• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 SUMBER PAKAN DAN DAYA

4.2 Produktivitas Hijauan Pakan

Blok Sumbergedang merupakan kawasan hutan produksi Perum Perhutani yang lokasinya berbatasan langsung dengan TN Alas Purwo dan padang perumputan Sadengan berada di dalam kawasan TN Alas Purwo. Di Sumbergedang, enam jenis tumbuhan bawah yang ditemukan berupa rumput yang mana semua jenis tumbuhan ini biasa dimakan oleh banteng (Tabel 5). Berdasarkan tabel ini, terlihat bahwa jenis bambangan (Commelina nudiflora

Brn.F.) merupakan jenis hijauan dengan tingkat produktivitas yang paling tinggi, yaitu produktivitas pada saat musim hujan sebesar 140,81 kg/ha/hari. Urutan produktivitas selanjutnya adalah grinting (Paspalum longifolium

Roxb) sebesar 44,44 kg/ha/hari, drujon

(Achartus ilichiphelia L.) sebesar 43,22 kg/ha/

hari, alang-alang (Imperata cylindrica L.Beauv)

sebesar 28,77 kg/ha/hari, kolomento (Leersia hexandra Sw.) sebesar 11,11 kg/ha/hari, dan teki

(Cyperus monochephalus Baker) sebesar 1,47

kg/ha/hari. Nilai produktivitas pada saat musim kemarau jauh lebih kecil, yaitu bambangan sebesar 20 kg/ha/hari, grinting sebesar 0,04 kg/ ha/hari, drujon sebesar 0,27 kg/ha/hari, alang-alang sebesar 0,15 kg/ha/hari, kolomento sebesar 0,86 kg/ha/hari, dan teki sebesar 1,47 kg/ha/ hari. Nilai produktivitas yang dihasilkan oleh

tumbuhan bawah di lokasi Sumbergedang per hektarnya termasuk tinggi dibandingkan dengan lokasi Sadengan. Hal ini dimungkinkan karena di lokasi Sumbergedang lahannya selalu basah sehingga tumbuhan bawah, khususnya jenis rerumputan, dapat tumbuh dengan baik.

Tabel 5. Produktivitas hijauan pakan banteng

di blok Sumbergedang pada musim hujan dan kemarau

No DaerahNama Nama Botani

Produktivitas (kg / ha /hari) Musim Hujan Musim Kemarau 1 Bam-bangan Commelina nudiflora Brn.F. 140,81 20,00 2 Grinting Paspalum longifolium Roxb. 44,44 1,11

3 Drujon Achartus

ilichiphe-lia L. 43,22 11,83 4 Alang-alang Imperata cylindrica L.Beauv. 28,77 8,44 5 Kolo-mento Leersia hexandraSw. 11,11 0,86 6 Teki Cyperus

mono-chephalus Baker

10,74 1,47

Total 279,09 43,71

Sumber: Garsetiasih, (2013)

Habitat banteng di padang perumputan Sadengan ditemukan tujuh jenis tumbuhan bawah (Tabel 6). Urutan niali produktivitas ketujuh jenis tumbuhan bawah pada saat musim hujan dalam berat segar, yaitu domdoman (Andropogon aciculatus Retz.) sebesar 88,81 kg/ha/hari,

alang-alang sebesar 11,11 kg/ha/hari, paitan (Paspalum conjugatum Roxb.) sebesar 8,11 kg/ha/hari,

kolomento 6,66 sebesar kg/ha/hari, teki sebesar 5,6 kg/ha/hari, putian (Andropogon pertusus L.)

sebesar 2,66 kg/ha/hari, dan lamuran (Andropogon caricosus L.) nilainya 0 (pada saat dilakukan

pengamatan jenis hijauan tersebut tidak tumbuh lagi). Sementara itu, urutan nilai produktivitas hijauan pakan pada saat musim kemarau dalam

berat segar, yaitu domdoman sebesar 15,71 kg/ha/ hari, paitan sebesar 3,94 kg/ha/hari, kolomento sebesar 1,33 kg/ha/hari, lamuran sebesar 1,30 kg/ha/hari, putian sebesar 1,22 kg/ha/hari, teki sebesar 0,33 kg/ha/hari, dan alang-alang sebesar 0,11 kg/ha/hari. Produktivitas tumbuhan bawah di padang perumputan Sadengan lebih kecil dibandingkan dengan di Blok Sumbergedang. Hal ini yang kemungkinan menyebabkan banteng di Sadengan ke luar kawasan taman nasional dan masuk ke Blok Sumbergedang yang merupakan hutan produksi Perum Perhutani terutama pada saat kemarau.

Tabel 6. Produktivitas hijauan pakan banteng

di Sadengan pada saat musim hujan dan kemarau

No. DaerahNama Nama Botani

Produktivitas (kg / ha /hari) Musim Hujan Musim Kemarau 1 Domdo-man Andropogon aciculatus Retz. 88,81 15,71

2 Paitan Paspalum conjugatum

Roxb.

8,11 3,94

3 Putian Andropogon pertusus

L. 2,66 1,22 4 Alang-alang Imperata cylindrical L.Beauv. 11,11 0,11 5 Kolo-mento Leersia hexandra Sw. 6,66 1,33 6 Teki Cyperus

monocheph-alus Baker

5,6 0,33

7 Lamuran Andropogon

carico-sus L.

0 1,30

Total 122,95 23,94

Sumber: Garsetiasih, (2013)

Tumbuhan bawah yang ditemukan di blok Sumbergedang dan Sadengan semuanya dimakan banteng, hanya proporsinya saja yang berbeda. Hasil penelitian Pairah (2007) menunjukkan bahwa jenis grinting (Paspalum longifolium Roxb.), lamuran

(Andropogon caricosus L), kolomento (Leersia

hexandra Sw.), dan paitan (Paspalum conjugatum

Roxb.) merupakan jenis pakan yang dimakan oleh banteng dengan proporsi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis rumput lainnya. Jenis-jenis hijauan pakan tersebut ditemukan pada kotoran banteng dengan proporsi yang berbeda dan proporsi yang tinggi mengindikasikan bahwa jenis tersebut disukai banteng. Sementara itu, banteng di TN Ujung Kulon sering mengonsumsi daun dan semak di dalam hutan seperti langkap (Arenga obtusifolia), sulangkar (Leea sambucina) dan nangban (Donnax cunnaeformis);

sedangkan di padang perumputan, banteng memakan jenis rerumputan (Alikodra, 1983).

Vegetasi tingkat semai di TN Meru Betiri, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan perkebunan Bandealit, didominasi oleh jenis mahoni (Swietenia macrophylla Jack) dan bayur

(Pterospermum diversifolium Blume) dengan nilai

INP untuk masing-masing jenis adalah 10,8% dan 7,7%. Untuk tingkat belta, vegetasi didominasi oleh jenis mahoni dengan nilai INP 17,8%, lalu jenis bungur (Lagertroemia speciosa Pers) dengan

nilai INP 9,1% dan wining (Pterocybium javanicum

R. Br.) dengan nilai INP 6,1%. Vegetasi tingkat pohon didominasi oleh jenis besule (Chydenanthus excelsus Miers) dengan nilai INP 28,5%, jabon

(Anthocephallus cadamba Miq.) dengan INP

20,0%, dan jenis wining (Pterocybium javanicum R.

Br.) dengan nilai INP 16,3%. Kerapatan tertinggi untuk tingkat pohon sebesar 15,5 per hektare, tingkat belta 171 per hektare dan untuk tingkat semai 1.607 per hektare (Heriyanto, 2007).

Vegetasi yang terdapat dalam kawasan taman nasional biasanya digunakan oleh banteng sebagai tempat istirahat dan berlindung dari gangguan. Hal ini ditunjukkan oleh banteng yang sedang berada di kawasan perkebunan jika terganggu oleh aktivitas manusia, yang mana banteng akan langsung lari ke dalam kawasan hutan. Vegetasi hutan juga dimanfaatkan oleh banteng sebagai sarang untuk tidur, yaitu di dalam kawasan TN Meru Betiri yang letaknya tidak jauh dengan kawasan Perkebunan Bandealit yang mana ditemukan beberapa sarang banteng di bawah tegakan pohon.

Sumber pakan di sekitar kebun pantai (Perkebunan Bandealit) yang merupakan enclave

dan berstatus sebagai daerah penyangga dan padang perumputan Pringtali TN Meru Betiri diketahui hijauan pakan yang umum dimakan banteng dengan produktivitas cukup tinggi. Produktivitas tumbuhan bawah di padang perumputan Pringtali TN Meru Betiri dan kebun pantai Perkebunan Bandealit disajikan pada Tabel 7 dan Tabel 8.

Tabel 7. Produktivitas hijauan pakan banteng

di padang perumputan Pringtali TN Meru Betiri pada musim hujan dan kemarau

No DaerahNama Nama Botani

Produktivitas (kg/ ha/hari) Musim

Hujan KemarauMusim

1 Paitan Paspalum

con-jugatum Berg. 26,80 12,50

2 Lamuran Andropogon

caricocus L. 3,10 1,20 3 Teki Cyperus

rotun-dus L. 3,22 1,27 4 Ilat Carex baccans

Nees. 3,77 1,50

5 Gajahan Panicum repens

L. 12,50 6,86

6

Pringprin-gan Pogonatherum paniceumL. 40,33 19,16

7 Alimosa Mimosa invisa

Mar. 2,20 1,33 8 Babadotan Ageratum conyzoides L. 3,60 1,77 9 Sintrong Erechtites valerianifolia (Spreng.) DC. 28,22 22,33 Total 177,74 67,92 Sumber: Garsetiasih, (2012)

Tumbuhan bawah di padang perumputan Pringtali ditemukan sembilan jenis tumbuhan bawah yang dapat dimakan oleh banteng. Tabel 7 menunjukkan bahwa jenis-jenis dengan

produktivitas tinggi pada saat musim hujan dan kemarau secara berurutan yaitu pringpringan (40,33 kg dan 19,16 kg), sintrong (28,22 kg dan 22,33 kg), paitan (26,80 kg dan 12,50 kg) dan gajahan (12,50 kg dan 6,86 kg). Jenis hijauan pakan lain produktivitasnya termasuk rendah berkisar antara 2,20 kg hingga 3,60 kg pada saat musim hujan, dan yang paling rendah produktivitasnya yaitu alimosa dengan produktivitas saat musim hujan sebesar 2,20 kg/ ha/hari dan saat kemarau sebesar 1,33 kg/ha/hari. Jenis hijauan yang umum dimakan banteng di kebun pantai Bandealit (TN Meru Betiri) sebanyak 14 jenis (Tabel 8). Urutan produktivitas jenis per hektare per hari yang paling tinggi dari 14 jenis hijauan pakan pada saat musim hujan dan musim kemarau yaitu kolonjono (28,66 kg dan 15,71 kg), paitan (24,11 kg dan 10,40 kg), sintrong (16,88 kg dan 9,40 kg), gajahan (10,33 kg dan 6,60 kg) dan kipait (10,30 kg dan 4,33 kg). Produktivitas tumbuhan bawah sebagai sumber pakan banteng di areal kebun pantai Perkebunan Bandealit lebih kecil dibandingkan dengan di padang perumputan Pringtali, walaupun jumlah jenis yang ditemukan di kebun pantai lebih banyak. Hal ini kemungkinan ada hubungannya dengan penutupan tajuk pohon. Di padang perumputan Pringtali, arealnya terbuka sehingga tumbuhan bawah mendapat sinar matahari yang cukup; sedangkan di kebun pantai, tumbuhan bawah ternaungi oleh tegakan pohon, seperti johar, kopi, karet, dan yang lainnya sehingga pertumbuhannya lebih lambat. Semiadi & Nugraha (2004) menyatakan bahwa rumput atau tumbuhan bawah akan tumbuh dengan cepat apabila mendapat sinar matahari yang berperan dalam proses fotosintesa.

Tabel 8. Produktivitas hijauan pakan

banteng di kebun pantai perkebunan Bandealit pada saat musim hujan dan kemarau

No. DaerahNama Nama Botani

Produktivitas (kg / ha /hari) Musim

Hujan KemarauMusim

1 Kolonjono Hierochloe horsfieldii Max. 28,66 15,71

2 Paitan Paspalum conjuga-tum Berg. 24,11 10,40

3 Kipait Axonopus compres-sus L. 10,30 4,33

4 Putian Andropogon pertu-sus L. 8,22 3,4

5 Ilat/ladin-gan Carex baccans Nees. 2,30 1,11

6 domdo-man Andropogon acicu-latus L. 6,10 2,30

7 Teki Cyperus mono-chephalus L. 3,13 1,33

8 Kawatan Panicum mon-tanumL. 2,66 1,30

9 Jalantir Erigeron linifolius Willd. 2,42 1,10

10 Gajahan Panicum repens L. 10,33 6,60

11 Babado-tan Ageratum conyzoi-des L. 2,90 1,10

12 Alimosa Mimosa invisa Mar. 2,60 1,22

13 Sintrong Erechtites valeriani-folia (Spreng DC). 16,88 9,40

14 Lamuran Andropogon carico-cus L. 2,80 1,66

Total 123,41 60,96

Sumber: Garsetiasih, (2012)

Tumbuhan bawah yang ditemukan di padang perumputan Pringtali TN Meru Betiri dan kebun pantai Perkebunan Bandealit mempunyai potensi yang cukup baik. Namun, padang perumputan Pringtali luasannya hanya 5 ha dan sebagian besar sudah terinvasi oleh jenis invasif kirinyuh

(Chromolaena odorata (L) R.M.King & H.Rob)

dan telean (Lantana camara L). Oleh sebab itu,

pembinaan habitat padang perumputan Pringtali perlu dilakukan secara rutin dan dilakukan perluasan untuk meningkatkan produktivitas hijauan pakan.

4.3 Nilai Kandungan Gizi dan

Dokumen terkait