BAB III LAMBANG BUNGA SERUNI PADA
3.2 Penggunaan Lambang Bunga Seruni di Jepang
3.2.3 Sebagai Produk Kesenian Khas Jepang
Didalam komunitas seniman Jepang, bunga seruni bersama dengan bamboo, anggrek, dan bunga plum dikenal sebagai satu dari empat bersaudara, masing-masing dari tanaman ini menggambarkan satu musim. Keempat tanaman
ini seringkali dijadikan sebagai lukisan, biasanya muncul secara individual namun digabung menjadi suatu set lukisan. Gambaran yang didapat adalah bahwa orang Jepang pada masa itu, khususnya para bangsawan yang berada di ibukota, hidup dalam keindahan alam yang sangat nyata seolah-olah mereka hidup dalam lukisan dan puisi.
Keadaan alam tersebut bukan hanya sekedar pemandangan di kejauhan, melainkan mereka berada di pemandangan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti air yang mereka ambil dari sungai untuk kegiatan sehari-hari berasal dari sungai indah yang mengalir di antara bukit.
Para pengrajin kesenian Jepang, dalam hal ini mereka yang berkarya melalui lukisan atau gambar, terlihat sangat hati-hati dalam menangkap keadaan alam pada karya mereka. Mereka memilih untuk memakai prinsip kesederhanaan namun penuh makna dan betul-betul menangkap penggambaran yang diinginkan.
Prinsip-prinsip tersebut yang membuat hasil karya mereka menjadi penuh makna dan meninggalkan impresi pada mereka yang menikmatinya.
Di dalamnya terlihat kurvanya saling tidak terhubung dan objek-objek yang ada terpisah secara acak, seperti kupu-kupu dan sulur, juga burung-burung dan awan. Keengganan memakai unsur simetris ini dapat dilihat di banyak karya desain Jepang. Tidak jauh beda dari kurva dan bentuk, kurva yang memiliki warna mempunyai keunikannya tersendiri. Warna arsir dalam lukisan Jepang memakai penambahan satu warna melalui perbedaan intensitas ketebalan warna (Anesaki, 1980:13-14).
Bunga Seruni juga salah satu yang bisa dibuat sebagai tanaman hias, karena keindahan dan elegannya yang popular dikalangan masyarakat Jepang.
Keberadaan bunga seruni ini sebagai tanaman hias yang menghasilkan bunga potong komersial yang semakin popular diberbagai negara. Warna-warna bunga seruni sangat banyak beragam sehingga dapat disusun dalam rangkaian dengan kombinasi yang serasi. Dan bunga seruni ini bisa dijadikan sebagai aksesoris mahkota berwarna-warni, dari kelopak warna kuning terang, merah anggur, plum, putih, merah muda, atau lavender yang banyak bermekaran pada musim gugur.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
1. Bunga Seruni adalah tanaman yang merupakan sebagai bunga hias dengan sebutan bunga emas “Golden Flower” yang berasal dari daratan cina.
Jepang pada abad ke-4 mulai membudayakan Seruni dan pada tahun 1797 Bunga Seruni dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of East.
2. Bunga Seruni di Jepang tidak dilihat sebagai simbol kerajaan saja, namun juga sebagai lambang keberkahan dan kebahagiaan. Di Jepang terdapat Festival Bunga Seruni yang dikenal sebagai Festival Kebahagiaan atau juga disebut dengan Kiku Ningyo, yang diadakan di bulan September.
3. Bunga Seruni juga memiliki berbagai jenis diantaranya adalah, Chrysanthemum Segetum, Chrysanthemum maximum, Chrysanthemum inodorum dan masih banyak lagi lainnya.
4. Penggunaan lambang Bunga Seruni pada masyarakat Jepang digunakan sebagai Lambang Kerajaan di Jepang, sebagai Lambang Nasional di Jepang, dan Sebagai Produk Kesenian Khas Jepang.
4.2 Saran
1. Para pembaca dapat meningkatkan pengetahuan tentang Bunga
Krisanthemum dan menjadikan kertas karya ini sebagai sumber referensi.
2. Para pembaca dapat menambahkan atau meneruskan pembahasan ini dengan hal baru yang tidak disebutkan dalam kertas karya ini.
DAFTAR PUSTAKA
Pua, E.-C., & Davey, M. R. (Eds.). (2007). Transgenic Crops VI. Biotechnology in Agriculture and Forestry. doi:10.1007/978-3-540-71711-9
Andiani, Yuli. 2013. Budidaya Bunga Krisan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Purnobasuki, Hery, Anika Sindhya Dewi, & Dwi Kusuma Wahyuni. 2014. Variasi Morfologi Bunga Pada Beberapa Varietas Chrysanthemum morifolium Ramat. J. Natural B. 2 (3): 210-220.
Teixeira da Silva, J. A. et al. Chrysanthemum biotechnology: Quo vadis? Crit. Rev. Plant Sci.
32, 21–52 (2013).
Matsuya Piece-Goods Store, transl. & introduction by Fumie Adachi, ed. (1972). Japanese Design Motifs: 4260 Illustrations of Heraldic Crest. New York: Dover Publications. hlm. 9–
10.
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2014-1-00632-JP%20Bab2001.pdf http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab1/2014-1-00632-JP%20Bab1001.pdf http://eprints.umm.ac.id/36870/3/jiptummpp-gdl-ghaziahkus-50425-3-babii.pdf https://www.amazine.co/37756/makna-dan-simbolisme-yang-diwakili-bunga-krisan/
https://yulikaflorist.com/makna-warna-bunga-chrysanthemum
https://www.researchgate.net/publication/337693195_MORFOLOGI_DAN_ANATOMI_Chr ysanthemum_morifolium_Ramat_var_puspita_nusantara_dan_var_tirta_ayunisertaChrysanth emum_indicum_Lvar_mustika_kaniya
LAMPIRAN
Lambang kekaisaran Jepang
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_Negara_dan_Kekaisaran_Jepang
Bendera kekaisaran Jepang
Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kaisar_Jepang
Kamon, simbol keluarga Jepang
Seruni 16 daun mahkota tampak bawah (十六裏菊, juuroku uragiku) Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Lambang_bunga_seruni
Monshou keluarga Tokugawa
Sumber : https://certamario.wordpress.com/2009/06/02/tokugawa-ieyasu/
Gambaran tentang penggunaan warna arsir pada lukisan skema satu warna Sumber : https://www.arteworld.it/grande-onda-di-kanagawa-hokusai-analisi/
Jenis Bunga Chrysanthemum Segetum
Sumber : https://www.wikidata.org/wiki/Q15627858
Jenis Bunga Chrysanthemum Maximum
Sumber : http://plantinfo.co.za/plant/chrysanthemum-maximum/
Jenis Bunga Chrysanthemum Inodorum
Sumber : https://legendflowers.com/bunga-krisan/
Jenis Bunga Chrysanthemum Carinatum Sumber : http://theseedsite.co.uk/profile678.html
Jenis Bunga Chrysanthemum Coccineum
Sumber : http://www.robsplants.com/plants/TanacCocci
Jenis Bunga Chrysanthemum Frutescens
Sumber : http://www.maltawildplants.com/ASTR/Argyranthemum_frutescens.php
Jenis Bunga Chrysanthemum Hortorum
Sumber : http://ahrs.sk/Oury-Chrysanthemum-323708/
Jenis Bunga Chrysanthemum Parthenium
Sumber : https://www.flickr.com/photos/163227033@N02/43914564962
Bunga Seruni di koin 50 Yen
Sumber : https://www.thejapanesedreams.com/yen-guida-alle-banconote-e-monete-giapponesi/
Bunga Seruni di cover passport Jepang Sumber : https://jpninfo.com/id/96
ABSTRAK
Bunga seruni adalah bunga cantik yang sering ditanam sebagai tanaman hias, yang melambangkan ungkapan sukacita dan kesetiaan.
Bunga Seruni juga merupakan bunga majemuk yang didalam satu ikatan bunga terdapat bunga cakram yang berbentuk tabung dan berbentuk pita. Bunga yang cakramnya berbentuk tabung dapat berkembang dengan warna yang sama atau berbeda dengan bunga pita. Dengan begitu, dapat membuat konsumen memilih warna dan bentuk apa yang mereka inginkan.
Bunga Seruni juga memiliki makna yang berbeda pada setiap warna bunga dan tergantung arti yang ingin disampaikan oleh pemberi bunga tersebut. Misalnya warna kuning memiliki makna yang melambangkan cinta, optimis, dan sukacita. Warna putih yang merupakan simbol cinta yang murni, kerajaan, kepercayaan, kesetiaan dan ketulusan. Warna perak memiliki makna cinta kepada sahabat tersayang. Dan warna merah meiliki cinta dan kesempurnaan menyampaikan perasaan.
Bunga Seruni dibawa masuk ke Jepang dari daratan Cina pada abad ke-8, sekitar 1 abad sebelum Bunga Seruni diadopsi sebagai Monshou keluarga kerajaan Jepang untuk lambang kekaisaran. Monshou Bunga Seruni dapat ditemui di berbagai tempat di Jepang, seperti passport warga negara Jepang dan dalam mata uang koin 50 yen.
Di Jepang, Bunga Seruni tidak dilihat sebagai simbol kerajaan saja, namun juga sebagai lambang keberkahan dan kebahagiaan. Di Jepang terdapat Festival Bunga Seruni yang dikenal sebagai Festival Kebahagiaan atau juga disebut dengan Kiku Nigyou, yang diadakan dibulan September tiap tahunnya.
Penggunaan Lambang Bunga Seruni di Jepang digunakan sebagai lambang kerajaan, pemakaian lambang bunga seruni ini dipakai oleh istana kekaisaran yaitu di kuil Shinto dan
banyak yang memakai bunga seruni sebagai lambang untuk kuil. Monshou yang dilindungi undang-undang untuk mencegah pemakaian oleh keluarga lain adalah monshou bunga paulownia milik Perdana Mentri Jepang. Lambang paulownia bebas digunakan pada lembaga negara Jepang ditahun 1884, yang dimasukkan oleh pemerintahan Meiji kedalam desain Orde Matahari Terbit. Lambang ini juga dipakai sebagai bendera nasional Jepang dengan sebuah lingkaran merah di tengah bidang putih yang disebut Nisshōki dan Hinomaru. Dan lambang monshou ini juga di masukkan kedalam kanji-kanji yang berpengaruh dalam pembentukan desain Kamon, seperti kata yama, fuji, matsu, dan kawa.
Didalam komunitas seniman Jepang, Bunga Seruni seringkali dijadikan sebagai lukisan yang biasanya muncul secara individual namun digabung menjadi satu set lukisan.
Mereka memakai prinsip kesederhanaan dan betul-betul menangkap penggambaran yang diinginkan. Prinsip tersebut yang membuat hasil karya mereka menjadi penuh makna dan meninggalkan impresi pada mereka yang menikmatinya. Bunga Seruni juga bisa dibuat sebagai tanaman hias karena keindahan dan elegannya yang disukai dikalangan masyarakat Jepang. Keberadaan Bunga Seruni ini menghasilkan bunga potong komersial yang semakin terkenal diberbagai negara.