• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.2 RUMUSAN MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH .1Rumusan Masalah

2.1.5 Problem Based Learning (PBL)

Tan (dalam Rusman, 2010:229) mengemukakan bahwa Problem Based Leraning atau pembelajaran berbasis masalah merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam PBL kemampuan berpikir siswa betul-betul

dioptimalisasikan melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memberdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan. Di dalam PBL, penggunaan berbagai macam kecerdasan sangat diperlukan guna melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru dan kompleksitas yang ada.

Dari rumusan yang diungkapkan oleh Kelson (dalam Amir, 2010:21), PBL adalah kurikulum dan proses pembelajaran. Dalam kurikulumnya, dirancang masalah-masalah yang menuntut peserta didik mendapatkan pengetahuan yang penting, membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah, dan memiliki strategi belajar sendiri serta memiliki kecakapan berpartisipasi dalam tim. Proses pembelajarannya menggunakan pendekatan yang sistemik untuk memecahkan masalah atau menghadapi tantangan yang nanti diperlukan dalam karir dan dan kehidupan sehari-hari.

Ibrahim dan Nur (dalam Rusman, 2010:241)) menyatakan PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi yang berorientasi pada masalah dunia nyata, termasuk di dalamnya belajar bagaimana belajar. PBL adalah model pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran. Moffit, (dalam Rusman, 2010:241).

Dari beberapa pendapat di atas, disimpulkan bahwa model Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan permasalahan dalam dunia nyata yang dipusatkan pada keterampilan dalam menyelesaikan masalah dan untuk belajar tentang cara berpikir kritis serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Di dalam PBL, pendayagunaan kemampuan berpikir dalam sebuah proses kognitif yang melibatkan proses mental yang dihadapkan pada kompleksitas suatu permasalahan yang ada di dunia nyata. Siswa diharapkan memiliki pemahaman yang utuh dari sebuah materi yang diformulasikan dalam masalah, penguasaan sikap positif, dan keterampilan secara bertahap serta berkesinambungan. PBL menuntut aktivitas mental siswa dalam memahami suatu konsep, prinsip, dan keterampilan melalui situasi atau masalah yang disajikan di awal pembelajaran. Situasi atau masalah menjadi titik tolak pembelajaran untuk memahami prinsip, dan mengembangkan keterampilan yang berbeda pada pembelajaran secara umum.

2.1.5.1Karakteristik Problem Based Learning (PBL)

Karakteristik PBL dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. a. Permasalahan menjadi startingpoint dalam belajar

b. Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata yang tidak terstruktur

d. Permasalahan menantang pengetahuan yang dimiliki oleh siswa, sikap, dan kompetensi yang kemudian membutuhkan identifikasi kebutuhan belajar dan bidang baru dalam belajar

e. Belajar pengarahan diri menjadi hal utama

f. Pemanfaatan sumber pengetahuan yang beragam, penggunaannya, dan evaluasi sumber informasi merupakan proses yang esensial dalam PBL

g. Belajar adalah kolaboratif, komunikasi, dan kooperatif

h. Pengembangan keterampilan inquiry dan pemecahan masalah sama pentingnya dengan penguasaan isi pengetahuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan

i. Keterbukaan proses dalam PBL meliputi sintesis dan integrasi dari sebuah proses belajar, dan

j. PBL melibatkan evaluasi dan review pengalaman siswa dan proses belajar (Tan, dalam Rusman (2010:232)

2.1.5.2Langkah-langkah atau Sintaks Problem Based Learning(PBL)

Ibrohim dan Nur (dalam Rusman, 2010:243) mengemukakan bahwa langkah-langkah Problem Based Learning adalah sebagai berikut.

1. Orientasi siswa pada masalah

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilihnya. Guru mendiskusikan rubrik asesmen yang akan digunakan dalam menilai kegiatan/hasil karya siswa

2. Mengorganisasikan siswa untuk belajar

Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.

3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok

Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.

4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, resum, media fisik, dan membantu mereka untuk berbagi tugas dengan teman

5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

2.1.5.3Kelebihan Model Pembelajaran Problem Based Learning

Amir (2010:27) menjelaskan bahwa model Pembelajaran Problem Based Learning mempunyai beberapa kelebihan yang disajikan sebagai berikut:

1. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memecahkan masalah-masalah menurut cara-cara atau gaya belajar individu masing-masing. Dengan cara mengetahui gaya belajar masing-masing individu, kita diharapkan dapat membantu menyesuaikan dengan pendekatan yang kita pakai dalam pembelajaran.

2. Pengembangan keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills).

3. Peserta didik dilatih untuk mengembangkan cara-cara menemukan

(discovery), bertanya (questioning), mengungkapkan (articulating),

menjelaskan atau mendeskripsikan (describing) mempertimbangkan atau membuat pertimbangan (considering), dan membuat keputusan (decision-making). Dengan demikian, peserta didik menerapkan suatu proses kerja melalui suatu situasi bermasalah

4. Menjadi lebih ingat dan meningkat pemahamannya atas materi ajar 5. Meningkatkan fokus pada pengetahuan yang relevan

6. Membangun kerja tim, kepeminpinan, dan keterampilan social 7. Membangun kecakapan belajar

2.1.5.4Kelemahan Model Pembelajaran Problem Based Learning

1. Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba

2. Keberhasilan model pembelajaran melalui Problem Based Learning

membutuhkan cukup waktu untuk persiapan

3. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari (Wina Sanjaya, 2011:221)

Dalam pelaksanaannya, guru harus terampil dalam menggunakan model

Problem Based Learning. Guru harus bisa memotivasi siswa dengan memunculkan masalah sosial di awal pembelajaran sebagai pemancing rasa keingintahuan siswa, masalah yang diberikan harus mengundang pertanyaan agar siswa berperan aktif dan membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Guru harus bisa mengatur waktu dalam merencanakan pembelajaran, antara waktu dalam perencanaan dengan waktu pelaksanaan harus sesuai sehingga dipastikan waktu yang digunakan dalam pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning berhasil dengan waktu yang ditetapkan.

2.1.6 Teori yang mendukung Model Problem Based Learning