BAB IV HASIL PENELITIAN DAN INTERPRETASI DATA
4.4 Profil Informan Penelitian
4.4.1. Tim Ahli atau Pembimbing Kegiatan Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015
Nama : Ni Made Juwita Rahayu Usia : 43 tahun
Etnis : Bali
Agama : Hindu
Pendidikan Terakhir : S3
Pekerjaan Responden : Pensiunan TNI AD
Ibu Juwita merupakan tim ahli dalam bidang pengabdian masyarakat, dan telah mengikuti kegiatan Ekspedisi NKRI sebanyak 2 kali. Mengikuti kegiatan Ekspedisi NKRI merupakan kemauan sendiri. Menurutnya anggota Ekspedisi NKRI harus memenuhi kriteria keilmuan yang diperlukan bidang penilitian yang ditujukan. Kegiatan Ekspedisi NKRI dilaksanakan berdasarkan permintaan masyarakat dan program kerja yang dirangkum sebelumnya yang melibatkan semua pihak lembaga terkait. Kendala yng dihadapi selama Ekspedisi NKRI adalah kedisiplinan dan kepatuhan peserta sehingga terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Menurutnya nilai kebangsaan yang di internalisasikan dalam kegiatan
Ekspedisi NKRI ialah toleransi dan menghormati perbedaan melalui kebersamaan dan kekompakan pelaksanaan tugas. Nilai yang penting untuk diinternalisasikan kepada peserta menurutnya adalah nilai solidaritas, nilai toleransi dan tanggung jawab.
Nama : Bima Bayusena, M.Hum Usia : 35 tahun
Etnis : Bali
Agama : Hindu
Pendidikan Terakhir : Magister Pekerjaan Responden : Dosen
Bapak Bima merupakan tim ahli dalam bidang sosial budaya, beliau telah menjadi tim ahli dalam kegiatan Ekspedisi NKRI sebanyak 4 kali. Menjadi tim ahli merupakan kemauan sendiri. Menurutnya, hal yang melatarbelakangi Ekspedisi NKRI 2015 dalam melaksanakan suatu kegiatan yaitu kebutuhan data dalam batas kemampuan ekspedisi, sehingga dapat ditangani dengan baik. Kegiatan Ekspedisi melibatkan semua pihak (TNI/POLRI, Pemerintah, Mahasiswa, dan Masyarakat.). Salah satu tugas tim ahli adalah menyeleksi atau memberikan penilaian kepada anggota Ekspedisi NKRI. Menurutnya kendala yang dihadapi adalah masalah kesiapan internal maupun kerjasama dengan pihak luar, dalam hal ini Kementrian terkait. Kegiatan Ekspedisi NKRI menginternalisasikan nilai kebangsaan mulai dari tataran kognisi (misalnya, pengetahuan mengenai Indonesia), persepsi (misalnya, penilaian mengenai keberagaman), afeksi (misalnya, sikap toleran dan solidaritas sebangsa dan
setanah air). Beliau juga menambahkan bahwa nilai solidaritas dan nilai toleransi penting dan harus dimulai dari pengetahuan yang benar dan berdasar empiris mengenai Indonesia.
4.4.2. Penanggung Jawab Lapangan Kepala Bagian Wilayah
Nama : Kapten Suparyanto Usia : 56 Tahun
Etnis : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : Pendidikan Umum STM Mesin Jabatan/tingkat : Secapa – AD/Dankompi
Pak Suparyanto adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 yang bertugas menjadi kepala bagian wilayah dan bertanggung jawab mengawasi jalannya kegiatan ekspedisi di wilayahnya. Ekspedisi kali ini merupakan pengalamannya yang pertama dan merupakan penugasan dari atasannya. Menurutnya kegiatan ekspedisi baik, karena membantu masyarakat sekitar misalnya, sekolah yang belum ada MCK terutama sekolah pedalaman, perbaikan jalan rusak, dan pengobatan. Kendala yang dihadapi selama kegiatan adalah dukungan transportasi yang kurang memadai. Nilai kebangsaan yang diinternalisasikan dalam kegiatan ini adalah nilai toleransi.
Kepala Operasional
Usia : 32 Tahun
Etnis : Jawa
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : Sekolah militer Jabatan/tingkat : Perwira
Pak Bayu merupakan Kepala Operasional lapangan yang bertanggung jawab atas jalannya kegiatan di sub korwil Bali. Mengikuti kegiatan Ekspedisi NKRI sebanyak 1 kali atas surat perintah dari atasan pada kegiatan Ekspedisi NKRI Kepulauan Nusa Tenggara 2015. Nilai kebangsan yang di internalisasikan pada kegiatan ekspedisi ini di contohkannya terkandung pada pelaksanaan upacara bendera, apel pagi dan malam. Nilai yang juga di internalisasikan adalah nilai solidaritas, nilai toleransi dan kepedulian lingkungan. Kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini menurutnya adalah transportasi yang kurang memadai.
4.4.3. Anggota Mahasiswa Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015
Nama : Naim
Usia : 21 Tahun
Etnis : Jawa
Agama : Islam
Universitas : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jurusan : Psikologi
Naim adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Sosial Budaya di Sub Korwil Karangasem. Ia mengikuti kegiatan Ekspedisi baru pertama kali, dan atas kemauan sendiri dengan tujuan untuk mencari pengalaman dan pengetahuan didalam masyarakat secara nyata. Informasi kegiatan Ekspedisi ini dia dapat melalui internet, ia mengetahui bahwa Ekspedisi NKRI adalah salah satu kegiatan yang mencakup penelitian, penjelajahan dan pengabdian masyarakat yang mana hasilnya dapat digunakan untuk mengetahui suatu wilayah secara menyeluruh.
Dia berpendapat bahwa Ekspedisi NKRI lebih mengutamakan inventarisasi kekayaan alam maupun budaya yang ada di suatu wilayah, selain itu untuk membantu membangun dan meningkatkan ekonomi masyarakat tertinggal serta pemetaan wilayah secara menyeluruh dengan penjajakan secara nyata. Kegiatan ini mengadakan pelatihan secara militer, ia mengungkapkan bahwa pelatihan secara militer pernah dirasakannya dalam kegiatan Saka Bhayangkara yang diikutinya. Dia mengungkapkan dalam pembekalan yang diberikan selama pelatihan pra Ekspedisi NKRI 2015, pembahasan yang sering dibahas adalah tentang Bhineka tunggal Ika. Menurutnya, nilai kebangsaan dapat dicontohkan dengan mengikuti kegiatan Ekspedisi NKRI dikarenakan hasil yang diperoleh setelah penelitian dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh Negara.
Nama : Navila U.F Usia : 21 Tahun
Etnis : Jawa
Universitas : Universitas Gadjah Mada Jogyakarta Jurusan : Geografi dan Ilmu Lingkungan
Navila adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Potensi Bencana di Sub Korwil Karangasem. Dia berpendapat bahwa Ekspedisi NKRI berbeda dengan kegiatan lain yang sejenis yang diketahuinya, Kegiatan Ekspedisi NKRI ini melibatkan pihak militer dalam menjaga dan memperlancar memperoleh data-data yang diperoleh, serta pelatihan layaknya pendidikan militer bagi peserta.
Kendala yang dirasakannya dalam kegiatan Ekspedisi NKRI adalah ketidaksepahaman antaranggota kelompok yang tidak sesuai visi, ketidaksepahaman antara anggota sipil dan militer karena aturan yang kadang terlalu ketat. Dia mengungkapkan dalam pembekalan yang diberikan selama pelatihan pra Ekspedisi NKRI 2015, pembahasan yang sering dibahas adalah tentang krisis karakter pemuda dan kepedulian terhadap lingkungan untuk menginventarisasi SDA yang ada. Menurutnya, nilai kebangsaan dapat digambarkan dengan bela negara.
Nama : Nisa Mardhotillah Saida Usia : 24 Tahun
Etnis : Balantak, Sulawesi Tengah
Agama : Islam
Universitas : Universitas Padjajaran Bandung
Nisa adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Sosial Budaya di Sub Korwil Karangasem. Ia mengikuti kegiatan Ekspedisi baru pertama kali, karena kemauan sendiri. Informasi kegiatan Ekspedisi ini dia dapat melalui internet dan teman perkuliahannya. Kegiatan yang mempunyai unsur pelatihan militer baru pertama kali diikutinya yaitu dalam kegiatan Ekspedisi NKRI 2015.
Menurutnya, kehadiran Ekspedisi mendapat respon yang positif pada masyarakat dimana ia ditempatkan. Kendala yang dirasakannya dalam kegiatan Ekspedisi NKRI adalah kendaraan yang kurang memadai serta bantuan dari pemda tidak cukup dalam memfasilitasi kegiatan ini. Dia mengungkapkan dalam pembekalan yang diberikan selama pelatihan pra Ekspedisi NKRI 2015, pembahasan yang sering dibahas adalah pertahanan diri dan survival. Menurutnya, nilai kebangsaan dapat digambarkan dengan memahami budaya bangsa.
Nama : Ernawati Natalia Simanihuruk Usia : 21 Tahun
Etnis : Batak
Agama : Kristen Protestan
Universitas : Universitas Sumatera Utara Jurusan : Kesehatan Masyarakat
Erna adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Potensi Bencana di Sub Korwil Karangasem. Ia mengikuti kegiatan Ekspedisi baru pertama kali, dengan kemauan sendiri dikarenakan ia berpendapat bahwa di Provinsi NTB dan NTT masih banyak
masyarakat yang belum mengenal pendidikan dan kesehatan, sehingga ia berniat membantu mereka. Informasi kegiatan Ekspedisi ini dia dapat melalui sosialisasi yang dilakukan di kampus, ia mengetahui bahwa Ekspedisi NKRI adalah salah satu kegiatan yang membangun karakter cinta tanah air melalui ajang atau kegiatan mengenali berbagai hal di Indonesia sehingga dapat dijaga dan dimanfaatkan sesuai dengan kualitas dan kuantintasnya.
Nama : Betaria Sinaga Usia : 21 Tahun Etnis : Batak
Agama : Kristen Katholik
Universitas : Universitas Sumatera Utara Jurusan : Kesehatan Masyarakat
Beta adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Pengabdian Masyarakat di Sub Korwil Karangasem. Ia mengikuti kegiatan Ekspedisi baru pertama kali, untuk memenuhi nilai KKN. Beta merupakan seorang MENWA (Resimen Mahasiswa) sehingga ia tidak begitu asing dengan pelatihan ala militer. Menurutnya, kehadiran Ekspedisi mendapat respon yang positif pada masyarakat dimana ia ditempatkan. Kendala yang dirasakannya dalam kegiatan Ekspedisi NKRI adalah transportasi yang sangat terbatas saat melakukan penelitian. Dia mengungkapkan dalam pembekalan yang diberikan selama pelatihan pra Ekspedisi NKRI 2015, pembahasan yang sering dibahas adalah tentang Bhineka tunggal Ika. Menurutnya, nilai kebangsaan dapat dicontohkan dengan bela negara.
Nama : Lia Nurjanah Usia : 23 Tahun
Etnis : Jawa
Agama : Islam
Universitas : Politeknik Negeri ATK Yogyakarta Jurusan : Teknologi Kulit
Lia adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang DataBase di Sub Korwil Lombok Timur. Ia mengikuti kegiatan Ekspedisi baru pertama kali, dengan tujuan untuk mengetahui lebih lanjut tentang berbagai potensi di wilayah Indonesia khususnya wilayah kepulauan Nusa Tenggara dan membantu masyarakat sekitar dengan berbagai kegiatan positif. Informasi kegiatan Ekspedisi ini dia dapat melalui internet, ia mengetahui bahwa Ekspedisi NKRI adalah kegiatan untuk menggali potensi bencana dan melakukan kegiatan yang bersifat sosial sehingga membantu masyarakat sekitar seperti pengobatan massal, mengajar dan melakukan pembangunan infrastruktur di daerah yang dijadikan sasaran tim pengabdian masyarakat.
Dia berpendapat bahwa Ekspedisi NKRI berbeda dengan kegiatan lain yang sejenis yang diketahuinya, karena jangkauan wilayah kegiatan yang cukup luas dari Bali hingga Alor dan NTT, sehingga pendanaan membutuhkan keterkaitan banyak kementerian terkait, terlebih lagi peserta ekspedisi yang beragam terdiri dari berbagai unsur masyarakat.
Nama : Inna Usia : 24 Tahun
Etnis : Jawa
Agama : Islam
Universitas : Universitas Diponegoro Semarang Jurusan : Kesehatan Masyarakat
Inna adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Pengabdian Masyarakat di Sub Korwil Sumbawa. Pelatihan secara militer pernah dirasakannya dalam kegiatan Paskriba tahun 2008 yang diikutinya. Menurutnya, kehadiran Ekspedisi mendapat respon yang positif pada masyarakat dimana ia ditempatkan. Kendala yang dirasakannya dalam kegiatan Ekspedisi NKRI adalah kurangnya koordinasi di lapangan, sarana-prasarana pendukung yang kurang memadai, realisasi program bantuan untuk masyarakat/wilayah yang membutuhkan kurang berjalan.
Nama : Amiruddin Aziz Usia : 22 Tahun
Etnis : Jawa
Agama : Islam
Universitas : UIN Malang Jurusan : Psikologi
Aziz adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Pengabdian Masyarakat di Sub Korwil Bima. Ia mengikuti kegiatan Ekspedisi baru pertama kali, dengan tujuan mengabdi kepada
Negara dan mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam perkuliahan pada masyarakat. Ia mengakui bahwa saat mengikuti Ekspedisi pertamakali orientasi untuk jalan-jalan menjadi tujuannya. Kegiatan ini mengadakan pelatihan secara militer, ia mengungkapkan bahwa pelatihan secara militer pernah dirasakannya dalam kegiatan Diklat MENWA yang diikutinya. Dia mengungkapkan dalam pembekalan yang diberikan selama pelatihan pra Ekspedisi NKRI 2015, pembahasan yang sering dibahas adalah perbaikan jalan, krisis karakter pemuda dan Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya, nilai kebangsaan dapat digambarkan dengan membangun pendidikan anak-anak bangsa.
Nama : Khutami Khairlazuardi Usia : 24 Tahun
Etnis : Sunda
Agama : Islam
Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan : Pendidikan Khusus
Khutami adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Pengabdian Masyarakat di Sub Korwil Sumba Barat Daya. Dia mengungkapkan dalam pembekalan yang diberikan selama pelatihan pra Ekspedisi NKRI 2015, pembahasan yang sering dibahas adalah tentang Bhineka Tunggal Ika.Menurutnya, nilai kebangsaan dapat dicontohkan dengan nilai yang dipakai sebagai wawasan dalam pengembangan bangsa dan negara yang berlandaskan Pancasila yang dipengaruhi berbagai faktor seperti ideologi, budaya, geografis dan lain-lain.
Nama : Hanityo Adi Nugroho Usia : 25 Tahun
Etnis : Jawa
Agama : Islam
Universitas : Universitas Diponegoro Semarang Jurusan : Perikanan
Adi adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Flora dan Fauna di Sub Korwil Sumba Barat Daya. Ia mengikuti kegiatan Ekspedisi baru pertama kali, dengan kemauan sendiri untuk menambah relasi, pengalaman dan informasi. Dia berpendapat bahwa Ekspedisi NKRI berbeda dengan kegiatan lain yang sejenis yang diketahuinya, karena menggabungkan sipil dan militer menjadi satu tim. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan secara militer baru dirasakannya dalam kegiatan ini. Dia mengungkapkan dalam pembekalan yang diberikan selama pelatihan pra Ekspedisi NKRI 2015, pembahasan yang sering dibahas adalah tentang krisis karakter pemuda.
Nama : Dieny Nurhanifah Syafrina Usia : 22 Tahun
Etnis : Jawa
Agama : Islam
Universitas : Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Jurusan : Perencanaan Wilayah dan Kota
Dieny adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Potensi Bencana di Sub Korwil Ende. Ia mengikuti kegiatan Ekspedisi baru pertama kali, untuk lebih mengenal Indonesia. Untuk mengikuti kegiatan Ekspedisi NKRI, diharuskan lolos seleksi administrasi, wawancara, tes fisik, tes psikologi, dan bersedia mengikutirangkaian acara dari pembekalan hingga penutupan. Dia pernah mengikuti kegiatan ekpedisi sebelumnya yaitu Ekspedisi Lintas Gunung Tambora dan Sosialisasi Biogas, ia berpendapat bahwa Ekspedisi NKRI berbeda dengan kegiatan lain yang sejenis yang diketahuinya, karena penyelenggaranya adalah KOPASSUS dan didukung oleh negara. Dia mengungkapkan dalam pembekalan yang diberikan selama pelatihan pra Ekspedisi NKRI 2015, pembahasan yang sering dibahas adalah tentang pengetahuan sesuai bidang keahlian dan karakteristik wilayah penempatan.
Nama : Dita Innata Usia : 23 Tahun
Etnis : Jawa
Agama : Islam
Universitas : Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Jurusan : Biologi
Dita adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Flora dan Fauna di Sub Korwil Alor. Kegiatan ini mengadakan pelatihan secara militer, ia mengungkapkan bahwa pelatihan secara militer pernah dirasakannya dalam kegiatan pelatihan kepemimpinan yang
diikutinya. Dia mengungkapkan dalam pembekalan yang diberikan selama pelatihan pra Ekspedisi NKRI 2015, pembahasan yang sering dibahas adalah perbaikan jalan, Bhineka Tunggal Ika, dan mengenai bagaimana peserta bermanfaat bagi warga di lokasi Ekspedisi sehingga bagi dia adalah bagaimana menginventarisasi Flora dan Fauna di lokasi penelitian. Menurutnya, nilai kebangsaan memiliki banyak versi tetapi ia lebih menekankan pada kecintaan terhadap NKRI.
Nama : Sri Hidayati Usia : 23 Tahun Etnis : Madura
Agama : Islam
Universitas : ITS Surabaya Jurusan : Statistika
Sri adalah salah satu peserta Ekpedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015, dalam bidang Media dan Database di Sub Korwil Belu. Ia mengikuti kegiatan Ekspedisi baru pertama kali, dengan tujuan ingin mengapresiasikan diri lewat kegiatan ini. Informasi kegiatan Ekspedisi ini dia dapat melalui internet dan teman perkuliahannya, ia mengetahui bahwa Ekspedisi NKRI adalah ekspedisi yang diselenggarakan oleh TNI AD dengan melibatkan civitas akademika polisi, dan militer itu sendiri, Ekspedisi NKRI bertujuan untuk mendata dan memetakan potensi SDA dan SDM, serta pengabdian masyarakat sampai pelosok-pelosok Indonesia.