BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
4. Prinsip- Prinsip Pendidikan Agama Islam
Adapun prinsip-prinsip dalam pendidikan agama Islam, di antaranya sebagai berikut:
a. Prinsip universal ( syumuliyah) yakni prinsip yang memandang keseluruh aspek agama (akidah, ibadah dan akhlak, serta muamalah), manusia (jasmani, rohani, dan nafsani), masyarakat dan tahapan kehidupannya, serta adanya wujud jagat raya dan hidup.
b. Prinsip keseimbangan dan kesederhanaan (tawazun qa iqtishadiyah).
Prinsip ini adalah keseimbangan antara berbagai aspek kehidupan pribadi, berbagai kebutuhan individu dan komunitas, serta tuntutan pemeliharaan kebudayaan masa silam dan kebutuhan kebudayaan kebudayaan masa kini.
c. Prinsip kejelasan (tabayun) prinsip ini merupakan prinsip yang di dalamnya terdapat ajaran dan hukum yang memberi kejelasan terhadap kejiwaan manusia (qalb, akal, dan hawa nafsu) dan hukum masalah yang dihadapi, sehingga terwujud tujuan, kurikulum, dan metode pendidikan.
d. Prinsip tak bertentangan ini merupakan prinsip yang di dalamnya terdapat pertentangan antara berbagai unsur dan cara pelaksanaanya, sehingga satu komponen dengan komponen yang lain saling mendukung.
e. Prinsip realisme dan dapat dilaksanakan. Prinsip ini adalah prinsip yang menyatakan tidak adanya kekhayalan dalam kandungan program
pendidikan, tidak berlebih-lebihan, serta adanya kaidah yang praktis dan realistis, yang sesuai dengan fitrah dan kondisi sosioekonomi, sosiopolitik, dan sosiokultural yang ada.
f. Prinsip perubahan yang diingini. Prinsip perubahan ini merupakan struktur diri manusia yang meliputi jasmani, ruhaniyah dan nafsaniyah.
g. Prinsip menjaga perbedaan-perbedaan individu. Prinsip ini merupakan prinsip yang memerhatikan perbedaan peserta didik, baik ciri-ciri, kebutuhan, kecerdasan, kebolehan, minat, sikap, tahap pematangan jasmani, akal, emosi, sosial, dan segala aspeknya.
h. Prinsip dinamis dalam menerima perubahan dan perkembangan yang terjadi.39
Berdasarkan dari pendapat di atas, dapat disimpukan bahwa prinsip-prinsip dari Pendidikan Agama Islam merupakan prinsip yang mencakup tentang aspek agama, aspek kehidupan, aspek hukum dalam Islam, aspek sosial, aspek jasmani indivisual, dan aspek toleransi perubahan serta perkembangan zaman.
5. Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Pembelajaran yang efektif dan bermakna menunjukkan bahwa selama pembelajaran berlangsung dapat mewujudkan keterampilan, yaitu siswa menguasai kompetensi dan keterampilan yang diharapkan. Semua siswa dalam kelas tidak harus selalu mengerjakan kegiatan yang sama, tetapi melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan dan ketanggapan belajarnya. 40 Suatu
39 Ibid, h. 73
40 Syaiful Sagala, Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan, (Bandung : Alfabetha, 2010), h. 60
pembelajaran dikatakan efektif apabila memenuhi persyaratan utama efektivitas pembelajaran, di antaranya adalah:
a. Presentasi waktu belajar siswa yang tinggi dicurahkan terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM)
b. Rata-rata perilaku melaksanakan tugas yang tinggi di antara siswa c. Ketepatan antara kandungan materi ajaran dengan kemampuan siswa
(orientasi keberhasilan belajar) diutamakan.
d. Mengembangkan suasana belajar yang akrab dan positif.41
Efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam mempunyai tolak ukur bahwa agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang diinginkan yang berarti dapat mecapai kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Menurut John B. Carrol, mengemukakan bahwa ada lima unsur yang dapat membuat pembelajaran lebih efektif, yaitu:
a. Kecerdasan yaitu kemampuan siswa pada umumnya untuk belajar b. Kemampuan untuk mengerti pelajaran yaitu, kesiapan siswa untuk
belajar suatu pelajaran yang penting
c. Ketekukan yaitu sebagian besar hasil dari motivasi siswa untuk belajar d. Kesempatan yaitu sejumlah waktu yang digunakan untuk belajar
e. Mutu pembelajaran, pembelajaran yang bermutu tinggi adalah jika siswa belajar bahan-bahan pelajaran yang disampaikan secepat
41 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatiff-Progresif Konsep Landasan dan Implementasi pada KTSP, (Jakarta : Prenada Media Group, 2009), h. 20
kemampuan mereka dan tingkat pengetahuan serta keterampilan yang telah ada sebelumnya.42
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat kita lihat dari berbagai sisi seperti dasar dan tujuan Pendidikan Agama Islam. Apabila dasar dan tujuan tersebut berhasil diaplikasikan maka Pendidikan Agama Islam dapat dikatakan efektif.
Dengan demikian, efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah keadaan yang menunjukkan sejauh mana suatu kegiatan yang berfokus pada ajaran-ajaran Agama Islam, yang direncanakan atau diinginkan dapat terlaksana dengan baik.
42 Sri Esti Wuryani Djiwandono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Gramedia Widiasarana, 2002), h. 226
30
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Metode Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak adapat dijelaskan, diukur atau digambarkan melalui pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rencah, namun dari penelitian tersebut nantinya dapat berkembang secara luas sesuai dengan keadaan di lapangan.43
Jenis penelitian kualitatif ini merupakan suatu usaha peneliti yang secara sistematis digunakan untuk mencari, memecahkan masalah-masalah dan memaparkan materi-materi pembahasan dari berbagai sumber, yang kemudian dianalisis secara cermat guna memperoleh kesimpulan dari penelitian tentang Urgensi Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 4 Takalar.
B. Lokasi dan Objek Penelitian
1. Lokasi penelitian ini adalah di SMK Negeri 4 Takalar yang berada di Kelurahan Bontolebang Kec. Galesong Utara Kab. Takalar.
2. Objek penelitian ini adalah siswa dan Guru Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 4 Takalar.
43 Tim Penyusun, Panduan Penulisan Karya Ilmiah, (Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassar, 2019), h. 1
Dalam penelitian ini sebaiknya memfokuskan masalah terlebih dahulu agar tidak terjadi perluasan masalah yang nantinya tidak akan sejalan dengan tujuan dari penelitian ini, maka peneliti memfokuskan untuk pada 2 hal, yaitu:
1. Urgensi Manajemen kelas.
2. Efektivitas Pembelajaran Pendidikan agama Islam.
D. Deskripsi Fokus Penelitian
1. Urgensi manajemen kelas adalah pentingnya pengelolaan kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang dilakukan seorang guru kepada siswa yang bertujuan agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri.
2. Efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan ketepatgunaa pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan, dan dapat tercapai tujuan pembelajaran yang dilakukan secara benar sesuai dengan aturan-aturan dan ketentuan yang terdapat pada pendidikan demi mendapatkan keberhasilan dari tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam tersebut.
Kesimpulan dari fokus penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan kelas yang dilakukan oleh seorang guru Pendidikan Agama Islam dalam membantu siswanya mengembangkan efektivitas atau ketepatgunaan pembelajarannya terkhusus pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, agar dapat mencapai keberhasilan yang diharapkan sesuai dengan tujuan Pendidikan Agama Islam.
Pelaksanaan penelitian lapangan diperlukan sebuah instrumen penelitian, yang bertujuan untuk memudahkan peneliti mendapatkan informasi yang sesuai dengan harapan, serta menghasilkan data-data yang berkaitan dengan apa yang menjadi tujuan dslsm penelitian. Adapun pedoman penelitian yang digunakan, diantaranya adalah :
1. Pedoman Observasi (Pengamatan), yaitu lembar observasi melalui kisi-kisi pengamatan observasi, berkaitan dengan objek penelitian. Adapun alat yang dibutuhkan adalah buku, pulpen, dan sebagainya yang bisa menunjang pada saat di lapangan.
2. Pedoman Interview (Wawancara), yaitu lembar pedoman wawancara atau catatan pertanyaan yang tidak dibarengi dengan sejumlah pilihan jawaban dan alat perekam. Sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan proses pengelolaan data yang diperoleh.
3. Catatan Dokumentasi Penelitian, yaitu berupa catatan kegiatan, foto/gambar, dan video, serta dokumentasi atau catatan-catatan yang dianggap penting.
F. Sumber Data
Dalam penelitian ini dibutuhkan objek penelitian yang disebut dengan data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data primer yaitu data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti (petugasnya) dari sumber pertamanya.
Data sekunder yaitu data yang dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari data pertama yakni data primer. Data sekunder juga dapat dikatakan sebagai data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen.44
G. Teknik Pengumpulan Data 1. Observasi
Observasi (observation) atau biasa disebut dengan pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan melakukan pengamatan terhadap kegiatan secara langsung. Observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian. Yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian ini adalah siswa dan guru yang terlibat aktif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam terhadap Urgensi Manajemen Kelas.
2. Wawancara
Wawancara (Interview) merupakan proses percakapan yang dimaksud untuk mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, organisasi, motivasi, perasaan, dan sebagainya, yang dilakukan oleh dua orang yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dengan yang diwawancarai (interviewee).45 Dalam pelaksanaan peneliti menggunakan metode wawancara bebas terpimpin, yaitu peneliti bebas menanyakan apa saja, akan tetapi mempunyai pertanyaan yang terperinci dalam pola komunikasi langsung. Dalam penelitian ini yang menjadi
44 Sugiono. Metode penelitian Administrasi. (Bandung: Alfabeta, 2006). h.105
45 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2003), h. 108
Takalar yang berjumlah 2 orang.
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan suatu teknik di mana data diperoleh dari dokumen-dokumen. Metode ini digunakan peneliti untuk memperoleh data tentang gambaran umum mengenai kegiatan-kegiatan selama penelitian berlangsung di SMK Negeri 4 Takalar.
H. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola kategori dan satuan uraian data. Sehingga dapat ditentukan hipotesa kerja seperti yang disarankan data. Analisis data ini bertujuan untuk membatasi dan menyempitkan penemuan-penemuan hingga suatu data yang teratur serta tersusun dan lebih berarti. Adapun tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam analisis data adalah sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang direduksi akan memberikan data yang lebih jelas dan memperoleh peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.46 Pada tahap reduksi data ini peneliti memfokuskan pada hal-hal yang berkaitan dengan manajemen kelas dan apa saja yang digunakan guru Pendidikan
46 Lexy. J. Moleong. Metode Penelitian kualitatif , (Bandung : PT.Remaja Rosdakarya, 2005), h. 5
Islam.
2. Penyajian Data
Setelah reduksi data, maka langkah selanjutnya adalah penyajian data.
Melalui penyajian data tersebut maka data terorganisir, tersusun, dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.47 Pada tahap penyajian data ini peneliti menyajikan data yang sebelumnya sudah dipilah dan dipilih oleh peneliti sehingga data-datanya dapat terorganisir dengan baik dan lebih mudah untuk dipahami oleh pembaca.
3. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan yaitu menyimpulkan semua hasil dari informasi-informasi yang didapatkan, data-data, dan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan pada saat penelitian di lapangan.
47 Ibid, h. 249
36 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Sejarah Sekolah
SMK Negeri 4 Takalar merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berdiri di Kelurahan Bontolebang Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar, yang dulunya adalah SMK SATAP. Asal kata SATAP itu mengandung arti Sekolah seatap dengan SMP Negeri 1 GALUT. Kemudian berganti nama menjadi SMK Kecil GALUT yang dirintis oleh Bapak Idris, S.Pd. MM.Pd pada tahun 2003. Pada tahun 2004 sekolah SMK di pimpin oleh Bapak Drs. M. Amir dan telah membuka dua jurusan yaitu jurusan Budidaya dan jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI). Pada tahun 2005 SMK Kecil GALUT berganti nama menjadi SMK Negeri 1 Takalar di bawah kepemimpinan Bapak Drs. Sabirin, SJ, MM membuka jurusan baru yaitu jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), pada masa jabatannya SMK Negeri 1 Takalar berganti nama menjadi SMK Negeri 4 Takalar dan Bapak Drs. Sabirin, SJ, MM., menjabat selama kurang lebih 4 tahun.
Pada tahun 2010 SMK Negeri 4 Takalar di pimpin oleh Bapak Muhammad Sirwan, S.Pd. M.Pd., dan menjabat kurang lebih 1 tahun. Kemudian pada tahun 2011 SMK Negeri 4 Takalar beralih kepemimpinan dari Bapak Muh. Sirwan, SE digantikan oleh Bapak Drs. Muh. Syahrir, M.Si., di bawah kepemimpinannya, beliau membuka jurusan baru yaitu jurusan Administrasi Perkantoran (AP) dan jurusan Tekhnik Kendaraan Ringan (TKR) dan menjabat selama 6 tahun. setelah Bapak Drs. Muh. Syahrir, M.Si., lepas jabatan pada tahun 2017, beliau digantikan
kepemimpinannya oleh Bapak Drs. Sahabuddin, MM dan menjabat sebagai kepala sekolah sampai sekarang.
2. Visi, Misi, dan Standar Lulusan a. Visi
Unggul dalam Prestasi berdasarkan Iman dan Taqwa.
b. Misi
1) Menumbuhkan penghayatan yang dalam dan pengamatan yang tinggi terhadap ajaran agama (religi) sehingga tercipta kematangan dalam berfikir dan bertindak
2) Mendorong aktivitas dan kreativitas secara optimal kepada seluruh komponen sekolah terutama guru dan siswa
3) Mengoptimalkan pembelajaran dalam rangka meningkatkan keterampilan siswa supaya mereka memiliki prestasi yang dapat dibanggakan
4) Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga kecerdasan siswa terus terasa agar terciptanga kecerdasan intelektuaal dan emosional yang mantap
5) Antusias terhadap perkembagan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
6) Menanamkan cinta kebersihan dan keindahan kepada semua warga sekolah.
c. Standar Kompetensi Lulusan 1) Sikap
Berperilaku yang mencerminkan sikap
a) Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME
b) Jujur, Disiplin, Empati dan Pembelajar sejati sepanjang hayat
c) Bangga dan Cinta tanah air, bangga pada ptofesi, dan berbudaya nasional
d) Memelihara kesehatan jasmani, rohani dan lingkungan.
2) Pengetahuan
Berpikir secara faktual, konseptual, operasional dasar dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja pada tingkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja warga masyarakat lokal, nasional, regional, dan internasional.
3) Keterampilan
Bertindak produktif, mandiri, kolaboratif dan komunikatif dalam:
a) Melaksanakan tugas dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang kerja
b) Menampilkan kinerja mandiri dengan pengawasan langsung atasan berdasarkan kuantitas dan kualitas yang terukur sesuai standar kompetensi kerja, dan dapat diberi tugas membimbing orang lain.
3. Identitas Sekolah
1) Nama Sekolah : SMK Negeri 4 Takalar 2) Akreditasi : B
3) NSS / NPSN : 321.190407.004 / 40308587 4) Tahun Beroperasi : 2005
5) Alamat Sekolah
a. Jalan : Jl. Pendidikan No. 6 b. Desa/ Kelurahan : Bontolebang
c. Kecamatan : Galesong Utara d. Kabupaten/ Kota : Takalar
e. Provinsi : Sulawesi Selatan f. Kode Pos : 92255
6) No. Telepon : (0411) 2325340 7) Status Kepemilikan : Pemerintah Daerah 8) Status Sekolah : Negeri
9) Surat Keputusan /SK: 805/DPP-TU/2005 10) Luas Bangunan : 1459,93M²
4. Fasilitas Sekolah
1) Ruang belajar sebanyak 15 ruang kelas 2) Laboratorium dan ruang praktek siswa
3) Ruang perkantoran meliputi: ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ruang guru, ruang Tata Usaha, ruang UKS, ruang BK/BP, ruang senat dan ruang multimedia
4) Sarana beribadah berupa musholla 5) Kantin sebanyak 3 stan
6) Kamar mandi guru dan peserta didik sebanyak kondisi baik
7) Sarana olahraga yang terdiri dari lapangan bola volly, lapangan bola basket, lapangan bola takraw, lapangan sepak bola, dan lapangan atletik 8) Tempat Parkir.
NO NAMA GURU BIDANG 14 Ismayanti, S.Pd Seni budaya S.1/ Pendidikan
UNM Makassar
NO NAMA GURU BIDANG
STUDI PENDIDIKAN JABATAN
17 Risnawati, S.Pd Kewirausahaan
S.1 Pend. 20 Dra. Sitti.Faridah Pendidikan Agama
Islam 27 Fitriani, A.Md Bahasa Inggris
S.1 / Pendidikan Bahasa Inggris Universitas 45
Wali Kelas XII Api
28 Ika zukraeni, S.Pd Matematika
S1/Pendidikan
NO NAMA GURU BIDANG
STUDI PENDIDIKAN JABATAN 30 Hasniah, S.Pd Matematika
S1/Pendidikan
(SumberData: Tata Usaha SMK Negeri 4Takalar)
6. Data Siswa
Tabel 2. Data siswa Kelas X OTKP
NO NIS NAMA SISWA
JENIS KELAMIN L/P
1 2020.04.13545 Ahmad Rifa'i L
2 2020.04.13546 Alini Putri Alamsyah P
3 2020.04.13547 Azizah Khairu Rohmah P
4 2020.04.13548 Dhady Agus Cahyono L
5 2020.04.13549 Firda Rani P
6 2020.04.13550 Fitri Sari Ramadani P
7 2020.04.13551 Indriyani Ramli P
8 2020.04.13552 Irma P
9 2020.04.13553 Irna P
10 2020.04.13554 Jumasiah P
11 2020.04.13555 Kabrianti P
12 2020.04.13556 Karina P
13 2020.04.13557 Miftahul Jannah P
14 2020.04.13558 Muthia Anwar P
15 2020.04.13559 Nanda P
16 2020.04.13560 Nur Fadila P
17 2020.04.13561 Nur Patima P
18 2020.04.13562 Nurabelia P
19 2020.04.13563 Nabila Nur Zalza Bila E P
20 2020.04.13564 Nurhalima P
21 2020.04.13565 Nurinsan P
22 2020.04.13566 Panca Putri Azzahra P
23 2020.04.13567 Puja Pebrianti P
24 2020.04.13568 Rahma P
Tabel 3. Data Siswa kelas XI NKPI
NO NISN NAMA SISWA
JENIS KELAMIN L/P
1 2019.01.13234 Adi Tiah L
2 2019.01.13235 Ahmad Fajrian. F L
3 2019.01.13236 Aldo Firmansyah L
4 2019.01.13237 Andika L
5 2019.01.13238 Haidir L
6 2019.01.13239 Jeny Triyono L
7 2019.01.13241 Muh. Alwan L
8 2019.01.13242 Muh. Fadhil Arief L
9 2019.01.13243 Muh. Nur Maulana L
10 2019.01.13244 Muh. Rezky. S L
11 2019.01.13245 Muh. Restu Putra L
12 2019.01.13246 Muh. Syahrul Rifay Hasyim L
13 2019.01.13247 Muh. Tukilang L
14 2019.01.13248 Rahmat Ramadhani L
15 2019.01.13250 Risaldi L
16 2019.01.13251 Saharuddin L
17 2019.01.13252 Sri Wandi Patolla P
18 2019.01.13253 Sul Jalali Walikram L
19 2019.01.13255 Widiyawati P
Tabel 4. Data Siswa kelas XII TKR
3 2019.05.13386 Burhanuddin L
4 2019.05.13387 Erwin L
5 2019.05.13388 Fadlan L
6 2019.05.13389 Firman L
7 2019.05.13390 Hardiansyah L
8 2019.05.13391 Ilham L
9 2019.05.13392 Indrayana Putra L
10 2019.05.13393 Ismail Maulana L
11 2019.05.13394 Lukman L
12 2019.05.13395 Mohammad Pajar L
13 2019.05.13396 Muh. Akbar L
19 2019.05.13402 Muh. Indra Kurniawan L
20 2019.05.13403 Muh. Nurhidayat L
21 2019.05.13405 Muhammad Risal L
22 2019.05.13406 Nur. Iksan Kamal L
23 2019.05.13407 Rafli L
24 2019.05.13408 Rendi Saputra L
25 2019.05.13409 Rezky L
(Sumber Data: Tata Usaha SMK Negeri 4Takalar)
B. Manajemen Kelas di SMK Negeri 4 Takalar
Manajemen kelas adalah suatu usaha guru untuk menyiapkan kondisi yang optimal agar proses atau kegiatan pembelajaran berjalan secara efektif. Dengan manajemen kelas yang baik diharapkan agar dapat mendukung siswa dalam tercapainya tujuan pembelajaran dalam proses pembelajaran tersebut dapat memberikan secara langsung penunjang terselenggaranya proses pembelajaran di kelas secara baik dan tepat sesuai dengan apa yang diharapkan.
Hasil dari penelitian peneliti mengenai Manajemen Kelas di SMK Negeri 4 Takalar. Yakni dalam manajemen kelas, sebelum penyusunan kegiatan pembelajaran di dalam kelas, hal pertama yang harus dilakukan adalah perencanaan (planning). Dalam perencanan ini langkah pertama yang diambil adalah melakukan suatu analisis kelas untuk mengetahui tantangan (suatu keadaan yang berbeda dengan apa yang kita harapkan). Kedua pengorganisasian, ke tiga penggerakan/pelaksanaan, dan keempat pengawasan serta yang kelima mengontrol kegiatan pembelajaran guru dengan segenap kemampuan dalam menggunakan sumber belajar ataupun media pembelajaran yang telah di tetapkan sebelum melakukan proses pembelajaran di dalam kelas dengan tujuan agar mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
Hal ini diperkuat dari hasil wawancara dengan Bapak Musawir, S.Pd.I selaku guru bidang studi Pendidikan Agama Islam mengatakan bahwa, manajemen kelas di SMK Negeri 4 Takalar yaitu dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :
Penataan ruang kelas bertumpu pada penetapan tempat duduk siswa, dengan format memudahkan siswa dalam memandang gurunya, penataan
kondisi kelas kondisikan semua siswa dengan baik secara fisik maupun psikis, termasuk siswa yang terlambat masuk ke dalam kelas. Sebelum siswa benar-benar siap jangan memulai pembelajaran. Tetapkan aturan dengan tegas namun “bersahabat” Saat ada siswa melakukan pelanggaran, kita harus tegas dalam memberikan konsekuensi, sesuai dengan aturan yang telah disepakati. Alangkah lebih baik bila aturan dibuat bersama siswa sejak awal tahun ajaran. Pastikan siswa tetap fokus, beberapa siswa mungkin tidak fokus dengan materi yang kita berikan. Sebagai pendidik kita harus memiliki banyak cara agar siswa tetap fokus memperhatikan saat pembelajaran. Serius tapi santai mulailah mengajar dengan serius. Bila sudah berhasil menggiring siswa dalam suasana demikian, atur irama pembelajaran menjadi santai kemudian serius lagi, dan begitu seterusnya.
Jangan biarkan ada waktu tersisa yang kosong, ada kalanya saat kita usai mengajarkan semua materi pelajaran, kita masih memiliki sisa waktu antara 5 hingga 10 menit. Sebagai pendidik yang baik, kita tidak boleh membiarkan anak-anak “menganggur” di sisa waktu. Bersemangat sejak awal pembelajaran, sejak awal pembelajaran kita perlu menunjukkan semangat yang baik. Jangan sampai kita terlihat lelah, mengantuk, sedih, dan keadaan hati yang tidak baik lainnya. Posisi berdiri ketika mengajar, guru perlu mengatur posisi berdiri. Ini bertujuan untuk mengendalikan siswa secara keseluruhan.48
Hasil wawancara dengan bapak Musawir, S.Pd.I di atas, ditambahkan dlewat hasil wawancara dengan Ibu Dra. Sitti Faridah selaku guru Pendidikan Agama Islam, beliau mengatakan bahwa manajemen kelas di SMK Negeri 4 Takalar yaitu:
Mengatur tempat duduk sesuai mata pelajaran dan aktivitas pembelajaran Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru dalam manajemen kelas agar peserta didik dapat menerima pembelajaran dengan baik. Intonasi suara guru harus jelas, suara guru memiliki peranan penting dalam melahirkan kualitas variasi mengajar karena itu intonasi suara, nada, volume, dan kecepatan suara pendidik perlu di atur dengan baik. Tutur kata guru harus santun dan dapat dimengerti, hal yang perlu kita lakukan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik adalah dengan menguasai cara berkomunikasi yang benar di dalam kelas. Menyesuaikan pembelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik. Menciptakan peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Memberikan penguatan dan umpan balik selama proses pembelajaran berlangsung.49
48 Musawir, Guru Pendidikan Agama Islam. Wawancara (Senin 10 Agustus 2020)
49 Sitti Faridah, Guru Pendidikan Agama Islam. Wawancara (Selasa 18 Agustus 2020)
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Musawir,S.Pd.I dan Ibu Dra.
Sitti Faridah dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen kelas di SMK Negeri 4 Takalar yakni dengan melakukan berbagai prosedur-prosedur pembelajaran yang dapat mendukung tercapainya tujuan dari manajemen kelas itu sendiri. Di antaranya, dengan melakukan penataan ruang kelas, penataan kondisi kelas, memberikan penguatan dan umpan balik di sisa waktu yang kosong, dan lain sebagainya.
Putri Reski Sabrina mengutarakan pendapatnya sebagai siswa di SMK Negeri 4 Takalar, mengenai Manajemen kelas di SMK Negeri 4 Takalar bahwa :
Dalam manajemen kelas di sekolah saya yakni di SMK Negeri 4 Takalar cukup efektif dan efisien, karena di ruang kelas, guru mampu menghasilkan peserta didik atau siswa yang utuh yang sesuai dengan fungsi pendidikan sehingga membuat suasana kelas menjadi nyaman karena memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah. Sehingga dengan hal tersebut, mampu meningkatkan kelas yang nyaman serta meningkatkan tuntutan kulitas pendidikan yang mulai dari kelas karena dari manajemen kelas dapat menentukan keberhasilan pembelajaran yang di lakukan guru dan siswa..50
Ditambahkan oleh Karina, siswi SMK Negeri 4 Takalar, ia berpendapat tentang manajemen kelas di SMK Negeri 4 Takalar bahwa:
Manajemen kelas adalah kegiatan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi selama pembelajaran di dalam kelas menjadi optimal dan apabila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran maka guru akan
Manajemen kelas adalah kegiatan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi selama pembelajaran di dalam kelas menjadi optimal dan apabila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran maka guru akan