• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN

B. Kajian Teori

4. Produktivitas Kerja Karyawan

a. Pengertian Produktivitas Kerja Karyawan

Produktivitas kerja merupakan sikap mental. Sikap mental yang selalu mencari perbaikan terhadap apa yang telah ada. Suatu keyakinan bahwa seseorang dapat melakukan pekerjaan lebih baik hari ini daripada hari kemarin dan hari esok lebih baik dari pada hari ini.107

105Afandi, Manajemen, 70-71.

106Suparyadi, Manajemen Sumber Daya Manusia (Yogyakarta: CV. Andi Offset, 2015), 439.

107Sutrisno, Manajemen, 100.

Produktivitas merupakan perbandingan hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja per satuan waktu.Peran serta tenaga kerja disini adalah penggunaan sumber daya serta efisien dan efektif.108

Produktivitas kerja merupakan perbandingan antara hasil yang diperoleh (output) dengan jumlah sumber daya yang dipergunakan sebagai masukan. Produktivitas berkaitan dengan bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan segala sumber daya secara efisien.109

Dengan demikian, produktivitas dapat dimaknai sebagai nilai output dalam interaksi dan intelerasinya dengan kesatuan nilai-nilai input. Produktivitas kerja karyawan biasanya dinyatakan sebagai hasil imbangan hasil rata-rata yang dicapai oleh tenaga kerja, selama jam kerja yang tersedia dalam proses tersebut. Sehubungan dengan hal itu, konsep produktivitas pada dasarnya mencakup sikap mental dan perilaku yang berorientasi pada perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), dan mempunyai pandangan bahwa kinerja hari ini harus

lebih baik dari hari kemarin, dan kinerja hari sesok mesti lebih baik dari prestasi hari ini.110

108Ibid., 102.

109Tjutju Yunarsih dan Suwatno, Manajemen Sumber Daya Manusia (Bandung: Alfabeta, 2011), 157.

110Ibid, 158.

69

b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja Karyawan Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:111

1) Faktor Internal

a) komitmen kuat terhadap visi dan misi institusional b) struktur dan desain pekerjaan

c) motivasi, displin, dan etos kerja yang mendukung ketercapaian target

d) dukungan sumber daya yang bisa mendukung untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas

e) kebijakan perusahan yang bisa merangsang kreativitas dan inovasi

f) perlakuan menyenangkan yang bisa diberikan pimpinan dan rekan kerja

g) praktik manajemen yang diterapkan oleh pimpinan h) lingkungan kerja yang ergonomis

i) kesesuaian antara tugas yang diemban dan latar belakang pendidikan, pengalaman, minat, keahlian, dan keterampilan yang dikuasai

j) komunikasi inter dan antar individu dalam membangun kerja sama.

111Ibid.

2) Faktor Eksternal

a) Peraturan perundang-undangan, kebijakan pemerintah, situasi politis

b) Kemitraan (networking) yang dikembangkan c) Kultur dan mindset lingkungan disekitar organisasi

d) Dukungan masyarakat dan stakeholders secara keseluruhan e) Tingkat persaingan

f) Dampak globalisasi.112 c. Upaya Peningkatan Produktivitas

1) Perbaikan terus-menerus

Seluruh komponen organisasi harus melakukan perbaikan secara terus menerus.Pentingnya etos kerja ini terlihat dengan lebih jelas lagi apalagi diingat bahwa suatu organisasi selalu dihadapkan kepada tuntutan yang terus-menerus berubah, baik secara internal maupun eksternal.113

2) Peningkatan mutu hasil pekerjaan

Peningkatan mutu menyangkut semua jenis kegiatan yang diselenggarakan oleh semua kesatuan kerja, baik pelaksana tugas pokok maupun pelaksana tugas penunjang dalam organisasi.

Peningkatan mutu tersebut tidak hanya penting secara interval, akan tetapi juga secara eksternal, karena akan tercermin dalam interaksi organisasi dengan lingkungannya yang pada gilirannya turut

112Ibid., 160.

113Sondang P. Siangian, Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), 10.

71

membentuk citra organisasi dimata berbagai pihak diluar organisasi.114

3) Pemberdayaan SDM

Bahwa SDM merupakan unsur yang paling penting dan strategis dalam organisasi.Karena itu, memberdayakan SDM merupakan etos kerja yang sangat mendasar yang harus dipegang teguh oleh semua atasan manajemen dalam hierarki organisasi.

Memberdayakan SDM mengandung berbgai kiat seperti harkat dan martabat manusia, perkayaan mutu kekaryaan dan penerapan gaya manajmen yang partisipatif melalui proses demokratisasi dalam kehidupan berorganisasi.115

Adapun Langkah-langkah mencapai produktivitas untuk mencapai produktivitas adalah:

1) Mengembangkan ukuran produktivitas diseluruh tingkat organisasi 2) Menetapkan tujuan peningkatan produktivitas dalam konteks ukuran

yang ditetapkan. Tujuan-tujuan yang hendaknya realitas dan mempunyai batasan waktu;

3) Mengembangkan rencana untuk mencapai tujuan 4) Mengimplementasikan rencana

5) Mengukur hasil-hasil

114Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, 106.

115Ibid, 160.

Dengan langkah-langkah kebijakan yang ditempuh perusahaan, tujuan perusahaan dalam meningkatkan produktivitas untuk memperoleh laba yang optimal dapat tercapai.116

d. Penilaian Produktivitas Kerja

Manfaat dari penilaian produktivitas kerja dan pengukuran produktivitas kerja adalah:

1) Umpan balik pelaksanaan kerja untuk memperbaiki produktivitas kerja karyawan

2) Evaluasi produktivitas kerja digunakan untuk penyelesaian missal:

pemberian bonus dan bentuk kompensasi lainnya 3) Untuk keputusan-keputusan penetapan, misal: promosi 4) Untuk kebutuhan latihan dan pengembangan

5) Untuk perencanaan dan pengembangan karir

6) Untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan proses staffing 7) Untuk mengetahui ketidak akuratan informal

8) Untuk memberikan kesematan kerja yang adil.117 e. Indikator Produktivitas Kerja

1) Kuantitas kerja

Kuantitas kerja merupakan suatu hasil yang dicapai oleh karyawan dalam jumlah tertentu dengan perbandingan standar ada atau ditetapkan oleh perusahaan.

116Mila Badriyah, Manajemen Sumber Daya Manusia (Bandung: PUSTAKA SETIA, 2015), 190.

117Afandi, Manajemen Sumber Daya Manusia, 96.

73

2) Kualitas kerja

Kualitas kerja adalah suatu standar hasil yang berkaitan dengan mutu suatu produk yang dihasilkan oleh karyawan dalam hal inimerupakan suatu kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan secara teknis dengan perbandingan standar yang ditetapkan oleh perusahaan.

3) Ketepatan waktu

Ketepatan waktu merupakan tingkat suatu aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang ditentukan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Ketepatan waktu diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu aktivitas yang disediakan diawal waktu sampai menjadi output.118

4) Kemampuan

Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugas.Kemampuan seorang karyawan sangat bergantung pada keterampilan yang dimiliki serta profesionalisme mereka dalam bekerja.Ini memberikan daya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diembannya kepada mereka.

5) Semangat Kerja

Ini merupakan usaha untuk lebih baik dari hari kemarin.Indikator ini dapat dilihat dari etos kerja dan hasil yang

118Ibid., 94.

dicapai dalam satu hari kemudian dibandingkan dengan hari sebelumnya.119

119Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, 104.

75

Dokumen terkait