• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III: METODE PENELITIAN

B. Prinsip-prinsip Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset (ABCD)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD)

iPenelitian ipendampingan iyang idilakukan iSantriwati iiNAJi(iNisa'u iAhlil

iJannahi)iPondok iPesantren iJabal iNoer iTaman iSidoarjoini imenggunakan

ipendekatan iyang iberbasis iaset iABCDi. iAsset iBased iCommunity

iDevelopmenti(iABCDi) iyaknii, imerupakan isebuah ipendekatan idalam

ipengembangan imasyarakat iyang iberada idalam ialiran ibesar iimengupayakan

iterwujudkan isebuah itatanan isosial idimana ipara isantriipesantren imenjadi ipelaku

idan ipenentu iupaya ipembangunan idilingkunganya iatau iyang isering ikali idisebut

iCommunityi-iDriven iDevelopmenti(iCDDi). iiUpaya ipengembangan imasyarakat

iharus idilaksanakan idari isejak iawal imenempatkan imanusia iuntuk imengetahui iapa

iyang imenjadi ikekuatan iyang itelah idimiliki iserta ipotensi idan iaset iyang idipunyai

ipotensial iuntuk idimanfaatkan ioleh imasyarakati. iHanya idengan imengetahui

ikekuatan idan iaset iyang itelah iadai, idiharapkan imanusia imengetahui idan isemangat

iuntuk iterlibat isebagai iaktor idan ioleh ikarenanya imemiliki iinisiatif idalam isegala

ihal iupaya perbaikan.30

B. Prinsip-prinsip Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset (ABCD)

1. Setengah iTerisi iLebih iBerarti i(Half full and half empty)

iABCD iberfokus ipada ibagian igelas iyang iterisii. iBagian iyang iterisi iini idapat iberupa ikekuatani, ikapasitasi, idan iaset ikomunitasi. iBeberapa ikomunitas

30Nadhir Salahuddin, dkk, Panduan KKN ABCD UIN Sunan Ampel Surabaya (LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya: Surabaya, tahun 2015), hal. 14

55

iseringkali iilebih iberfokus ipada ibagian iyang ikosongi, isehingga

imelupakan iaset iyang idimilikii. iDilihat idari ikekurangan iyang iada pada dirinya sendiri, sehingga menjadikannya menyerah dengan apa yang dimilikinya. Jika fokus kepada yang kosong maka masyarakat akan merasa terbelakang. Tetapi, jika fokus pada air yang berisi setengah maka masyarakat akan merasa bahwa mereka mandiri.

iJadi ikita iharus ifokus imengenai iaset iyang iada ipada imanusiai, iikarena

isetiap idari imanusia ipasti imempunyai ikemampuan iyang itersimpan idan iperlu

idigali.

2. Semua Punya Potensi (Nobody Has Nothing)

Dalamikonteks iABCDi, iprinsip itelah idikenal isebagai iistilah iiNobody

ihas inothingi”. iSetiap imanusia iterlahir idengan imempunyai ikelebihan isecara

itersendirii. iDan itidak iada iyang itidak imemiliki ipotensii, iwalaupun ihanya

imempunyai ikemampuan isekedar isenyum idan imemasak iairi. iSemua

iberpotensi idan ibisa iberkontribusii. iTidak iada ialasan ibagi isetiap ikomunitas

iuntuk itidak iberkontribusi inyata iterhadap iperubahan ilebih ibaiki. iBahkani,

iketerbatasan ifisikpun itidak imenjadi ialasan iuntuk itidak iberkontribusii. iSeperti

iSantriwati iNAJi(iNisa'u iAhlil iJannahi)iPondok iPesantren iJabal iNoer iini

imempunyai ipotensi iberinovasi imemasakidan imengolahiberbagai imacam

imakanan.

3. Partisipasi (Participation)

Partisipasiiadalah imerupakan isuatu iketerlibatan imental idan iemosi

56

idalamnyaii. iPartisipasi iberarti iperan iserta iseseorang iatau ikelompok

isantriidalam iiproses ipembangunan ibaik idalam ibentuk ipernyataan imaupun

idalam ibentuk ikegiatan idengan imemberi imasukan ipikirani, itenagai, iwaktui,

ikeahliani, imodal idan iatau imaterii, iserta iikut imemanfaatkan idan imenikmati

ihasili-ihasil ipembangunan.

Pengertianipartisiapasi idapat idiartikan ibahwa ipembuat ikeputusan

imenyarankan iuntuk ikelompok iatau iimasyarakat iikut iterlibat idalam ibentuk

ipenyampaian iisaran idan ipendapati, ibarangi, iketerampilani, ibahan iidan ijasai.

iPartisiapasi iberarti isuatu ikelompok imengenal iimasalah mereka isendirii,

imengkaji ipilihan imerekai, imembuat ikeputusani, idan iimemecahkan masalahnya.

iMengenai iketerlibatan imasyarakat isendiri iini iiwajib ikarena

ipemberdayaan iABCD idalam iprinsipnya iharus iimengikutsertakan imasyarakati,

iproses idari iawal iihingga iakhir iharus iada iketerlibatan iaktif idari isantri

iituisendirii. iMaka idalam iproses ipendampingan iyang idilakukan idi iPondok

iPesantren iJabal iNoer iTamaniSidoarjoi, ipeneliti imengutamakan

isantriwatiidalam imelakukan iprosesimulai idari iproses iperencanaan idan

ipelaksanaannya imereka iyang imenentukan idan imelakukannya. 4. Kemitraan (Partnership)

iKemitraan imerupakan ihubungan iyang idibangun iiantara ibeberapa

iindividu iatau igrup iyang itelah ididasari ioleh ikerjasama iidan itanggung ijawab

iyang isama iidalam imenggapai itujuan itertentui. iPartnership imerupakan iisalah

57

iaset i(iAsset iBased iCommunity iDevelopmenti). iPartnership imerupakan imodal

iutama iyang itelah idibutuhkan idalam imemaksimalkan iposisi idan iperan

isantriidalam iipembangunan iyang idilakukan.

Kemitraan imerupakan isalah iisatu isebuah iprinsip iutama idalam imetode

iiABCDi, ikarena imerupakan iimodal iutama iyang idibutuhkan iuntuk

iimemaksimalkan iposisi idan iperan isantri idalam ipembangunanii.iDalam

ipembangunan iisantriiharus imenjadi isebuah ipenggerak idan ipelaku iutamanyai.

iSehingga imempunyai iharapan iproses ipembangunan isecara imasksimali, idan

iberdampak iempowerment isecara imassif idan iterstrukturi. iHal iitu iakan iterjadi

idalam idiri isantriidengan iterbentuknya irasa ikepemilikan iterhadap

ipembangunan iyang iada.

Partnership imemiliki ibeberapa iprinsip idan iiharus iteriimplementasikan

isecara iikonkrit ididalamnyai, iyaitu:

a. iPrinsip iSaling iiPercaya i(iMutual iTrustii)

b. iPrinsip iSaling iiKesefahaman i(iMutual iiiUnderstandingi) c. iPrinsip iSaling iMenghormati i(iMutual iRespecti)

d. iPrinsip iKesetaraan i(iEquityii) e. iPrinsip iKeterbukaan i(iOpenii)

f. iPrinsip iBertanggung ijawab iBersama i(iMutual iResponsibilityi)i

g. iPrinsip iSaling iMenguntungkan i(iMutual iBenefitii)

iDalam ihal ipendampingan iyangidilakukan idiipondok pesantren jabal noer, peneliti melibatkan langsungkelompok santriwatipengurus yaitu Santriwati NAJ(Nisa'u Ahlil Jannah)Pondok Pesantren Jabal Noer

58

TamanSidoarjo,toko-toko usaha atau kantin yang ada disekitar dalam partnershipnya. Sehingga proses yang dilakukan oleh peneliti di pondok pesantren Jabal Noer ini lebih terarah dan lebih mudah koordinasinya.

5. Penyimpangan Positif (Positive Deviance)

iSebuah ipendekatan iterhadap iperubahan iperilaku iindividu idan iisosial

iyang ididasarkan ipada irealitas ibahwa idalam isetiap ikehidupanbisa ijadi itidak

ibanyak iterdapatiorang iyang imempraktekkan istrategi iatau iperilaku isukses

iyang itidak iumumi, iyang imemungkinkan imereka iuntuk imencari isolusi iyang

ilebih ibaik iatasimasalah iyang idihadapi idaripadaiorang ilain.

Positive idevianceimerupakan isuatu imodal iutama idalam ipengembangan

isantri idi ipesantreniuntuk imembangun ikesadaran idalam ipengelolaan iasseti,

iyang idilakukan idengan imenggunakan ipendekatan iberbasis iaset ikekuatani.

iPositive ideviance imenjadi ienergi ialternatif iyang ivital ibagi iproses

iipengembangan idan ipemberdayaan imasyarakat iyang iia ilakukani. iEnergi

isepertiiini idibutuhkan idalam ikonteks ilokalitas imasingi-imaisng ikomunitasi.31 6. Berawal dari Masyarakat (Endogeneus)

Istilah endogenous secara bahasa berarti dari dalam, dan dikembangkan dari dalam “masyarakat”. Dan pembangunan endogen sendiri apabila

idisinggung isebelumnya imengandung iarti ipembangunan iyang iberdasarkan

idari idalam ikonteks iatau ikomunitas itertentu iatau iipembangunan iyang iberdasar

31Edi Suharto, Membangun Masyarak at Memberdayak an Rak yat (Bandung: Rafika Aditama, 2010), hal. 25

59

idari idalam ikonteks iatau ikomunitas itertentui, ipembangunan yang dikembangkan dari santri itu sendiri.

Endogeneus idalam ikonteks ipembangunan imemiliki ibeberapa ikonsep

iyaitu iinti iidari imenjadikan iprinsip idalam ipendekatan ipengembangan idan

ipemberdayaan ikomunitasi-imasyarakat iberbasis iaseti-ikekuatan. Beberapa konsep ini tersebut sebagai berikut :

1. iMemiliki ikendali ilokal iatas iproses ipembangunan i

2. iMempertimbangkan inilai ibudaya isecara isungguhi-isungguh 3. iMengapresiasi icara ipandang iduniai

4. iMenentukan ikeseimbangan iantara isumber idaya ilokal idan ieksternal Beberapa aspek diatas merupakan suatu bentuk kekuatan pokok yang sangat penting dalam pembangunan santri. Sehingga dalam aplikasinya, konsep “pembangunan endogen” kemudian mengakuinya sebagai aset kekuatan utama yang bisa dimobilisasi serta untuk digunakan sebagai modal utama dalam pengembangan pesantren yaitu santri. Aset dan kekuatan tersebut bisa jadi sebelumnya terabaikan atau bahkan sering disebut sebagai penghalang dalam pembangunan. Aset-aset tersebut terintrodusir dalam kelompok aset spiritual, sistem kepercayaan, cerita, dan tradisi yang datang dari adat istiadat kehidupan santri dan sangat mempengaruhidalam kehidupannya di pesantren. 7. Menuju Sumber Energi (Heliotropic)

iHeliotropic imerupakan iistilah iyang iimenggambarkan iproses

iberkembangnya itumbuhan iyang imengarah ipada isumber ienergii. iDemikian

60

ibagi itumbuhani. iYang iterkadang ibersinar idengan iterangi,iimendungi, ibahkan

iterkadang itidak iibersinar isama isekalii. isehingga ienergi idalam ikomunitas iini

iharus itetap iterjaga idan idikembangkanidengan ibaik iisecara iterus imenerus.

Dokumen terkait