BAB IV : ANALISIS HASIL PENELITIAN
2. Produk-produk
1. Tabungan Mudharabah
Tabungan mudharabah yang di apliksiakan di BNI Unit Usaha Syariah menggunakan prinsip Mudharabah Mutlaqah yaitu suatu perkongsian antara dua pihak, dimana pihak pertama (shahibul Maal/penabung) menyediakan dana dari pihak kedua (mudharib/bank) bertanggung jawab atas pengelolaan usaha tersebut.
Bank sebagai pengelola dana bebas menggunakan, asal tidak bertentangan dengan Syariah Islam. Keuntungan dibagikan sesuai dengan nisbah/rasio bagi hasil yang telah disepakati bersama. Apabila rugi, shahibul maal turut menanggung kerugian tersebut.
2. Deposito Mudharabah
Deposito mudharabah menggunakan prinsip Mudharabah Mutlaqah, yaitu perkongsian antara dua pihak, pihak pertama menyediakan dana sedangkan pihak kedua bertanggung jawab atas pengelolaan usaha.
3. Tabungan Haji (THI) Mudharabah
Tabungan haji BNI Syariah dalam pelaksanaannya menggunakan prinsip Mudharabah. THI Mudharabah adalah tabungan yang digunakan sebagai sarana
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
untuk mendapatkan kepastian untuk berangkat menunaikan ibadah haji sesuai keinginan penabung.
4. Giro Wadiah
Giro wadiah menggunakan prinsip Wadiah Yad-Dhamanah dimana bank sebagai penerima dana titipan dapat memanfaatkan dana tersebut dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat pemilik menghendakinya. Dengan prinsip wadiah, pemilik modal (giran) tidak mendapatkan jassa giro namun mendapatkan bonus yang besarnya ditentukan oleh bank dan tidak diperjanjikan dimuka.
b. Produk Pembiayaan 1. Pembiayaan Murabahah
Pembiayaan Muabahah adalah akad jual beli antara bank dengan nasabah dimana bank membeli barang yang diperlukan nasabah dan menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan keuntungan yang disepakati bersama.
2. Pembiayaan Ijarah Bai ut Takjiri
Pembiayaan ijarah bai ut takjiri/muntahia bittamlk adalah suatu kontrak sewa yang di akhiri dengan penjualan. Dalam kontrak ini pembayaran sewa telah diperhitungkan sedemikian rupa sehingga sebagian dari itu merupakan pembelian terhadap barang secara berangsur.
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
Pembiayaan musyarakah digunakan untuk membiayai usaha berdasarkan pesanan, waralaba, pola kemitraan, pembiayaan proyek, joint venture, export- import dan modal kerja/investasi.
4. Pembiayaan Mudharabah
Pembiayaan yang dilakukan melalui kerja sama antara dua pihak dimana pemilik modal/bank (shahibul maal) menyediakan modal 100% sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola usaha/debitur (mudharib) dengan mensyaratkan jenis ataupun bentuk usaha yang dilakukan.
c. Produk Jasa :
1. Kiriman Uang Tunai (transfer)
Kiriman uang dari cabang syariah ke cabang bank konvensional atau sebaliknya dapat dilakukan pada saat online. Hal ini untuk menghindari Bank BNI Konvensional diselesaikan melalui rekening Unit Usaha Syariah (USY) yang ada di Cabang Jakarta Pusat.
2. Inkaso
Inkaso dari cabang syariah ke cabang konvensional atau sebaliknya dapat dilakukan seperti pada penyelesaian.
3. Garansi Bank
Garansi bank dapat diterbitkan oleh cabang syariah dengan ketentuan bahwa nasabah harus menyetorkan cover sebesar 100% (full cover). Garansi bank adalah surat jaminan dari bank nasabah tersebut dijamin dalam melaksanakan suatu proyek.
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
3. Penerapan Akuntansi Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan akad Murabahah
a. Gambaran Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di BNI Syariah Cabang Medan
Kredit kepemilikan rumah merupakan pembiayaan murabahah yang bersifat konsumtif. Dimana bank menyediakan pinjaman dana untuk membeli rumah, tanah kavling atau untuk merenovasi rumah yang diperlukan calon penerima kredit, untuk dibayar kembali saat jatuh tempo dengan cara cicilan dan batas maksimal cicilan selama 15 tahun. Pada saat akad, pembiayaan KPR diakui pada saat pencairannya sebesar pokok pembiayaan yang diberikan dan keuntungan yang disepakati. Keuntungan ini disebut margin yang merupakan pendapatan bank, dimana besarnya margin ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara nasabah dan BNI Syariah Cabang Medan. Margin 1-5 tahun sebesar 8,5%, 6-10 tahun sebesar 9,5% dan 11-15 tahun 10,5%
Dalam pembiayaan ini biasanya pihak bank sudah bekerja sama dengan pihak developer sebagai supplier (penyedia rumah) sehingga nasabah membayar uang muka (urbun) langsung ke pihak developer. Dalam hal permohonan pembiayaan dan pemenuhan syarat-syarat KPR nasabah dibantu oleh pihak developer, namun jika nasabah juga dapat mengurus sendiri permohonan pembiayaannya.
Pemberian pembiayaan ini BNI Syariah mengenakan biaya yang langsung dibayar oleh nasabah ketika akad berlangsung. Adapun biaya-biaya itu adalah :
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
2. Biaya asuransi jiwa dan asuransi kebakaran yang besarnya tergantung usia nasabah
3. Bea Balik Nama (BBN) 4. Biaya pengikatan
BNI Syariah Cabang Medan akan meminta jaminan berupa Surat Hak Milik (SHM) dari rumah yang dibeli.
Untuk lebih jelasnya bagaimana pengakuan dan pengukuran transaksi pembiayaan KPR pada BNI Syariah Cabang Medan, dapat dilihat dari contoh perhitungan berikut :
Pada tanggal 1 Juni 2009, Sulaiman mengajukan permohonan pembiayaan untuk pembelian sebuah rumah dengan harga Rp. 200.000.000,- dimana Sulaiman membayar uang muka sebesar 20 % ( Rp. 40.000.000,-) kepada developer, setelah bank melakukan penilaian terhadap permohonan tersebut Sulaiman memiki kesanggupan mengasur selama 10 tahun (120 bulan). Bank melakukan kesepakatan dengan mengambil margin keuntungan 9,5 %/tahun. Maka penyelesaiannya sebagai berikut :
Harga rumah : Rp. 200.000.000,- Urbun : Nilai KPR Rp. 160.000.000,- Rp. 40.000.000,- Margin = 9,5 % x 10 x Rp. 160.000.000,- = Rp. 152.000.000,-
Magin per bulan = Rp. 152.000.000,- 120
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
= Rp. 1.266.666,67
Angsuran per tahun = (Pokok x margin x jangka waktu) + pokok Jangka Waktu
Angsuran per tahun = (Rp. 160.000.000,- x 9,5% x 10) + Rp. 160.000.000,-
10
= Rp. 31.200.000,- Angsuran per bulan = Rp. 31.200.000,-
12
= Rp. 2.600.000,-
Maka BNI Syariah Cabang Medan menjurnal sebagai berikut : - Saat realisasi pembiayaan
Aktiva murabahah Rp. 160.000.000,-
Utang pembelian rumah Rp. 160.000.000,-
- Saat penjualan rumah
Piutang murabahah Rp. 160.000.000,-
Aktiva murabahah Rp. 160.000.000,-
- Saat menerima pendapatan administrasi
Kas Rp. 1.600.000,-
Pendapatan administrasi Rp. 1.600.000,- - Saat pembayaran bank kepada developer
Utang pembelian rumah Rp. 160.000.000,-
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
- Saat menerima angsuran dari Sulaiman
Tabungan Sulaiman Rp. 2.600.000,-
Piutang murabahah Rp. 2.600.000,-
- Saat pengakuan pendapatan
Pendapatan diterima dimuka Rp. 1.266.666,67
Pendapatan margin Rp. 1.266.666,67
Pada saat penandatanganan pernyataan serah terima (akad kredit kepemilikan rumah (KPR)) dengan akad murabahah di BNI Syariah Cabang Medan terdapat poin-poin sebagai berikut :
1. Defenisi akad murabahah 2. Harga barang
3. Bentuk pembiayaan 4. Denda dan ganti rugi 5. Jangka waktu pembiayaan 6. Realisasi murabahah 7. Pelunasan pembelian 8. Jaminan pembiayaan 9. Asuransi barang jaminan 10. Asuransi jiwa
11. Biaya dan pajak
12. Penyelenggaraan rekening
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
14. Hak bank untuk mengahiri jangka waktu pembiayaan 15. Hal-hal yang harus dilakukan penerima pembiayaan 16. Pembatasan terhadap tindakan penerima pembiayaan 17. Perisiwa cidera janji (wanprestasi)
18. Keadaan mamaksa (force majeur) 19. Penyelesaian sengketa
20. Domisili hukum 21. Addendum
b. Analisis Penerimaan Permohonan Pembiayaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)
Syarat-syarat KPR/dokumen yang dilengkapi :
Tabel 4.1 Syarat-syarat Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)
Dokumen Pegawai Pengusaha Profesional
Fotocopy KTP/Paspor Suami/Isteri
Paspoto 3 x 4 (2 lembar) Suami/Isteri Fotocopy Surat Nikah/ cerai/pisah harta
(jika pisah harta)
Fotocopy Kartu Keluarga
Fotocopy Surat WNI, surat keterangan ganti nama bagi WNI keturunan
Fotocopy NPWP (untuk pembiayaan diatas Rp. 50 juta)
Fotocopy rekening Koran/ Tabungan 3 bulan terakhir
Slip Gaji terakhir/ Surat keterangan penghasilan
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
Sumber : Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Medan
Permohonan pembiayaan dan syarat-syarat KPR diajukan ke BNI Syariah Cabang Medan lalu team pembiayaan KPR memverifikasi kelengkapan berkas syarat-syarat KPR (prescanning) setelah berkas dinilai telah lengkap maka pihak bank meninjau ke lapangan (On The Spot) atau melihat langsung rumah yang akan dibeli, memverifikasi calon nasabah apakah berkas yang diberikan sesuai dengan keadaan yang sebanarnya dari calon nasabah.
Analisis yang digunakan oleh BNI Syariah adalah analisis 5 C yaitu : 1. Character
Character adalah keadaan watak/ sifat dari calon penerima pembiayaan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan usaha. Untuk mengetahui karakter calon penerima pembiayaan maka dilakukan wawancara dari jawaban pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat diketahui karakter calon penerima pembiayaan. BNI Syariah Cabang Medan juga mencari informasi Bank Indonesia tentang calon penerima pembiayaan apakah calon penerima Asli surat keterangan masa kerja dan
jabatan terakhir dari perusahaan
SK Pengangkatan awal pegawai dan
terakhir
SPT pajak 1 tahun terakhir
Neraca dan laba rugi/informasi keuangan 2 tahun terakhir
Akte perusahaan, SIUP dan TDP
Fotocopy surat ijin profesi
Dokumen kepemilikan jaminan : - Fotocopy sertifikat & IMB - Surat pesanan/penawaran
- Fotocopy bukti setoran PBB terakhir - Rencana anggaran biaya (RAB)
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
pembiayaan mempunyai hutang di bank lain dan apakah calon penerima pembiayaan mempunyai kredit macet.
2. Capital
Capital merupakan modal atau penghasilan yang dimiliki ataupun yang diterima olah calon penerima pembiayaan. Untuk menghitung penghasilan minimal dari calon penerima pembiayaan agar dapat diterima pembiayaannya maka cicilan kredit kepemilikan rumah (KPR) haruslah minimal 40 % dari penghasilannya. Misalkan cicilan kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar Rp. 2.500.000,- maka penghasilan minimalnya adalah Rp. 2.500.000,-/40% = Rp. 6.250.000,-. Jika penghasilan calon penerima di bawah Rp. 6.250.000,-, maka permohonan pembiayaan akan ditolak.
3. Capacity
Capacity merupakan kapasitas calon penerima pembiayaan (pengusaha) dalam mengelola modal untuk mendapatkan laba dalam memenuhi kewajibannya. Bagi calon penerima pembiayaan yang bekerja pada perusahaan maka perusahaan dan jabatan tempat bekerja juga menentukan dalam penerimaan permohonan pembiayaan.
4. Collateral
Collateral merupakan jaminan untuk menjamin kelangsungan pembayaran angsuran. Dalam hal ini yang menjadi jaminan adalah surat hak milik (SHM) dari rumah yang akan di beli.
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
Condition of Economy merupakan situasi kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya yang mempengaruhi keadaan perekonimian yang kemungkinan pada suatu saat mempengaruhi kelancaran perusahaan atau tempat calon penerimaan pembiayaan bekerja.
Yang sangat diperhatikan dalam analisis 5 C adalah karakter bila calon penerima pembiayaan dianggap memiliki karakter yang buruk walaupun memiliki penghasilan yang cukup maka permohonan pembiayaan akan di tolak. Jika jaminan yang besar tidak diikuti dengan kemampuan untuk membayar angsuran maka permohonan pembiayaan juga akan di tolak.
Setelah analisis 5 C dilakukan dan data di input maka data calon penerima pembiayaan akan di ajukan ke pemutus apakah permohonan pembiayaan diterima atau ditolak.
B.Analisis Hasil Penelitian
Berdasarkan data yang diperoleh, adanya uang muka yang harus dibayar oleh calon penerima pembiyaan, bank menyampaikan semua hal yang berkaitan dengan pembelian, transaksi bebas riba, pembiayaan kredit kepemilikan rumah (KPR) dilakukan dengan cara cicilan hal ini sesuai dengan akad pembiayaan murabahah.
Bank sebagai penjual, penerima pembiayaan sebagai pembeli, adanya harga dan barang yang diperjualbelikan, dan adanya pernyataan serah terima maka telah memenuhi rukun akad pembiayaan murabahah.
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
Syarat yang berakad (ba’iu dan mustari) cakap hukum dan tidak dalam keadaan terpaksa, barang yang diperjual belikan (mabi’) tidak termasuk barang yang haram dan jenis maupun jumlahnya jelas, harga barang (tsaman) harus dinyatakan secara transparan (harga pokok dan komponen keuntungan) dan cara pembayarannya disebutkan dengan jelas, pernyataan serah terima (ijab qobul) jelas dengan meyebutkan spesifik pihak-pihak yang berakad, hal ini sesuai dengan syarat akad pembiayaan murabahah.
Analisis 5 C sebagai dasar pertimbangan pemberian kredit kepemilikan rumah (KPR) di BNI Syariah Cabang Medan. Analisis 5 C ini saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya.
Tabel 4.2 Analis 5 C
No Analisis Baik/Cukup Buruk/Tidak Cukup Diterima Ditolak 1 Caracter 2 Capital 3 Capacity 4 Collateral 5 Condition of Economy
No Analisis Baik/Cukup Buruk/Tidak Cukup Diterima Ditolak 1 Caracter 2 Capital 3 Capacity 4 Collateral 5 Condition of Economy
No Analisis Baik/Cukup Buruk/Tidak Cukup
Diterima Ditolak
1 Caracter
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
3 Capacity
4 Collateral
5 Condition of Economy
No Analisis Baik/Cukup Buruk/Tidak Cukup Diterima Ditolak 1 Caracter 2 Capital 3 Capacity 4 Collateral 5 Condition of Economy
Sumber : Bank Negara Indonesia Kantor Cabang Medan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Setelah mambahas teori dan menganalisis hasil penelitian pada BNI Syariah Cabang Medan, maka pada bab ini penulis akan membuat kesimpulan dan saran yang dapat bermanfaat bagi BNI Syariah Cabang Medan untuk masa yang akan datang.
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
1. BNI Syariah Cabang Medan merupakan salah satu usaha yang bergerak dalam penghimpunan dana dan penyaluran dana yang sesuai dengan syariah Islam.
2. Pembiayaan kredit kepemilikan rumah (KPR) di BNI Syariah Cabang Medan menggunakan skim murabahah.
3. Kredit kepemilikan rumah (KPR) dilakukan dengan cicilan dengan batas waktu maksimal 15 tahun
4. Kredit kepemilikan rumah (KPR) di BNI Syariah Cabang Medan telah memenuhi rukun dan syarat akad murabahah.
5. Analisis 5 C sebagai dasar pertimbangan pemberian kredit kepemilikan rumah (KPR) di BNI Syariah Cabang Medan.
B. Saran
1. Dalam pemberian pembiayaan kredit kepemilikan rumah (KPR) lebih ditingkatkan lagi.
2. Agar kredit kepemilikan rumah (KPR) di BNI Syariah Cabang Medan lebih diminati masyarakat, baik masyarakat Islam maupun Non Islam sebaiknya BNI Syariah Cabang Medan lebih memperkenalkan kepada masyarakat produk murabahah terutama kredit kepemilikan rumah (KPR).
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
DARTAR PUSTAKA
Andrea Pemata Veithzal, H. Veithzal Rivai, 2008, Ismamic Financial Management : Teori, Konsep, Dan Aplikasi : Panduan Praktis Untuk Lembaga Keuangan, Nasabah, Praktisi Dan Mahasiswa, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta Utara
Antonio, Muhammad Syafi’i, 2001, Bank Syariah Dan Teori Ke Praktek, Cetakan Pertama, Gema Insani Press, Jakarta
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.
Harahap, Sofyan Syafri, Wiroso dan M.Yusuf, 2004, Akuntansi Perbankan Syariah, penerbit LPFE USAKTI, Jakarta
Muhammad, 2005, Pengantar Akuntansi Syariah, Edisi Revisi, Jilid Dua, PT. Salemba Empat, Jakarta
Purwaatmadja, Karnaen A dan M. Syafi’i, Antonio, 1992, Apa dan Bagaimana Bank Islam, Dana Bakti Wakaf, Yokyakarta
Departemen Agama RI, 2005 Al-Qur’an Dan Terjemahan, CV. Penerbit Jumanatul Ali Art (J-ART), Bandung
Hessel Nogi S. Tanglisan, 2003, Manajemen Keuangan Bagi Analisis Kredit Perbankan Mengelola Kredit Berbasis Good Corporate Governance, Balairung & Co, Yokyakarta
Ikatan Akuntansi Indonesia, 2002, Standar Akuntansi Keuangan, Buku Dua, Salemba Empat, Jakarta
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi USU, 2004, Buku Petunjuk Tehnis Penulisan Proposal Penelitian Dan Penulisan Skripsi, Revisi Kedua, Dosen-dosen Jurusan Akuntansi, Medan
Jopie Jusuf , 2008, Analisis Kredit untuk Account Officer, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Sugiawaty : Analisis Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Dengan Akad Pembiayaan Murabahah Di Bni Syariah Cabang Medan, 2010.