• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2.1 Produktivitas unit penangkapan ikan lemuru

berpindah-pindah (Subani dan Barus, 1989). Bagan tancap diklasifikasikan ke dalam kelompok alat tangkap jaring angkat atau lift net.

Bagan tancap merupakan bangunan panggung yang berbentuk bujur sangkar, terbuat dari bambu dengan dimensi di atas permukaan air 5,5m x 5,5m dan di bawah permukaan air 6 m x 6 m. Pada umumnya bambu yang digunakan adalah bambu betung dan bambu apus dengan diameter 4-14 cm dan panjang antara 12-15 m. Bagan ini bersifat menetap karena memilki tiang penyangga yang menancap di dasar perairan. Jaring atau waring yang digunakan berbentuk segi bujur sangkar dengan ukuran 5 x 5 m2. Bahan jaring terbuat dari polyamide monofilament yang berwarna hitam, ukuran mata jaring kira-kira 0,4 cm dan tidak bersimpul. Setiap sudut bagian bawah jaring diberi pemberat batu yang dimasukan ke dalam sebuah rajutan yang beratnya kurang lebih 10 kg. Jaring atau waring ini diturunkan pada kedalaman 10 m dengan menggunakan tali yang di pasang antara bingkai jaring dan roller (Subani dan Barus, 1989).

5.2 Produktivitas

5.2.1 Produktivitas unit penangkapan ikan lemuru 1) Produktivitas unit penangkapan ikan lemuru per trip

Produktivitas unit penangkapan ikan lemuru per trip merupakan kemampuan unit penangkapan ikan lemuru untuk menghasilkan ikan lemuru setiap trip, artinya jumlah hasil tangkapan lemuru yang dihasilkan oleh setiap kali kapal perikanan yang mengoperasikan alat tangkap tertentu. Ikan lemuru yang dihasilkan ditangkap dari tiga alat tangkap yaitu alat tangkap purse seine, payang, dan bagan. Perhitungan yang dicari yaitu penentuan produktivitas paling tinggi dan paling rendah pada setiap alat tangkap, serta mengetahui sebab penurunan serta kenaikan dari produktivitas lemuru yang terdapat di daerah muncar.Perhitungan ini diharapkan dapat mengetahui efektifitas dan efisiensi unit penangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Pantai muncar. Perkembangan produktivitas unit penangkapan lemuru dapat dilihat pada Gambar 5, 6, dan 7, sedangkan data perhitungan yang digunakan dalam pembuatan grafik dapat dilihat di Lampiran 1.

Gambar 5 Perkembangan produktivitas unit penangkapan purse seine per trip di PPP Muncar tahun 2006-2010.

Grafik diatas menjelaskan bahwa produktivitas unit penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap purse seine pada tahun 2006-2010 mengalami penurunan. produktivitas paling tinggi terdapat pada tahun 2007 yaitu sebesar 1.197,19 kg/unit/hari, ini berarti semua armada purse seine yang ada di Muncar setiap harinya menangkap 1.197,19 kg ikan lemuru. Sedangkan produktivitas paling rendah terdapat pada tahun 2010 yaitu sebesar 435,64 kg/unit/hari. Rata-rata produktivitas purse seine yaitu 781,28 kg/unit/hari. Penurunan produktivitas unit penangkapan ikan disebabkan karena adanya penambahan unit penangkapan purse seine setiap tahunnya di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar. Hal ini menyebabkan penurunan yang sangat signifikan produktivitas lemuru di daerah Muncar. Penambahan alat tangkap purse seine di Muncar diiringi dengan bertambahnya jumlah nelayan di Muncar. Faktor ini juga salah satu yang mempengaruhi menurunnya stok ikan lemuru di Muncar. Penurunan ini menyebabkan kegiatan yang terdapat di Pelabuhan Perikanan Pantai muncar terganggu. Penurunan kesehjahteraan nelayan lemuru terjadi saat penurunan stok lemuru. Penurunan kesehjahteraan khususnya pada nelayan lemuru yang tidak memiliki armada penangkapan ikan, yaitu nelayan buruh.

1159,71 1197,19 576,72 537,16 435,64 0 500 1000 1500 2000 2006 2007 2008 2009 2010 Produktivitas (kg/unit/hari) Tahun

41

 

Gambar 6 Perkembangan produktivitas unit penangkapan payang per trip di PPP Muncar tahun 2006-2010.

Produktivitas unit penangkapan payang di Muncar dari tahun 2006-2010 mengalami fluktuasi. Terjadi pengurangan dan penambahan produktivitas disetiap tahunnya, tetapi secara umum produktivitas unit penangkapan ikan lemuru dengan alat tangkap payang pada tahun 2006-2010 mengalami kenaikan. Kenaikan ini diakibatkan adanya penurunan unit penangkapan payang yang terdapat di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar, sehingga menyebabkan produktivitas setiap unit penangkapan jumlahnya meningkat. Produktivitas paling tinggi terdapat pada tahun 2009 yaitu sebesar 108,54 kg/unit/hari. Itu berarti setiap kali penangkapan, setiap armada payang yang terdapat di Muncar dapat menangkap 108,54 kg ikan lemuru. Sedangkan produktivitas paling rendah terdapat pada tahun 2007 yaitu sebesar 42,98 kg/unit/hari. Rata-rata produktivitas payang per trip yaitu 87,27 kg/unit/hari. Jika dilihat pada grafik, terjadi penurunan produktivitas lemuru yang sangat drastis dari tahun 2006-2007. Penurunan ini dikarenakan karena adanya cuaca dan musim yang buruk sehingga terjadi penurunan jumlah stok ikan yang ada di selat Bali, sehingga kapal-kapal payang yang rata-rata berukuran kecil tidak bisa menjangkau daerah penangkapan yang lebih jauh, padahal adanya keadaan ini harusnya kapal-kapal yang mengoperasikan alat tangkap payang mencari

88,15 42,98 101,37 108,54 95,34 0 30 60 90 120 150 2006 2007 2008 2009 2010 Produktivitas (kg/unit/hari) Tahun

daerah penangkapan ikan lemuru lebih jauh, tetapi karena ukuran kapal-kapal payang relatif kecil maka nelayan tidak dapat melaut, karena adanya hal tersebut sehingga berpengaruh terhadap produktivitas ikan lemuru di daerah Muncar.

Gambar 7 Perkembangan produktivitas unit penangkapan bagan per trip di PPP Muncar tahun 2006-2010.

Grafik diatas menjelaskan bahwa produktivitas penangkapan lemuru oleh alat tangkap bagan per trip di Muncar mengalami fluktuasi. Terjadi peningkatan dan penurunan produktivitas disetiap tahunnya, tetapi secara umum produktivitas unit penangkapan ikan lemuru dengan menggunakan alat tangkap bagan per trip mengalami penurunan. Produktivitas lemuru paling tinggi terdapat pada tahun 2006 yaitu sebesar 28,37 kg/unit/hari, sedangkan produktivitas paling rendah terdapat pada tahun 2010 yaitu sebesar 4,78 kg/unit/hari. Rata-rata produktivitas bagan per trip yaitu sebesar 10,93 kg/unit/hari. Penurunan produktivitas lemuru ini disebabkan karena adanya cuaca buruk yang terjadi di daerah Muncar, hal ini berpengaruh terhadap ketersediaan stok ikan lemuru yang terdapat di Muncar. Keadaan ini memaksa nelayan bagan tidak melaut, kerena nelayan bagan tidak mempunyai kapal yang dapat menjangkau daerah penangkapan ikan lemuru yang lebih jauh, sehingga produktivitas unit penangkapan bagan mengalami penurunan.

28,37 7,02 6,91 7,59 4,78 0 10 20 30 2006 2007 2008 2009 2010 Produktivitas (kg/unit/hari) Tahun

43

 

2) Produktivitas unit penangkapan ikan lemuru per tahun

Produktivitas unit penangkapan ikan lemuru per tahun adalah hasil tangkapan yang dapat dihasilkan oleh setiap armada penangkapan untuk menangkap ikan lemuru per tahun. Produktivitas yang dihitung adalah produktivitas unit penangkapan ikan lemuru dari tahun 2006 sampai 2010. Perkembangan produktivitas lemuru di PPP Muncar dapat dilihat pada Gambar 8, 9, dan 10, sedangkan data perhitungan yang digunakan dalam pembuatan grafik dapat dilihat di Lampiran 2.

Gambar 8 Perkembangan produktivitas unit penangkapan purse seine per tahun di PPP Muncar tahun 2006-2010.

Grafik diatas menjelaskan bahwa produktivitas purse seine per tahun di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar mengalami penurunan dari tahun 2007-2008. Penurunan ini disebabkan karena adanya penambahan jumlah armada purse seine yang terdapat di daerah Muncar. Produktivitas paling tinggi terdapat pada tahun 2007 yaitu sebesar 287.325,44 kg/unit/tahun, artinya bahwa setiap tahunnya masing-masing unit armada penangkapan purse seine di Muncar dapat menghasilkan 287.325,44 kg ikan lemuru. Sedangkan produktivitas paling rendah terdapat pada tahun 2010 yaitu sebesar 104.553,91 kg/unit/tahun. Rata-rata produktivitas purse seine per tahun yaitu sebesar 187.508,19 kg/unit/tahun.

278.330,47 287.325,45 138.412,74 128.918,42 104.553,91 0 50000 100000 150000 200000 250000 300000 350000 2006 2007 2008 2009 2010 Produktivitas (kg/unit/tahun) Tahun

Produktivitas payang per tahun di Muncar mengalami kenaikan dan penurunan. Akan tetapi secara rata-rata, produktivitas payang per tahun di Muncar mengalami kenaikan. Rata-rata produktivitas payang per tahun yaitu 27.230,53 kg/unit/tahun. Produktivitas paling tinggi pada unit penangkapan payang terdapat pada tahun 2009 yaitu sebesar 33.864,33 kg/unit/tahun, ini berarti pada tahun 2009, masing-masing armada payang menghasilkan 33.864,33 kg ikan lemuru. Sedangkan produktivitas terendah payang terdapat pada tahun 2007 yaitu sebesar 13.410,49 kg/unit/tahun.. Kenaikan produktivitas pada tahun 2007-2008 terjadi karena berkurangnya jumlah unit payang yang terdapat di Muncar, sehingga akan mengakibatkan kenaikan produktivitas setiap unit penangkapan payang di Muncar. Perkembangan produktivitas payang per tahun dapat dilihat pada Gambar 9.

Gambar 9 Perkembangan produktivitas unit penangkapan payang per tahun di PPP Muncar tahun 2006-2010.

Perkembangan produktivitas unit penangkapan ikan lemuru per tahun dengan menggunakan alat tangkap bagan di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar pada tahun 2006-2010 mengalami penurunan. Produktivitas paling tinggi terdapat pada tahun 2006 yaitu sebesar 8851,11 kg/unit/tahun, sedangkan produktivitas unit penagkapan ikan lemuru dengan alat tangkap bagan paling rendah terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 1094,86 kg/unit/tahun. Rata-rata produktivitas

27.501,69 13.410,79 31.628,34 33.864,33 29.747,52 0 9000 18000 27000 36000 2006 2007 2008 2009 2010 Produktivitas (kg/unit/tahun) Tahun

45

 

bagan per tahun yaitu sebesar 3193,33 kg/unit/tahun. Penurunan produktivitas unit penangkapan ikan lemuru dengan menggunakan alat tangkap bagan per tahun diakibatkan karena adanya habisnya stok sumber daya ikan karena pada tahun sebelumnya alat tangkap bagan yang beroperasi lebih besar jumlahnya, sehingga sumberdaya ikan yang terdapat di perairan Muncar berkurang. Perkembangan produktivitas unit penangkapan bagan per tahun di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar dapat dilihat pada Gambar 10.

Gambar 10 Perkembangan produktivitas unit penangkapan bagan per tahun di PPP Muncar tahun 2006-2010.

Dokumen terkait