BAB III. METODE PENELITIAN
B. Profil Dinas Perhubungan Kota Makassar
1.Visi dan Misi Dinas Perhubungan Kota Makassar a. Visi
“Menuju transportasi perkotaan yang terpadu, berkelanjutan, berorientasi global, serta ramah lingkungan.
Makna pokok yang terkandung dalam visi dinas perhubungan Kota Makassar tersebut, antara lain:
1. Transportasi perkotaan, secara harfiah mengandung makna transportasi yang dapat melayani dan dan beroperasi di wilayah perkotaan Makassar dan sekitarnya.
2. Pelayan transportasi harus sinergi dengan moda-moda transportasi lainnya, yaitu transportasi darat, laut dan udara.
3. Berkelanjutan adalah pembangunan dan pelayanan transportasi dilakukan terus menerus tidak tergantung dengan kondisi apapun.
4. Berorientasi global, artinya sejalan dengan visi kota Makassar, maka pembangunan transportasi harus sejalan dengan perkembangan teknologi dan bermanfaat bagi masyarakat.
5. Ramah lingkungan, artinya teknologi transportasi yang dipilih haruslah teknologi yang ramah terhadap lingkungan guna kelangsungan bumi.
b. Misi :
1. Mewujudkan sarana transportasi yang aman, handal, ramah lingkungan dan terjangkau lapisan masyarakat.
2. Mewujudkan prasarana transportasi yang berkualitas dan memiliki standar nasional dan internasional.
3. Meningkatkan kenyamanan dan keselamatan transportasi.
4. Meningkatkan aksebilitas masyarakat terhadap terahadap pelayanan jasa transportasi.
5. Meningkatkan manajemen transportasi perkotaan yang mudah di akses melalui jaringan transportasi terpadu.
6. Memberdayakan sumber daya aparatur dan meningkatkan kesadaran masyarakat dengan budaya tertib berlalu lintas.
7. Memperkecil tingkat pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh transportasi.
c. Kebijakan :
1. Peningkatan pengadaan, pemeliharaan sarana dan prasarana perhubungan.
2. Peningkatan manajemen transportasi perkotan.
3. Peningkatan pelayanan angkutan anak sekolah gratis.
4. Peningkatan pelayanan angkutan massal.
5. Peningkatan sumber daya aparatur yang cakap, terampil dan terciptanya kesadaran masyarakatterhadap budaya tertib berlalu lintas.
6. Peningkatan pengawasan dan pengendalian operasional lalu lintas dan angkutan.
7. Peningkatan kenyamanan dan keselamatan transportasi.
2. Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kota Makassar
Semua Organisasi yang ada di dunia pasti memiliki struktur organisasi.
Dengan struktur organisasi yang baik maka kerja organisasi dapat berjalan dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Menurut Handjito (2001), organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar yang memungkingkan anggota mencapai tujuan yang tidak dapat di capai melalui tindakan secara terpisah.
Berdasarkan pengertian diatas, menunjukkan bahwa organisasi merupakan wadah untuk bekerjasama dari sejumlah orang secara formil dalam mencapai suatu tujuan. Dari sekumpulan orang-orang yang ada didalam organisasi diberikan tugas dan wewenang sesuai dengan keahliannya. Maka sangat diperlukan dibentuk sebuah struktur organisasi yang akan memberikan gambaran tentang kedudukan, tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing individu dalam organisasi.
Adapun struktur organisasi yang dimiliki oleh dinas perhubungan Kota Makassar adalah :
1. Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar.
2. Sekretaris.
a. Kepala sub bagian umum dan kepegawaian.
b. Kepala sub bagian keuangan.
c. Kepala sub bagian perlengkapan.
3. Kepala bidang lalu lintas.
a. Kepala seksi prasarana lalu lintas b. Kepala seksi manajemen lalu lintas.
c. Kepala seksi rekayasa lalu lintas.
4. Kepala bidang angkutan.
a. Kepala seksi angkutan barang.
b. Kepala seksi angkutan orang.
c. Kepala seksi angkutan laut.
5. Kepala bidang pengendalian operasional.
a. Kepala seksi pengumpulan dan pengelohan data.
b. Kepala seksi ketertiban LLAJ.
c. Kepala seksi bimbingan keselamatan LLAJ.
6. Kepala bidang teknik sarana dan prasarana.
a. Kepala seksi perparkiran b. Kepala seksi terminal.
c. Kepala seksi teknik teknik kendaraan dan perbengkelan.
7. Kepala UPTD Pengujian kendaraan bermotor.
a. Kepala tata usaha UPTD-PKB.
C. Profil Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gowa.
Berdasarkan peraturan Pemerintah RI Nomor : 8 Tahun 1995 Kabupaten Gowa ditunjuk sebagai salah satu daerah Tingkat II percontohan urusan pemerintahan di bidang perhubungan yang dituangkan dalam peraturan menteri Nomor 22 tahun 1990, Tentang penyerahan sebagai urusan dalam bidang lalu lintas dan angkutan jalan kepada Dareah Tingkat II.
Konsekwensi dari peraturan pemerintah RI Nomor : 22 Tahun 1990 dan Nomor : 8 Tahun 1995, Maka dibentuk Dinas Lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ). Selanjutnya berubah menjadi Dinas perhubungan Kabupaten Gowa berdasarkan undang-undang Nomor : 22 Tahun 1999 dan peraturan daerah Kabupaten Gowa Nomor : 03 Tahun 2001 Tentang pembentukan organisasi dan tata kerja Dinas-dinas Kabupaten Gowa.
Pada tahun 2008, Dinas perhubungan Kabupaten Gowa berubah menjadi Dinas perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gowa berdasarkan :
1. Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor : 3 Tahun 2008, Tentang : Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Gowa.
2. Peraturan Daerah Nomor : 7 Tahun 2008, Tentang Organisasi dan tata kerja Dinas daerah kabupaten Gowa ( Lembaran Daerah Kabupaten Gowa Tahun 2008 Nomor : 7 ).
Dengan berubahnya Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa menjadi dinas perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gowa, maka kantor
informasi dan komunikasi ( Infokom ) di hapus dan sebagian besar urusan/
kegiatan kantor infokom masuk dalam Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gowa dan sebagian lagi bergabung dengan unit yang terkait.
1. Visi Misi Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informasi Kabupaten Gowa.
a. Visi
“ Terwujudnya kualitas dan kuantitas penyelenggaraan pelayanan perhubungan komunukasi yang handal dalam rangka mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi.”
Makna pokok yang terkandung dalam visi Dinas Perhubungan Komunikasi dan informasi kabupaten gowa yaitu:„ Dinas prhubungan komunikasi dan informasi Kabupaten Gowa, melalui penyelenggaraan pelayanan yang professional diharapkan mampu mendorong terwujudnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku dimasyarakat sehingga tercipta lalu lintas yang selamat aman dan tertib.
b. Misi
Adapun Misi dari Dinas perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa yaitu :
a. Menciptakan peningkatan kualitas pelayanan umum dan tertib penyelenggaraan administrasi perkantoran melalui pemberdayaan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA).
b. Menciptakan penyelenggaraan pelayanan jasa perhubungan komunikasi dan informasi yang berkelanjutan dan kesesuaian guna terwujudnya penyelenggaraan pelayanan yang selamat, aman dan efesien dan dapat dipertanggungjawabkan.
c. Mewujudkan peningkatan jaringan sistem informasi manajemen penyelenggaraan perhubungan komunikasi dan informasi secara terkoordinasi antara pemerintah daerah secara terpadu dan berkesinambungan.
2. Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informasi Kabupaten Gowa.
Semua Organisasi yang ada di dunia pasti memiliki struktur organisasi.
Dengan struktur organisasi yang baik maka kerja organisasi dapat berjalan dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Menurut Handjito (2001), organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar yang memungkingkan anggota mencapai tujuan yang tidak dapat di capai melalui tindakan secara terpisah.
Berdasarkan pengertian diatas, menunjukkan bahwa organisasi merupakan wadah untuk bekerjasama dari sejumlah orang secara formil dalam mencapai suatu tujuan. Dari sekumpulan orang-orang yang ada didalam organisasi diberikan tugas dan wewenang sesuai dengan keahliannya. Maka sangat diperlukan dibentuk sebuah struktur organisasi yang akan memberikan gambaran tentang kedudukan, tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing individu dalam organisasi.
Adapun struktur organisasi yang dimiliki oleh dinas perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowaadalah :
1. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi kab. Gowa.
2. Sekretaris.
a. Kepala sub bagian umum dan kepegawaian.
b. Kepala sub bagian perencanaan dan pelaporan.
c. Kepala sub bagian keuangan.
3. Kepala bidang lalu lintas dan angkutan.
d. Kepala seksi lalu lintas e. Kepala seksi angkutan.
f. Kepala seksi pengujian dan perizinan.
4. Kepala bidang teknis sarana dan prasarana.
a. Kepala seksi pembinaan operasional.
b. Kepala seksi peralatan dan pemeliharaan.
c. Kepala seksi terminal dan perpakiran.
5. Kepala bidang informasi dan telematika.
a. Kepala seksi media cetak dan teknologi informasi.
b. Kepala seksi pembinaan radio film dan televisi.
c. Kepala seksi pos dan Telekomunikasi.
6. Kepala bidang pelayanan dan Informasi.
a. Kepala seksi promosi pameran dan penerbitan.
b. Kepala seksi pemb. klp komunikasi dan informasi Masyararakat.
c. Kepala seksi penyuluhan Mobile.
D. Karakteristik Informan
Karakteristik Informan akan dipaparkan berdasarkan jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan.
1. Karakteristik Informan Berdasarkan Jenis Kelamin
Keterangan Frekuensi Presentase %
Laki - Laki 9 90 %
Perempuan 1 10 %
Jumlah 10 100 %
Sumber : Diolah dari data Wawancara, September 2016
Distribusi informan jenis kelamin berdasarkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa 9 orang berjenis kelamin laki-laki atau sebesar 80 persen, 2 orang berjenis kelamin perempuan atau sebesar 10 persen dari keseluruhan jumlah informan.
2. Karakteristik Informan Berdasarkan Umur.
Karakteristik informan berdasarkan umur dapat dilihat pada table di bawah ini :
Keterangan Frekuensi Presentase %
31-40 6 60 %
40-60 4 40 %
Jumlah 10 100 %
Sumber : Diolah dari data Wawancara, September 2016
Distribusi informan mengenai umur berdasarkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa kebanyakan informan memiliki umur yang berkisar dari 31-40 sebanyak 6 orang informan atau sebesar 60 persen, informan yang berumur 31- 40-50 sebanyak 4 orang informan atau sebesar 40 persen dari keseluruhan informan.
3. Karakteristik Informan Berdasarkan Tingkat Pendidikan.
Karakteristik informan berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Keterangan Frekuensi Presentase %
S 1 7 70 %
SMA 0 0 %
SMP 3 30 %
SD 0 0 %
Jumlah 10 100 %
Sumber : Diolah dari data Wawancara, September 2016
Distrubusi informan mengenai tingkat pendidikan berdasarkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa yang berpendidikan S1 sebanyak 7 orang atau sebesar 70 persen, informan yang berpendidikan SMA atau sebesar 0 persen, informan yang berpendidikan SMP 3 orang atau sebesar 30 persen dan orang yang berpendidkan SD atau sebesar 0 persen dari keseluruhan jumlah informan.
4. Karakteristik berdasarkan pekerjaan.
Karakteristik informan berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Keterangan Frekuensi Presentase %
Pegawai 5 50 %
Staf 2 20 %
Sopir 3 30 %
Jumlah 10 100 %
Sumber : Diolah dari data Wawancara, September 2016
Distribusi informan mengenai pekerjaan berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa 5 orang yang bekerja sebagai pegawai atau 50 persen,
2 orang yang bekerja sebagai staf atau sebesar 20 persen, dan 3 orang yang bekerja sebagi sopir atau sebesar 30 persen dari keseluruhan jumlah informan.
5. Karakteristik informan berdasarkan pendapatan.
Karakteristik informan berdasarkan pendapatan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Keterangan Frekuensi Presentase %
<Rp 500.000 – 1.500.000 5 50 %
2.000.000 – 4.000.000 5 50 %
Jumlah 10 100 %
Sumber : Diolah dari data Wawancara, September 2016
Distribusi informan pendapatan perbulan perbulan berdasarkan pada tabel di atas menunjukkan bahwa 5 orang berpenghasilan kurang lebih Rp 500.000 – Rp 1.500.000 perbulan atau sebesar 50 persen, dan 5 orang yang berpenghasilan dari Rp 2.000.000 – 3.000.000 perbulan atau sebesar 50 persen dari keseluruhan jumlah informan.
E. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hal ini penulis menyajikan semua data yang diperoleh dengan cara wawancara kepada responden di Dinas Perhubungan Kota Makassar dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowan yang berhubungan dengan Koordinasi Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa Dengan Pemerintah Kota Makassar Dalam Penataan Operasional Angkutan Truk 10 Roda Di Kota Makassar. Dalam variabel koordinasi antar kedua instansi tersebut dalam upaya penataan operasional angkutan truk 10 roda di Kota Makassar, Penulis
menjabarkan kedalam beberapa indikator yang di uraikan menjadi beberapa pertanyaan-pertanyaan.
1. Komunikasi
Komunikasi tidak dapat dipisahkan dari koordinasi, karena komunikasi, sejumlah unit dalam organisasi akan dapat dikoordinasikan berdasarkan rentang dimana sebagaian besar ditentukan oleh adanya komunikasi. Adapun indikator dari variabel Komunikasi adalah : a). Tukar menukar pendapat, b).Pesan atau ide.
, dan c). Komunikasi untuk merubah sikap.
1.a. Tukar Menukar Pendapat.
Tukar menukar pendapat yang di maksud adalah adanya pertukaran informasi dilakukan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain dengan menyampaikan pendapat agar hubungan keduanya terjalin dengan baik.
Berikut wawancara peneliti dengan Kabag Humas Dinas perhubungan Kota Makassar, mengatakan bahwa :
“ Tetap berkomunikasi dengan Dinas perhubungan Kabupaten Gowa, karena saya menganggap dengan komunikasi itu kitadapat bertukar pendapat serta bisa menyatukan presepsi dalam penataan terkait jalur angkutan truk baik 10 roda maupun truk sumbu 8 dan komunikasi juga membuat hubungan kami tetap berjalan.” ( As, Wawancara Tanggal 18 April 2017 )
Pernyataan Kabag Humas Dinas Perhubungan Kota Makassar tentang Komunikasi memperlihatkan bahwa tukar menukar pendapat atau informasi yang dilakukan kedua instansi sangat di butuhkan unuk dapat menyatukan pendapat di dalam penataan truk 10 yang akan beroperasi di Kota Makassar sehingga dapat mewujudkan tujuan masing-masing kedua instansi tersebut
Kemudian wawancara peneliti dengan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa mengatakan bahwa :
“Tetap ada komunikasi dengan Dinas Perhubungan kota Makassar, bahkan ini sudah pernah duduk bersama yang mana Makassar itu di wakili Kepala Dinas Perhubungan, Meskipun yang diharapkan hadir itu Bapak Walikota termasuk juga di Gowa yang diharapkan hadir adalah Bapak Bupati tetapi diwakili oleh Kepala Dinas perhubungan Masing-masing, bahkan sudah pernah dipertemukan dua kali tetapi hasil dari pertemuan itu membuat tempat penampungan diperbatasan yang tidak mengganggu jam operasi di Gowa dan tidak mengganggu operasi di Makassar.” ( Ak, Wawancara Tanggal 19 April 2017 ).
Hasil wawancara dengan informan diatas menunjukkan bahwa Komunikasi memang menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam mencapai tujuan bersama dalam penataan angkutan truk 10 roda di kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Walaupun dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa tidak bisa hadir maupun dan hanya mengutus pegawai lain dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa yang menghadiri undangan dari Dinas Perhubungan Kota Makassar, mereka tetap melakukan komunikasi dengan baik agar kedua instansi tersebut tidak putus dan saling menghargai ketika ada kegiatan/agenda yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Makassar sehingga hal ini dapat mengurangi misskomunikasi antara kedua instansi .
Hasil wawancara dengan salah satu Staf Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Makassar mengatakan bahwa :
“ Komunikasi yang dilakukan selama ini dengan dinas perhubungan Kabupaten Gowa terjalin dengan baik, meskipun komunikasi yang dilakukan terkadang hanya lewat sms atau telpon karena Saya ingin hubungan kami ( Dinas Perhubungan Kota Makassar dengan Dinas
Perhubungan Kabupaten Gowa) berjalan dengan baik sehingga menghindari misskomunikasi.”( Iw, Wawancara Tanggal 21 April 2017 ) Kemudianwawancara peneliti dengan Staf Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa dalam wawancaranya dengan peneliti mengatakan bahwa :
“ Komunikasi tetap kami lakukan apabila pihak kami ( Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa ) tidak dapat hadir ataupun adanya orang pengganti yang kami tunjuk untuk menghadiri undangan dari Dinas Perhubungan Kota Makassar.”( Dw, Wawancara Tanggal 19 April 2016 )
Dari hasil wawancara dengan 2 (dua) staf diatas menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan dalam menyampaikan tukar pendapat tidak hanya bisa dilakukan dengan pertemuan langsung tetapi bisa dilakukan melalui sms maupun telepon. Tetapi intinya melalui telepon dan sms tetap bisa saling berkomunikasi karena memang menjadi sebuah kebutuhan antara Dishub Gowa dan Dishub Makassar yang namanya komunikasi apabila dalam menjalankan aturan masing-masing, kapan tidak ada komunikasi dalam menjalankan aturan yang telah ditetapkan maka bisa mengakibatkan konflik.
Berikutpernyataan yang disampaikan Koordinator Lalu Lintas Angkutan Jalan ( LLAJ ) mengatakan bahwa :
“ Komunikasi yang dilakukan antara Dinas Perhubungan Kota Makassar dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa dalam hal penataan truk 10 roda di Kota Makassar cukup baik atau berjalan dengan baik ini dibuktikan dengan adanya penjagaan yang dilukan oleh anggota LLAJ setiap hari Senin – Sabtu yang perintahkan langsung oleh kepala Dinas dalam menjaga truk 10 roda yang beroperasi pada siang hari.” ( Hy, Wawancara Tanggal 21 April 2017 )
Selanjutnya wawancara peneliti dengan salah seorang sopir truk 10 roda mengatakan bahwa :
“ Apa yang dilakukan antara kedua dinas ini cukup baik karena kita selaku sopir atau pengemudi sudah tidak bebas lagi beroperasi pada siang hari karena ada LLAJ yang menjaga di perbatasan antara Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa.”(Sf, Wawancara Tanggal 22 April 2017 )
Hasil wawancara dengan 2 (dua) informan diatas ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh kedua instansi Dinas perhubungan dalam menerapkan aturan jam operasional angkutan truk 10 di Kota Makassar sudah dilaksanakan baik meskipun belum terlaksana secara efektif. Berdasarkan observasi dan penelitian yang dilakukan oleh peneliti komunikasi selalu dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Makassar dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa adalah untuk saling terus berhubungan satu sama lain agar proses upaya penataan operasional angkutan truk 10 roda di Kota Makassar ini berjalan dengan sesuai yang sudah direncanakan, dan untuk menghindari dari kesalahan-kesalahan dalam menjalankan program-program yang telah disepakati sehingga kedua instansi ini memanfaatkan kesempatan-kesempatan tertentu untuk selalu berkomunikasi..
1.b. Pesan atau Ide
Pesan atau ide adalah: Setiap pemberitahuan atau Komunikasi baik lisan atau tulisan yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain. Pesan merupakan seperangkat lambang bermakna yang di sampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa gagasan atau pendapat yang sudah di tuangkan dalam suatu bentuk komunikasi yang kemudian diteruskan kepada orang lain atau komunikan.
Berikut wawancara peneliti dengan Kabag Humas Dinas perhubungan Kota Makassar, mengatakan bahwa :
“Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa kami selalu berkomunikasi agar proses baik itu yang sifatnya teknisi maupun pengawasan truk 10 roda selalu saling percaya dengan aktifnya anggota-anggota dilapangan sehingga saya rasa itu menjadi faktor pendukung, tanpa adanya rasa saling percaya saya rasa akan terhambat karena itu sudah menjadi cultur yang senantiasa kita jaga sesama instansi pemerintahan”. ( As. Wawancara Tanggal 18 April 2017).
Dari hasil wawancara dengan Kabag Humas Dinas Perhubungan Kota Makassar Menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Makassar tetap membangun sinergitas untuk menjalankan regulasi yang sudah ditetapakan sehingga ada rasa saling percaya karena tetap mengedepankan komitmen.
Wawancara peneliti dengan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa menyatakan bahwa:
“ Terkait aturan PERBUP dan PERWALI yang sudah diterapkan di kedua kabupaten Kota ini dalam penentuan jam operasional, bahkan Bapak Bupati pernah mengatakan tidak melarang mencari nafkah di Gowa tetapi ada jam-jam tertentu yang harus kita tempuh katakanlah operasi di Gowa Jam 6 Pagi Sampai Jam 5 sore karena kapan beroperasi dari jam 6 pagi sampai jam 6 pagi lagi otomatis menimbulkan banyak mudarat antara lain mengganggu istrahat warga yang ada disekitar jalan yang dilalui mobil truk 10 roda dan sopir tidak tidur juga dan kapan sopir tidak tidur maka mengakibatkan kecelakaan.”( Ak, Wawancara Tanggal 19 April 2017 ) Dari hasil wawancara peneliti dengan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa menunjukkan bahwa Komunikasi yang dilakukan antara kedua instansi tersebut sudah terlaksana dengan baik karena adanya tukar pendapat yang dilakukan kedua instansi dan itu saling terkait dan saling membutuhkan dalam mewujudkan tujuan masing-masing
instansi tersebut, meskipun aturan di Gowa adalah PERBUP dan aturan di Makassar adalah PERWALI yang jelas berbeda tetapi subtansinya sama dari kedua aturan ini.
Wawancara peneliti dengan Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Makassar Menyatakan bahwa:
“Saat ini kami telah melakukan Koordinasi terhadap satuan kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa dalam hal optimalisasi penjagaan truk 10 roda yang beroperasi pada siang hari sesuai dengan regulasi yang ada”
(Af, Wawancara Tanggal21 April 2017).
Dari hasil wawancara dengan Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Makassar menunjukkan bahwa ada sinergitas yang dibangun antara kedua instansi dalam penataan operasional angkutan truk 10 roda dengan aktifnya komunikasi yang dilakukan sehingga penjagaan begitu maksimal.
Hasil wawancara dengan Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa menyatakan Bahwa :
“ Prosesnya akan berlangsung dari satuan kerja, jika tidak ada lagi koordinasi yang baik sesama pimpinan dan saling percaya untuk terus mengawasi truk 10 roda yang beropersasi pada aturan yang telah ditetapkan maka akan sulit di lakukan penataan truk 10 roda di Kota Makassar dan di Kabupaten Gowa” (Ah, Wawancara Tanggal 19 April 2017)
Dari hasil wawancara dengan Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa menunjukkan bahwa dapat membangun kerjasama, semangat kerja dan suatu hubungan emosional yang baik sesama anggota yang bertugas dilapangan maupun sesama instansi.
Hasil wawancara peneliti dengan Koordinator Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Makassar menyatakan bahwa:
“ Konteks kita akan tetap berkorelasi atau dengan bahasa lain bersinergi dengan dinas berhubungan Kabupaten Gowa serta instansi yang terkait meski ketat dalam artian pegawasan terhadap aturan yang telah pemerintah kota makassar terapkan sehingga tidak ada ketimpangan dan masalah yang terjadi apabila ada anggota dilapangan melakukan penertiban terhadap truk 10 roda yang melanggar dari Kabupaten Gowa”. (Hy. Wawancara Tanggal21 April 2017) .
Dari hasil wawancara dengan Koordinator Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kota Makassar menunjukkan bahwa tetap konsisten dalam menjalankan aturannya itu di buktikan dengan tiap bidang yang ada di SKPD Dinas Perhubungan Kota Makassar menjalankan sesuai dengan tupoksinya meskipun ada bidang yang diterjunkan langsung kelapangan secara bersamaan tetapi bidang tersebut menjalankan dengan profesional dengan menilang apabila ada truk 10 roda yang melanggar.
Wawancara peneliti dengan Staf Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa menyatakan bahwa :
“ Koordinasi akan berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan jika ada sinergitas antara pimpinan yang satu kepimpinan yang lain begitu pun antara pimpinan dan bawahan karena informasi yang kita dapat dilapangan berdasarkan laporan anggota yang diterjunkan kelapangan tanpa terlepas dari pengawasan pimpinan tetapi intinya saling percaya antar sesama anggota khususnya yang ada dalam naungan Dinas perhubungan Kota Makassar”. (Dw, Wawancara Tanggal 19 April 2017).
Dari hasil wawancara peneliti dengan Staf seksi angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gowa menunjukkan bahwa dalam memajukan atau menjalankan aturan yang sudah ditetapkan baik PERBUP atau pun PERWALI memang sangat penting yang namanya komunikasi apalagi kedua daerah ingin melihat wilayahnya berkembang sehingga ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Gowa dalam hal ini PERBUP No 12 tahun 2012 memang