Perusahaan pengelolaan hut an harus mempert ahankan at au meningkat kan kesej aht eraan sosial dan ekonomi j angka panj ang unt uk peker j a hut an dan masyarakat lokal. • Krit eria Sosial 3 LEI - Terj aminnya keberlanj ut an int egrasi sosial dan budaya masyarakat dan para pekerj a; Krit eria Sosial 4 – Perwuj udan t anggung j awab unt uk
merehabilit asi st at us gizi dan mengant isi pasi dampak pada kesehat an sert a Krit eria Sosial 5 – t erj aminnya hak-hak pekerj a
Perusahaan yang disert if ikasi diharapkan dapat dikenali secara umum sebagai t et angga yang baik bagi masyarakat lokal. Unt uk perusahaan yang lebih kecil, hal ini menj adi sangat sederhana sepert i t anggung j awab perusahaan akan peralat an penebangannya di j alan-j alan milik lokal, perlindungan sit us-sit us sej arah budaya at au arkeologi, at au hukum posit if dengan pemilik lahan di dekat nya. Unt uk perusahaan yang besar, baik it u perusahaan publik at aupun swast a, implikasinya biasanya lebih besar. Biasanya perusahaan yang lebih besar akan lebih hat i-hat i dalam memberikan kebut uhan rekreasi lokal, kegiat an-kegiat an yang menekankan pada pelat ihan dan part isipasi masyarakat lokal, dan kont ribusi at au dukungan unt uk pelayanan lokal sepert i kesehat an at au pendidikan. Akhirnya, melihat skala perusahaan yang lebih besar, akt if it as mereka akan mempengaruhi kawasan yang lebih luas dengan j umlah masyarakat yang semakin besar; karenanya akan lebih baik kalau perusahaan sepert i ini mempunyai sist em int eraksi dengan publik pada kegiat an pengelolaan hut an mereka.
4. 1 Masyarakat di dalam atau di sekitar kawasan pengelolaan hutan harus diberi kesempatan untuk bekerj a, pelatihan dan pelayanan lainnya.
• Masyarakat dan penduduk lokal diberikan pr iorit as dalam kegiat an penebangan at au kegiat an pengelolaan lainnya dalam hal kepemil ikan, pelat ihan, pengalolaan, pool t enaga kerj a dan manf aat at au peluang lain.
• S2. 3 Komunit as mampu mengakses kesempat an kerj a dan peluang berusaha t erbuka
• V – S2. 3. 1-2. 3. 8 Warga komunit as diut amakan bekerj a; Kesempat an kerj a t idak diskriminat if ; t enaga kerj a lokal t erserap, paling t idak pada t ingkat st af t et ap; usaha baru yang dikembangkan warga komunit as meningkat j enis dan t ingkat pengusahaannya; besaran dan dist ribusi belanj a unit manaj emen dalam wilayah lokal;
Kesesuaian j enis, wakt u, t empat dan j umlah pesert a pelat ihan dengan kebut uhan komunit as dan karyawan; kesempat an pelat ihan bagi warga komunit as dan karyawan t idak diskriminat if ; unit manaj emen mempunyai rencana pelat ihan yang komprehensif dan menyediakan dana penyelenggaraannya.
• S2. 4 – modal domest ik berkembang
• V – S2. 4 Masyarakat merupakan pemegang saham dalam unit manaj emen (pengelolaan bersama/ berbagi keunt ungan); unit manaj emen memberikan modal dan mencipt akan beberapa kegiat an, dsb.
• S3. 3 Promosi pemberdayaan komunit as dan karyawan
• V – S3. 3. 2 Menguat nya dan at au t erbent uknya inst it usi-inst it usi bagi penyaluran kepent ingan dan aspirasi komunit as dan karyawan
4. 2 Pengelolaan hutan harus memenuhi atau melebihi semua hukum yang berlaku yang mengatur kesehatan dan keamanan para pekerj a dan keluarganya. • Upah dan t unj angan lain (kesehat an, pensiun, kompensasi pekerj a, perumahan, pangan) unt uk st af f penuh wakt u dan kont rakt or harus adil dan konsist en dengan
(t idak lebih rendah dari) upah minimum regional yang berlaku. • Kondisi keamanan pekerj a harus memenuhi persyarat an hukum.
• Jika didokument asikan (unt uk perusahaan yang besar), t idak ada angka kecelakaan yang t inggi.
• Perlengkapan keamanan digunakan di dalam hut an (mis, helm, perlindungan t elinga, sepat u bot , pelindung t angan dsb). • S2. 5 Peninj auan berkala t erhadap kesej aht eraan karyawan dan j aminan at as f asilit as akomodasi yang memadai
• V – S2. 5. 1 – S2. 5. 13 – St rukt ur penggaj ian yang adil; ragam program pelat ihan; peningkat an j enj ang karir; peningkat an pendapat an karyawan; kemampuan menyisihkan uang/ menabung; peningkat an daya beli sandang, papan dan pangan; beban t anggungan t erhadap keluarga berkurang/ t idak ada; adanya
perubahan/ penambahan barang rumah t angga yang dimiliki; t erdapat perbaikan f rekuensi makanan lengkap bagi keluarga karyawan; kelancaran komunikasi dan inf ormasi; kondisi menu/ gizi pangan meningkat ; peningkat an kesehat an karyawan; pengadaan f asilit as unt uk kesej aht eraan karyawan.
• S4. 1 Minimasi dampak kegiat an unit manaj emen pada kesehat an masyarakat • S4. 2 Kerj a sama dengan ot orit as kesehat an
• V – S4. 2. 1 Ragam dan kualit as pelayanan kesehat an pada komunit as meningkat • S5. 1 Keberadaan dan pelaksanaan kesepakat an kerj a bersama (KKB).
• S5. 3 Terj aminnya kesehat an dan keselamat an kerj a (K3)
• V – S5. 3 Perusahaan menyediakan unit kesehat an dan melat ih st af unt uk menangani keadaan darurat
4. 3 Hak para pekerj a untuk mengorganisasi diri dan secara sukarela bernegosiasi dengan pemilik perusahaan harus dij amin sebagaimana diwaj ibkan oleh Konvensi 87 dan 98 oleh Organisasi Buruh Sedunia (ILO).
• Para pekerj a diberi kebebasan unt uk mengorganisasi diri dan bernegosiasi dengan pemilik perusahaan sej alan dengan Konvensi 87.
• Unit pengelolaan t idak mengganggu organisasi pekerj a yang mengorganisasi diri at au melaksanakan hak kolekt if sesuai dengan Konvensi 98.
• Konvensi lain dari ILO yang berlaku (di mana suat u negara adalah penandat angannya) j uga dilaksanakan (lihat St andar Sosial unt uk Pekerj a Hut an dalam Sert if ikasi: Penerapan Konvensi ILO IFBWW, unt uk menget ahui daf t ar negara dan ident if ikasi Konvensi ILO yang berlaku).
• V – S3. 1. 2 Kebebasan berserikat bagi buruh
4. 4 Perencanaan pengelolaan dan kegiatan harus memasukkan hasil evaluasi dampak sosial. Konsultasi harus dij aga dengan masyarakat dan kelompok yang secara langsung terkena dampak oleh kegiatan pengelolaan.
• Unt uk unit pengelolaan yang besar, penilaian at au evaluasi dampak sosial t elah at au akan dilaksanakan dan dimasukkan dalam perencanaan at au pengelolaan.
• Unit pengelolaan t elah mendokument asikan secara t ert ulis proses-proses f ormal dan inf ormal yang akan digunakan mereka unt uk berint eraksi at au berkonsult asi dengan st akeholder t erkena dampak dan pemilik lahan dan sumberdaya lainnya selama dan set elah perencanaan pengelolaan hut an.
• Organisasi at au individu lokal yang secara langsung t erkena dampak oleh kegiat an kehut anan diberikan kesempat an unt uk berpart isipasi dalam perencanaan pengelolaan hut an menurut norma-norma masyarakat .
• Unit pengelolaan memperbaharui daf t ar nama pemilik lahan sekit arnya.
• Unit pengelolaan yang besar mengident if ikasi pemilik lahan sekit arnya pada pet a.
• S2. 5 Peninj auan berkala t erhadap program-program peningkat an kesej aht eraan karyawan dan j aminan at as f asilit as akomodasi yang layak.
4. 5 Harus ada mekanisme yang layak untuk menyelesaikan keluhan dan untuk memberikan kompensasi yang adil dalam hal kerugian atau kerusakan yang
mempengaruhi hak hukum atau hak adat, kepemilikan, sumberdaya dan sumber penghidupan masyarakat lokal. Untuk itu harus ada ukuran yang bisa diambil guna menghindari kerugian atau kerusakan seperti ini.
• Sit us-sit us arkeologi, agama dan lainnya yang pent ing bagi masyarakat lokal diident if ikasi dan dipet akan set elah konsult asi dengan st akeholder, organisasi pelindung sej arah dsb.
• Sit us-sit us khusus dilindungi di lapangan.
• Jika kesulit an mengident if ikasi dengan past i, unit pengelolaan harus berusaha unt uk mengident if ikasi sit us-sit us khusus.
• S1. 4, S2. 1, S2. 2, S4. 1 – Di gunakannya mekanisme penyelesaian sengket a yang t epat pada pert ent angan klaim at as hut an yang sama; Sumber-sumber ekonomi komunit as minimal t et ap mampu mendukung kelangsungan hidup komunit as secara lint as generasi; Adanya pengakuan dan kompensasi legal t erhadap penggunaan penget ahuan t radisional masyarakat adat di dalam sist em pengelolaan yang dit erapkan oleh unit manaj emen; minimasi dampak kegiat an unit manaj emen pada kesehat an masyarakat
• V – S3. 3. 4 – S3. 3. 6 Konf lik-konf lik yang muncul seiring dengan kegiat an operasional unit manaj emen dit angani secara adil; adanya bagian penanganan konf lik dalam st rukt ur unit manaj emen yang bersangkut an; Dikenalnya t at a cara penyelesaian konf lik yang ada dalam komunit as oleh unit manaj emen yang bersangkut an