan metode, teknikdan
peralatan yang digunakan untuk melaksanakan tugas sertapengalaman dan pelatihan yang diperolehnya.
b. Kemampuan konseptual, yaitu kemampuan untuk memahami kompleksitas
lembaga pendidikan dan penyesuaian dari masing-masing tenaga pengajar, staff serta atasan ke dalam bidang operasional lembaga pendidikan secara menyeluruh, yang pada intinya individu-individu tersebut memahami tugas, fungsi serta tanggung jawab.
c. Kemampuan hubungan interpersonal, yaitu kemampuan untuk bekerjasama
dengan orang lain dan memotivasi diri sendiri.
d. Kemampuan berhubungan antara pribadi dan kelompok.Kemampuan untuk
bekerja yang harmonis dengan atasan, rekansebaya dan bawahan baik secara perorangan maupun dalam kelompok.
Dengan demikian kemampuan pegawai dapat dilihat dari pengetahuan danketerampilan yang ada pada diri pegawai tersebut dalam menjalankan setiaptugasnya dengan baik.Modal pengetahuan dan keterampilan tersebut pada
umumnya dimiliki oleh para pegawai yang berpendidikan dan berpengalaman dalam pekerjaannya.Dalam kaitannya dengan kemampuan kerja, pengalaman juga merupakan bagian dari kemampuan yang juga tidak kalah pentingnya dengan faktor pendidikan.Karena pada dasarnya pengalaman juga merupakan potensi yang ada pada diri seseorang yang memungkinkan untuk bisa mengerjakan pekerjaannya.Bila Pengalaman itu dihubungkan dengan pekerjaan seorang pegawai, maka pengertian pengalaman di sini lebih ditujukan pada pelajaran yangdiperoleh seseorang dalam bekerja atau menekuni pekerjaannya.Dari uraian di atas dapat di mengerti bahwa orang yang memiliki masa dinas atau masa kerja tertentu, akan memiliki pengalaman tertentu pula dalam jabatan yang didudukinya. Dengan kata lain semakin lama seseorang menduduki jabatan,
makasemakin banyak pengalaman yang diperolehnya dalam jabatan
tersebutindikator yang dapat mempengaruhi prestasi kerja yaitu, prestasi pegawai, adalah proses melalui mana organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawannya(Handoko, 2001: 193).
1.5.5.2 Penilaian Prestasi Kerja
Penilaian prestasi kerja adalah “Proses melalui mana organisasi menggerakkan atau menilai prestasi kerja karyawan”(Handoko,2001:135). Sedangkan menurut Hasibuan (2009:87), “Penilaian prestasi kerja adalah rasio hasil kerja nyata dengan standart kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan setiap karyawan”. Untuk menjawab keberhasilan dalam penilaian prestasi kerja, maka sebelumnya harus ditetapkan standar dalam mengukur prestasi kerja. Adapun standar tersebut adalah: kuantitas, yaitu jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai. Kualitas,
yaitu mutu yang harus dihasilkan (baik atau tidak). Ketepatan waktu, yaitu sesuai tidaknya dengan waktu yang direncanakan. Dapat disimpulkan bahwa penilaian prestasi kerja karyawan adalah proses untuk memberikan nilai kepada karyawan yang sudah menjalakan tugas yang diberikan perusahaan, dimana proses tersebut diharapkan untuk menuju ke arah yang lebih baik bagi karyawan maupun bagi perusahaan.
1.5.5.3 Indikator Prestasi Kerja
Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara,2007:67). Prestasi kerja dalam penelitian ini berpedoman pada jumlah yang dihasilkan oleh karyawan dan proses untuk menghasilkan keluaran berdasarkan standar yang ditetapkan.Menurut Flippo(1986),indikator prestasi kerja adalah sebagai berikut,
1. Kualitas Kerja, diukur dari:
a. kesesuaian pelaksanaan kerja dengan standar. b. Tingkat kerapian pekerjaan.
c. Perencanaan pekerjaan 2. Kuantitas Kerja, dikukur dari :
a. Tingkat keberhasilan.
b. Kesesuaian hasil kerja dengan target kerja. c. Loyalitas dalam bekerja
3.Ketangguhan, diukur dari : a. Ketepatan waktu kehadiran
b. Kebiasaan mengikuti peraturan c. inisiatif
1.5.6 Hubungan Pengaruh Penilaian Kinerja Terhadap Prestasi Kerja