• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada Bank Syariah Bukopin Cabang Bukittinggi

HASIL PENELITIAN

B. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance pada Bank Syariah Bukopin Cabang Bukittinggi

GCG pada Bank Syariah Bukopin secara umum berlandaskan lima prinsip dasar dalam pelaksanaan PBI No. 11/33/PBI/2009 Tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance untuk Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Dimana BSB berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip GCG di setiap aspek operasional dan di seluruh jajaran bank mulai dari Dewan Komisaris, DPS, Direksi dan seluruh karyawan menerapkan

prinsip-69

prinsip Good Corporate Governance dengan tujuan agar dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan dan seluruh jajaran atas kesadaran dan ketakwaan, juga agar meningkatkan kepatuhan bank kepada ketentuan eksternal dan internal berdasarkan prinsip kehati-hatian yang menjamin operasional dan kinerja karyawan bank tetap lancar, serta untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menginvestasikan dananya di bank melalui pelayanan yang baik berdasarkan prinsip GCG antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan (Transparansy)

Penerapan prinsip transparansi Bank Syariah Bukopin yaitu keterbukaan dalam menyampaikan informasi-informasi yang dibutuhkan oleh publik maupun Stakeholder.Informasi tersebut mengenai produk-produk bank, visi dan misi, laporan keuangan baik triwulan maupun semesteran dan laporan pelaksanaan GCG serta laporan tahunan.

Pengadaan barang dan jasa dalam unit kerja, proses rekruitmen, penilaian dan pelatihan karyawan, dan sosialisasi keputusan penting RKAP dan reogranisasi kepada jajaran unit kerja,

Keterbukaan informasi kepada public dan stakeholdersmerupakan suatu amanat. Penyampaian informasi kepada publik dan stakeholder melalui brosur, koran, spanduk, media elektronik, media cetak. Dan untuk menyampaian informasi kepada karyawan, pemimpin menyampaikan pada saat breafing pagi dan meeting maupun pengumuman.

70 2. Akuntabilitas (Accountability)”

Penerapan prinsip ini pada Bank Syariah Bukopin diterapkan dengan jelasnya fungsi dan pengaplikasian tugas dan tanggung jawab setiap karyawan sinkron dengan job discriptionnya, berpedoman kepada etika dalam bisnis syariah dan pedoman perilaku atau code of conduct yang sudah disepakati. Dengan “Prinsip amanah, kualitas, peduli, integritas dan kerjasama” adalah tata nilai budaya kerja Bank Syariah Bukopin dan sebagai pedoman perilaku bagi seluruh karyawan perusahaan mulai dari Pimpinan sampai jajaran karyawan terendah dalam struktur organisasi yang bekerja di Bank Syariah Bukopin. Contohnya AO (Account Officer).

“Account Officer bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan –

kegiatan untuk mendapatkan nasabah (funding khusus Giro dan lending), melakukan proses pembiayaan (termasuk pengajuan proposal calon nasabah, perpanjangan fasilitas pembiayaan, pemantauan fasilitas pembiayaan berjalan, penagihan dan langkah restrukturisasi pembiayaan bila diperlukan) dan proses penempatan dana guna mencapai target pertumbuhan volume transaksi dan bisnis yang ditetapkan”. Begitu juga dengan komite pembiayaan dan bagian support pembiayaan lainnya yang memiliki tugas dan juga tanggung jawab serta wewenang masing-masing.

Sehingga bisnis yang dilakukan terarah sesuai visi dan misi perusahaan.

71

Akuntabilitas pada Bank Syariah Bukopin juga dapat diaplikasikan melalui pemberian Reward and PunishmentSystem. Pemberian Reward pada Bank Syariah Bukopin berupa bonus yang berpatokkan kepada target yang dicapai, misalnya target di dalam pencapaian pendanaan. Sebaliknya Punishment berkaitan dengan pelanggaran hukum yang berhubungan dengan ketidak patuhan terhadap etika dalam berbisnis. Hal ini merupakan prasyarat yang diperlukan oleh Bank Syariah Bukopin untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan, sehingga semua prosedur dan mekanisme kerja dapat menjamin kehalalan, tayib, ikhsan dan tawazun atas keseluruhan proses bisnis.

3. Pertanggungjawaban (Responsibility)

Pada prinsip ini BSB diwujudkan dengan kesesuiaan pengelolaan bank sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan prinsip pengelolaan bank yang sehat. Berdasarkan kepatuhan terhadap ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Peraturan tersebut salah satunya mengenai pembiayaan seperti dalam pemberian plafon pembiayaan. Apabila pembiayaan yang diberikan lebih dari 100.000.000,- maka bank wajib melapor pada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Prinsip Responsabilitas pada operasional bank oleh karyawan, yaitu dengan pelayanan nasabah dengan baik.Pengelolaan bank yang sehat diawali dari bagaimana kinerja karyawan yang memberikan pelayanan

72

yang memuaskan kepada nasabah sesuai kebutuhan masing-masing nasabah.

4. Independensi (Independency)

Penerapan prinsip ini pada Bank Syariah Bukopin yaitu dengan penilaian jaminan, dan ada bagian tersendiri yang melakukan penilaian tersebut yaitu contohnya investigasi pembiayaan. Dimana tugas utama dari investigasi pembiayaan antara lain:

a. Melaksankan taksasii dan retaksasi jaminan, memonitor jangka waktu berlakunya taksasi.

b. Melakukan evaluasi dan investigasi atas kebenaran nilai dan objek agunan atas laporan penilaian yang dilakukan oleh konsultan penilai untuk memastikan kebenaran nilai agunan sesuai dengan pedoman pembiayaan.

Bank Syariah Bukopin dalam Melakukan verifikasi dan pengecekan bukti-bukti kepemilikan agunan (termasuk konfirmasi kebenaran isi pernyataan surat keterangan dari dealer kendaraan, supplier mesin, pengecekan pada instansi terkait apabila diperlukan) dan memastikan bahwa dokumen agunan diterbitkan oleh pihak yang berwenang (asli dan sah).

Dengan terlaksananya pekerjaan taksasi/retaksasi dengan tepat waktu sesuai dengan Pedoman Investigasi Pembiayaanyang informatif atas

73

peformance calon nasabah dan pemilik jaminan.Maka pembiayaan dapat dilanjutkan kepada tahap berikutnya.

Setelah pihak Bank melakukan taksasi jaminan atau penilaian terhadap jaminan, maka bank bisa memutuskan apakah jaminan yang diberikan cukup atau tidak untuk diberi pembiayaan. Pemberian pembiayaan pada Bank Syariah Bukopin adalah 100 : 125, artinya apabila nasabah membutuhkan pembiayaan 100.000.000,- maka jaminan yang diserahkan kepada pihak bank 125.000.000,-. Dalam hal ini pihak yang melakukan taksasi jaminan atau pemberi pembiayaan tidak bisa dipengaruhi oleh pihak manapun.Apabila suatu permohonan pembiayaan dinilai Bank tidak layak atau tidak fisible , walaupun bank ditekan oleh pihak manapun bank tetap tidak akan menyetujuinya. Penerapan prinsip kemandirian di Bank Syariah Bukopin diwujudkan dalam pengelolaan dan pemberian pembiayaan.bank tidak terpengaruh oleh pihak lain.

Prinsip ini pada operasional Bank Syariah Bukopin diterapkan untuk memaksimalkan kinerja karyawan agar tidak ada masing-masing organ dari bank yang saling mendominasi, dan tidak terpengaruh oleh pihak lain.

74 5. Kewajaran (Fairness)

Penerapan Prinsip Kewajaran pada di Bank Syariah Bukopin yaitu memperhatikan kepentingan stakeholder sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan UU Perbankan, Fatwa MUI dan keputusan DSN.

Yaitu dengan penyajiian data yang wajar tentang bagi hasil terhadap pendapatan dari bank. Penyajian informasi yang wajar antara lain:

a. Nasabah

“Nasabah selaku pemangku kepentingan Bank yang dilakukannya adalah menyantumkan informasi yang wajar kepada nasabah tentang bagi hasil terhadap pendapatan dari bank. Disini nasabah selaku investor diberi informasi yang wajar, sehingga nasabah dapat mengetahui dan mempertimbangkan risiko yang akan dihadapi apabila menginvestasikan dananya di bank”. Dimana semakin banyak nasabah mendapatkan keuntungan terhadap pembiayaan yang diberikan maka bank juga semakin besar memperoleh keuntungan.

Begitu juga sebaliknya, bank menjanjikan melalui akad mudharabah dalam bentuk deposito. Kalau nasabah ingin melakukan evaluasi terhadap nisbah bagi hasil, maka bank akan melakukan evaluasi tersebut sesuai kesepakatan maka tidak akan ada pihak yang terzalimi.

b. Pihak yang berkepenting

Kesetaraan dan kewajaran Bank Syariah Bukopin terhadap pemangku kepentingan dilakukan dengan cara meningkatan kegiatan

75

bisnis sesuai dengan kontribusi yang diberikan yaitu dalam bentuk penyajian laporan keuangan, pendapatan bank dan profit sharing yang diperoleh. BSB menjalankan kegiatan usahanya memegang prinsip kehati-hatian dan pedoman perilaku dalam mengembangkan bisnis agar meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham, sehingga meningkatkan kepercayaan dari stakeholder dalam menanamkan modalnya di bank.27

C. Penerapan Masing-Masing Prinsip Good Corporate Governance dalam