Indonesia memiliki keragaman hewan dan tumbuhan yang dapat diolah menjadi beragam produk, di antaranya produk pembersih. Perhatikan ling- kungan sekitar tempat tinggalmu. Apabila kamu tinggal di wilayah pantai, amati dan pikirkan keragaman bahan nabati dan hewani yang berasal dari laut. Apabila kamu tinggal di pegunungan, amati dan pikirkan beragam bahan nabati dan hewani yang hidup dan tumbuh di sana. Apabila kamu tinggal di padang savana, pikirkan potensi nabati dan hewani apa yang ada di sana. Kekayaan alam Indonesia patut disyukuri dengan menjaga kelestarian dan memanfaatkannya dengan bijak.
Kekayaan fauna dan lora Indonesia dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk melalui teknik-teknik pengolahan. Setiap daerah memiliki sumber daya fauna dan lora yang khas, yang dapat diolah menjadi produk nonpangan, di antaranya produk pembersih. Produk pembersih, terutama produk pembersih alami yang tidak berbahaya bagi lingkungan, saat ini dan di masa datang sangat sesuai dengan makin tingginya kepedulian kita terhadap kelestarian bumi. Produk pembersih alami potensial untuk dijadikan wirausaha karena selain diminati oleh kita sendiri juga diminati oleh orang-orang di daerah lain bahkan negara lain.
Pengolahan produk pembersih alami pada umumnya mudah dan sederha-na, serta dapat dikembangkan menjadi wirausaha dengan kreativitas dan ide inovatif. Produk pembersih memiliki fungsi utama untuk melepaskan noda, namun dengan pengolahan dan pembuatan kemasan yang kreatif, dapat memberikan nilai tambah. Wirausaha juga tidak mengenal usia. Jika, ada yang bertanya kapan seseorang sebaiknya memulai wirausaha, maka jawabnya adalah: sekarang.
2. Dasar Kewirausahaan
Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Arti kata wira adalah pejuang, utama, gagah, berani, teladan, dan jujur. Arti kata usaha adalah kegiatan yang dilakukan. Pengertian wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan serta memasarkannya. Pelaku wirausaha disebut wirausahawan atau entrepreneur. Kegiatan yang bersifat kewirausahaan misalnya:
a) Menghasilkan produk baru dengan cara baru pula.
b) Menemukan peluang pasar baru dengan menghasilkan produk baru pula. c) Mengkombinasikan faktor-faktor produksi dengan cara baru.
d) Mendukung budaya yang mendorong eksperimen yang kreatif. e) Mendorong perilaku eksperimen dll.
Wirausaha adalah seorang yang mandiri, yaitu orang yang memiliki perusa-haan sebagai sumber penghasilannya. Dengan perkataan lain ia tidak meng-gantungkan diri untuk penghasilannya kepada orang lain. Wirausaha adalah kegiatan yang sangat mulia, karena selain bisa menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya, juga banyak dampak positif lainnya dari aktiitasnya, diantaranya adalah :
a) Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,
b) Memanfaatkan sumber-sumber bahan baku yang belum digunakan sehingga menjadi bermanfaat bagi masyarakat,
c) Sumber devisa bagi pemerintah, dan
d) Secara keseluruhan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kewirausahaan, seperti tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta mene- rapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan eisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Entrepreneurship adalah sikap dan perilaku yang melibatkan keberanian mengambil risiko, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif.
Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah (Overton, 2002). Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, misalnya membuat wirausaha pengolahan produk sabun dengan aroma, bentuk dan kemasan yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaiki, memodiikasi, dan mengembangkan sesuatu yang sudah ada, seperti memberi
-kan tambahan aroma baru pada produk pembersih dan membuat kemasan baru yang unik untuk produk pembersih yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya. Nilai tambah suatu produk diperoleh dari inovasi dan kreatiitas dalam mengembangkan produk, dalam hal ini produk pembersih dari bahan nabati dan hewani.
3. Karakter dan Sikap Kewirausahaan
Sikap yang harus ada dalam jiwa seorang wirausahawan adalah kreativitas, inisiatif, dan percaya diri. Ciri-ciri seorang wirausahawan adalah:
a. Percaya diri (self confidence)
Kepercayaan diri adalah sikap yang harus dimiliki wirausahawan. Sikap percaya diri dimiliki bila seseorang mengenali keunggulan maupun kelema-han dirinya. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai dapat menambah kepercayaan diri seseorang. Seorang wirausahawan, agar memiliki keper-cayaan diri yang tinggi, harus mengenali dirinya serta memiliki pengeta-huan dan keterampilan. Pengalaman dalam berusaha, mengalami keberhasi-lan dan mengatasi kegagakeberhasi-lan juga dapat menambah kepercayaan diri seseorang. Kepercayaan diri akan memengaruhi gagasan, karsa, inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja, kegairahan berkarya.
b. Berorientasi tugas dan hasil
Seseorang yang berorientasi pada tugas dan hasil artinya selalu menguta-makan tugas atau pekerjaan untuk memperoleh hasil yang baik. Kerja dilakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh serta dengan semangat pantang menyerah, sehingga hasil yang dicapai memiliki kualitas/mutu yang baik.
c. Keberanian mengambil risiko
Usaha kreatif dan inovatif adalah membuat sesuatu yang belum ada sebe- lumnya, untuk itu membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko. Keberanian mengambil risiko harus dilengkapi dengan kemampuan mem-pertimbangkan dan membuat rencana-rencana untuk mengatasi setiap risiko yang akan dihadapi.
d. Kepemimpinan
Seorang wirausahawan harus memiliki sifat kepemimpinan dan ketela- danan. Wirausahawan dalam harus mengatur pengadaan bahan baku, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran, distribusi dan penjualan. Seluruh proses tersebut dapat melibatkan orang lain, sehingga seorang wirausahawan harus mampu memimpin, mengatur dan memberikan contoh keteladanan untuk orang-orang yang bekerja bersamanya.
e. Berorientasi ke masa depan
Wirausahawan harus memiliki pandangan dan pemikiran ke masa depan, artinya memiliki kemampuan untuk mengenali peluang serta kondisi yang akan muncul di masa depan. Orienstasi ke depan akan menjadi dasar mun-culnya ide kreatif dan inovatif, membuat sesuatu yang baru dan berbeda dari yang sudah ada sekarang.
f. Keorisinalitas: Kreativitas dan Inovasi
Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan munculnya ide-ide dan pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak lain untuk men-ciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda merupakan nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang.
Wirausahawan yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri berikut. - Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun
cara tersebut cukup baik
- Selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya
- Selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan Syarat untuk menjadi wirausahawan yang berhasil adalah seperti berikut. - Memiliki sikap mental yang positif
- Memiliki keahlian di bidangnya - Mempunyai daya pikir yang kreatif
- Rajin mencoba hal-hal yang baru (inovatif)
- Memilliki semangat juang yang tinggi (motivasi) dan komitmen yang tinggi
- Mampu mengantisipasi berbagai risiko dan persaingan
4. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha
Pengolahan Produk Pembersih dari Bahan Nabati dan Hewani
Keberhasilan suatu wirausaha ditentukan oleh berbagai faktor, baik dari keterampilan, kemampuan wirausahawan dalam menghadapi tantangan dan memecahkan masalah, maupun faktor-faktor lain yang ada di luar dirinya. Untuk memahami faktor-faktor penentu keberhasilan tersebut, kita akan bela-jar dari pengalaman wirausahawan yang bergerak di bidang pengolahan bahan pembersih dari bahan nabati dan hewani yang terdapat di daerah lingkungan sekitar rumah dan sekolah.
Tugas 4
Pengamatan Wirausaha Pengolahan Produk Pembersih Berbahan Nabati dan Hewani
Langkah-langkah yang dilakukan:
a. Mengumpulkan Data
Setiap kelompok melakukan kegiatan penelitian dengan metode observasi (pengamatan lapangan), dan wawancara tentang usaha/industri pengolahan produk pembersih.
membuat sesuatu yang baru dan berbeda dari yang sudah ada sekarang. Data tentang produk pembersih yang dihasilkan meliputi: sejarah, bahan, alat, teknik dan prosedur pembuatan produk. Usaha/industri pengolahan meliputi; sejarah atau motivasi perusahaan/teknisi membuat produk pembersih, jumlah pekerja, sistem/pola kerja, pasar sasaran dari produk pembersih tersebut, keberhasilan dan kegagalan wirausaha produk pembersih yang pernah dialami.
Lembar Pengamatan dan Wawancara (contoh)
Nama Industri :
Jenis Produk :
Tanggal wawancara dan observasi : Sejarah industri : Produk Pembersih: Bahan utama : Bahan pendukung : Alat :
Teknik dan prosedur produksi secara umum
:
Teknik khusus :
Perusahaan/industri Sejarah atau motivasi perusahaan : Jumlah pekerja : Sistem/pola kerja : Pasar sasaran : Keberhasilan : Kegagalan : Catatan lain : Pengolahan
G. Membuat Produk Pembersih dari Bahan
Nabati khas Daerah
Proyek 1
Membuat Sabun Alami dengan Proses Dingin (cold process)
Sabun yang kita pakai sehari-hari mengandung bahan kimia buatan. Kita juga dapat membuat sabun alami dengan bahan nabati. Kita dapat membuat sabun alami sendiri dan membentuknya sesuai dengan keinginan. Pada tugas ini kita akan membuat sabun dari bahan-bahan nabati. Sabun yang kita buat nanti dapat kita kemas sesuai dengan keinginan dan ide kreatif masing-masing.
Ingatlah untuk menggunakan alat kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sebelum proses pembuatan dimulai.
Bahan-Bahan: - 74 gr NaOH - 210 g Air murni - 235 gr Minyak zaitun - 150 gr Minyak kelapa - 100 gr Minyak sawit
- 10 cc Esens pewangi (sesuai selera)
Alat:
- Cetakan plastik, silikon atau karton bekas kemasan (tanpa lapisan logam) - Pemotong sabun
- Batang pengaduk untuk NaOH + air murni
- Sendok kayu untuk mengaduk larutan NaOH (alkalin) + minyak - Wadah untuk setiap bahan yang akan ditimbang
- Gelas ukur berbahan plastik untuk melarutkan NaOH - Alas potong
- Alas berjeruji
b. Membuat laporan hasil pengamatan
Buatlah laporan dari hasil pengamatan dan wawancara yang telah dilaku-kan. Laporan ditulis dengan rapi, boleh dilengkapi dengan skema dan gambar. Pada bagian akhir, tuliskan kesan dan pendapatmu tentang produk pembersih ataupun perusahaan/industri produk pembersih tersebut. Buatlah laporan seteliti dan semenarik mungkin.
o
- Plastik wrap
- Handuk atau selimut bekas - Termometer
- Mixer
- Panci stainless steel
- Panci yang lebih besar (untuk double boilling)
- Timbangan (timbangan digital lebih baik agar menghasilkan pengukuran yang tepat)
- Kompor
Cara Membuat:
a. Masukan 74 gr NaOH ke dalam 210 g air murni, sedikit demi sedikit. Aduk hingga tercampur rata. Sisihkan.
b. Campurkan 235 gr minyak zaitun, 150 gr minyak kelapa dan 100 gr minyak sawit pada wadah stainless steel, aduk hingga rata. Gunaka sendok kayu untuk mengaduk.
c. Ukur suhu cairan alkalin (campuran NaOH dan air murni).
d. Samakan suhu cairan alkali dan campuran minyak, dengan memanaskan minyak (misalnya cairan alkali bersuhu 60 C, minyak harus memiliki suhu antara 51-68 oC).
e. Masukkan larutan alkalin ke dalam minyak, lalu aduk dengan menggunakan
mixer kecepatan rendah (dapat pula dengan pengocok telur) hingga tercampur rata.
f. Aduk dengan mixer selama 10-15 menit.
g. Masukkan esens pewangi (sebagian pewangi akan menguap pada suhu di atas 60 oC).
h. Aduk rata.
i. Tuangkan pada cetakan.
j. Tutup cetakan dengan plastik dan lapisi dengan handuk atau selimut untuk menahan panas, untuk membantu proses saponiikasi. Diamkan selama 24 jam. k. Keluarkan sabun dari cetakan.
l. Potong sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan. m. Letakkan semua potongan sabun pada alas jeruji.
n. Diamkan selama 4-6 minggu, hingga sabun proses saponiikasi terjadi sempurna (netral) dan sabun menjadi keras.
o. Sabun siap dikemas.
Proyek 2
Membuat Rancangan Kemasan Produk Pembersih
Kalian boleh membuat kemasan untuk produk pembersih yang dibuat pada Proyek 1 atau produk pembersih lain yang ada di sekitarmu.
Kegiatan 1. Mengetahui, Mengenali, Memahami, dan Mengempati Catatan pengamatan (contoh)
Kegiatan 2. Pengembangan Kemasan Produk Pembersih
1. Pikirkan material alami (daun, serat, pelepah dll.) atau buatan (botol kaca, botol plastik, toples dll.) yang mudah didapatkan di lingkungan sekitar.
2. Ambil beberapa jenis material.
3. Buatlah kemasan yang sesuai dengan produk pembersih yang ada, sesuai dengan idemu. Ingat prinsip-prinsip desain kemasan yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Bahan: - Kertas gambar - Bahan/material - Bahan perekat Alat: - Pensil - Penggaris/meteran - Alat potong bahan
Produk Pembersih:
Dimensi/Volume Sifat: Padat/Cair/Serbuk Catatan (hal yang diperhatikan atau ide yang dimiliki)
Pasar sasaran/pengguna Jenis Kelamin Usia Tingkat Ekonomi Warna yang disukai dll Pengolahan
Kegiatan 3. Membuat Presentasi dan Evaluasi
Setiap individu membuat presentasi tentang Desain Kemasan Produk Pembersih yang sudah dibuat. Siswa-siswa lain dan guru memberikan apresiasi untuk produk yang dihasilkan. Siswa-siswa lain dan guru dapat mengajukan pertanyaan untuk mengetahui lebih jauh proses pembuatan dan hal-hal lain yang terkait dengan desain kemasan yang dihasilkan. Siswa-siswa dan guru juga boleh memberikan masukan dan saran untuk pengembangan produk kemasan tersebut.