• Tidak ada hasil yang ditemukan

Area pabrik

Limbah tidak berbahaya

Produk daur ulang Memenuhi standar regulasiSOx

Memenuhi standar regulasiCO2

Memenuhi standar regulasi lingkungan

Limbah berbahaya

Energi

Total pemakaian energi oleh perusahaan, yang berasal dari pemakaian listrik, natural gas dan minyak diesel terdapat penurunan dari tahun 2007 ke 2008, walaupun tidak dalam jumlah yang terlalu significant, yaitu sebesar 1%. Pabrik Es Krim berhasil mencapai penurunan pemakaian energi listrik sebesar 4% di tahun 2008 dibanding 2007, sebagai hasil dari pemasangan variable speed controller di beberapa motor listrik utama dan usaha-usaha lain dalam efisiensi pemakaian. Pabrik Rungkut dengan melakukan optimasi pada sistem pembakaran gas berhasil pula menurunkan pemakaian natural gas sebesar 7% di 2008 di sistem pembangkit uap.

Namun tidak demikian halnya untuk pabrik HPC Liquid dimana terdapat sedikit kenaikan pemakaian listrik di tahun 2008 ini, terutama dalam kurun kwartal 2-2008. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kenaikan pemakaian listrik tetap (fixed electricity) untuk lampu penerangan dan alat pemindahan barang, sehubungan dengan mulai beroperasinya tambahan Gudang Bahan Baku. Dan kurun waktu ini juga, terjadi pemasangan mesin-mesin baru yang dilanjukan dengan uji coba dan fine tuning dari mesin-mesin produksi yang baru.

Mesin-mesin tersebut antara lain mesin pouch, processing mixer, mesin botol dan mesin tube.

Di pabrik teh, pemindahan produk teh dengan kemasan besar untuk diproduksi di pihak ketiga dan digantikan dengan memproduksi teh dengan kemasan yang berukuran lebih kecil dan membutuhkan teknologi yang tinggi, yang dilakukan di Q1 2008, membuat ada lonjakan pemakaian energi per tonase produk teh, di antara akhir 2007 dan awal 2008 akibat perubahan format produk yang diproduksi di pabrik.

Laju pemakaian listrik yang naik di awal tahin di pabrik teh ini, akhirnya dapat dijaga pada level tersebut sampai akhir tahun dan sekarang. Kenaikan pemakaian listrik di dua pabrik HPC Liquid dan teh ini diperkirakan sebesar 7% di bandingkan dengan pemakaian 2007.

Emisi CO2

Seperti kita ketahui salah satu penghasil dari CO2 adalah pembangkit listrik dimana laju emisi CO2 dari pembangkit listrik ini sangat tergantung kepada jenis bahan bakar yang dipakai. Bahan bakar yang dipakai bisa beragam mulai dari

Walaupun pemakaian jumlah energi untuk perusahaan secara keseluruhan, turun antara 2007 dan 2008, namun emisi CO2 dari energi yang dipakai terjadi kenaikan. Karena pemakaian listrik naik untuk beberapa pabrik seperti disebutkan di atas, maka penurunan emisi CO2 yang didapat dari penurunan pemakaian natural gas di Pabrik Rungkut, tidak cukup untuk mengkompensaisi kenaikan emisi CO2 dari kenaikan pemakaian listrik dari beberapa pabrik tersebut. Pembangkit listrik di Indonesia yang didominasi oleh pembangkit batu bara dan diesel membuat kenaikan pemakaian energi listrik, akan berakibat emisi CO2 yang lebih besar lagi. Secara netto, untuk total perusahaan, terdapat kenaikan emisi CO2 sebesar 6%.

Program-program efisiensi ke depan yang sudah kami susun, salah satunya akan berfokus kepada penghematan listrik dalam arti tidak hanya untuk penghematan energi tetapi juga untuk menurunkan kontribusi perusahaan dalam emisi CO2, yang dihasilkan dari proses pembangkitan energi listrik yang digunakan. Di samping itu, usaha untuk menggunakan energi alternatif yang lebih baik dalam CO2 emission, seperti aplikasi sel surya dan natural gas sebagai pengganti solar yang masih dipakai saat ini, adalah rencana utama kami untuk ke depan.

Pemakaian Air

Pabrik Es Krim telah melakukan pencapaian yang sangat baik dalam pemakaian air di tahun 2008 dengan memulai pemakaian sistem Reverse Osmosis di kuartal 2 2008, sehingga memungkinkan air untuk dipakai ulang, sehingga didapatkan penurunan dalam pemakaian air baru dari lingkungan. Penurunan pemakaian air baru sebesar 10%

sudah berhasil didapatkan oleh pabrik Es Krim jika dibandingkan pemakaian tahun 2007 dan 2008.

Namun, kesuksesan ini belum dapat membuat pemakaian air untuk total perusahaan turun seperti yang kita targetkan.

Terdapat kenaikan pemakaian air di pabrik HPC Liquids, terutama di kuartal 2 2008. Sama seperti kenaikan pemakaian listrik, pada kuartal ini, di Pabrik HPC Liquids terjadi aktifitas instalasi dan commissioning dari peralatan produksi yang baru.

Berbagai uji coba peralatan sebelum mesin mulai dioperasikan secara penuh, telah dilakukan pada beberapa mesin proses dan peralatan pabrik, yang memerlukan air dalam jumlah cukup besar. Di samping itu, seringnya change over yang diakibatkan kompleksitas dari jenis produk yang diproduksi di Pabrik Liquids ikut menambah banyak pemakaian air.

Di Pabrik NSD juga terjadi penambahan dalam konsumsi air baru, dikarenakan tidak digunakannya lagi air dari Pabrik HPC Liquids sebagai air prosessing, sejak awal tahun 2008. Disamping itu, kita mencatat di tahun 2008 adanya peningkatan pemakaian air di pabrik Rungkut karena adanya pengenalan produk baru, serta pemindahan sarana produksi perawatan kulit dari Rungkut ke Cikarang. Usaha untuk mengurangi aktifitas change over dan juga usaha untuk meningkatkan kinerja di pabrik, pengolahan air limbah akan menjadi agenda perhatian di waktu ke depan, untuk memperbaiki kenaikan pemakaian air yang sekitar 12% seperti di tahun 2008.

Diharapkan setelah penambahan kapasitas dan sarana produksi yang diikuti pengetesan peralatan di pabrik-pabrik kami selesai dilakukan, maka kinerja kami dalam hal pemakaian air dan energi akan kembali lebih efisien sesuai dengan target kami.

Terdapat 32 usulan proyek berkaitan dengan lingkungan dengan potensial mencapai ratusan ribu Euro. Selain hal-hal tersebut di atas, kami juga tidak henti-hentinya untuk tetap melakukan kampanye agar setiap karyawan turut dapat memberikan andil terhadap lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik.

Untuk merealisasikan misi ‘vitalitas’ kami, kami menanamkan misi sosial ke dalam brand

Dokumen terkait