BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Prinsip-prinsip Pengembangan Prototipe
Kontekstual untuk Siswa Kelas 7 SMP
Berdasarkan analisis kebutuhan siswa dan guru terhadap buku pengayaan menemukan gagasan utama wacana berbasis kearifan lokal dengan pendekatan kontekstual, peneliti menetapkan prinsip pengembangan buku pengayaan sesuai dengan kebutuhan siswa dan guru. Adapun prinsip pengembangan buku menemukan gagasan utama wacana berbasis kearifan lokal degan pendekatan kontekstual untuk siswa kelas 7 SMP dikelompokkan menjadi enam dimensi, yaitu 1) isi/materi buku, 2) penyajian materi, 3) bahasa dan keterbacaan, 4) grafika/bentuk fisik buku, dan 5) dimensi pendekatan kontekstual. Berikut pemaparan prinsip pengembangan keenam dimensi buku.
1) Dimensi Isi/Materi Buku
Pada hakikatnya pengembangan materi ajar menemukan gagasan utama dari beberapa artikel memiliki prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa dan guru, diketahui bahwa kedua pihak tersebut menginginkan muatan materi meliputi pengertian gagasan utama wacana, letak gagasan utama wacana, tujuan, manfaat, dan langkah-langkah menemukan gagasan utama wacana. Paparan materi tersebut diharapkan dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi.
Materi yang disusun dalam buku pengayaan menemukan gagasan utama wacana meliputi beberapa bab, yaitu (1) mengenal gagasan utama, (2)
menemukan gagasan utama wacana, (3) praktik menemukan gagasan utama wacana, dan (4) penutup. Selain itu, sesuai dengan analisis kebutuhan siswa dan guru, buku menemukan gagasan utama wacana juga akan dilengkapi dengan rujukan/kutipan dan daftar pustaka. Kedua hal tersebut merupakan cara untuk membuktikan kesahihan dan keakuratan materi kepada pembaca. Dengan sarana tersebut, pembaca diharapkan yakin dengan materi yang dipaparkan oleh penulis. 2) Dimensi Penyajian Materi
Karakteristik pengembangan dimensi penyajian materi buku diperoleh dari penyesuaian antara kebutuhan siswa dan guru. Adapun secara garis besar yang perlu diperhatikan dalam pengembangan buku pengayaan menemukan gagasan utama wacana berbasis kearifan lokal dengan pendekatan kontekstual untuk siswa kelas 7 SMP adalah tujuh komponen dalam pendekatan kontekstual sangat tepat jika diterapkan dalam penyajian materi, disusun secara runtut dan sistematis, materi pengantar, subbab, dan penutup saling berkaitan satu sama lain, dan disusun mulai dari pengantar kemudian teori, selanjutnya contoh, rangkuman, dilanjutkan dengan latihan dan uji kompetensi.
3) Dimensi Bahasa dan Keterbacaan
Karakteristik pengembangan dimensi bahasa dan keterbacaan yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku pengayaan menemukan gagasan utama wacana berbasis kearifan lokal dengan pendekatan kontekstual siswa kelas 7 SMP, yaitu penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, penggunaan bahasa yang dapat meningkatkan daya nalar dan daya cipta siswa, dan penggunaan struktur kalimat yang sesuai dengan perkembangan siswa dan
meningkatkan kemampuan berbahasa, serta penggunaan kalimat efektif, lugas, dan tidak ambigu.
4) Dimensi Grafika
Prinsip-prinsip yang menjadi dasar dimensi grafika buku pengayaan menemukan gagasan wacana berbasis kearifan lokal dengan pendekatan kontekstual untuk siswa kelas 7 SMP, yaitu (1) bentuk buku, (2) ukuran buku, (3) ukuran huruf, (4) jenis huruf/font, dan (5) tebal buku. Berikut pemaparan aspek grafika buku pengayaan menemukan gagasan utama wacana.
(1) Bentuk Buku dan Ukuran Buku
Hasil penelitian kebutuhan siswa dan guru menunjukkan bahwa siswa menginginkan bentuk buku vertikal A5 (148 x 210 mm) dan guru menginginkan bentuk vertikal B5 (176 x 250 mm). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa guru menghendaki buku yang diinginkan siswa karena sebagian besar siswa menginginkan ukuran tersebut sehingga buku pengayaan yang dibuat oleh peneliti berukuran A5 (148 x 210 mm). Pemilihan bentuk buku ini didasarkan atas pertimbangan bahwa buku akan lebih mudah dibawa dan dibaca oleh siswa.
(2) Jenis dan Ukuran Huruf
Berdasarkan analisis kebutuhan siswa dan guru, peneliti mengetahui bahwa kedua pihak memilih jenis huruf Times New Roman dan Berlin Sans FB ukuran 11 dan 12. Peneliti akan mempertegas atau menekankan bagian tertentu dengan penggunaan huruf dan ukuran yang berbeda dan mencolok. Hal ini mengimplikasikan bahwa selain bentuk huruf di atas, peneliti akan menggunakan jenis huruf dan ukuran huruf yang lain sesuai dengan tingkat penekanan materi.
(3) Tebal Buku
Pada aspek tebal buku, terdapat kesesuaian hasil analisis kebutuhan siswa dan guru. Kedua pihak tersebut memilih tebal buku antara 80-120 halaman. Akan tetapi, dalam penyusunannya tebal buku pengayaan melebihi kebutuhan guru dan siswa. Hal ini disesuaikan dengan pertimbangan kelengkapan materi buku. Dengan demikian, buku yang dibuat oleh peneliti memiliki tebal lebih dari 80 halaman.
5) Dimensi Pendekatan Kontekstual
Primsip pengembangan dimensi kontekstual dalam buku meliputi beberapa komponen, yaitu (1) konstruktivisme, (2) inkuiri, (3) bertanya, (4) masyarakat belajar, (5) pemodelan, (6) refleksi, dan (7) penilaian yang sebenarnya. Berikut pemaparan ketujuh komponen kontekstual buku.
(1) Komponen Konstruktivisme
Komponen konstruktivisme diterapkan pada struktur penyajian materi. Materi disajikan dengan penarikan simpulan yang menggunakan bahasa siswa sehingga siswa mengkonstruksikan dan mentransformasikan pengetahuan dibenak mereka. Selain itu, penerapan komponen konstruktivisme dapat dilihat pada tujuan pembelajaran dan pengantar tiap bab pada buku. Penyajian tersebut berguna untuk mengaitkan pengetahuan dan pengalaman yang pernah dimiliki oleh siswa dan menggabungkannya sehingga pengetahuan dan pengalaman baru tersebut akan senantiasa diingat dan lebih bermakna.
(2) Komponen Inkuiri
Komponen inkuiri terutama diterapkan pada struktur penyajian materi. Adapun materi disajikan dengan model terbalik yang dimulai dari penyampaian contoh atau model dan diakhiri dengan penarikan simpulan atau konsep. Model penyajian materi tersebut dapat membangkitkan pengetahuan dan pengalaman siswa yang terkait dengan materi yang disampaikan. Selain itu, penyajian materi akan divariasikan agar tidak menimbulkan kejenuhan bagi pembaca, seperti kegiatan diskusi untuk menemukan hal-hal yang baru. Peneliti juga akan memaparkan materi dengan model biasa.
(3) Komponen Bertanya
Berdasarkan analisis kebutuhan buku pengayaan menemukan gagasan utama wacana, siswa dan guru menghendaki adanya pertanyaan terbuka pada materi buku. Peneliti akan membuat pertanyaan terbuka pada bagian-bagian yang menuntut pemahaman konsep dan logika. Dengan demikian, pertanyaan terbuka tersebut dapat mengarahkan siswa untuk berpikir secara kritis terhadap materi yang disajikan oleh penulis. Selain itu, penerapan komponen bertanya juga akan disajikan secra implisit dalam kegiatan diskusi.
(4) Komponen Masyarakat Belajar
Bentuk pemakaian komponen masyarakat belajar adalah dengan menyertakan tugas kolaboratif dan kegiatan diskusi. Tugas kolaboratif dan diskusi merupakan tugas yang memerlukan kerja sama antarsiswa. Dalam praktiknya, pemberian tugas kolaboratif tidak dapat disertakan pada setiap materi.
(5) Komponen Pemodelan
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa dan guru, penelitian merumuskan bahwa buku pengayaan yang akan dibuat perlu disertai dengan komponen pemodelan. Peneliti akan meyertakan pemodelan materi yang bersifat deskripsi.
(6) Komponen Refleksi
Berdasrkan analisis kebutuhan, peneliti mengetahui bahwa guru dan siswa Memerlukan adanya refleksi. Adapun berdasarkan hasil analisis kebutuhan, siswa menghendaki agar refleksi disertakan pada akhir buku. Refleksi pada buku akan disampaikan secara beragam, misalnya dengan pertanyaan hasil belajar dan motivasi. Bentuk refleksi tersebut dipilih karena peneliti menitikberatkan pada bagaimana siswa dapat mengetahui cara belajar dan bagaimana siswa mampu mengetahui kesalahan-kesalahan dalam belajar sehingga pada kesempatan berikutnya kesalahan tersebut dapat diperbaiki.
(7) Komponen Penilaian yang Sebenarnya
Berdasarkan hasil analisis siswa dan guru diketahui bahwa kedua pihak tersebut membutuhkan tugas untuk menguji pemahaman siswa tentang materi yang disampaikan dalam buku. Peneliti akan menampilkan tugas yang lebih mengarhakan ke unjuk kerja dalam setiapa bagian materi buku. Akan tetapi, peneliti juga akan menyeleksi materi dalam buku pengayaan yang memungkinkan diberikan tugas unjuk kerja.
4.3 Prototipe Buku Pengayaan Menemukan Gagasan Utama Wacana