• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PERANAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN

A. PROFIL KANTOR

1. SEJARAH BERDIRINYA BAPPEDASU

Setelah pemerintahan orde lama digantikan oleh pemerintah orde baru yang secara konkrit berusaha meningkatkan pembangunan daerah agar kesejahteraan rakyat Iebih diutamakan sesuai dengan amanat penderilaan rakyat, maka pemerintah melihat pentingnya suatu lembaga yang dapat menyusun program-program pembangunan yang menyeluruh dengan menitik beratkan pembangunan terutama pembangunan prasarana urnum seperti membuat jalan, jembatan, dan prasarana pertanian rakyat. Untuk menyusun program-program pembangunan nasional dibentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasiona! (BAPPENAS) di pusat, BAPPEDA Tingkat I penyusun suplemen Perencanaan Nasional ditingkat provinsi dan BAPPEDA Tingkat II penyusun komplementer di tingkat Kabupaten / Kotamadya.

Periode BAKOPDA

pada tahun 1963 di Sumatera Utara dibentuk suatu Badan Koordinasi Pembangunan Sumatera Utara (BKPDSU) yang langsung diketuai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara dan Sekretaris Residen P. R

Telaumbanua yang merupakan badan yang mengkoordinir pembangunan di daerah yang sdanjutnya diganti menjadi BAKOPDASU (Badan Koordinasi Pembangunan Daerah Sumatera Utara) yang diketuai oleh Gubernur Sumatera Utara dengan Ketua Harian Residen P. R Telaumbanua dan Sekretaris Sutan Sitompul, kemudian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BAKODASU) yang merupakan badan yang pertama kali mengkoordinir Perencanaan Pembangunan di Daerah Sumatera Utara dengan ketua oleh Ir. M. Sipahutar dan Sekretaris Netap Bukit. Pada periode ini telah disusun draft Repelita I Provinsi Sumatera Utara.

BAKODASU berperan sebagai lembaga yang pertama menangani masalah-masalah yang menyangkut Program Pembangunan di daerah dari tahun 1969 sampai dengan (alum 1974 (PELITA I). Pada periode ini Ielah diberlakukan Inpres Tingkat I yang menyangkut Program Pembangunan jalan dan jembatan di Daerah Tingkat II se Sumatera Utara.

Dengan terbitnya Keputusan Presiden RI No. 15 Tahun 1974 tentang pembentukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah disusul dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 142 Tahun 1974 tentang susunan organisasi dan tata kerja BAPPEDA, maka melalui keputusan Gubernur KDH Tingkat I Sumatera Utara No 43/XXIV/GSU tanggal 18 November 1974 ditetapkan pembentukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BAPPEDASU). Ketua BAPPEDASU yang pertama adalah Bapak

Prof. R. Perangin-angin yang juga merangkap sebagai Kepala Biro Pembangunan.

Sekretariat dan bidang-bidang BAPPEDASU yang terdiri dari Bidang Fisik, Bidang Ekonomi, Bidang Sosial dan Pengendalian membawahi bagian-bagian yang dapat dilaksanakan tugasnya dalam penyusunan Repelita II Sumatera Utara, penyusunan RAPBN setiap tahunnya bekerja sama dengan Biro Keuangan dan Pembangunan. Fungsi Perencanaan Pembangunan Daerah baru diatur di Daerah Tingkat I, sedangkan penyusunan Rencana Pembangunan Daerah Tingkat II belum diatur, walaupun kepentingannya telah dirasakan. Oleh karena itu beberapa Daerah Tingkat II melalui keputusan Kepala Daerah yang bersangkutan telah membentuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tingkat II seperti Deli Serdang, Labuhan Batu, Simalungun, Langkat dan Asahan. Namun demikian pembentukan BAPPEDA Tingkat II ini belum mempunyai dasar hukum yang kuat sebagaimana pembentukan BAPPEDA Tingkat I.

Keputusan Presiden RI No. 27 Tahun 1980 tentang pembentukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan yaitu dalam rangka usaha penigkatan keserasian Pembangunan di Daerah antara pembangunan sektoral dan pembangunan Daerah, menjadi perkembangan, keseimbangan, dan berkesinambungan pembangunan di daerah yang lebih menyeluruh, terarah dan terpadu sehingga diperlukan peninjauan kembali Keppres No. 15 Tahun 1974. Selanjutnya atas dasar Keppres No. 27

Tahun 1980 ini, Menteri Dalam Negeri dengan keputusan No. 185 Tahun 1980 menetapkan Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pembangunan Tingkat I & Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tingkat II.

Sesuai dengan ketentuan dalam keputusan Menteri Dalam Negeri No. 185 Tahun 1980 tersebut, pembentukan Bappeda Tingkat I Sumatera Utara telah ditetapkan dengan peraturan Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara (PERDASU) No. 2 Tahun 1981 tentang susunan Organisasi dan Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tingkat I Sumatera Utara disahkan Menteri Dalam Negeri dengan No. 061. 134. 2281 tanggal 20 April Tahun 1981. Susunan Organisasi BAPPEDA Tingkat I Sumatera Utara pada periode tersebut berdasarkan kepada PERDASU No. 2 Tahun 1981.

Sesuai era reformasi dan Otonomi Daerah yang mengacu kepada UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan OTDA No. 50 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi maka ditetapkan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Provinsi Sumatera Utara, tugas pokok dan fungsi pembentukan BAPPEDA Provinsi Sumatera Utara disahkan dengan Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 061. 1 - 433. K / Tahun 2002.

Dengan terbitnya Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 061. 1 - 433. K/Tahun 2002 tanggal 18 Juni 2002. Tugas, Fungsi dan Tata Kerja BAPPEDASU telah berubah, perubahan susunan Organisasi dan Tata Kerja BAPPEDA Tingkat I Sumatera Utara antara lain :

BAPPEDA Tingkat I Sumatera Utara dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua berubah menjadi BAPPEDA Provinsi Sumatera Utara dipimpin oleh Kepala dan Wakil Kepala, dan seterusnya.

Kedudukan BAPPEDASU

Kedudukan BAPPEDASU dapat diuraikan sebagai berikut:

• BAPPEDASU adalah badan staf yang langsung berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Gubemur Sumatera Utara.

• BAPPEDASU dipimpin oleh seorang kepala.

• Dalam melaksanakan tugasnya, dibantu oleh seorang wakil yang bertanggungjawab kepada kepala.

Tugas BAPPEDASU

BAPPEDASU mempunyai tugas antara lain membantu Gubernur Sumatera Utara dalam menentukan kebijaksanaan dibidang Perencanaan pembangunan di daerah serta penilaian atas pelaksanaannya.

Kepegawaian BAPPEDASU

Pembinaan kepegawaian BAPPEDASU ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri, Kepala, Wakil Kepala, Sekretaris dan Kepala Bidang BAPPEDASU diangkat oleh Gubernur Kepala Provinsi Sumatera Utara, demikian juga Kepala

Kesatuan Kerja dan pegawai lainnya BAPPEDASU diangkat oleh Gubernur Sumatera Utara. Jelaslah bahwa peynwai kanlor BAPPEDASU diangkal oleh Gubernur Sumatera Utara, oleh sebab it u dikatakan BAPPEDASU merupakan staf Gubernur dan di dalam pengawasan kegiatan tersebut, Gubernur dibantu oleh Kepala, Wakil Kepala, Sekretaris, Kepala Bidang dan Kepala Sub Bidang dan Sub Bagiannya.

Fungsi BAPPEDASU

Instansi BAPPEDA i n i merupakan lembaga yang bergerak di bidang Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara. Adapun fungsi kantor BAPPEDA Provinsi Sumatera Utara adalah :

a) Menvusun pola dasar pembangunan.

b) Menyusun program tahunan sebagai pelaksanaan rencana

pembangunan yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah yang disusun oleh Pemerintah Pusat untuk dimasukkan tahunan nasional.

c) Menyusun RAPBN, APBN dan APBD Propinsi Sumatera Utara,

bekerjasama dengan Biro Keuangan Daerah, instansi-instansi dengan koordinasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara.

d) Menyusun REPELITA Provinsi Sumatera Utara. e) Memonitor Pelaksanaan Pembangunan Daerah.

f) Melakukan Koordinasi Perencanaan diantara dinas-dinas organisasi lain dalam melakukan Pemerintah Daerah Vertikal, daerah-daerah Kabupaten / Kota yang bersangkutan.

g) Melakukan kegiatan lain dalam rangka Perencanaan sesuai dengan petunjuk Gubernur Propinsi Sumatera Utara.

h) Melaksanakan Koordinasi dan mengadakan penelitian untuk kepentingan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota

Disiplin Kerja

Sebagaimana yang Iereantuni dalam peraturan tata tertib Pegawai Negeri Sipil (PNS), di lingkungan BAPPEDASU yaitu mengenai disiplin dan kerja sama antara lain:

1. Absensi

Absensi i n i harus diisi dan ditandatangani oleh pegawai, dari absensi dapat diketahui kehadirannya.

2. Penandatanganan Absensi a. Absensi

Daftar Absensi yang telah tersedia diparaf oleh pegawai yang bersangkutan setiap hari, kecuali hari Sabtu karena pegawai tidak masuk kerja relerensi atau berhaiangan hadir seperti sakit atau i z i n dapat dikabari melalui surat, kepada Kasubbag Kepegawaian.

b. Penandatanganan untuk apel pagi dan siang yaitu:

Hadir Senin-Kamis : Pukul 07 : 45 s/d 16 : 15 Wib

Hadir Jum'at : Pukul 07 : 45 s/d 15 : 30 Wib

Hari Sabtu libur.

e. Dalam setiap upacara Bendera ditekankan untuk selalu meningkatkan dan menegakkan kedisiplinan pegawai, ketertiban, keamanan, kebersihan dan kerapian dalam bekerja.

d. Melaksanakan tata tertib dan semua ketentuan perundang-undangan penuh rasa tanggung jawab agar harkat dan martabat pegawai dalam instansi pemerintah tetap baik.

e. Bila ada pegawai yang melanggar peraturan instansi akan dikenakan sanksi atau hukuman, sesuai ketentuan kepegawaian yang berlaku.

f. Bagi pegawai yang tidak mengikuti apel pagi dan tidak menandatanf ani daftar nadir sanipi 3 (tiga) kali tanpa alas an yang dapat dipertanggung jawabkan, akan dikenakan hukuman disiplin berdasarkan PP No. 30 Tahun 1960.

Makna Logo

Logo atau lambang adalah suatu tanda (seperti lukisan perkataan, lencana dan sebagainya) yang menyatakan sesuatu hal atau maksud tertentu. Logo BAPPEDA sama dengan logo Pemerintahan Sumut seperti logo kantor Gubernur. Jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

GAMBAR LOGO BAPPEDASU

Berikut ini akan dijelaskan makna dari logo PEMPROVSU :

Warana utama adalaha yang dipakai adalah Biru, Merah, Putih, Hijau, dan Kuning Emas dan terdiri dari :

1. Padi dan kapas menggambarkan lembaga Pemerintahan yang berupaya mengisi kemerdekaan dengan daerah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur

2. Bintang menggambarkan bahwa PEMPROVSU dalam melaksanakan tugas tidak ditunjukkan hanya terhadap kehidupan duniawi saja tetapi tidak terlepas dari ibadah kepada Tuhan yang Maha Esa.

3. Gunung menggambarkan posisi Sumatera Utara yang dikelilingin oleh Bukit Barisan dan juga menggambarkan pertahanan dan posisi Pemerintah yang kuat.

4. Rantai menggambarkan bahwa Pemerintah dan rakyat berastu saling tolong menolong melaksanakan pembangunan Sumatera Utara.

5. Tangan menggambarkan bahwa Pemerintah selalu siap untuk

melindungi rakyat dan membantu rakyat.

6. Warna hijau melambangkan daerah Sumut, yang subur dan kaya dengan hasil pertaniannya.

7. Pita kuning menggambarkan semangat dan cita-cita pemerintahan dalam pita tersebut : Tekun berkarya, Hidaup sejahtera, dan Mulia berbudaya.

3. STRUKTUR ORGANISASI DAN URAIAN TUGAS

A. STRUKTUR ORGANISASI

BAPPEDA adalah Instansi Pemerintah yang bertugas untuk membantu Gubernur Kepala Daerah Sumatera Utara dalam menentukan kebijaksanaan dibidang Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara serta penilaian atas pelaksanaannya. Badan ini berda dan bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Sumatera Utara melalui Sekretaris Daerah sesuai dengan Perda No. 4 Tahun 2001 dan Keputusan Gubernur Sumatera Utara No. 061.1-433K Tahun 2002 dan SK Gubernur Sumatera Utara No. 061.1- 433 Tahun 1980. untuk melaksanakan tugas-tugas diatas maka diperlukan sistem organisasi dan manajemen yang sangat mantap.

Struktur organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BAPPEDASU) terdiri dari :

1. Kepala 2. Wakil Kepala

3. Sekretariat terdiri dari : a. Sub Bagian Umum b. Sub Bagian Keuangan

c. Sub Bagian Organisasi dan Hukum d. Sub Bagian Kepegawaian

4. Bidang Perencanaan Ekonomi dan Keuangan terdiri dari : a. Sub Bidang Pertanian

c. Sub Bidang Koperasi dan Jasa

d. Sub Bidang Industri, Sumber Daya Alam dan Kelautan

5. Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia dan Sosial Budaya terdiri dari :

a. Sub Bidang Kependudukan, Tenaga Kerja dan Pemberdayaan Perempuan.

b. Sub Bidang Pemerintahan, Hukum dan Komunikasi. c. Sub Bidang Pendidikan, Mental Spiritual dan Budaya. d. Sub Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat 6. Bidang Sarana dan Prasarana terdiri dari :

a. Sub Bidang Perhubungan

b. Sub Bidang Tata ruang dan Lingkungan Hidup c. Sub Bidang Pengembangan Wilayah Pembangunan. d. Sub Bidang Pengembangan Wilayah Pembangunan.

7. Bidang Perencanaan kerjasama Pembangunan dan Pengembangan Teknologi terdiri dari :

a. Sub Bidang Kerjasama Luar Negeri

b. Sub Bidang Kerjasama Antar Daerah dan Lembaga Masyarakat c. Sub Bidang Teknologi dan Informasi

8. Bidang Pengendalian, Evaluasi dan Monitoring terdiri dari : a. Sub Bidang Pengumpulan Data Statistik

c. Sub Bidang Informasi d. Sub Bidang Peragaan

Pemeliharaan Tempat Kerja dan Lingkungan

Tata ruang kerja dilingkungan BAPPEDASU dapat dikatakan sudah memadai, dalam hal ini setiap pegawai mempunyai tempat kerja sesuai dengan program kerja yang ditugaskan kepada mereka. Setelah diadakan penelitian ternyata pemeliharaan tempat kerja dan lingkungan hidup di BAPPEDASU membuat sistem 5 (lima) K, yakni : Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Keindahan, dan Kekeluargaan.

Dalam hal ini setiap pagi dan sore ruang kantor selalu dibersihkan oleh petugas yang bersangkutan. ruang kerja pegawai diatur dengan baik sehingga kelihatan lebih indah dan nyaman. begitu juga dengan lingkungannya ditanami dengan pohon-pohon, sehingga udaranya menjadi sejuk dan meninbulkan semangat untuk kerja.

B. URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR BADAN

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA.

Kepala Badan

1. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, mempunyai tugas membantu Gubernur dalam Bidang Perencanaan Pembangunan Daerah. 2. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat Satu (1),

a. Pengkoordinasian penyusun program pembangunan daerah atau (PROPEDA). rencana strategis, rencana pembangunan tahunan daerah (REPETADA) dan anggaran belanja pembangunan dan pembuatan kajian/studi pembangunan dan reva, sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.

b. Penyelenggaraan kerjasama dan koordinasi perencanaaan pembangunan dengan Kebupaten/Kota serta koordinasi dan kerjasama perencaaan dengan pihak lainnya, sesuai dengan ketentuan standard yang ditetapkan.

c. Peleksanaan Evaluasi terhadap pelaksanaa Program Pembangunan Daerah, untuk penyiapan bahan dan konsep kebijakan pelaksanaan Program selanjutnya, sesuai ketentuan dan standard yang ditetapkan.

d. Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Program dan Proyek Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau (APBN), sesuai ketentuan dan standard yang ditetapkan.

3. Untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) Kepala Badan dibantu oleh :

a. Wakil Kepala Badan b. Sekertaris Badan

c. Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Keuangan

d. Kepala Bidang Perencanaan Sumberdaya Manusia dan Sosial Budaya

e. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana

f. Kepala Bidang Perencanaan Kerjasama Pembangunan dan

Pengembangan Teknologi

Wakil Kepala Badan

1. Wakil Kepala Badan mempunyai tugas membantu Kepala Badan dalam melaksanakan tugas dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 2. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Wakil

Kepala Badan menyelenggarakan fungsi :

a. Pengkoordinasian penyempurnaan, penyusunan dan penerapan standard pelaksanaan Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota dibidang Perencanaan, dan standard pelaksanaan tugas-tugas Badan, Perencanaan dan Kegiatan serta kebutuhan peningkatan Kapasitas Personil, Kinerja, Disiplin Pegawai, dan Sistim Kerja. b. Pengkoordinasian pelaksanaan evaluasi pembangunan dari bidang

masing-masing Bidang pada Badan, Pengkoordinasian pengumpulan data-data pembangunan dan pengkoordinasian penyusun laporan, sesuai ketentuan dan standard yang ditetapkan. c. Pelaksanaan tugas dan fungsi Kepala Badan, apabila Kepala Badan

berhalangan, sesuai standard prosedur yang ditetapkan. Sekretaris Badan

1. Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, mempunyai tugas Kepala Badan di Bidang Umum, Keuangan, Kepegawaian, Organisasi dan Hukum.

2. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, menyelenggarakan fungsi :

a. Perencanaan Kebutuhan Internal dan kegiatan administrative Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta pengelolaan dan pengendalian penggunaannya, perencanaan, pengelolaan dan pengurusan pertanggung jawaban keuangan dan pengajuan usul pimpinan proyek serta bendaharawan proyek pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, sesuai ketentuan dan standard yang ditetapkan.

b. Perencanaan pengelolaan dan pendayagunaan kepegawaian, sesuai ketentuan dan standard yang ditetapkan.

c. Perencanaan dan peningkatan sistem kerja serta pengelolaan produk Hukum Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, sesuai ketentuan dan standard yang ditetapkan.

3. Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dibantu oleh:

1.Kepala Sub Bagian Umum 2.Kepala Sub Bagian Keuangan 3.Kepala Sub Bagian Kepegawaian

4.Kepala Sub Bagian Organisasi dan Hukum

1. Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas membantu Kepala Badan di Bidang Perencanaan Ekonomi, Keuangan dan Industri.

2. Untuk melaksanakan tugas dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Keuangan menyelenggarakan fungsi :

a. Pengkoordinasian penyempurnaan dan penyusunan standard pelaksanaan perencanaan dan peningkatan kapasitas perencanaan serta program pembangunan jangka menengah dan tahunan di bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Kehutanan, Keuangan, Pariwisata, Perdagangan, dan Koperasi.

b. Pelaksanaan evaluasi hasil-hasil Pembangunan daerah di bidang Ekonomi dan Keuangan, sesuai ketentaun dan standard yang ditetapkan.

c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan dan Wakil Kepala Badan, sesuai tugas dan fungsinya.

3. Untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi dan Keuangan dibantu oleh :

a. Kepala Sub Bidang Pertanian

b. Kepala Sub Bidang Keuangan, Pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata.

c. Kepala Sub Bidang Perdagangan, Koperasi dan Jasa.

Kepala Bidang Perencanaan Sumberdaya Manusia dan Sosial Budaya

1. Kepala Bidang Perencanaan Sumberdaya Manusia dan Sosial Budaya mempunyai tugas membantu Kepala Badan di Bidang Perencanaan Sumberdaya Manusia dan Sosial Budaya

2. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), Kepala Bidang Perencanaan Sumberdaya Manusia dan Sosial Budaya meyelenggarakan fungsi :

a. Pengkoordinasian penyempurnaan dan penyusunan standard pelaksanaan perencanaan dan peningkatan kapasitas perencanaan di bidang Kependudukan, Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan, Pemerintahan Umum, Informasi dan Komunikasi, Pendidikan, Pembinaan Mental Spiritual dan Budaya, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat serta Sosialisasi, Evaluasi dan Pengendalian atas pelaksanaannya.

b. Pelaksanaan Evaluasi hasil-hasil pembangunan di bidang Perencanaan Sumberdaya Manusia dan Sosial Budaya sesuai ketentuan standard yang ditetapkan.

c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan dan Wakil Kepala Badan, sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2). Kepala Bidang Perencanaan Sumberdaya Manusia dan Sosial Budaya, dibantu oleh :

a. Kepala Sub Bidang Kependudukan, Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan.

b. Kepala Sub Bidang Pemerintahan Umum, Informasi dan

Komunikasi.

c. Kepala Sub Bidang Pendidikan, Pembinaan Mental Spiritual dan Budaya.

d. Kepala Sub Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat. Kepala Bidang Perencanaan Sarana dan Prasarana 1. Kepala Bidang Perencanaan Sarana dan Prasarana mempunyai tugas

membantu Kepala Badan di Bidang Perencanaan Sarana dan Prasarana. 2. Untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat

(1), Kepala Bidang Perencanaan Sarana dan Prasarana menyelenggarakan fungsi :

a. Pelaksanaan evaluasi hasil-hasil Pembangunan Daerah di Bidang Perencanaan Sarana dan Prasarana, sesuai ketentuan dan standard yang ditetapkan.

b. Pelaksanaan tugsa lain yang diberikan oleh Kepala Badan dan Wakil Kepala Badan, sesuai tugas dan fungsinya :

c. Pemberian masukan yang perlu kepada Kepala Badan dan Wakil Kepala Badan, sesuai bidang tugas dan fungsinya.

Kepala Bidang Perencanaan Kerjasama Pembangunan dan Pengembangan Teknologi

1. Kepala Bidang Perencanaan Kerjasama Pembangunan dan Pengembangan Teknologi mempunyai tugas membantu Kepala Badan di Bidang Evaluasi Perencanaan Pembangunan, Kerjasama dan Pembangunan Teknologi 2. Untuk melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) dan (2), Kepala Bidang Perencanaan Kerjasama Pembangunan dan Pengembangan Teknologi dibantu oleh :

a. Kepala Sub Bidang Kerjasama Luar Negeri

b. Kepala Sub Bidang Kerjasama Antara Daerah dan Lembaga Masyarakat.

c. Kepala Sub Bidang Kerjasama Teknologi dan Informasi

B. KOMUNIKASI

1. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan bidang yang sangat penting dalam setiap aspek kehidupan. Komunikasi yang akan dibicarakan adalah Komunikasi Kantor, atau ada yang menyebut dengan istilah tata hubungan kantor, kantor merupakan pusat pengolahan keterangan, tempat pegawai menyelesaikan pekerjaan administrasi atau pekerjaan tata usaha.

Ada beberapa pendapat dari para ahli komunikasi yakni : 1. Menurut Edward Depari, Ph.D, mengatakan :

Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, harapan, pesan yang disampaikan melalui lembang tertentu yang mengandung arti, dilakukan oleh

penyampaian pesan ditujukan pada penerima pesan dengan maksud mencapai kebersamaan.

2. Menurut Edwin B.Flippo, mengatakan :

Komunikasi adalah kegiatan mendorong orang-orang lain untuk menafsirkan suatu ide dengan cara yang diinginkan sipembicara atau sipenulis.

2. UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI

Komunikasi meliputi 5 (lima) unsur yang merupakan kesatuan yang utuh dan bulat ; bila satu unsur tidak ada, komunikasi tidak akan terjadi kelima unsur itu adalah:

1. Pengertian Berita (Komunikator)

Pihak komunikasi harus berusaha untuk mengemukakan hal yang terkandung dalam pikiran secara jelas kepada pihak yang menerima berita sehingga mudah dan cepat dimengerti.

1. Bentuk Berita atau Pesan

Berita cepat disampaikan dalam berbagai bentuk misalnya : bentuk perintah, instruksi, saran, usul ( baik secara lisan maupun secara tertulis).

1. Penerimaan Berita (Komunikan)

Pihak komunikan mengadakan tanggapan terhadap berita yang diterima. Penerimaan berita menafsirkan berita yang diterima seperti yang dimaksud oleh pengirim berita.

Prosedur pengiriman berita menyangkut sarana yang dipakai dalam mengirim berita. Sedang sarana yang diperlukan dalam prosedur komunikasi tergantung sifat berita yang akan disampaikan.

1. Reaksi atau Tanggapan

Reaksi yang diberikan oleh penerima disebut tanggapan atau respon. Ada yang menanakan umpan balik dengan tanggapan yang diberikan oleh penerima berita berita, maka pihak komunikator dapat mengetahui apakah berita yang dikirim itu dimengerti atau tidak oleh komunikan.

2. KLASIFIKASI KOMUNIKASI

Komunikasi dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam tergantung dari dari segi peninjauannya. Ada Enam kriteria yang dapat dipergunakan untuk mengadakan klasifikasi atau menggolongkan komunikasi.

1. Menurut Lawan Komunikasi Komunikasi dapat dibedakan :

a. Komunikasi Pribadi, yaitu komunikasi yang berlangsung antara satu lawan satu.

b. Komunikasi Umum, yaitu komunikasi satu lawan banyak 2.Menurut Jumlah Yang Berkomunikasi

Dapat dibedakan menjadi :

Komunikasi Perseorangan, yakni komunikasi antar perseorangan. 3. Komunikasi dalam kelompok,

Menurut Cara Penyampaian

a. Komunikasi Lisan, dapat terjadi secara :

- Langsung, tidak dibatasi oleh jarak, misalnya melalui rapat, wawancara. - Tidak langsung, yang dibatasi oleh jarak, misalnya melalui telepon. a.Komunikasi Tertulis

komunikasi tertulis ada beberapa macam, misalnya :

- Dalam bentuk gambar atau foto, komunikasi ini dipergunakan untuk hal-hal yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.

- Dalam bentuk surat, komunikasi ini dipergunakan untuk menyampaikan berita yang sifatnya simgkat, tetapi dipandang perlu ditulis.

- Naskah, biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat kompleks.

• Menurut Maksud Komunikasi

Dapat dibedakan menjadi komunikasi untuk :

a. Memberi perintah, yang dapat dibedakan menjadi : - Perintah inti dan perintah pelaksanaan.

- Perintah lisan dan perintah tertulis (menurut media transmisinya)

- Perintah bentuk tegas, perintah bentuk permintaan dan perintah bentuk usul.

Dokumen terkait