• Tidak ada hasil yang ditemukan

BLOK VI: NERACA PRODUKSI

Rincian 1: Produksi selama tahun 2013:

Yang dimaksud dengan produksi selama tahun 2013 adalah produksi dari bulan Januari sampai dengan Desember 2013.

Rincian 1.a:

Kolom (1): Stok awal (sisa 2012)

Adalah stok barang produksi yang masih tersedia pada 1 Januari 2013.

Kolom (2): Volume:

Adalah volume barang produksi perusahaan yang masih tersedia di gudang pada 1 Januari 2013.

Kolom (3): Satuan

Adalah satuan untuk barang yang volumenya diisikan pada kolom (2).

Satuan yang digunakan harus merupakan satuan standar. Contoh: ton, kwintal, kilogram.

Kolom (4): Harga Satuan (Rp)

Isikan harga satuan stok awal di kolom (4).

Kolom (5): Nilai (Rp)

Isikan nilai stok ini di kolom (5). Seandainya perusahaan/usaha sudah mengetahui nilai stok awal (tidak termasuk PPn), gunakan informasi ini dan isikan pada kolom (5).

Rincian 1.b:

Kolom (1): Produksi

Yang dimaksud adalah produksi barang (komoditi yang diteliti) dari Januari s.d. Desember 2013. Cara pengisian kolom (2) s.d kolom (4) sama dengan pengisian Rincian 1.a. Satuan yang digunakan pada kolom (3) harus sama.

Rincian 1.c:

Kolom (1): Dikonsumsi sendiri termasuk yang diberikan ke pihak lain Yang dimaksud adalah produksi barang (komoditi yang diteliti) dari Januari s.d. Desember 2013 yang dikonsumsi oleh perusahaan/usaha itu sendiri termasuk yang diberikan ke pihak lain (hibah). Cara pengisian kolom (2) s.d kolom (3) sama dengan pengisian Rincian 1.a. Satuan yang digunakan pada kolom (3) harus sama.

Rincian 1.d:

Kolom (1): Hilang/rusak

Yang dimaksud adalah produksi barang (komoditi yang diteliti) dari Januari s.d. Desember 2013 yang rusak/hilang. Cara pengisian kolom (2) s.d kolom (3) sama dengan pengisian Rincian 1.a. Satuan yang digunakan pada kolom (3) harus sama.

Rincian1.e:

Kolom (1): Produksi yang terjual

Yang dimaksud pada rincian ini adalah barang produksi perusahaan/usaha yang terjual dari Januari s.d. Desember 2013.

Termasuk barang yang diproduksi sebelum Januari 2013 tetapi terjual pada periode Januari s.d Desember 2013. Cara pengisian kolom (2) s.d.

kolom (4) sama dengan pengisian Rincian 1a. Satuan yang digunakan pada kolom (3) harus sama.

Catatan:

Khusus untuk produksi yang terjual, harga satuan dan nilainya adalah sesuai harga penjualan (termasuk PPn).

Rincian 1.a ditambah Rincian 1.b harus lebih besar atau sama dengan Rincian 1.c ditambah Rincian 1.d ditambah Rincian 1.e.

Rincian 1.f:

Kolom (1): Stok akhir (sisa 2013)

Yang dimaksud pada rincian ini adalah stok barang produksi perusahaan/usaha pada 31Desember2013. Cara pengisian kolom (2) s.d.

kolom (4) sama dengan pengisian Rincian 1a. Satuan yang digunakan pada kolom (3) harus sama dengan rincian lainnya.

Contoh:

BLOK VII: CATATAN

Memuat catatan petugas yang sifatnya memperjelas masalah yang ada kaitan dengan kesulitan dalam pengisian kuesioner dan informasi penting lainnya dari responden yang perlu dicatat. Catatan ditulis dengan singkat dan jelas.

BLOK VIII: KETERANGAN CONTACT PERSON

Blok ini pada hakikatnya merupakan pengesahan bahwa jawaban yang diisikan dalam daftar diberikan oleh yang bertanggung jawab pada perusahaan/usaha tersebut. Sertakan informasi nama contact person, jabatan, nomor telepon, tanggal pengisian, dan tanda tangan. Informasi tersebut sangat berguna apabila dibutuhkan adanya kunjungan ulang.

BLOK IX: KETERANGAN PETUGAS

Blok ini dimaksudkan sebagai pertanggungjawaban petugas, baik yang melakukan pencacahan maupun pengawasan/pemeriksaan.

1. Produksi selama tahun 2013:

a. Stok Awal (sisa 2012) b. Produksi

c.

d. Hilang/rusak e. Penjualan f. Stok Akhir (sisa 2013)

Satuan yang digunakan: Kilogram, Kwintal, Ton

BLOK VI: NERACA PRODUKSI

kolom (2) x kolom (4)

(1) (2) (3) (4) (5)

Uraian Volume Satuan Harga Satuan

(Rp)

BAB VI

PEMERIKSAAN KONSISTENSI ISIAN DAFTAR VPDP-14 (ATURAN VALIDASI)

A. Pemeriksaan Secara Umum

1. Banyaknya dokumen, harus sesuai dengan banyaknya usaha yang menjadi tanggung jawab masing-masing PCS.

2. Untuk setiap dokumen, isian kode KBLI yang ada dipojok kanan atas cover depan kuesioner harus sesuai dengan isian pada Daftar Sampel Perusahaan (VPDP-14.DSP) kolom (6). Sesuaikan jika isiannya berbeda.

3. Periksa kesesuaian jenis dokumen (Pedagang atau Produsen) dengan kegiatan usahanya.

4. Semua penulisan harus sudah menggunakan huruf kapital (balok), jika belum harus dibetulkan. Perhatikan pula tingkat kewajaran dan konsistensi isian yang saling terkait.

5. Periksa untuk seluruh satuan yang dituliskan oleh petugas, harus sudah menggunakan satuan standar. Apabila belum menggunakan satuan yang ditentukan agar memberikan catatan konversi dari satuan tersebut ke satuan standar yang telah ditentukan.

6. Jika terdapat hal-hal yang meragukan, kurang jelas, dan sebagainya, konfirmasikan kepada petugas pencacah agar dapat dilakukan perbaikan.

B. Pemeriksaan Untuk Isian Daftar VPDP-14.PEDAGANG a. Blok I: Pengenalan Tempat

1. Periksa isian identitas pada Blok I, yang disalin dari daftar VPDP-14.DSP.PEDAGANG dan dilengkapi sesuai dengan kondisi terakhir dilapangan.

2. Untuk Rincian 2, yang tidak sesuai harus sudah dicoret (Kabupaten/Kota atau Kabupaten/Kota), demikian juga untuk Rincian 4, coret yang tidak sesuai (Kelurahan/Desa atau Kelurahan/Desa).

3. Rincian 5 (nomor urut perusahaan/usaha) harus sama dengan nomor urut pada daftar VPDP-14.DSP.PEDAGANG kolom (2).

4. Rincian 6 dan 7, cocokkan nama dan alamat perusahaan/usaha dengan daftar VPDP14-DSP.PEDAGANG kolom (3) dan (4). Nama dan alamat perusahaan ini bisa berbeda dengan VPDP14-DSP.PEDAGANG, disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Alamat harus lengkap, jika tidak lengkap konfirmasikan kepada pencacah untuk dilengkapi sesuai dengan kondisi terakhir di lapangan.

b. Blok II: Keterangan Umum

1. Rincian 1: Kegiatan utama perusahaan/usaha

Cermati penulisan kegiatan utama yang dilakukan usaha ini, apakah sudah secara rinci dan jelas sehingga dapat diketahui dan diidentifikasi secara tepat KBLI-nya. Pemeriksa mengisikan kode KBLI (5 digit). KBLI yang digunakan adalah Peraturan Kepala BPS No.57 Tahun 2009 tentang KBLI. Cermati apakah isian KBLI-nya sudah sesuai dengan isian pada kegiatan utama tersebut. Jika ragu, konfirmasikan kembali ke pencacah untuk memastikan jenis kegiatan utamanya. Kode KBLI disini bisa berbeda dengan kode KBLI yang ada di pojok kanan atas Blok I, karena kode yang ditulis pada rincian ini adalah yang sesuai dengan hasil lapangan.

2. Rincian 2: Komoditi yang diteliti

Harus diperhatikan hanya satu kode jenis komoditi yang dilingkari.

Bila lebih dari satu kode yang dilingkari harap ditanyakan kepada petugas.

Pertanyaan pada Blok II Rincian 3 s.d. Blok VI (catatan) berkaitan dengan komoditi yang dijual pada Blok II Rincian 2.

3. Rincian 3: Fungsi perusahaan/usaha dalam lembaga usaha perdagangan

Harus diperhatikan hanya satu yang dilingkari, bila lebih dari satu kode yang dilingkari harap ditanyakan kepada petugas (sesuai dengan di lapangan). Fungsi perusahaan/usaha sebagai pedagang pengumpul bukan merupakan cakupan dalam Survei Pola Distribusi 2014.

Periksa pula konsistensi isian, jika Rincian 3 ini berkode 9, maka pada kode KBLI di Blok II rincian 1 kolom (2) adalah untuk kegiatan perdagangan eceran (47111 dan 47112). Jika selain kode 9, maka

KBLI di Blok II rincian 1 kolom (2) adalah untuk kegiatan perdagangan besar (46315, 46339, dan 46326). Jika tidak sesuai, tanyakan kepada pencacah rincian mana yang benar dan perbaiki isian kode yang salah.

c. Blok III: Distribusi Perdagangan

1. Rincian 1: Pembelian barang dagangan selama tahun 2013

Periksa jumlah persentase pada Rincian 1.a s.d. 1.k apakah sudah sama dengan 100 persen. Periksa pula kewajaran isian, jika tidak wajar atau bahkan kosong tanyakan kembali pada pencacah. Blok III Rincian 1.i harus kosong.

Periksa konsistensi isian Blok II Rincian 3 dengan Blok III Rincian 1

 Jika Blok II Rincian 3 kode 1 (distributor) maka Blok III Rincian 1.e, dan 1.g harus kosong (-).

 Jika Blok II Rincian 3 kode 3 (agen) maka Blok III Rincian 1.g harus kosong (-).

 Jika pada Blok II Rincian 3 kode 8 (importir) maka isian Blok III Rincian 1.a (impor langsung) harus persentase terbesar.

 Jika pada Blok II Rincian 3 berkode selain 9, maka isian Blok III rincian 1.j (pedagang eceran) harus bukan merupakan persentase terbesar.

2. Rincian 2: Wilayah pembelian barang dagangan selama tahun 2013.

Periksa jumlah persentase pada Rincian 2, apakah sudah sama dengan 100 persen. Bila Rincian 2.a s.d. Rincian 2 terakhir ada isian maka pastikan bahwa nama-nama kabupaten/kota atau negara sudah ditulis/dilampirkan. Seandainya kosong konfirmasikan kepada pencacah untuk dilengkapi. Kode kabupaten/kota/negara akan diisi oleh pemeriksa/koordinator lapangan. Periksa pula konsistensi isian, jika fungsi perusahaan sebagai importir (Blok II Rincian 3 kode 8), maka pada Rincian 2 harus ada isian nama negara dan total persentase harus sama dengan Rincian 1.a (impor langsung).

3. Rincian 3: Penjualan barang dagangan selama tahun 2013

Periksa jumlah persentase pada 3.a s.d. 3.o apakah sudah sama dengan 100 persen. Periksa pula kewajaran isian, jika tidak wajar atau bahkan kosong tanyakan kembali pada pencacah.

Dokumen terkait