URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH
Prioritas 1: Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan; Prioritas 2: Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan; dan Prioritas
1.2. Prioritas 2 : Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan
Komposit IPM selanjutnya adalah bidang kesehatan yang ditunjukan dengan angka harapan hidup tahun 2016 telah mencapai 73,65 tahun melampaui target 72,00 tahun. Kenaikan angka harapan hidup di Kalimantan Timur karena Pemerintah Daerah memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan upaya pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.
1.2.1. Program Kegiatan dan Realisasi Pelaksanaan a. Program Kegiatan
Program kegiatan dalam upaya pencapaian prioritas 2: Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan dilaksanakan melalui 5 program dan 11 kegiatan, dengan alokasi anggaran Rp5,39 Milyar.
Capaian prioritas ini adalah angka harapan hidup 73,65% melebihi dari target 72,00%.
LKPJ Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2016 96
Tabel 4.4
Program Kegiatan Prioritas terkait Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan
PRIORITAS 2 : PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN
NO PROGRAM / KEGIATAN PERANGKAT DAERAH
1 Program promosi kesehatan dan pemberdayaan
masyarakat
Dinas Kesehatan
1.1 Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat
1.2
Peningkatan peran instansi dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat dalam
memasyarakatkan pola hidup sehat
2 Program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan
2.1 Kemitraan asuransi kesehatan masyarakat 3 Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Menular
3.1 Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular
3.2 Peningkatan survellance Epidemiologi dan penanggulangan wabah 4 Program standarisasi pelayanan kesehatan
4.1 Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan
4.2 Peningkatan pelayanan kesehatan dasar 4.3 Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan 4.4 Peningkatan pelayanan kesehatan pengembangan 5 Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin
5.1 Kemitraan pelayanan kesehatan bagi pasien kurang mampu
5.2 Pelayanan operasi katarak
b. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan
Realisasi terkait pelaksanaan program dan kegiatan untuk pencapaian target prioritas “Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan” pada tahun 2016 rata-rata mencapai realisasi keuangan 98,26% dan realisasi fisik 99,57%.
Hasil pelaksanaan program kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016 dalam upaya pencapaian peningkatan kualitas layanan kesehatan, adalah sebagai berikut:
1. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, melalui kegiatan :
LKPJ Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2016 97
Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat melalui kegiatan penyuluhan ke masyarakat secara langsung melalui even-even pameran, expo, media massa (TVRI Kaltim dan RRI Samarinda).
Peningkatan peran instansi dan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat dalam memasyarakatkan pola hidup sehat yang berupa kegiatan pembinaan Posyandu, Desa Siaga dan Rumah Tangga PHBS. Melalui program dan kegiatan di atas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berupaya meningkatkan upaya Promotif dan preventif Kesehatan pada masyarakat.
2. Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan, melalui kegiatan Kemitraan asuransi kesehatan masyarakat dengan melaksanakan sosialisasi Norma Standar Prosedur & Kriteria (NSPK) tentang kebijakan dan petunjuk Teknis pelaksanaan pembiayaan kesehatan (DHA dan PHAp). Melakukan Desiminasi dan advokasi program pembiayaan Kesehatan di 3 Kabupaten/Kota serta melakukan pertemuan evaluasi program pembiayaan kesehatan dan JKN. Dari pelaksanaan program diatas dapat diperoleh Proporsi Penduduk yang memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Provinsi Kaltim Tahun 2016 sebesar 77,12%.
3. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, melalui kegiatan:
Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular melalui rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan terkait Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular. Peningkatan Surveillance Epidemiologi dan penanggulangan wabah melalui bimtek bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan.
Upaya untuk menurunkan Angka kesakitan juga terus dilakukan melalui program ini, pada tahun 2014 angka kesakitan sebesar
LKPJ Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2016 98
9,18 meningkat di tahun 2015 dan 2016 ini menjadi 11,9. Jika dilihat dari data yang diperoleh terjadi penurunan kasus kejadian penyakit menular dimana pada tahun 2016 kasus penemuan diare pada tahun 2015 sebesar 93.710 kasus, menurun pada tahun 2016 menjadi 69.031 kasus, Penemuan TB dengan BTA (+) pada tahun 2015 sebesar 2.391 kasus menurun pada tahun 2016 menjadi: 1.785 kasus, namun untuk untuk Incident Rate DBD pada tahun 2015 sebesar 195 meningkat menjadi 300 di tahun 2016, peningkatan kejadian DBD ini disebabkan perubahan iklim yang berubah-ubah secara ekstrim. Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jentik nyamuk menjadi nyamuk dewasa yang membawa virus DBD.
Pada Kasus penyakit tidak menular (PTM) terjadi peningkatan jumlah kasus, seperti pada kasus penyakit Hipertensi pada tahun 2015 sebesar 23.882 kasus menjadi 26.724 kasus pada tahun 2016, penyakit DM pada tahun 2015 sebesar 6.051 kasus meningkat pada tahun 2016 menjadi 6.649 kasus,Kejadian Stroke pada tahun 2015 sebanyak 407 kasus, meningkat menjadi 503 kasus stroke pada tahun 2016, begitu pula dengan penyakit jantung koroner pada tahun 2015 sebesar 483 kasus meningkat menjadi 547 kasus pada tahun 2016. Terjadinya peningkatan kasus penyakit tidak menular (PTM) dapat disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, (konsumsi makanan cepat saji, kurang olahraga, kurang istirahat dan stress).
4. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan dengan melalui kegiatan :
Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan berupa bimbingan/pendampingan akreditasi puskesmas dan rumah sakit. Saat ini di Provinsi Kalimantan Timur terdapat 180 Puskesmas (110 Puskesmas 24 jam (92 Puskesmas Perawatan, 18 Puskesmas IGD 24 jam)).
LKPJ Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2016 99
Peningkatan pelayanan kesehatan dasar berupa pembangunan Rumah Sakit Klas D Pratama di Provinsi Kalimantan Timur tahun 2016 sebanyak 5 Rumah Sakit dengan dana bersumber dari APBD yaitu di: Sangkulirang, Talisayan, Batu Engau, Linggang Bigung dan Long Bagun. Dua diantaranya telah beroperasi yaitu RS. Pratama Sangkulirang, Kutai Timur dan RS. Pratama Talisayan, Berau.
Peningkatan pelayanan kesehatan rujukan berupa peningkatan koordinasi pelayanan kesehatan dengan seluruh Kabupaten/Kota.
Peningkatan pelayanan kesehatan pengembangan melalui Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Provinsi Kalimantan Timur, dimana pada Tahun 2016 dari 180 FKTP, 26 diantaranya telah terakreditasi (Akreditasi Dasar 11 FKTP, Akreditasi Madya 12 FKTP, Akreditasi Utama 2 FKTP, Akreditasi Madya 1 klinik). Disamping itu dilakukan pula Akreditasi Rumah Sakit di Provinsi Kalimantan Timur (Akreditasi Paripurna 4 Rumah Sakit (RS. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, RSJ Atma Husada Samarinda, RS. Pertamina Balikpapan dan RS. Restu Ibu Balikpapan), Akreditasi tingkat Utama 2 Rumah Sakit (RS. Kudungga, Kutim dan RS. Hadjanto Balikpapan), Akreditasi Madya 1 Rumah Sakit (RS. A.W. Syahranie Samarinda), Akreditasi Dasar 1 Rumah sakit (RS. IA. Moeis Samarinda), Akreditasi Perdana 3 Rumah Sakit (RS. SMC, RS. Cahaya Sanggata, RS. Pertamedika Sanggata)).
5. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin, melalui kegiatan;
Kemitraan pelayanan kesehatan bagi pasien kurang mampu berupa peningkatan pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan dan terpencil (DTPK) dengan mengirimkan Dokter terbang yaitu tenaga dokter spesialis,
LKPJ Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2016 100
beserta tenaga kesehatan lain untuk datang ke daerah DTPK dan memberikan layanan kesehatan pada masyarakat di daerah DTPK (Pulau Maratua Berau dan Long Pahangai Mahakam Ulu).
Pelayanan Operasi katarak berupa pelayanan ke Kabupaten/Kota oleh dokter spesialis yang pembiayaannya dilakukan secara sharing budgeting antara Kabupaten/kota dan Provinsi, dimana Kabupaten/kota menyediakan tempat, melakukan skrining awal dan Pemerintah Provinsi menyediakan tenaga dokter spesialis. Pada tahun 2016, telah dilakukan operasi katarak kepada 851 orang.
1.2.2. Permasalahan dan Solusi
a. Permasalahan
1. Belum optimalnya upaya promotif dan preventif kesehatan melalui Gerakan masyarakat sehat (Germas).
2. Masih belum optimalnya kompetensi tenaga kesehatan yang ada terutama di daerah yang masih sulit di akses, karena sulitnya mendapatkan informasi secara cepat. 3. Masih ada beberapa Puskesmas yang belum terakrediatasi
sehingga perlu perhatian khusus untuk pemenuhan sarana prasarana dan tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas. 4. Belum optimalnya advokasi Pemerintah Provinsi ke
Kabupaten/Kota dalam upaya mendukung program-program kesehatan yang ada.
5. Pendistribusian tenaga kesehatan seperti Dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker dan tenaga kesehatan lainnya yang belum merata.
b. Solusi
1. Perlu peningkatan Promosi kesehatan melalui Gerakan masyarakat sehat (GERMAS) yang dapat dilakukan melalui Penyuluhan kesehatan secara langsung maupun di media massa.
LKPJ Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2016 101
2. Peningkatan Kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan/ Bimtek. Dalam hal ini pemerintah Provinsi dapat melakukan pendampingan ke Kabupaten/Kota terkait permasalahan yang ada di setiap Kabupaten/Kota, melatih tenaga kesehatan di Kabupaten/Kota dan medorong Kabupaten/Kota untuk membina dan melatih seluruh tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas agar kompetensi SDM Kesehatan yang ada meningkat.
3. Peningkatan sarana & Prasarana di Puskesmas/fasilitas kesehatan dasar, terutama Sarana dan Prasarana terkait Peralatan Laboratorium dengan mengoptimalkan sumber pembiayaan yang ada baik APBD dan pusat (DAK).
4. Perlu dilakukan Advokasi dari Dinas Kesehatan Provinsi ke Pemegang kebijakan di Kabupaten/Kota terhadap permasalahan kesehatan yang dihadapi Kabupaten/kota yang mana pengendalian dan penanggulangannya memerlukan dukungan pemerintah Kabupaten/Kota.
5. Perlu ada regulasi terkait penempatan tenaga kesehatan baik dokter, perawat, analis kesehatan, apoteker, tenaga Laboratorium, tenaga kesling, promkes dan gizi, sehingga terwujud pemerataan tenaga kesehatan diseluruh sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten/Kota.