BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORITIS
2.2 Landasan Teoretis
2.2.4 Hakikat Bahan Ajar
2.2.4.5 Prinsip Pemilihan Bahan Ajar
Faktor yang mendasari pendidik tidak membuat bahan ajar sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan salah satunyakarena pendidik tidak menguasi cara pembuatan bahan ajar. Sesuai dalam penelitian Pacurar & Ciascai (2010) bahwa bahan ajar yang bagus harus mengandug beberapa hal, diantaraya: 1) Menjamin potensi siswa sukses dalam pembelajaran, 2) Menstimulasi pemikiran independen dan kreativitas siswa, 3) Mengembangkan dan melatih kemampuan refleksif dan metakognitif, 4) Terkoneksi dengan kehidupan sehari-hari, dan 5) Pengembangan dan pemilihan bahan ajar memang harus memerhatikan isi yang terkandung di dalamnya. Pendapat tersebut dapat digaris bawahi bahwa bahan ajar yang baik adalah bahan ajar yang kontekstual atau sesuai dengan keadaan sekeliling siswa.
Penyusunan bahan ajar tidak sekadar disusun untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab. Dalam menyusun bahan ajar harus diperhatikan kriteria-kriteria penyusunan bahan ajar. Kriteria yang harus diperhatikan dalam menyusun bahan ajar meliputi: 1) sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan, 2) wacana yang digunakan sesuai dengan latar belakang peserta didik, 3) mengandung ilustrasi atau contoh yang memperjelas pemahaman, 4) mengandung pesan yang pantas bagi peserta didik, dan 5) mengandung unsur pendidikan, moral, atau nilai (Abidin, 2012). Bahan ajar harus memuat informasi yang sesuai dengan jenjang pendidikan siswa. Semakin tinggi jenjang siswa yang dituju, bahan ajar yang disusun harus semakin kompleks dan menyajikan informasi yang lebih dala untuk siswa.
Sejalan dengan pendapat ahli tersebut, Sorraya (2014) berpendapat bahwa dalam pengembangan isi pada bahan ajar harus meliputi beberapa kompetensi dasar yang dijabarkan dalam indikator-indikator. Pengembangan isi dalam bahan ajar harus di dasarkan pada beberapa aspek, antara lain 1) kesesuaian bahan ajar pembelajaran dengan materi, 2) kemudahan isi bahan ajar, 3) kesesuaian isi bahan ajar berbicara dengan KD-KD dalam standar isi, 4) keaktualan isi bahan ajar dilihat dari kebutuhan siswa, 5) kejelasan petunjuk yang menyertai bahan ajar, dan 6) kemanfaatan bahan ajar.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat dilihat bahwa pemilihan atau penyusunan bahan ajar tidak hanya sesuai, ada faktor lain yang harus diperhatikan. Lebih dari itu, dalam pemilihan bahan ajar memiliki kriteria yang tidak boleh dilanggar agar pemilihan bahan ajar yang tepat. Sumber belajar yang akan digunakan sebagai bahan untuk penyusunan bahan ajar perlu dilakukan analisis secara mendalam untuk mengetahui kelayakan dari bahan ajar yang akan dipilih. Penyusunan dan pemilihan bahan ajar tidak boleh asal disusun. Temuan lainnya terdapat dalam penelitian Wijayanti (2015) yang mengungkapkan kriteria yang harus dipenuhi dalam pemilihan bahan ajar. Kriteria tersebut meliputi:
1) Aspek Materi
Ditinjau dari guru, bahan ajar atau materi pembelajaran harus disampaikan secara terperinci ketika proses mengajar berlangsung, sementara itu ditinjau dari peserta didik bahan ajar atau materi pembelajaran tersebut harus dipelajari agar peserta didik mampu mencapai kompetensi yang telah ditentukan.
2) Aspek Penyajian
Bahan ajar harus disajikan secara sistematis sehingga mampu membuat siswa menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.
3) Aspek Kebahasaan
Bahan ajar yang disajikan harus menggunakan bahasa yang santun sebagai upaya pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini kepada siswa. Bahan ajar juga harus menggunakan bahasa yang informatif sehingga memudahkan siswa memahami bacaan.
4) Aspek Kegrafikaan.
Bahan ajar yang baik harus menyajikan gambar yang mendukung siswa memahami bahasan materi.
Setelah menganalisis kebutuhan bahan ajar langkah selanjutnya yaitu menentukan dan memilih bahan ajar. Pada tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam proses pemilihan bahan ajar. Dalam pemilihan bahan ajar, terdapat tiga prinsip yang harus diperhatikan. Prinsip tersebut diantaranya, prinsip relevansi, prinsip konsistensi, dan prinsip kecukupan (Prastowo 2015).
1) Prinsip Relevansi
Maksud dari prinsip relevansi ialah bahan ajar yang dipilih hendaknya ada relasi dengan pencapaian standar kompetensi maupun kompetensi dasar.
Maksud dari prinsip konsistesi yaitu, bahan ajar yang dipilih harus memiliki nilai keajegan. Jadi, antara kompetensi dasar yang yang mesti dikuasai peserta didik dengan bahan ajar yang disediakan memiliki keselarasan dan kesamaan. 3) Prinsip Kecukupan
Maksud dari prinsip kecukupan yaitu, ketika memilih bahan ajar, hendaknya dicari yang memadai untuk membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan.
Pendapat tersebut, dikuatkan dengan pendapat Romansyah (2016) yang juga menyebutkan bahwa pemilihan bahan ajar didasarkan pada tiga prinsip meliputi prinsip relevansi, prinsip konsistensi, dan prinsip kecukupan.
1) Relevansi
Bahan pembelajaran harus relevan atau ada kaitannya dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Contohnya, jika kompetensi yang harus dikuasai peserta didik berupa hafalan fakta, maka bahan ajar yang diajarkan harus berupa hafalan fakta.
2) Konsistensi
Prinsip konsistensi ialah prinsip keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik berjumlah empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus berjumlah empat macam. Contohnya, jika kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik adalah keterampilan menulis empat macam karangan, maka materi yang diajarkan juga harus meliputi keterampilan menulis empat macam karangan.
3) Kecukupan
Bahan yang diajarkan harus cukup atau memadai untuk membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran (menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar). Bahan ajar tidak boleh terlalu sedikit atau terlalu banyak karena jika terlalu sedikit akan mengakibatkan peserta didik sulit untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan jika terlalu banyak hanya akan mengakibatkan ketidakefisienan waktu dan tenaga.
Berbagai ahli telah mengungkapkan hal yang harus ada dan diperhatikan dalam bahan ajar. Pemilihan dan penyusunan bahan ajar memiliki kriteria yang harus diperhatikan. Dari semua pendapat ahli tersebut, peneliti menyimpulkan, bahwa penyusunan bahan ajar didasarkan pada beberapa kriteria yang harus ada. Kriteria tersebut yaitu: 1) bahan ajar harus relevan dengan materi yang dipelajari, bahan ajar harus sesuai KI dan KD yang dituju, dan isi dari bahan ajar harus sesuai dengan jenjang pendidikan siswa, 2) bahan ajar harus memiliki prinsip ketetapan, dan 3) bahan ajar harus mudah dipahami dan mudah dapatkan, dan bersifat kontekstual atau sesuai dengan kehidupan sekitar siswa.