BAB IV ANALISIS DATA
A. Proses Produksi Program Berita Detak Riau di Riau Televisi
3. Pasca Produksi a) Melakukan dubbing
Pada tahap pasca produksi menurut analisa penulis, hal yang dilakukan adalah pendubbingan naskah berita yang sudah di ketik dan disetujui oleh radaktur berita, orang yang melakukan dubbing disebut dubber biasanya dilakukan oleh presenter berita Detak Riau atau orang yang telah ditunjuk oleh pimpinan redaksi.
Tidak semua yang dapat melakukan dubbing tersebut, adapun syarat untuk menjadi dubber berita harus memiliki suara yang enak didengar, tidak terbata-bata serta mengerti intonasi.
b) Melakukan Editing
Analisa penulis bahwa setelah pendubbingan dilakukan maka selanjutnya
dilakukan dan memotong suara atau kalimat yang diulang dua kali, setelah pemotongan selesai maka disimpan kedalam hardisk komputer. Selanjutnya editor meminta bahan mentah atau gambar yang sudah direkam oleh kameramen di lapangan untuk dicapture ke komputer editing menggunakan software Vegas 0.7 yang sudah berbntuk file AVI, dan seterusnya sama halnya dengan suara yakni melakukan pemotongan gambar sesuai pencatatan per-adegan atau peristiwa untuk disusun menjadi kesatuan utuh sebuah video berita atau disebut dengan logging. Dan selanjutnya melakukan penggabungan gambar antara suara dan gambar yang harus sinkron dan saling mendukung.
Menurut Fred Wibowo (2007:42-44), dalam bukunya yang berjudul “Teknik Produksi Program Televisi”, pasca produksi memilki tiga langkah utama, yaitu :
a. Editing Offline dengan Teknik Analog
Setelah Shoting selesai, script boy/ membuat logging, yaitu mencatat kembali semua hasil shoting berdasarkan catatan Shoting gambar. Dalam logging time kode (nomor kode yang berupa digit frame, detik, menit dan jam dimunculkan dalam gambar) dan hasil pengambilan setiap Shot dicatat. Kemudian berdasarkan catatan itu sutradara akan membuat editing kasar yang disebut editing offline sesaui dengan gagasan yang ada dalam synopsis dan treatment.
b. Editing Online dengan Teknik Analog
Berdasarkan naskah editing, editor mengedit hasil Shoting asli.
Sambungan-sambungan setiap Shot dan adegan (scene) dibuat tepat berdasarkan catatan time-code dalam naskah editing. Demikian pula
sound asli dimasukkan dengan yang seimbang dan sempurna. Setelah editing online ini siap, proses berlanjut dengan mixing.
c. Mixing
Narasi yang sudah direkam dan ilustrasi musik yang juga sudah direkam, dimasukan ke dalam pita hasil editing online sesuai dengan petunjuk atau ketentuan yang tertulis dalam naskah editing. Keseimbangan antara sound effeck, suar asli, suara narasi dan musik harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak saling mengganggu dan terdengar jelas. Sesudah proses mixing ini boleh dikatakan bagian yang penting dalam post production sudah selesai.
d. Editing offline dengan teknik Digital atau Non- Liniar
Editing non-linear atau editing digital adalah editing yang menggunakan komputer dengan peralatan khusus untuk editing. Alat editing bermacam-macam nama, jenis dan fasilitasnya, misalnya: Pinacle – Mantrox – Canupus, dan lain- lain. Dengan alat editing tersebut dapat digunakan berbagai macam program editing berdasarkan kebutuhan, seperti: Adobe Premire – Three D Max- Avid-After Effect dan lain banyak program lainnya.
Tahap pertama, yang harus dilakukan adalah memasukan seluruh hasil Shot yang dalam catatan atau logging memperoleh OK, kedalam hardisk.
Proses ini disebut Capturing atau Digitizing, yaitu mengubah hasil gambar dalam pita menjadi file, yang ketika diperlukan dapat dipanggil
kembali untuk disusun sesuai berdasarkan urutan yang diinginkan sutradara.
e. Editing Online dengan Teknik Digital
Editing Online dengan teknik digital yang sebenarnya tinggal penyempurnaan hasil editing offline dalam komputer, sekaligus mixing dengan musik ilustrasi atau efek gambar (minsalnya perlu animasi atau wipe efek) dan suara (sound effect atau narasi) yang harus dimasukkan.
Sesudah semua sempurna, hasil online kemudian dimasukkan kembali dari file menjadi gambar pada pita Betacam SP atau pita , boleh dikatakan pekerjaan selesai dan kelanjutannya adalah bagian dari pekerjaan di stasiun televisi.
c) Penayangan (On Air)
Penayangan dilakukan setelah semua bahan berita sudah selesai diedit dan hasil editan dikirik ke studio untuk penayangan ke pemirsa. Dalam penayangan berita dibacakan secara langsung oleh presenter berita dari studio. Pembacaan dilakukan dengan melihat teleprompter (layar kaca yang diletakkan didepan kamera), hal ini memudahkan presenter dalam membaca berita, sehingga presenter terlihat lancar dan hafal berita tersebut.
Penulis dapat menarik kesimpulan dari proses produksi program berita Detak Riau di Riau televisi dimulai dari pra-produksi dengan melakukan rapat proyeksi, menentukan topik berita, menentukan narasumber, dan penunjukkan reporter dan kameramen,selanjutnya melakukan produksi yakni peliputan berita dilapangan, wawancara, dan penulisan naskah berita, dan yang terkahir pasca
produksi dimulai dari melakukan dubbing, serta editing gambar dan suara, maka penulis dapat membuat bagan proses produksi berita Detak Riau di Riau televisi berdasarkan observasi di lapangan yakni:
Pra-Produksi
Dubbing (Voice Over) Produksi
PascaProduksi
Editing Rapat Proyeksi
Menentukan Topik
Menentukan narasumber
Pengambilan Gambar Liputan
Wawancara
Membuat Naskah Berita Menentukan Reporter
4. Standar Operational Prosedure (SOP)
Seperti yang sudah dejelaskan pada latar belakang, Standart Operational Procedure (SOP) merupakan langkah atau tahapan- tahapan yang secara konseptual dirancang dalam perencanaan. Bagaimana proses memperisapkan suatu program televisi, secara rinci diuraikan dalam format program. Uraian berupa gagasan dan analisis itu merupakan bahan acuan bagi penyiar (broadcaster) atau pencipta program.
Dalam merencanakan sebuah produksi program televisi, seorang produser profesional akan dihadapkan pada lima hal sekaligus yang memerlukan pemikiran mendalam, yaitu materi produksi, sarana produksi, biaya produksi, organisasi pelaksanaan produksi dan tahapan pelaksanaan produksi (Wibowo, 2007:23).
Standart Oprational Procedure yang berlaku dalam proses produksi program berita Detak Riau ini pada umumnya sama dengan proses produksi program tayangan lainnya. Sesuai Standart Oprational Procedure (SOP) pelaksanaan produksi program televisi diatur atau dilaksanakan secara bertahap sebagai berikut:
a) Pra-Produksi
Yang terdiri dari kegiatan rapat proyeksi, menentukan topik berita,menentukannarasumber, menentukan angle sampai penunjukkan reporter sertakameramen yang turun ke lapangan.
b) Produksi
Yang terdiri dari peliputan dilapangan, melakukan wawancara, pengambilan gambar dan membuat naskah berita.
c) Pasca Produksi
Yang terdiri dari penyelesaian berupa dubbing, editing dan penayangan (On Air).
Analisa penulis dalam Proses Produksi Program Berita Detak Riau di Riau Televisi di Pekanbaru, SOP Menjadi panduan dalam menjalani seluruh proses dalam memproduksi program Berita Detak Riau. Seperti yang sudah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya secara garis besar proses produksi program berita Detak Riau ini sudah sesuai SOP yang berlaku, namun tidak secara keseluruhan proses tersebut sama dengan SOP yang berlaku. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya keterbatasan sumber daya manusia dan keterbatasan peralatan dalam melakukan peliputan dan editing.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Dari uraian yang telah penulis paparkan diatas, dan berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan, serta analisa tentang “ Proses Produksi Program Berita
“Detak Riau” di Stasiun Riau Televisi Pekanbaru. Maka dapat di tarik kesimpulan bahwa:
1) Tahapan Pra-Produksi meliputi
a. Pelaksanaan rapat proyeksi atau rapat redaksi yang dilaksanakan setiap hari pada pukul 17.00- 18.00 WIB.
b. Menentukan topik berita, dilihat dari isu yang berkembang di masyarakat.
c. Menentukan atau menunjuk reporter dan kameramen dalam liputan sesuai dengan poskonya masing-masing yang telah ditentukan oleh koordinator liputan.
d. Reporter dan Kameramen mempersiapkan peralatan sebelum liputan seperti buku catatan kecil, tape record mini atau handphone yang bisa merekam, kamera, kaset, microphone, serta lighting (pencahayaan) jika liputan dilakukan pada malam hari.
2) Tahapan Produksi
a) Melakukan liputan dengan teknik wawancara.
b) Pengambilan gambar yang dilakukan oleh kameramen dengan menggunakan beberapa teknik seperti Long shot (LS), Medium Shot (MS), Close Up (CU), Medium Close Up (MCU).
c) Membuat naskah berita, yang dibuat oleh reporter dengan menggunakan teknik 5W+1H, dan konsep piramida terbalik.
3) Pasca Produksi
a) Melakukan dubbing (Voice Over) yang dilakukan oleh presenter berita Detak Riau.
b) Melakukan Editing, berupa pemotongan suara, pemotongan gambar, dan melakukan logging atau pencatatan adegan peristiwa. Dan menggabungkan suara dan gambar untuk menjadi sebuah berita yang utuh dan siap tayang.
c) Penayanagan (On Air), merupakan pekerjaan terkahir dari sebuah produksi, hasil editan berita yang sudah sempurna dikirim ke studio dan siap untuk ditayangkan, dan dalam pembacaan berita dilakukan secara live (langsung) dari studio oleh presenter berita Detak Riau selama program berita Detak Riau.
Sedangkan untuk Standard Operational Procedure (SOP)nya, Proses Produksi Berita Detak Riau di Riau televisi Pekanbaru sudah memilki nilai yang cukup bagus dalam menjalankan proses produksi program berita. Hal itu dikarenakan Riau Televisi telah mengacu pada standar untuk proses yang sesuai dengan Standard Operational Procedure yang berlaku.
Pada dasarnya SOP yang berlaku dalam proses produksi Berita Detak Riau sudah dijalankan dengan baik, hanya saja terkadang ada beberapa tahapan atau kegiatan yang seharusnya dijalankan sesuai dengan SOP tidak dapat dijalankan, dikarenakan keadaan yang tidak memungkinkan. Selain itu beberapa SOP juga tidak dijalankan dikarenakan tidak terlalu dibutuhkan dalam pelaksanaan produksi program berita Detak Riau.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Proses Produksi Program Berita “Detak Riau” di Stasiun Riau televisi Pekanbaru, sudah cukup memenuhi Standar Operasional Prosedur dengan baik. Menurut penulis proses produksi yang dilaksanakan di lapangan sudah memenuhi sekitar 80% dari keseluruhan proses produksi berita Detak Riau yang sesuai dengan SOP.
B. Saran-saran
1. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada Riau televisi Pekanbaru khususnya seluruh kru yang terlibat dalam jalannya proses produksi program berita Detak Riau agar senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas siaran serta informasi berita yang dapat membangun masyrakat Riau yang berilmu pengetahuan.
2. Diharapkan kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih dan menerima infomasi, serta berperan aktif dalam memberi masukan kepada media televisi, dalam rangka membangun masyarakat yang berwawasan dan berilmu pengetahuan.