• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Setelah Subsidi di Hapus

50,00 36,67 13,33 100,00 Sumber :Data Primer Setelah diolah, 2013

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa luas lahan dari petani responden menyebar dari kurang dari 0,25-0,1,50 hektar, luas dominan pemilikan lahan 0,25 - 0,66 hektar 15 orang responden (50,00%), dan luas 0,67 - 1,08 ha sebanyak 11 orang (36,67%). Luas yang sangat terbatas tersebut sangat membutuhkan suatu sistem penanganan budidaya padi agar produktivitas lahan dapat ditingkatkan, diantaranya pemanfaatan sumber makanan pada pertumbuhan dan produksi padi.

5.2 Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Setelah Subsidi di Hapus

Produksi yang dihasilkan pada usahatani, ditentukan oleh faktor manajemen, sarana produksi dan lingkungan pada saat itu, jika komponen sarana

26

produksi terpenuhi , pengelolaan usaha dengan baik, dan faktor lingkugan menunjang maka produksi yang dihasilkan akan tinggi.

Pembiayaan usaha tani biasa kita kenal ada dua biaya yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap. Biaya tetap besarnya tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya produksi yang dihasilkan, sedangkan biaya tidak tetap (variabel) adalah biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh produksi yang diperoleh.

Biaya adalah nilai dari semua korbanan atau input ekonomis yang diperlukan dan dapat diukur untuk menghasilkan suatu produk. Semakin banyak faktor produksi yang digunakan (hingga batas kebutuhan batas optimum) maka tanaman akan menghasilkan produksi yang maksimal.

Biaya biasa dipergunakan untuk mengetahui pendapatan yang diterima petani pada usahataninya. Pada analisa ini akan hitting biaya dan pendapatan usaha tani setelah penghapusan subsidi pupuk

Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sihingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu proses produksi.

Total produksi padi responden setelah penghapusan subsidi pupuk sebanyak 99.955 kg, rata-rata produksi/orang sebanyak 3.322 kg, rata-rata produksi/Ha 4.764 kg

5.2.1 Input Produksi

Input produksi terdiri dari lahan, pupuk,bibit, obat-obatan dan tenaga kerja

Lahan

Total luas lahan yang dikelola petani dari 30 responden di Kelurahan Palleko yaitu 20,98 Ha, rata-rata luas lahan/orang yaitu 0,70 Ha

Benin

Benih adalah jenis varietas tanaman yang di anggap bagus dengan criteria tertentu untuk di tanam serta bisa menghasilkan produksi yang baik di saat panen.

Benih yang digunakan petani responden yaitu benih pado varietas ciliwung. Total benih yang di gunakan dari 20 petani responden yaitu 405 kg, rata-rata penggunaan benih/orang yaitu 16 kg, rata-rata penggunaan

benih/Ha yaitu 28.

Pupuk

Pupuk adalah suaru bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman. Pupuk yang digunakan petani responden yaitu Urea, TSP, KCL danZA.

Total penggunaan pupuk Urea dari 30 petani di Kelurahan Palleko yaitu 4.450 kg dan rata-rata penggunaan pupuk Urea /orang 178 kg, dan rata-rata penggunaan Urea/ha sebanyak 309 kg, TSP dari 30 petani di Kelurahan Palleko yaitu 1.475 kg dan rata-rata penggunaan pupuk TSP/orang 159 kg, dan rata-rata penggunaan TSP/ha sebanyak 103 kg, KCL dari 30 petani di Kelurahan Palleko yaitu 1.400 kg dan rata-rata penggunaan pupuk KCL/orang 56 kg, dan rata-rata penggunaan KCL/ha sebanyak 97 kg dan

28

ZA dari 30 petani di Kelurahan Palleko yaitu 1.850 kg dan rata-rata penggunaan pupuk ZA/orang 74 kg, dan rata-rata penggunaan ZA/ha sebanyak 129 kg

Obat-obatan

Obat-obatan adalah substansi kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk mengendalikan berbagai hama. Obat-obatan yang digunakan petani responden yaitu decis dan furador. Total penggunaan obat-obatan untuk decis masing-masing 2055 ml, rata-rata/orang yaitu 68 ml, rata-rata per ha yaitu 96 ml. Untuk Furador masing-masing 3000 ml, rata-rata/orang yaitu 100 ml, rata-rata per ha yaitu 140 ml.

Tenaga kerja Pengolahan lahan

Total pengolahan lahan yang di lakukan dari 30 petani responden yaitu 58 orang, rata-rata /orang yaitu 2 orang, rata-rata /Ha yaitu 3 orang total waktu kerja petani responden yaitu 34 hari, rata/orang yaitu 1 hari, rata-rata/Ha yaitu2hari.

Penanaman

Total penanaman yang di lakukan dari 30 petani responden yaitu 144 orang, rata-rata/orang yaitu 5 orang, rata-rata/Ha yaitu 7 orang, total waktu kerja petani responden yaitu 21 hari, rata-rata/orang yaitu 1 hari, rata-rata/Ha 1 hari.

3. Pemehharaan

Total pemeliharaan yang di lakukan dari 30 petam .sponden yaitu 60 orang, rata-rata/orang yaitu 2 orang, rata-rat/Ha yaitu 3 orang, total waktu kerja petani responden yaitu 150 had, rata/orang yaitu 5 hari, rata-rata/Ha yaitu 7 hari.

4. Panen

Total panen yang di lakukan dari 30 petani responden yaitu 138 orang, rata-rata/orang yaitu 5 orang, rata-rata/Ha yaitu 6 orang, total waktu kerja petani responden yaitu 129 hari, rata-rata/orang yaitu 4 hari, rata-rata/Ha yaitu 6 hari.

5.2.2 Biaya produksi

Dalam suatu proses produksi digunakan berbagai jenis biaya yang dapat dibedakan atas biaya variabel dan biaya tetap.

a. Biaya variabel

Biaya variabel adalah biaya yang tingkat penggunaannya berpengaruh secara langsung terhadap produksi.

Tabel 9. Penggunaan Biaya Saprodi Selama Penghapusan Subsidi Pupuk di Kelurahan Palleko Kecamatan Polongbangkeng Utara

No 1 2 3 4 5

Sarana produksi Benih

Pupuk Obat-obatan Tenaga kerja Sewa Traktor Jumlali

Nilai (Rp)

3.726.000 21.167.500 1.619.250 39.380.000 8.512.000 65.892.750 Sumber: Data Primer Set el ah Diolah 2014

30

Penggunnan benih oleh petani setelah penghapusan subsidi pupuk di Keluruhan Palleko, diniana penggunaan benih padi sebanyak Rp 3.726.000, pupuk sebanyak Rp 21.167.500 ( Urea = Rp 8.455.000, TSP - Rp 5.355 000, KCL = Rp 3.750.000 dan ZA = Rp 3.607.500.), obat-obatan sebanyak Rp 1.619.250, tenaga kerja sebanyak Rp 39.380.000, dan sewa traktor sebanyak Rp 8.512 .000 dan total penggunaan saprodi selama penghapusan subsidi pupuk sebanyak Rp. 65.892.750. Penarikan subsidi pupuk oleh pemerintah, bukan hanya biaya pupuk yang meningkat, akan tetapi memberikan dampak pada kenaikan beberapa faktor produksi seperti biaya obat-obatan, biaya pengolahan, biaya penanaman dan biaya tenaga kerja lainnya. Beberapa petani responden dalam pengelolaan usahataninya agar tetap dapat menghasilkan dengan baik, dengan menggunakan pupuk alternatif berupa penggunaan pupuk kandang, pupuk kompos atau menggunakan bokasi

b. Biaya tetap

Biaya tetap adalah biaya yang penggunaannya tidak langsung berpengaruh terhadap produksi dalam jangka pendek.

Tabel 10. Penggunaan Biaya Tetap Selama Penghapusan Subsidi Pupuk Di Kelurahan Palleko Kecamatan Polongbangkeng Utara

No 1

.->

4 5

Jen is Biaya Tetap Cangkul

Parang Sab it Sprayer Pajak

Jumlah

Nilai (Rp)

243.495 996.074 557.333 1.509.176 1.800.000 5.106.078 Sumber: Data Primer Setelah Diolah 2014

Penggunaan cangkul di Kelurahan Palleko sebanyak Rp 243.495, parang sebanyak Rp 996.074, sabit sebanyak Rp 557.333, sprayer sebanyak 1.509.176 serta pajak yang bebankan kepada selama semusim yaitu Rp 1.800.00 dan total penggunaaan biaya tetap sebanyak Rp 5.106.078.

r

5.3 Pendapatan Petani Padi Selama Subsidi Pupuk Di Hapus

Petani padi telah mengenal berbagai macam jenis pupuk, baik pupuk organik maupun pupuk an-organ, tingkat pengetahuan dan kesadaran mereka tengtang pentingnya pemakaian pupuk dalam berusahatani sudah sangat dnggi,petani responden umumnya telah pahambahwa pemupukan merupakan persyaratan mutlak untuk memdapatkan pertumbuhan tanaman yang optimum.

Tiap jenis pupuk memiliki fungsi dan peranan yang berbeda-beda di dalam proses rnetabolisme tanaman, salah satu pupuk yang banyak dikenal dan sering iigunakan petani dalam usahataninya adalah pupuk urea, penggunaan pupuk urea nempercepat pertumbuhan tanaman khususnya pemakaian pupuk urea, :-enggunaan pupuk urea akan merangsang pertumbuhan vegatatif tanaman, dan iangat cepat memperlihatkan reaksi, sifat reaktif itulah sehingga banyak iigunakan oleh petani.

Tingkat pendapatan yang diperoleh petani ditentukan oleh jumlah satuan fisik produksi yang dihasilkannya dan nilai produksi satuan fisik. Penerimaan

;. mg tinggi tidaklah mutlak menunjukkan pendapatan yang tinggi, oleh karena itu rengeluaran perlu dirinci dengan baik. Pendapatan petani padi setelah subsidi rupuk di hapus di Kelurahan Palleko dapat dilihat pada uraian berikut ini:

32

5.3.1 Rata-rata Pendapatan usahatani Padi Setelah Subsidi di hapus di Kelurahan Palleko Kecamatan Polongbangkeng Utara

Tabel 11. Rata-rata Pendapatan Petani Padi Setelah Subsidi Pupuk Dihapus di Kelurahan Palleko Kecamatan Polongbangkeng Utara

No

Jumlah Produksi Harga Jual a. Biaya Variabe 1 Sewa Traktor Tenaga Kerja - Pengolahan tanah - Penanaman - Pemeliharaan - Panen

Jumlah Rata-Rata B.Variabei b. Biaya Tetap

- Pajak

Penyusutan Alat

• Cangkul

• Parang

• Sabit

• Sprayer

Jumlah Rata-Rata B. Tetap ToTal Biaya (a + b) Pendapatan (1-2)

Rata-Rata Produksi (Rp/kg) 9.828.908

Sumber: Data Primer, 2014

Berdasarkan Tabel 11 menunjukkan bahwa rata-rata pencrimaan petani responden dari usahatani padi setelah subsidi pupuk di hapus selama satu musim tanam Rp 9.828.908 dengan jumlah produksi 3.332 kg dengan harga jual Rp 2.950/kg.-. Pencrimaan yang diperoleh petani responden merupakan pendapatan

kotor yang haras dikurangi dengan biaya produksi yang dikeluarkan selama proses produksi berlangsung pada musim tanam, Total biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan petani Rp. 2.708.445,-. Biaya produksi yang dikeluarkan meliputi pembiayaan pembelian benih, pupuk, tenaga kerja, pestisida dan sewa traktor sehingga memperoleh pendapatan Rp. 7.120.464,-.

Pupuk merupakan salah satu komponen input terpenting dalam usahatani padi dengan pangsa antara 10%-40% dari biaya produksi. Jika subsidi pupuk dihapuskan maka akan terjadi kenaikan biaya produksi yang cukup signifikan.

Dampak langsung dari pencabutan subsidi adalah terjadinya kenaikan harga pupuk sehingga menurunkan penggunaan pupuk. Besarnya penurunan

f

penggunaan pupuk bergantung pada tingkat kepekaan tanggapan petani terhadap kenaikan harga pupuk, yang bervariasi antara komoditi yang disahakan oleh petani. Peningkatan produksi belum tentu dapat menjamin terjadinya peningkatan pendapatan petani, karena dengan penarikan subsidi akan menjadikan beberapa unit produksi ikut mengalami kenaikan nilai.

Peningkatan pendapatan petani responden juga dipengaruhi penghapusan subsidi pupuk dilapangan, dimana harga pupuk menjadi tinggi dan komponen lainnya sehingga peningkatan pendapatan selama penghapusan subsidi pupuk :idak mempengaruhi hasil produksi petani.

Dokumen terkait