• Tidak ada hasil yang ditemukan

Produktivitas Padi Kabupaten Barru 2014-2018

C. Tenaga Kerja

5.1 Produksi, Rasio Pertumbuhan, dan Produktivitas Komoditi Padi Dikabupaten Barru

5.1.2 Produktivitas Padi Kabupaten Barru 2014-2018

Produktivitas adalah kemampuan suatu faktor produksi seperti luas lahan dan untuk memperoleh hasil produksi per satuan luas lahan. Produktivitas adalah sejumlah masukan yang digunakan untuk mencapai sejumlah luaran.

Tanete Riaja Tanete Rilau Barru Soppen g Riaja Malluse tasi Pujanan ting Balusu Kabupat en Barru 2014-2015 (7,51) (5,71) (0,91) 3,81 7,39 55,16 (24,82) 2,04 2015-2016 18,8 -2,7 3,0 1,2 2,2 -27,6 5,2 -1,1 2016-2017 1,3 9,8 13,4 1,8 3,7 -1,0 5,6 5,8 2017-2018 8 10 2 -2 -5 6 9 4 (30,00) (20,00) (10,00) 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 (% )

35 Gambar 5. Produktivitas Komoditi Padi Di Kabupaten Barru Berdasarkan

Kecamatan.

Sumber : Data Sekunder, 2020.

Berdasarkan gambar diatas menunjukkan bahwa produktivitas komoditi padi di Kabupaten Barru berdasarkan data 7 kecamatan yaitu pada Kecamatan Tanete Riaja Produktivitas komoditi padi tertinggi yaitu pada tahun 2015 sebesar 5,84 ton/ha sedangkan produktivitas terendah pada tahun 2016 sebesar 4,95 ton/ha. Sedangkan Kecamatan Tanete Rilau produktivitas padi tertinggi pada tahun 2018 yaitu 6,2 ton/ha dan produktivitas terendah pada tahun 2014 yaitu 5,17 ton/ha. Pada Kecamatan Barru produktivitas tertinggi pada tahun 2015 yaitu 5,91 ton/ha, sedangkan produktivitas terendah pada tahun 2016 yaitu 5,06 ton/ha . Kecamatan Soppeng Riaja memiliki produktivitas tertinggi pada tahun 2018 yaitu

Tanete Riaja Tanete Rilau Barru Soppeng Riaja Maluseta si Pujanant ing Balusu 2014 5,41 5,17 5,13 5,11 4,98 4,61 5,03 2015 5,84 5,79 5,91 5,75 5,76 4,93 5,87 2016 4,95 5,48 5,06 5,30 5,12 4,99 5,10 2017 5,55 5,97 5,40 5,84 5,11 4,99 5,16 2018 5,68 6,20 5,60 6,74 5,48 5,31 5,16 4,50 5,00 5,50 6,00 6,50 7,00

Produktivitas Komoditi Padi Berdasarkan data Kecamatan (Ton/Ha)

36 2014 2015 2016 2017 2018 Kabupaten Barru 35,4 39,9 36,0 38,0 40,2 33,0 34,0 35,0 36,0 37,0 38,0 39,0 40,0 41,0 T o n/Ha

Produktivitas Komoditi Padi di Kabupaten Barru 2014-2018

6,74 ton/ha sedangkan produktivitas terendah pada tahun 2014 yaitu 5,11 ton/ha. Pada Kecamatan Malusettasi memiliki produktivitas tertinggi pada tahun 2015 yaitu 5,76 ton/ha sedangkan produktivitas terendah pada tahun 2014 yaitu 4,98 ton/ha. Pada Kecamatan Pujananting poduktivitas tertinggi pada tahun 2018 yaitu 5,31 ton/ha sedangkan produktivitas terendah pada tahun 2014 4,61 ton/ha. Kecamatan Balusu memiliki produktivitas tertinggi yaitu pada tahun 2015 sebesar 5,87 ton/ha sedangkan produktivitas terendah pada tahun 2014 yaitu 5,03 ton/ha. Gambar 6. Produktivitas Komoditi Padi Di Kabupaten Barru 2014-2018.

Sumber : Data Sekunder, 2020.

Berdasarkan gambar diatas menunjukkan bahwa produktivitas komoditi padi di Kabupaten Barru yaitu pada tahun 2014 yaitu 35,4 ton/ha, tahun 2015 yaitu 39,9 ton/ha, tahun 2016 yaitu 36 ton/ha, tahun 2017 yaitu 38 ton/ha, tahun 2018 yaitu 40,2 ton/ha.

37 Berdasarkan gambar diatas menunjukkan bahwa perkembangan jumlah produksi padi berdasarkan data per kecamatan terdiri dari Kecamatan Tanete Riaja, Tanete Rilau, Barru, Soppeng Riaja, Pujananting, Malusettasi dan Balusu. Kurva diatas menunjukkan bahwa daerah penghasil produksi padi tertinggi pada tahun 2014 yaitu Kecamatan Barru sebesar 26,384 ton dengan angka rasio pertumbuhan dari tahun 2014 ke tahun 2015 yaitu -0,91%, angka pertumbuhan mengalami (-) disebabkan karena produksi dari tahun 2014 ke 2015 menurun dari 26,384 ton ke 26,145 ton dan produktivitas padi di Kecamatan Barru tahun 2014 yaitu 5,13 ton/ha. Sedangkan pada tahun 2014 produksi terendah yaitu Kecamatan Malusettasi produksi sebesar 11,410 ton dengan angka rasio pertumbuhan 7,39%, angka pertumbuhan mengalami (+) disebabkan karena produksi dari tahun 2014 ke tahun 2015 meningkat dari 11,410 ke 12,253 ton dan produktivitas di Kecamatan Malusettasi tahun 2014 yaitu 4.98 ton/ha.

Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi pada tahun 2015 yaitu Kecamatan Barru sebesar 26,145 ton dengan angka rasio pertumbuhan yaitu 3,0%, angka pertumbuhan (+) disebabkan karena angka pertumbuhan tahun 2015 ke tahun 2016 meningkat dari 26,145 ton ke 26,931 ton. Produktivitas padi di Kecamatan Barru pada tahun 2015 yaitu 5,75 ton/ha. Sedangkan kecamatan yang memiliki produksi terendah pada tahun 2015 yaitu Kecamatan Balusu produksi sebesar 12,197 ton dengan angka rasio pertumbuhan tahun 2015 ke 2016 yaitu 5.2%, angka rasio pertumbuhan mengalami (+) disebabkan karena produksi dari tahun 2015 ke tahun 2016 meningkat dari 12,197 ton ke 12,836 ton. Produktivitas di kecamatan ini pada tahun 2014 yaitu 5,87 ton/ha.

38 Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi pada tahun 2016 yaitu Kecamatan Barru sebesar 26,931 ton dengan rasio pertumbuhan tahun 2016 ke 2017 yaitu 3,4% , angka pertumbuhan (+) disebabkan karena mengalami peningkatan produksi dari tahun 2016 ke tahun 2017 yaitu 26,931 ton ke 30,546 ton. Produktivitas di kecamtan ini pada tahun 2016 yaitu 5.06 ton/ha. Sedangkan kecamatan yang memiliki produksi terendah yaitu Kecamatan Malusettasi produksi sebesar 12,520 ton dengan raso pertumbuhan dari tahun 2016-2017 yaitu 3.7%, angka pertumbuhan (+) disebabkan karena mengalami peningkatan produksi dari tahun 2016-2017 yaitu 12,520 ton ke 12,984 ton. Produktivitas di kecamatan ini yaitu 5.12 ton/ha.

Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi pada tahun 2017 yaitu Kecamatan Barru sebesar 30,546 ton dengan rasio pertumbuhan pada tahun 2017-2018 yaitu 2%, angka pertumbuha (+) disebabkan karena mengalami peningkatan produksi dari tahun 2017-2018 yaitu 30,546 ton ke 31,040 ton. Produktivitas di kecamatan ini pada tahun 2017 yaitu 5.40 ton/ha. Sedangkan kecamatan yang memiliki produksi terendah yaitu Kecamatan Soppeng Riaja dengan rasio pertumbuhan yaitu -2%, angka pertumbuhan mengalami (-) disebabkan karena penurunan produksi terjadi pada tahun 2017-2018 yaitu 12,893 ton ke 2,6447 ton. Produktivitas di kecamatan ini pada tahun 2017 yaitu 5,84 ton/ha.

Kecamatan yang memiliki produksi tertinggi pada tahun 2018 yaitu Kecamatan Barru sebesar 31,040 ton. Produktivitas di kecamatan ini yaitu 5,60 ton/ha. Sedangan kecamatan yang memiliki produksi terendah pada tahun 2018

39 yaitu Kecamatan Malusettasi dengan produksi sebesar 12,358 ton. Produktivitas di kecamatan ini pada tahun 2018 yaitu 5.48 ton/ha.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa dari tahun 2014-2018 kecamatan penghasil produksi tertinggi yaitu Kecamatan Barru karena memiliki jumlah yang lebih besar dari kecamatan lainnya disetiap tahunnya. Sedangkan kecamatan yang memiliki produksi yang rendah adalah Kecamatan Malusettasi karena setiap tahunnya kecamatan ini mayoritas berada diposisi terendah dibandingkan kecamatan lainnya.

Berdasarkan pernyataan diatas didukung dari kutipan hasil wawancara dengan informan yaitu penyuluh Kecamatan Barru Bapak TF (47) yang mengemukakan bahwa penyebab tingginya produksi padi di Kecamatan Barru karena fakor ketersediaan pupuk yang ada dari pemerintah dan juga memiliki lahan yang sangat luas dibandingkan kecamatan lainnya. Adapun program pemerintah dalam meningkatkan produksi yaitu pembagian bibit gratis, pembuatan embun, pembuatan sumur tanah dangkar, pemberian bantuan traktor. Adapun bantuan input seperti pupuk, dan obat-obatan yang mudah didapatkan karena disediakan pemerintah. Peran penyuuh di kecamatan ini aktif dalam mengedukasi petani memberikan arahan kepada petani dilapangan. Terkait tersedianya calon lahan unuk pengembangan sawah di kecamatan ini guna meningkatkan produksi masih ada tapi berada di daerah pegunungan sedangan didaerah perokotaan sudah tidak ada calon lahan. Sedangkan berdasarkan pernyataan diatas didukung kutipan dari hasl wawancara dari informan yaitu penyuluh Kecamatan Malusettasi Ibu LS (45) yang mengemukakan bahwa

40 penyebab rendahnya produksi padi Di Kecamatan Malusettasi disebabkan karena luas lahan yang sempit atau minim sehingga produksinya rendah. Luas lahan adalah faktor uama rendahnya produksi padi di kecamatan ini. Semua kecamatan mendapat program pemerintah seperti pembagian bibit gratis, pembangunan irigasi, pembuatan sumur tanah dangkar, pembuatan embun, pemberian bantuan traktor, dan bantuan input seperti bibit, pupuk dan obat-obatan. Terkait ketersediaan calon lahan guna meningkatkan produksi padi di kecamatan ini masih ada tapi di daerah pegunungan. Didaerah pegunungan tidak mencetak sawah untuk calon lahannya disebabkan karena belum ada tindak anjut dari pemerintah.

Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa rasio pertumbuhan produksi pada tahun 2014 sampai tahun 2018 mengalami pergerakan fluktuaktif. Data rasio pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Barru 2014-2018 menunjukkan bahwa nilainya terus mengalami defisit setiap tahunnya. Dapat diamati rasio pertumbuhan produksi sejak tahun ketahun mengalami penurunan dan peningkatan. Hal ini disebabkan karna jumlah produksi dari tahun ketahun tidak stabil rentang mengalami penurunan produksi sehingga berdampak pada angka rasio pertumbuhan. Penting diketahui bahwa peningkatan produksi sangat berdampak pada angka pertumbuhan, ketika produksi menurun angka pertumbuhan mengalami (-) atau menurun, begitupun sebaliknya jika produksi meningkat mengalami (+) karena terjadi peningkatan. Untuk mempertahankan angka pertumbuhan hal yang perlu diperhatikan adalah faktor yang dapat

41 menyebabkan rendahnya produksi seperti yang dijelaskan diatas bahwa faktor utama rendahnya produksi disebabkan karena luas lahan yang minim.

Terdapat beberapa kendala lapangan yang menjadi faktor masalah utama yang belum menjadi perhatian pemerintah seperti penanggulangan lahan kritis. Hal ini disebabkan karena pengembangan kawasan sentra produksi pertanian tidak termasuk dalam program. Hal ini menyebabkan luasan lahan yang ditanami di Kabupaten Barru tidak berkembang pesat atau bertambah karena tidak ada tindak lanjut dari pemerintah setempat untuk memsukkan kendala tersebut kedalam program pemerintah yaitu dengan mengadakan prodgram percetakan sawah baru. Sehingga peninggkatan produksi padi di Kabupaten Barru tidak berkembang pesat atau meningkat secara signifikan sehingga hal ini sangat berdampak atau mempengaruhi produktivitas roduksi dan angka rasio pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Barru.

Produktivitas diperoleh dari jumlah produksi dibagian dengan luas lahan atau luas panen padi. Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa produktivitas komoditi padi di Kabupaten Barru dari tahun 2014-2018 mengalami gerakan fluktaktif yang signifikan karena angka penuruna terjadi pada tahun 2016 kemudian meningkat pada tahun 2017. Produktivitas produksi padi dari tahun ke tahun yaitu 2014-2018 disetiap kecamatan tidak stabil dan berfluktuasi. Kondisi produktivitas yang menurun disebakan karena produksi yang rendah persatuan lahan.

42 VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan yaitu sebagai berikut:

1. Rasio pertumbuhan produksi pada tahun 2014 sampai tahun 2018 mengalami pergerakan fluktuaktif. Rasio pertumbuhan produksi padi di Kabupaten Barru 2014-2018 menunjukkan bahwa nilainya terus mengalami defisit setiap tahunnya. Dapat diamati rasio pertumbuhan produksi sejak tahun ketahun mengalami penurunan dan peningkatan. Hal ini disebabkan karna jumlah produksi dari tahun ketahun tidak stabil atau rentang mengalami penurunan produksi sehingga berdampak pada angka rasio pertumbuhan. Peningkatan produksi sangat berdampak pada angka pertumbuhan, ketika produksi menurun angka pertumbuhan mengalami (-) atau menurun, begitupun sebaliknya jika produksi meningkat mengalami (+) karena terjadi peningkatan. Untuk mempertahankan angka pertumbuhan hal yang perlu diperhatikan adalah faktor yang dapat menyebabkan rendahnya produksi seperti yang dijelaskan diatas bahwa faktor utama rendahnya produksi disebabkan karena luas lahan yang minim.

2. Produktivitas diperoleh dari jumlah produksi dibagian dengan luas lahan atau luas panen padi. Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa produktivitas komoditi padi di Kabupaten Barru dari tahun 2014-2018 mengalami gerakan fluktaktif yang signifikan karena angka penuruna terjadi pada tahun 2016 kemudian meningkat pada tahun 2017. Produktivitas produksi padi dari tahun ke tahun

43 yaitu 2014-2018 disetiap kecamatan tidak stabil dan berfluktuasi. Kondisi produktivitas yang menurun disebakan karena produksi yang rendah persatuan lahan.

6.2 S

aran

Berdasarkan hasil penelitian ini maka terdapat beberapa saran yang penelitian ajukan yaitu :

1. Diharapkan Pemerintah untuk menindaklanjuti terkait ketersediaan calon lahan untuk melakukan pencetakan sawah agar luas lahan di kecamatan yang memiliki jumlah luas yang rendah mengalami peningkatan sehingga jumlah produksi padi di setiap kecamatan meningkat atau menghasilkan jumlah produksi yang besar.

2. Penyuluh dilapangan sebaiknya cepat tanggap jika terdapat masalah dilapangan untuk dikoordinasikan kepada pemerintah setempat.

44 DAFTAR PUSTAKA

Adiningsih, S, J., D. Setyorini dan T. Prihatini. 1995. Pengelolaan Hara Terpadu untuk Mencapai Produksi Pangan yang Mantap dan Akrab Lingkungan Dalam Prosiding Pertemuan Teknis Penelitian Tanah dan Agroklimat. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor.

Badan Pusat Statistik : Kabupaten Barru 2019. Kabupaten Barru dalam Angka 2019.

Badan Pusat Statistik : Kabupaten Barru 2020. Kabupaten Barru dalam Angka 2020.

Budiarti, R. 2018. Analisis Produksi Padi Di Kabupaten Sleman. Skripsi. Universitas Islam Indonesia.

Daniel, Moehar. 2004. Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara: Jakarta. Idris, F dan Risal, D. 2019. Kebijakan Pemerintah Daerah Terhadap Peningkatan

Produksi Padi Di Kabupaten Barru. Journal Of Food And Forest. Vol. 01 No. 01, Juli. 2019. Universitas Indonesia Timur.

Khayati, 2015. Pengaruh Sistem Pemberian Upah Islami Terhadap Peningkatan Produktivias Pekerja (Studi Kasus Pada Sentra Industri Tas Kendal. Skripsi. Universitas Isla negeri Waliongso Semarang.

Kholis, N. 2017. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi Di Kabupaten Malang Pada Tahun 2010-2016. Jurnal Penelitian. Vol 1, No.1. Universitas Muhammadiyah Malang.

Mardiantoro, B. 2011. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Di Desa Pulorejo Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.

Marwin, N. 2019. Analisis Efisiensi Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Balige Kabupaten Toba Samosir. Skripsi. Universitas Lampung.

Mille dan Meiners, 2000. Teori Mikroekonomika Intermediate, Penerjemahan Haris Munandar. PT Grafindo Persada, Jakarta.

45 Padi Sawah Sistem Jajaw Legowo Di Gampong Rhing Blang Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya. Skripsi. Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh.

Indah, N.V. 2019. Pengaruh Produktivitas Terhadap Pendapatan Petano Padi Dalam Perspektif Ekonomi Islam. Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intang Lampung.

Panggih, S (2018). Faktor- factor yang mempengaruhi produksi industri kecil batu bata di Kabupaten Pringsewu. Skripsi. Universitas Lampung.

Prasetio, A. 2014. Produksi dan Pendapatan Usaha Tani Padi Petani Anggota dan Non Anggota Kelompok Tani Di Desa Kopo Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Skripsi. Insitut Pertanian Bogor.

Putong, 2002. Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro, Jakarta: Ghalia Indonesia. Putri, L W. 2013. Pertumbuhan dan Produksi Empat Varietas Padi Sawah (oryza

sativa L) Hasil Speedriming Pada Lahan Salin. Skripsi. Universitas Hasanuddin.

Questibriliya, 2020. Pertumbuhan Perusahaan.

https://www.jojonomic.com/blog/pertumbuhanperusahaan/#:~:text=Definisi %20Growth%20menurut%20Kasmir%20(2012,pertumbuhan%20perekono mian%20dan%20sektor%20usahanya.%E2%80%9D. Diakses 22 Juli 2020. Ramadhani, S. 2017. Pengaruh Faktor-Faktor Produksi Terhadap Peningkatan

Pendapatan Petani Di Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Skripsi. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Ramadhani, M.A. 2014. Lingkungan Pendidikan dalam Implementasi Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan. Vol. 08. No.1 2014. Universitas Garut.

Saputra, D. 2013. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Prroduksi Di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat. Skripsi. Universitas Teuku Umar Meulabo Aceh Barat.

Sianturu, 2016. Analisis Produktivitas Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Jurnal Penelitian. Thn 2016. Universitas Jambi.

Sinaga, 2018. Penerapan Statisticl Process Control untuk meningkatkan produksi Whitebody(Studi Kasus Departemen Produksi Padi Di Indonesia). Jurnal Teknik Industri. Vol, 7 No. 4. Departemen Teknik Industri Indonesia. Sinungan, 2009. Produktivitas Apa dan Bagaimana, Jakrta: Bumi Aksara.

46 Suherman 2000. Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi

Mikro dan Makro Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sulferi, 2016. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Di Kabupaten Soppeng. Skripsi. Univeristas Islam Negeri Alauddin.

Suratiyah. 2006. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta

Tati Suhartati, 2003, ”Teori Ekonomi Mikro, Dilengkapi Beberapa Bentuk Fungsi Produksi”, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Tentoea, A.P. 2013. Analisis Produksi Padi Di Kabupaten Kendal. Skripsi, Universitas Diponegoro.

Triyanto, J. 2006. Analisis Produksi Padi Di Jawa Tengah. Tesis, Univerisitas Diponegoro.

Ummi, D. 2015. Pengaruh Produksi Padi Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru. Jurnal Penelitian. Universitas Pattimura.

Vikka, R. 2014. Analisis Produktivitas Perusahaan Gula Merah Di Desa Purbosari Kecamatan Seluma Barat Kabupaten Seluma. Skripsi. Universitas Bengkulu.

Wirawan, A. 2014. Analisis Produktivitas Tanaman Padi di Kabupaten Badung. Provinsi Bali. Jurnal Manajemen Agribisnis. Vol.2, No.1 Mei 2014. Universitas Udayana.

47

L

A

M

P

I

R

A

N

48 Lampiran 1. Distribusi Produksi Padi Di Kabupaten Barru Tahun 2019

Distribusi Produksi Padi Di Kabupaten Barru Tahun 2019

KECAMATAN PERSENTASE Malusettasi 10% Tanete Riaja 17% Pujananting 14% Tanete Rilau 12% Barru 25% Soppeng Riaja 10% Balusu 12% JUMLAH 100% Sumber : BPS, 2020.

49 Lampiran 2. Produktivitas Komoditi Padi Di Kabupaten Barru 2014-2018

NO KECAMATAN

PRODUKSI (Ton) LUAS LAHAN (Ha) PRODUKIVITAS (Ton/Ha)

2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 2014 2015 2016 2017 2018 1 Tanete Riaja 16,469 15,231 18,093 18,323 19,836 3,043 2,607 3,653 3,303 3,492 5.41 5.84 4.95 5.55 5.68 2 Tanete Rilau 13,900 13,106 12,755 14,002 15,415 2,691 2,265 2,329 2,344 2,486 5.17 5.79 5.48 5.97 6.20 3 Barru 26,384 26,145 26,931 30,546 31,040 5,142 4,423 5,323 5,654 5,547 5.13 5.91 5.06 5.40 5.60 4 Soppeng Riaja 12,059 12,518 12,670 12,893 12,647 2,358 2,176 2,392 2,207 1,877 5.11 5.75 5.30 5.84 6.74 5 Mallusetasi 11,410 12,253 12,520 12,984 12,358 2,289 2,126 2,445 2,540 2,254 4.98 5.76 5.12 5.11 5.48 6 Pujananting 13,097 20,322 14,708 14,566 15,408 2,842 4,119 2,945 2,919 2,902 4.61 4.93 4.99 4.99 5.31 7 Balusu 16,223 12,197 12,836 13,560 14,768 3,225 2,077 2,516 2,626 2,860 5.03 5.87 5.10 5.16 5.16 Kabupaten Barru 109,542 111,773 110,514 116,874 121,470 21,590 19,793 21,603 21,593 21,418 35.45 39.86 36 38 40

50 Lampiran 3. Produksi Komoditi Padi Di Kabupaten Barru 2014-2018

NO. KECAMATAN PRODUKSI (Ton) 2014 2015 2016 2017 2018

Dokumen terkait